Hello? Poetry!
Classics
Words
Blog
F.A.Q.
About
Contact
Guidelines
© 2025 HePo
by
Eliot
Submit your work, meet writers and drop the ads.
Become a member
arby
0 followers
/
809 words
Follow
Message
Block
Stream
11
Poems
11
Latest
Popular
A - Z
Favorites
1
arby
yang
tak
aku
dan
ada
tapi
kau
bukan
lebih
ini
malam
masih
karena
perlu
lagi
dengan
kita
jadi
langkah
tempat
itu
pernah
berbeda
tahu
sama
kehilangan
atau
bisa
untuk
namun
jiwa
menemukan
hutan
bersama
selalu
mungkin
berubah
akan
kini
kopi
tetap
ruang
soal
berjalan
rindu
sunyi
dari
tanpa
tawa
mata
sini
going
awal
tahun
sesuatu
ketinggian
jatuh
jika
jangan
harapan
kebaikan
mana
kaki
memang
seperti
kota
sedang
tumbuh
hujan
antara
musim
menyeruput
sebelum
sepi
tenang
hanya
mencari
lain
angin
memberi
biarlah
duduk
bergadang
luka
ketika
lelah
kecewa
sekadar
kadang
jujur
balik
air
suara
bertanya
singgah
tangan
dunia
semua
berlalu
batu
demi
jalan
apa
melangkah
dulu
rain
thunder
thought
life
times
resonansi
setiap
harap
asa
sebab
hari
adalah
mimpi
mati
semakin
siang
patah
melompati
lari
lompatlah
setinggi
agar
layak
perjuangkan
bahkan
bumi
menarikmu
gravitasinya
ragu
melawan
teruslah
mendaki
selama
bersemayam
dada
terlalu
sepele
diperjuangkan
terlebih
membawa
maka
berlarilah
melompatlah
keyakinan
lewati
batas
tantang
ingat
manusia
selamanya
puncak
lupakan
daratan
berpijak
keseimbangan
hijau
tidak
usah
punya
cerita
kisah
dipaksakan
meneduhkan
asri
berpolusi
berarti
tumbang
daunnya
luruh
waktu
akar
tertanam
caranya
kembali
hijauku
hilang
debu
tunas
kecil
bertahan
senja
ramadan
ramai
tadinya
bising
kali
menghadapinya
santai
sudut
aroma
menghangatkan
berhembus
pelan
suasana
diam
tergesa
dipertahankan
ketenangan
bagaimana
menikmatinya
semuanya
berdenyut
ritmenya
cukup
menikmati
biasa
besar
biarkan
memelukmu
lama
tajam
kantuk
temukan
sebagai
pelarian
menunda
pagi
pula
kebiasaan
arti
obat
asmara
paling
bagi
terluka
layar
kata
berpendar
menghidupkan
dipeluk
melepas
sempat
diungkap
kenapa
menerima
syarat
jawaban
segelas
mengamati
terus
asap
kendaraan
asing
kukenal
mereka
sementara
menatapnya
menghela
napas
panjang
getir
ujung
lidah
butuh
sela
tegukan
terakhir
hidup
berhenti
membangun
kupikir
menjadi
bagian
nanti
sebut
rumah
memilih
pintas
bosan
diizinkan
menggenggammu
alasan
pembelaan
masa
datang
siapa
beri
pun
berdiri
semoga
lihat
dariku
riding
motorcycle
music
whispering
airpods
drizzle
kisses
skin
keep
thickens
growls
beast
sky
speed
storm
catch
daring
wishing
deep
inside
fear
dying
instantly
cruel
hesitation
war
surrender
survival
pathetic
fragile
kmhour
love
walters
played
farewell
reminder
embracing
flow
people
seek
shaped
resolve
sought
sways
highs
lows
tasting
sweet
bitter
tones
soft
tough
cold
warm
waves
roam
wild
free
embrace
destiny
taste
flavors
bestows
sense
shade
journey
burung
mengepakkan
sayapnya
langit
padi
subur
kelapa
melambai
sarat
buah
orang
dalam
tujuan
menanam
keindahan
berharap
gema
tersebar
kebebasan
menjadikan
bijak
damai
sadar
kumimpikan
kualitas
diri
evaluasi
perjuangan
para
insan
berotasi
sendiri
berdua
melebarkan
sayap
meniti
arus
meneguk
manisnya
perjalanan
hidupkan
suburkan
menyejukkan
menuntun
meraih
kunjung
reda
awan
hitam
berkuasa
terasa
berat
hati
menopang
pecahannya
jantung
memompa
beraturan
sepertinya
terbalik
kacau
arah
menjaga
nyala
telah
redup
cahaya
lorong
gelap
bayangnya
jauh
pergi
waktunya
tertinggal
detik
sejak
rasa
kuukir
bayangan
lalu
menetes
melihat
indahnya
harunya
betapa
beraninya
diriku
kala
sekalipun
sekarang
mengendap
sekeras
wujud
melihatnya
justru
baru
entah
kenyataan
satu
hal
pasti
menyusun
ulang
menyambut
belum
kutemui