Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
 
He sees you
or hopes
to see you
day after day,
watching
when you enter
in the street
where he is waiting.

He wants you
in his arms,
wants to kiss you,
wants you
to want him
as he wants you.

From far away
he is watching you,
he is watching
while you are walking
the stages
of the world,
with that swaying
which engages him more
than any word
you may
in his dreams,
say.
A man and his infatuation for a woman
membingkai itu ada tujuannya
dilapisi kaca biar tidak terkotori
aku mengamplas ingatan yang sempat luntur
terbawa pada lamunan utuh & seruan sendu
silam, bertumpu berapi-api enggan berkeputusan asal
sampai kini, aku masih patuh pada prinsipku

kamu memintaku,
namun hatiku berprasangka itu rancangan induk
bukan asli pemintaanmu
kupilih menepikan diri
diam-diam berharap kamu bercerita lebih dalam
tapi nihil, malah indukmu maju
aku mau, tapi apa keputusan ini benar
pepetan restu, tekanan waktu
dihimpit ketakutan indukmu atas cemooh
orang, siapa? tetangga? saudara?

keengganan bersepaham
kuuji kamu dari belakang
menantang setara, seimbang, sejajar
lontaran kata pengundang debat
berlindung atas wejangan duda muda yang baik
"dua jenis prinsip tujuan pernikahan"
satu, untuk memulai keluarga baru
dua, untuk menyatukan keluarga
dengan kesadaran kupilih yang bertolak denganmu
karena saat itu aku belumuran ragu
sejauh mana kedewasaanmu?

kamu gagal pada tesmu,
tapi aku tetap bertahan kala itu,
setelah semua berjarak, mungkin kamu sadar ikatan pernikahan bukanlah hal main-main
kubedah diriku, ada setitik kekecewaan
seumpama semesta menghajarku dengan keras
tapi Ia tidak melepaskanku pada maut
disadarkanNya pula, inilah jawaban doa
"jauhkanlah aku dari yang jahat & dekatkanlah dengan yang baik"
jari manisku takkan tersemat cincin duri sebab ranting emas berbunga daisy telah memekarkan diri
230719 | 19:35 PM udah di kost Bali lagi, minum kopi sambil makan roti canai, ini luapan emosi, tentang transformasi ke arah yang baik. Tuhan menjaga kita semua.
berhenti sebentar
amati tangga kehidupan
beberapa melesat kencang
beberapa berleha-leha
beberapa meronta terpenjara
bersandiwara mencengkram erat muslihat
beberapa berhenti berkoar
betah hanya memandang 1 arah
acuh membangun bata perbatasan
agar ujungnya jiwa tak lagi rapuh

kulihat semuanya budak
diantara kerumunan manusia
golongan batasnya
pendapatan pengeluaran
semua saling bertukar jerit
"memangnya kau siapa?"
220719 | 8:51 AM di kamarku, kamarku sendiri, masih di kota kesayangan Bandung, mau ke Majalengka airport. Tuhan jaga keluargaku amin.
When the car door shut & lock clicked on
I step on the gas, home is the destination
Fingers hanging around the streering wheels
I am the prodigal daughter sending mom to her workplace
Solitude is greatest gift, riding solo in my black four wheels
Radio playing but silences gulping
Every turns, every slam on the break
How mesmerizing the way muscle memory takes over

Bandung,
Here we go again, my dearest hometown
Glorified as romance blooming town
Humble city where poor, rich, & in between live side-by-side
Some landmarks greet me like old friends
While much has changed, much remains the same
Blury lights surrounded by the dark sky
Everything is achingly familiar

Nostalgia decided to popped up in the middle of this crowded road
Stillness of traffic, is so relaxing yet emotions tighten my throat
The friction between my skin & the seat belt that pinned me feels real
My memory banks wanders, hunting for some scenarios I buried down deep
My falling out with you

The red lights of the traffic light feels like forever
My fingertips left a steam circle on cold the window pane
Honey, were you sweet on the surface, like javanese giving false compliments just to be polite?
Did you really loved me when you gave me those goodnight kisses?
Were all of these time 'we are' only a forced kinship?
Do you ever regret leaving me for your ego?
Do you remember me?
Do you ever wanted to contact me?
Was my presence not significant enough in your life?
Was the distance washed away all the connection we grew over the years ?
Our "seperate lives" is not to blame. I never found proof, you play innocence all the time
I shrinked, I feel small, hurt, guilty

Switching gears, speeding up, exploring familiar neigboorhood
Heart feels heavy, moral compass kicked in
Wish I could ran away from my gross inaccuracies assumptions
Eyes sting, teardrop slipping
Eyes on the road, won't even blink

I asked myself for the millionth time, if it's really worth the grief
I'm fine, nothing to lose
I got a way much better person that love me now, so why you still haunts me
Accepting, the universe is filtering you out of my life for a good cause
When we're both good enough our path may cross again
I'm still adjusting, please understand
Nope, I don't want you back, at all
You disgust me, it's Bandung that fed me up with this nostalgic spiral

I'm leaving
While much has changed, much remains the same.
180719 | malam, Bandung, besok nikahnya mede mas tmon, hari ini udah setelah anter-anter baru berasa sendirinya. Setiap tempat, setiap jalan, segala rasanya reminds me of **** doesn't need to be mentioned. Kirain udah menang dari pikirian2 cloudy ini, taunya muncul lagi, malah diperparah sm berbagai asumsi buruk yg dimasukin sm c ttg alasan utama. Tapi gpp, perjalanan tetep perjalanan. Hati riang karena ada yg peluk dari jauh setiap saat. Ini hanya serupa tumpahan perasaan.
bakar saja paru-parumu.
hantam saja semua,
biar jatuh berhamburan sampai koyak.
tendang sekeliling deretan batu bata yang tersusun rapi sampai kakimu ngilu.
aku telah kebal pada tatapan tajammu.
telingaku tuli dari raungamu yang menderu.
ketukan bunyi lidah tak bermakna kian lesap mengganggu.
biar bergelut dengan bingungmu.

aku benci
caramu menyatakan perang.
110719 | 23:53PM depressive episode di indomaret, benci impulse buying, dengki dengan teh hijau.
di ruang 3x3 meter
kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat
masam terkecap, pahit tersisa
buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir
menggetarkan diri
menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi
dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku

didekap
dibekap
kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut
semakin hari, semakin menjadi-jadi

amarah yang tak terbendung
perkara hati bukanlah sebatas ruang
bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan
ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan

debaran  demi debaran
candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk
bagai lorong tanpa ujung
pikiranku melayang masuk ke masa lampau

amarah dan kebencian mengombangambingku
belum reda kesalku
kutuk bertaburan dari bibirku
ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku

apa warasku pergi?
apa warasku pergi?
apa warasku pergi?


benci ini tak perlu lagi disiram
terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya
betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa

kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat
apa bedanya kamu dan aku?
aku tidak mau sepertimu
bukan pilhan pasif, dengan sadarku
warasku ada
aku pemenang petak umpetnya!
040719 | 00:55 AM pertanyaan tadi malam, seperti rokok yang kubakar diujung meja, kubiarkan mati dihisap angin.
Ah muncul lagi
Lelaki benalu kesayanganku
mengendap-endap masuk ke pikiran kosong

Di hitamnya langit
kutemukan selintas retrospeksi terselip diatara bintang
kau dadakan hilang
tak 1 pun kata kau anggap perlu kau beberkan
mulutmu rapat terkunci
mungkin penjelasan itu hanya bisa ditemukan di air luka hatimu yang dalam

Sini duduk sebentar
biar kupinjamkan sepatu heelsku
malah tak perlu kudandani kamu
tak perlu busana merah muda mencolok
kamu sendiri sadar kamu banci,
maksudku pengecut

Tak sudi kusebut kamu banci
banci saja lebih jantan darimu
mereka berani unjuk diri depan dunia
gagah gigih tampil beda mencolok
meniupkan asap rokok ke muka komentator

Ada udang dibalik batu
ada busuk dibalik hadirmu
kau pergi karena kau anggap tak ada lagi gunaku bagimu kan?

Dalam senyum sumingrah kuucap syukur pada Bapa di sorga
sebab benalu sepertimu tak pantas ada disini
jam pasir telah dibalik
segera akan habis waktu permatamu
biar gelapnya malam yang menghajar pancaran sinarmu yang menjijikan

Lelaki benalu kesayanganku habis digerogoti nafsu keserakahannya
040719 | 00:23 AM ditulis saat mau tidur, sehabis pulang nonton Spiderman Far From Home bersama kawan-kawan. Thanks to wejangan singkat tapi bermakna dari kaka pito, emosi tersulut parah "Itu artinya dia cuma butuh lo sampai sana." begitu bodohnya aku baru bisa liat segalanya secara jelas sekarang. Jauhkanlah benalu-benalu dari orbitku, ya Bapa di sorga. Syukur kepada Allah.
Next page