Hello Poetry is a poetry community that raises money by advertising to passing readers like yourself.

If you're into poetry and meeting other poets, join us to remove ads and share your poetry. It's totally free.
Leane 5d
kebanyakan orang

berkeluh kesah,

sedangkan aku,

segenap dari yang ganjil,

berkeluh kisah.


terkisah keluhanku

di atas bulan kelabu,

karena lidahku kaku lagi kelu,

cerita denganmu pun tak mampu.


"dengarkan, dengarkan aku!"
pintaku dengan gegap
entah karena langit yang gelap
atau karena bicara dalam lelap.

"tinggalkan saja, tinggalkan!"
racauanku semakin kacau
dengan suara yang parau
kepada angin si pendesau

pada rembulan,
yang mendengarkan segala risau
dan saksi semua palau.
aku rindu begitu sendu,

maka jemputlah aku
di penghujung kelam
saat langit bersih tanpa sulaman putih,
dengarkan nyanyian lirih sang sanubari

karena ia mulai repih
sebab bersemayam
di ruang lengang
sembari menganyam
tiap cerita, juga derita
berlama-lama,
hingga
dalam telinganya menggema

"aku hampir gila,
           mungkin sudah gila."
ada banyak cara untuk mengeluh
ada banyak cara untuk merajuk
ada banyak cara untuk jahat sekalipun
tapi ada banyak cara untuk melakukan hal baik
itukah yang dinamakan gagal?
hatiku berteriak keras mengguncang isi tubuhku
sudah.. tak guna semua ini bibirku mengoceh pelan
ingin rasanya berlari jauh pergi
kemana? tak tahu arah jika rasa syukur tak bertahta di diri ini
sudah.. bersabarlah!..sisi lainku mencuat..
pura- pura saja aku tegar..
didepan mereka..orang terkasih
harapan dan doa terpancar jelas menyiangi ketakutanku
iya aku takut..
membuat mereka lara
tapi sekali lagi..sudah
mereka hanya menyuruhku untuk bersyukur..
menjadikan itu elegi
tetapi hari esok haruslah berseri
Leane Nov 2
pengecut itu
hidup di sela huruf-huruf
yang diukir oleh jari mahirnya
sambil bersahut bunyi dengan si gadis
di medio sunyinya malam.

pengecut itu
dalam senyap
merayap ke pucuk harapan
seorang gadis dengan
senyuman kecut.

dibuat olehnya sibuk,
si gadis membingkai peti mati,
terbaring harapannya
yang dorman tak tersemai.
karena buaian si pengecut
perlahan menjadi
kata tanpa arti
juga janji tanpa bukti.

teruntuk:
sang pengecut yang pucat pelasi kala bertemu
namun terlampau berani di balik ruang semu
a dreamer Nov 1
Bukan saatnya, kawan,
Kau tertunduk dengan tangisan
Seakan dunia sudah kiamat.

Mungkin hatimu sedang tertusuk
Oleh buaian para pemberi harapan
Dan setan pembisik di telingamu.

Tapi ingat,
Ceritamu hanya sebatas koma,
Masih ada kalimat panjang
Yang menantimu sampai akhir hayat.
a dreamer Nov 1
Aku tidak ingin berbisik,
Aku ingin berteriak,
Aku ingin membuka kulitku
Dan mengisi kehampaanku.

Tapi rasanya
Dunia berputar cepat.
a dreamer Nov 1
Di dalam tulang belulangku ini
Ada diriku yang terpendam;
Ia sudah bergejolak
Saat lampu padam,
Seakan memanggilku
Dengan suara lantang.

Dan saat aku melihat sebatang rokok
Yang menyala di genggamanku,
Aku menjadi ingat,
Kalau diriku yang gelap ini,
Tidak muncul saat senja datang.
a dreamer Nov 1
Aku ingin kembali ke dalam kesunyian,
Ada ketenangan yang tak pernah membosankan,
Dan juga diriku yang amat sangat tenang.

Tapi, suara di atas sana berbisik,
Aku harus kembali saat waktu sudah menjelang senja,
Menghadapi realita
Penuh drama
a dreamer Oct 30
Tubuhmu seperti lukisan abstrak—
Tapi aku ingin tetap melihat.
Disana, mungkin aku bisa
menemukan sesuatu;
Sesuatu yang membuatku singgah
Seperti memori indah.
a dreamer Oct 30
Dunia berputar cepat
Saat kanan kiriku sudah berlari kencang
Aku hanya menetap

Tenang, semua ada waktunya
Aku hanya menarik nafas
Dan berjalan cepat
Next page