Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
suara garau matang
mata coklat sayu memandang aku

misai nipis dan berkumis
seperti kamu dulu

hanya sekali itu
aku nampak lelaki mirip kamu..
moganya ada lagi rezeki
Expirl05 Oct 5
Pada dasarnya, langit bukan tempat untuk bulan bersandar dan bulan bukan satu-satunya tempat untuk berbagi.

Mereka hebat dengan karismanya masing-masing dan takluk dengan kehebatan satu sama lain, saling membutuhkan.

Bersama menghasilkan keindahan yang terkesan tidak diperdulikan dikala hilang.
Menciptakan sekitar damai dihiasi sunyi malam yang tenang.

Cerita sama yg dimiliki matahari.
adakah ayat aku belum cukup sempurna untuk menikam jiwa?
adakah lirik lirik aku hanya dianggap jenaka?

jika apa yang dilukis aku ini puisi duka
mengapa masih ada yang menawarkan hati dan meminta?
biar jiwa mati
aku tidak lagi ingin mencuba
engkau tak akan aku ganti
salam satu oktober
salam lima tahun sebelah tangan
salam rindu dari selatan
salam sayang wahai rupawan
selamat ulang tahun kelima
aku rindu bau laut
aku rindu kita
ringkas tapi dalam
empat buah bilik tanpa penghuni
istana mewah tanpa anak kecil
biar aku hias pelaminku sendiri
engkau tak akan aku ganti
biar jadi abadi ..biar sendiri ..
lima belas tahun, aku mencari ganti
secawan pen dan sebuah puisi
dikata jiwa muda patut cari hobi

tujuh belas tahun aku mula menulis
ayat manja dan belum fasih
dikata balas jasa bapa bukan kasih

Dua puluh lihat masih mencari
tenggelam dan mencari erti
dikata akan jumpa jua nanti

Tiga puluh aku sunyi
empat buah bilik tanpa penghuni
dikata mungkin bukan disini tapi akhirat nanti.
adakah jari manismu sudah dihiasi permata
ataupun nama aku memang benar engkau lupa

surat aku tulis dengan suka
engkau tanya dari siapa
jangan begitu ... aku benar benar terluka
aziza Sep 28
Apa yang terjadi ketika
minyak tanah bertemu api?
Kebakaran.
Itulah yang terjadi pada kami
Saling menghabisi sampai terlalu sering.

Tapi terkutuklah!
Tiada habis-habisnya sumber daya kami,
mungkin baru habis kala reyot nanti!/
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Saat-saat kami melebur
menghasilkan bunga api yang berkobaran—
saling mengadu tinggi lidah api,
hingga disembur air mata
dari mulut sang jawara,
itu lebih berharga dalam sarekat ini
dibandingkan bercokol bagai sahaya di kelas./

Sungguh absurd.
Sepertinya kami harus jauh-jauh
dari lahan gambut,
biar tak ada lagi karhutla bersengkarut.
Sebab Lautan pun
membara dekat-dekat kami./

Tapi
Jangan serius-serius betul lah
Kami lucu benar, percayalah.
Kami lebih suka berkelakar,
daripada diciduk karena jadi makar.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
#ReformasiDikorupsi
tempat aku bukan di atas pentas
cuma disebalik tirai

semua rangkap ini tidak patut dipersembahkan
hanya bagi menemani mereka yang senasib

tidak, ini bukan bakat
tapi coretan perasaan

peluang bukan tidak mahu aku rebut
cumanya tidak mahu nama terkotor

engkau tidak tahu lagi untuk siapa aku mulakan puisi
cukuplah nama dihina sekali
- walaupun cinta aku suci
Next page