Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Loveeyta Sep 24
Hembusan angin menderu rayu,
Tak henti aku mendengar cerita tentang bagaimana kau sangat mencintai hidupmu,
Bagaimana kau selalu melihat kebaikan dalam segala keburukan.
Bagaimana kau selalu memaafkan dalam segala kecerobohan.

Sial, bagaimana ada orang seperti kamu hadir di dunia?
Tidak pernah mengkhawatirkan tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi,
Tidak seperti aku.

Kembali aku menoleh ke matamu,
Yang katanya bintang pun tidak bisa bersinar se terang itu.
Ku pertajam lagi tatapku,
Meyakinkan diri bahwa bintang pasti menang,
Dia pasti menang atas dirimu.

Sial, aku salah lagi.
Kamu menang atas segalanya.

Termasuk atas diriku.
Cringe banget emang. Otak ini sudah lama tidak digunakan untuk menulis, paling mentok buat milih effect kalo lagi ngedit foto. Setidaknya mencoba lagi setelah sekian lama. Nb : yang nulis lagi ngerasain cinta lagi setelah sekian lama.
lyra Sep 7
Kemudian jarak
Dan kursi-kursi
Bersitatap
Kemudian jarak
Dan kitab-kitab
Luak
Bersua
Kemudian jarak
Dan tinta-tinta
Kemudian—
Aih, haruskah?
Kemudian jarak
Dan hitam-putih
Berdusta
Kemudian jarak
Dan serat-kayu
Bertandang
Kemudian ia;
Semenjana
Hearty Sep 6
Silau mobil menabrak kelopak mataku
Bersandar pada jendela kenangan
Sambil tangan berpeluk pada ruang hampa

Aku melewati bekas tapakan kita, lagi
Aku langsung mengembara melewati waktu

Masa itu, kita duduk berdampingan
Sangat jelas diingatanku
Didalam bis, kita mengobrol
Kau duduk bersandar di bangku mu
Dan aku yang bersandar di jendela

Kau hanya fokus padaku
Menatap ku dengan sabar sambil mendengarkan cerita ku
Bahkan, kalau boleh jujur, pada masa sekarang pun aku masih ingin tatapan itu, lagi

Bagaimana kau tersenyum melihatku berimajinasi
Menyambut segala harapanku

Tuan, aku ingin melihatmu lagi
Adakah celah kesempatan itu?
Masihkah kau sama seperti isi memori ku?
Hope u get the feeling
Namu Sep 5
Kau
Ucapanmu membisukan
mengantar banyak tafsir secara simultan
membuat nalarku rentan
dengan sakaunya khayalan
Kepalaku dulu mengambang di tengah awan
dan kini kau meluncurkannya ke bulan
Aku?
sedang ingin menulis
tapi tidak ingin disebut puitis
saya gamau, terkesan najis

tapi saya masih ingin menulis !
gusti
lantas harus apa ?
hanya haha huhu cinta yang melintas
saya gamau, terkesan najis lagi

hobi sekali
menulis tanpa arti
percuma kalian mengamati
penulisnya saja tidak bisa mengerti



dasar otak angin.
Namu Aug 30
Langitku penjajah
Menghalangi hangatnya mentari
tubuhku diinjak, teriakanku dibantah
Air mataku mengalir, ketawanya nyaring
Dimana langitku dijunjung
Disana diriku ditindas
Y’all heard of papua?
aziza Aug 25
Garis-garis senja yang tegas
duduk tenang di depan
rayapan manusia,

mencuri dengar insan-insan
yang menyiangi dosa-dosa mereka
dengan pengakuan-pengakuan suci.

Pengakuan mereka mengepul
bersama asap keretek
yang kemudian membubung,
menggema sampai ke surga.


Matahari tersenyum manggut-manggut,
menyimak khidmat,
hingga rona kemerahan menjelma gelap
seperti lebam.

Pengakuan dosa-dosa yang murni,
lembut dan tak ternoda seperti bayi.
Mereka diampuni
agar insan bisa mendosa lagi.
bilanya cinta rebut logika
pun buah mengkudu dikata tebu

bilanya cinta rasuki jiwa
sepiring nasipun selalu ada bayang dirimu
ah maca ci
rindu itu termometer cinta

semakin panas temperaturnya

tanda dilanda demam ingin bersua


bila tak jua reda

halusinasi gejala selanjutnya

siap siap diopname dalam bangsal duka

dengan infus air mata
jangan lupa minum inzana dan berterimakasih ibu turun panas demamku
Next page