Hello Poetry is a poetry community that raises money by advertising to passing readers like yourself.

If you're into poetry and meeting other poets, join us to remove ads and share your poetry. It's totally free.
Leane 3d
katakanlah, aku celaka
tersandung dalam lumbung asmara.

                                    celaka kah aku
mengendap-endap di bawah rumah mu?

katakanlah, aku terkutuk
seorang yang tak pernah diundang
tak semestinya datang dan duduk di ruang tamu.

                                 terkutuk kah aku
melempar asa di atas hampa?

                 sadarkah aku
        sedang menanti sekarat
           dan karamnya harap?

dan ku akui,
aku ini binatang keparat
--berharap dua cincin akan enyah jua dimakan karat.


sampai jumpa cinta masa muda,
aku akan menanti di ujung tua
menyesal menatap keputusan
dan keegoisan

maafkan aku karena akan menunggu hingga renta,
tak lain karena dirimu di relungku, sintas.
based on a woman who waited mote than a half of her life, to marry someone she loved.
Tertawa dibalut dengan rindu.
Ketika kuucap kata cinta terhadap hatimu.
Halo sayang,
Aku rindu.

Jujur, saat bulan menjadi sabit seolah ia tersenyum,
Kubisikkan kepada para bintang untuk menyampaikan pesan.
“Sampaikan padanya, Ku cinta padanya. Terangilah malam dia seolah diriku sedang menjaganya”
Aku harap kau merasa terlelap, memimpikan kita berdua di jarak yang sedekat nadi.

Berawal dari menatap,
Berharap,
Berakhir dengan menetap selamanya.
Sampai waktu menjemput.

Dini, tulisan ini untukmu.
Sebuah cahaya untuk duniaku yang kelam.
Dirimu adalah segala doa dan harapan.
Kuucap bismillah,

Mari tulis kisah cinta kita, Sayang.
06/10/2018 | 19.39 | Indonesia | K.A
Atta Santoso Oct 6
Apa kabar, Tuan?

                           Lama tak beradu tatap.

Bagaimana kehidupanmu tanpaku?
Sepi,
        senang
atau
                                         lebih dari tenang.

Kenang memori kita, Puan bersedih.



      Puan tahu diluar kehendaknya untuk memohon kembali kepadamu.
      Namun tiap malam Puan meraung sepi, terisak sesak. Puan menyerah namun Puan tak bisa melepaskan.







Puan hanya ingin berbicara barang lima detak,
Puan ingin Tuan tahu,
Tuan masih bertahta di hati Puan.
Moonity Sep 16
Aku tak mampu mencintaimu serupa sosok yang kau kasihi lalu
Tak mampu pula mencintaimu ibarat kau menyayangi belah jiwamu
Cintaku sebesar surya
Lamun cintanya seolah semesta

Maka izinkan aku menjadi langit yang membuatmu hirau akan buana
Terbanglah dengan tinggi
Rujuklah saat kau tak mungkin bernapas di bimasakti yang luas
Pulanglah ketika semua yang kau rasa gelita
Rindulah pada rumah yang tak suah kau cinta

Sebab aku mencintaimu tanpa khawatir
akan cintamu berlabuh pada siapa
—kalau tanyamu tentang bagaimana cara mencintai sedalam aku padamu. Maaf, sekalipun kuberi kiatannya, hanya aku yang mampu mencintaimu dalam makna.
Hadiy Syakir Sep 13
terus
tenggelam
dalam
kisah silam
kekal
bertentangan
dengan
kisah hadapan
sudah
menjadi resam
penuh
dengan harapan
pencarian berterusan
mencari perlindungan

apakah erti
pendewasaan
apakah erti
kemerdekaan

satu batang tubuh
katanya penentu
jaya atau buntu
kekal tunduk patuh
menjarah sesuatu
diam membatu.
Hadiy Syakir Sep 13
bahawasanya
semua binasa
angkara
nafsu
tinggal sisa-sisa
hayat angkasa
dan masa
semakin jauh
meninggalkan
manusia
dengan angka
dengan strata
hikayat termaktub
bermaharajalela.
Jawa Barat, Malam ke-22.

Diantara sela sela dini hari;
Diantara lantai kayu, atap lapuk, dan dinding rotan,
Aku merindukanmu.
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria berdasi merah
Yang mencintai perempuan berambut coklat
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria bertopi hitam
Yang hanya ingin merasakan cinta
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria menyedihkan
Yang masih terjebak masa lalu kelam

Aku bukanlah siapa-siapa,
Hanya seorang pria yang masih mencintaimu
Yang tidak akan pernah bisa melupakanmu
Hadiy Syakir Sep 10
Kenapa harus kita
berlari dari
kenyataan
Kenyataan itu
melegakan
Kenyataan itu
mendewasakan
Kenyataan itu
memaknakan

Ayuh ke sini
kenyataan,
kuhidangkanmu
persoalan.
Hadiy Syakir Sep 10
setiap kota
takkan kekal abadi
yang ada
hanyalah penghuni
kekal
selamanya ditemani
isi-isi
yang tak berisi
tiada puisi,
tiada seni
tanpa arah
tanpa erti
yang ada hanyalah
imbalan
dan keuntungan
yang berpuing
di udara kota
yang berlegar
di pengairan kota
segalanya
terasa muram
apa bezanya
hidup di dalam
lohong hitam?
Next page