"ragu" poems
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang
gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama
gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia.
1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur.
2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak
3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang
pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua?
tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh
karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia.
Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih.
gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua.
cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia
meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba?
lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan.
*buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku.
jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu.
coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk
*buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu.
maapin aku
#sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya.
gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua
sangat.sangat btakut
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
Today’s slow cooked ragu
has a lot of familiar ingredients
but spun a little different
The devil in the pork grease
gave me such a wink
I lost my place in the recipe
Liberal with salt, chili flakes,
zest and anything,
this quixotic cook’s hand
throws much freer than weekdays
I only lack the fat slack
of pappardelle for this,
as they were out at the supermarket
Penne will have to do
Dec 18, 2021
Dec 18, 2021 at 8:31 AM UTC
pukul empat sore tadi
seorang pria tua penuh keriput diwajahnya
pergi melangkahkan kaki rentanya
keluar dari pondok jati tempat semalam ia terlelap
lengkap dengan pakaian rapih kebesarannya, sepatu boot dan tak lupa topi baret miliknya
diambilnya sepeda jengki bercat kusam
dengan sedikit bercak karat pada besi besinya
yang disandarkan oleh empunya pada pagar kayu depan pondok
digiringlah sang sepeda jengki menuju jalan sambil melangkah
menuju tempat tujuannya
selang beberapa saat, ia tunggangi sepeda jengki itu
ia kayuh sambil berpeluh pada dahi sampai ke tubuh
berbulir menetes tak ada ragu
lirih ia dendangkan lagu
yang telah ia hafal selama hidupnya
saat ia masih muda
yang dapat memacu semangatnya dulu
saat akan hendak pergi berperang bersama kawan-kawannya dulu
sesampainya ia di Jalan Kusumanegara
di depan taman berpagar tembok putih
di-remnya sepeda jengki kusam itu
tepat di tepi seorang wanita yang sudah terduduk rapi menggelar dagangannya
"Saya beli kembangmu, cukup lima ribu saja." itu katanya
sang wanita penjual lekas membungkuskan permintaannya dengan senyum dibibir
sembari memberikan bungkusan kembang kepada pria bersepeda jengki itu, ia lalu bertanya "Kalau boleh saya tahu, untuk siapa kembang ini Bapak beli?" ujarnya santun hormat
sang pria bersepeda jengki terdiam, ia lalu tertawa kecil
tawa khas seorang di usia senjanya
"Saya mau jenguk kawan seperjuangan saya, hari ini 20 Desember, tepatnya 68 tahun yang lalu, ia berpamitan ingin menuju dunia Qadim milikNya saat kami sedang berjuang untuk Negara" jawabnya
Pria bersepeda jengki itu lalu undur diri, dititipkannya sepeda tua miliknya
pada sang wanita penjual kembang, ia lalu berjalan kaki
memasuki gerbang tembok bercat putih
bertuliskan Taman Makam Pahlawan Kusumanegara
Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan langkah mantap dan juga senyum mengembang di wajah keriputnya
" Assalamu'alaikum, Aku njaluk sepuro yo Di Mas, Kepriye kabarmu? Ayo gek tak ceritani kabar Indonesia saiki! "
Sep 23, 2016
Sep 23, 2016 at 12:19 PM UTC
Pernahkah kau bertanya, seakan kau benar-benar ingin tahu?
Apa itu resah?
Mengapa ada salah?
Dimanakah tuan rumah?
Siapakah pemilik masalah?
Kapankah semua musnah?
Atau,
Kau benar-benar peduli soal logika?
Dan berhenti percaya? Soal keajaiban
Yang dulu kau harapkan?
Kudengar darimu hanya dusta-dusta
Tentang mitos orang tua
Kau gigih bertapa, atau apalah namanya
Cobalah renung dalam dungumu
Yang kau sembah dengan ragu
Inilah aku, sang atheis
Bertuhan tanpa rengek, dan tangis
Apr 8, 2016
Apr 8, 2016 at 7:42 PM UTC
Kamu seperti fantasi.
Mengajariku membuat puisi.
aku selalu ingin menggali, kamu, lebih jauh lagi, untuk setiap ambisi dan mimpi.
Karena bagiku tidak ada yang lebih indah selain melihat sinar matamu yang berbinar ketika membicarakan hal yang kau gemar.
ah, aku tak sanggup lagi.
Jul 26, 2015
Jul 26, 2015 at 1:15 PM UTC
Seolah langit mendengar sebuah sendu
Turun membasahi tiada ragu
Tak sadar air itu turut membaur
Lekas ku usap tanpa ada yang tahu
Nov 18, 2022
Nov 18, 2022 at 5:22 AM UTC
Palembang, 24 November 2013
Suara itu
Suara yang tak terdengar, suara yang membeku
Menyentuh dalam kalbu
Miris, suara itu
Bau itu
Bau yang tak tercium, bau yang melebur
Menyayat hatiku
Kasihan bau itu
Pandangan itu
Pandangan yang terpaku, hanya diam membisu
Mengabaikanku
Tak menoleh sedikitpun
Sentuhan itu
Senyuhan palsu, yang tak tersentuh
Memukulku, di sini
Di arah sini, dekat hatiku
Pikiran ini
Pikiranku, yang tak berujung
Memikirkanmu
Membuat aku ragu
Nov 24, 2013
Nov 24, 2013 at 10:15 AM UTC
melihat kamu meluru laju dan melambai
biarpun jauh, hatimu aku baca
lantas aku bilang maaf
pantas dan cepat aku meluah
jelas setiap rasa aku khabarkan
sayangku,
hakikat dunia tiada siapa mahu sunyi
namun aku harus gagahi jua rasa ini
andai ada hari kita tidak bersua seperti ini lagi
dalam tidur aku sentiasa ku rasa dakapmu
dan dalam setiap hariku, sentiasa indah dengan wujud imaginasi aku tentang kamu
sayang,
bukan kah amaran dunia pada kita sudah jelas?
tentang rindu yang tak bersahutan
cerita perasan yang sentiasa dan selamanya tak pasti
dan sentiasa aku pinta kamu
untuk terus percaya aku
lalu lembut tanganmu menyapa aku
meminta aku berhenti
entah kenapa
dalam diam dan biacaraku berhenti
aku rasa nyaman dalam dakapmu
mungkin ada pekara yang patutnya aku diamkan
--mungkin ragu aku adalah sama resah hatinya
mungkin.
?
-f 1030pm oct 2nd
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 10:08 AM UTC
Your words sting like vinegar
when spilled on open wounds
They carve their way into me
like eating ice cream with a spoon
Like lemonade thats sugar free
they have a bitter taste
but unlike health warnings on cigarettes
their message goes not to waste
As with most recipe disasters
like when I cooked Fish Ragu
I'm not sure where I got things wrong
just what exactly did I do?
Aug 22, 2010
Aug 22, 2010 at 9:32 AM UTC
Thoughts unfurl like smoke.
You blew a circle of it,
your face lay in the centre
encircled by the grey, billowing fumes.
Beautiful
ever-changing,
twirling plumes.
We accept our fates blindly
like mice.
Sipping ***** from a jar
that once held
Ragu.
A Frisbee as an ashtray
I’m dancing stupidly with you
Ol’ detective Gribble
who dribbles down the phone
and whispers: “sweet nothings”
in my ear,
I hear.
Oct 5, 2010
Oct 5, 2010 at 8:36 AM UTC
bagimu
sengsaraku lucu
dipijak ragu, dirundung pilu
bagiku
semesta hanya mu
ditertawai rindu, ditelan waktu
bagimu
masih saja tentang ku
bagiku
gelagat semu
Jan 12, 2018
Jan 12, 2018 at 8:57 PM UTC
Suatu saat kulihat ronanya
Atau barangkali komposisinya
Dan jikala hati terpaut,
tak ragu kurupainya.
Kurupai serupa-rupa
Karena perupa adalah aku.
Warnai kanvas kosong biar tak nelangsa
Karena perupa adalah aku.
Kelak di lain saat kulihat ronanya
Atau barangkali komposisinya
Dan jikala hati terpaut,
tak ragu kurupainya.
Kurupai serupa-rupa; merupai hal baru
Lantas kubuang rupa lampau
Kulupakan tanpa mengindahkan
Kulupakan selupa-lupa
Karena pelupa adalah aku.
Menghapus kanvas berhuni biar nelangsa
Karena pelupa adalah aku
Nov 11, 2014
Nov 11, 2014 at 7:24 AM UTC
resah menyambut kala pagi.
terbalut kabut yang menghantui.
aku tersadar,
raga kita terpisah oleh jarak.
menciptakan rindu sebesar jagat, dan ragu seluas semesta.
benarkah kau hanya pergi bersama temanmu, atau malah hilang bersama gadis manis yang menggodamu itu.
benarkah hanya namaku yang tertancap dibenakmu?
aku meragu,
tapi aku cinta kamu.
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:30 PM UTC
membingkai itu ada tujuannya
dilapisi kaca biar tidak terkotori
aku mengamplas ingatan yang sempat luntur
terbawa pada lamunan utuh & seruan sendu
silam, bertumpu berapi-api enggan berkeputusan asal
sampai kini, aku masih patuh pada prinsipku
kamu memintaku,
namun hatiku berprasangka itu rancangan induk
bukan asli pemintaanmu
kupilih menepikan diri
diam-diam berharap kamu bercerita lebih dalam
tapi nihil, malah indukmu maju
aku mau, tapi apa keputusan ini benar
pepetan restu, tekanan waktu
dihimpit ketakutan indukmu atas cemooh
orang, siapa? tetangga? saudara?
keengganan bersepaham
kuuji kamu dari belakang
menantang setara, seimbang, sejajar
lontaran kata pengundang debat
berlindung atas wejangan duda muda yang baik
"dua jenis prinsip tujuan pernikahan"
satu, untuk memulai keluarga baru
dua, untuk menyatukan keluarga
dengan kesadaran kupilih yang bertolak denganmu
karena saat itu aku belumuran ragu
sejauh mana kedewasaanmu?
kamu gagal pada tesmu,
tapi aku tetap bertahan kala itu,
setelah semua berjarak, mungkin kamu sadar ikatan pernikahan bukanlah hal main-main
kubedah diriku, ada setitik kekecewaan
seumpama semesta menghajarku dengan keras
tapi Ia tidak melepaskanku pada maut
disadarkanNya pula, inilah jawaban doa
"jauhkanlah aku dari yang jahat & dekatkanlah dengan yang baik"
jari manisku takkan tersemat cincin duri sebab ranting emas berbunga daisy telah memekarkan diri
Jul 23, 2019
Jul 23, 2019 at 7:37 AM UTC
with apologies to WILLIAM SHAKESPEARE
(from Henry V, spoken by King Henry)
Once more to the table, dear friends, once more;
Or close up our hungry mouths with supermarket staples.
In peace there's nothing so becomes a man
As modest stillness and humility:
But when the blast of hunger blows in our ears,
Then imitate the action of the tiger;
Cut fine the sinews, simmer up the blood,
Disguise cheaper meats with hard-favour'd sage;
Then lend the stirring spoon a terrible aspect;
Let pry through the portage of the foccacia bread
Like the brass cannon; let the garlic o'erwhelm it
As fearfully as doth a galled onion
O'erhang and jutty his confounded tomato base,
Swill'd with a wild and wasteful Cabernet Savignon.
Now set the teeth and stretch the nostril wide,
Hold hard the breath and bend up every spirit
To his full height. On, on, you noblest English.
Whose ragu is fet from Nonna's fail proof recipe!
Nonna's that, like so many Stephanie Alexanders,
Have in these parts from morn till even, baked
And brewed their sauces and stews, for lack of argument:
Dishonour not your mothers; now attest...
That those whom you call'd mothers did feed you well
Be copy now to men of larger appetites
And teach them how to eat.
And you, good yeoman,
Whose limbs were made in England, show us here
The mettle of your belt; let us swear
That you are worth your breeding; which I doubt not;
For there is none of you so hungry,
That hath not noble lustre in your eyes.
I see you stand like greyhounds in the slips,
Straining upon the start. The game's afoot:
Follow your spirit, and upon this charge
Cry 'God for Harry, England, and Saint George!'
Apr 3, 2016
Apr 3, 2016 at 1:30 AM UTC
Yang kau cari di seberang waktu, namun langkahmu ragu melihat lampau yang lalu-lalang.
24 Agustus 2018
Aug 24, 2018
Aug 24, 2018 at 6:05 PM UTC
Kertas putih kosong,
Cat putih kosong
Cat merah menyala
Cat hitam yang kelam
Warna-warni
Langit dalam hati
Tangis tawa
Ruang hampa penuh maaf
Tak dihargai
Diulangi lagi
Berkali-kali
Lemas terkulai
Hati ragu
Langkah berhenti
Pergi saja
Pergi
Ingin saya pergi
Atau kamu yang pergi
Kemudian berlalu
Berlabuh
Garis pantai dan pohon rindang
Hangat
Cerah
Dalam rangkulnya
Matahari bernyanyi
Satu ruang penuh tawa
Ruang hampa bersajak cinta
Penuh harapan penuh asa
: Jatuh cinta.
Mar 1, 2018
Mar 1, 2018 at 9:29 AM UTC
Kala itu diriku terasa letih
Coba tuk berlari walau tertatih
Rasa ragu menyelimuti diri
Apa mampu tegak berdiri?
Kini aku sedang berjuang
Melewati jalan yang berlubang
Meski sulit mengejar peluang
Ku yakin akan benderang
Mar 16, 2023
Mar 16, 2023 at 4:35 PM UTC
Dari dua
Kupilih satu
Yang mula
Daripadamu
Sebab main main main main
Lalu jatuh
Endap lain lain lain batin
Baru runtuh
Anggap bodoh pemain lama
Kalau jodoh takkan kemana
Keruh
Apa rasaku palsu
Alpa jujurmu bisu
Biar resah di lembah ragu
Atau nyata sungguh lugu
Jangan lagi kau cari aku
Karena aku si paling batu
Mar 4, 2024
Mar 4, 2024 at 7:06 AM UTC
Today was not a bust or a wash, but instead a push.
A day where nothing was lost, but nothing was gained.
I accomplished nothing today because there was nothing that needed to be accomplished.
As the days go on I will be more appreciative of these days that don't mean so much to me now. I chatted with some old friends, told them stories that were just lies tied to dumb jokes.
Listen to whatever music I happen to stumble upon and spend my life watching others enjoy themselves for my enjoyment. I talked about going home today, and where I want to go after this whole "Adventure" they call it is over.
I recollected all the places I've been that I enjoy. NYC: busy, but a beautiful bustling that would keep me busy, Salt Lake City: a blanket spread all throughout Utah, expansive as well as calming. California: a modern vibe that screams tourism and tries to hide it's problems, New Jersey, an interesting place that needs more research in my heart. A mix of city, nature, as well as ocean that never ceased to captivate me for the one week I was there, and the food, oh the food was unbelievable, hearty pastas and pieces of pizza pie that dripped with flavor.
I've never been much for pasta sauce as most people I know buy store bought Ragu and I don't much like the taste. But my uncle makes an unreal sauce that takes hours to cook and contains extra ****** olive oil and smells like a beautiful savory taste in my mouth.
I heat up, and wish that I was never cold again and want to sleep for 4 years and wake up in that place, wherever that may be. Your life revolves around you, but remember to have common decency for your fellow human beings. Let life take you where you want it to, like a passenger inside a taxi. Take me to Lex and leave me there.
Sep 21, 2014
Sep 21, 2014 at 11:40 PM UTC
there is no reason to expect
that todays state of affairs
would be any different
had history been changed
in some way or other
of course, the big picture
magnifies the small lies
inside each and every one
we moved away shortly after
my fathers death and within
a year my mother came to visit
we saw some sights
and spent time talking
while sitting outdoors
on fair September evenings
while in the kitchen
whipping up a ragu
I felt the burn of her stare
as I coursed back and forth
slowly realizing that I was now
the closest thing she had to her husband
my reach then extended
to the afterworld
Mar 13, 2014
Mar 13, 2014 at 9:21 PM UTC