Atta Santoso Aug 7

Malam hari kau berteriak
'tolong'
dari matamu aku tahu kau butuh sesuatu
untuk kau jadikan alasan untuk terus berjuang

Malam hari itu, kau bungkam
kau memaksakan diri untuk tersenyum
tertawa
alunan suara tak pernah berbohong, sayang
matamu yang sayu itu menangis, sayang...

Ada apa?

Malam hari itu aku berpikir
Ada apa?
Ada apa?

Kamu tahu? Kesedihan seseorang yang disayang itu menular bak penyakit yang arogan mengerogoti badan?

Kamu tahu? Aku tertular?

Dan aku bahagia, setidaknya aku masih punya hati untuk merasakan duka bersama.

ya kalo ngerasa toh maafkan aku tidak sengaja... Kamu punya teman kamu punya keluarga yang bisa mendengarmu. Kamu harusnya lebih kuat. Kamu punya latar belakang yang bisa membuatmu berbuat seenaknya. Kamu menutup mata pun bisa bahagia.


Aku tidak.
Atta Santoso Aug 7

Aku melihatmu jatuh ratusan kali
Melihatmu bangkit ribuan kali
untuk wanita yang menikmati kegelisahanmu

Tetap saja kau mengejar apa yang tidak menunggumu

Buy a map, then honey. You're fucked up.
Atta Santoso Aug 7

Hening, pikirku
Aku sendiri di kerinduan malam
Bunyi kota malang melintang di pikiranku
Suara penyanyi jalanan memecah sunyi

Hening, pikirku
Aku sendiri di gelapnya ibu kota
Bunyi senyap pedagang memekik di telingaku
Suara hentakan kaki berirama melawan arus

Hening, kataku
Aku sendiri tanpa arah
Bunyi dentuman keras degup jantungku
dan
Suara muramnya hatiku memenuhi pikiran

Hening, ku terdiam
Bisingnya ibu kota malam ini
Itu semua untuk mengitung harapan
Seberapa besar kesempatanku untuk bersamamu
Sampai aku mengabaikan gemilangnya malam ini
Sampai aku melupakan kesempatan lainya

Bising, aku tersadar

you kno, when you're in love everything becomes blurry.

Jalan menuju hatiku
Bagaikan jalan berliku
Bagaikan jalan berbatu
Yang tikungannya tajam
Penuh rintangan

Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bagaimana cinta bisa membutakan,
Membutakan kalian dari kebenaran Tempat kalian tikung menikung
tanpa memikirkan lagi pertemanan.

Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bahwa cinta itu ada
Dan untuk mendapatkannya
Butuh banyak pengorbanan
Butuh banyak waktu

Jalanan jalanan ini pernah menjadi saksi sebuah kisah cinta
Kisah cinta tentang dua orang
Yang dulu saling menyayangi
Kisah aku dan kamu.

Erik Nov 2016

Hai, apa kabar?
Nanti pagi aku akan pergi, bersabarlah.
Tunggu aku pulang,
Jangan berpaling, jangan menoleh.

nyatanya fana.
aku masih menunggu, untuk menanti pastimu berbentuk.
kalau pulang pun,
saat kaki saling bertemu, mata saling tertaut,
aku tak lebih orang asing. begitu caramu membiarkan aku membeku.
kita berlaku seakan tak pernah menyapa.

aku sudah menantimu pulang,
aku tak berpaling, aku tak menoleh.
lusa nanti aku pergi.
jangan tanya pada bulan malam ini,
tentang ketakutanmu kehilangan ku.
aku pun takut, aku pun mati.
aku pun tangis, aku pun sendu.

suatu hari nanti,
kamu akan merindukanku dengan cara yang paling menyedihkan,
cara yang bahkan tak tertutup,
sesal pun hanya menghiasi dinding kamarmu,
dan kau mulai berbicara pada dentang jam yang terus menertawaimu.

aku ingin pulang ke rumah,
saat engkau siap,
namun entah berapa lama aku pergi.
yang kutakutkan adalah,
aku tak lagi serupa langit senja,
yang kau puja.

Berderap tegap nyaring bersuara
Saat pertama ku pajang jakun menutup pundak dan dada
"Universitasku universitas Indonesia. "
"Terangkum dalam frasa 'buku pesta dan cinta'"

Sayang hanya dalam nyanyian belaka
Isi kisahku hanya buku, tanpa pesta dan cinta

Jangan kurang jangan lebih jua
Pesta dan cinta punya takar unik pas tuk dicoba
Seperti kopi kelebihan kekurangan gula
Ada takaran pas 'tuk tiap lidah yg meminta

Kisah uiku kisah pesta
Pesta merayakan kebahagiaan,  kejayaan,  atau mungkin lepasnya keperjakaan
Kisah uiku kisah cinta
Cinta teman sebaya,  cinta maba alat pelampiasan atau cinta kakak tingkat kece mempesona
Jika kisah uimu belum ada pesta dan cinta
Maka jangan paksa diri menyeret kaki lepas dari skripsi dan tugas yang ada

Entah malang atau baik nasib akhir kisahnya
Jangan mau lulus jika belum mencoba

Dalam lagu mars universitas indonesia,  terdapat kalimat "buku,  pesta dan cinta" yang melambangkan kehidupan mahasiswa UI selama diperkuliahan.  Namun terkadang,  tidak semua bisa merasakan ketiganya.  Ada yang hanya membaca buku,  ada yang hanya berpesta, pula ada yang hanya pergi kuliah mengemis atau menebar cinta.  Adalah baiknya,  jika sebelum lulus nanti,  kita dapat merasakan ketiganya.  Entah baik atau buruk perjalanannya,  setidaknya kamu takkan penasaran karena tidak pernah mencoba.
Erik Oct 2016

semestinya senja tak harus menjadi dinding pemisah
antara hari ini dan malam
tentang pagi yang kuhabiskan dengan pesan usangmu

seharusnya bukan kamu orang yang menusukkan belati tepat diantara kelabu dan hujan,
yang gerimisnya menaburkan harap,
yang merintikkan tangis diantara, "besok aku pulang setelah fajar" atau "esok temuilah aku diujung jalan."
namun, bahkan ketika aku ditelan ombak tak ujung tanganmu mengulur

aku tak menuntut agar kau mengatakan cinta dengan sendirinya,
tidak pula memaksakan agar engkau melirik hati,
cinta tidak keras,
cinta tidak lunak,
sejatinya, sesuatu yang dipaksa bukanlah cinta
aku tahu, persis tahu.

keegoisanmu telah menelan dan membuat jurang pengakuan
bagaimana aku bisa memulai dengan jalan awal yang salah?
andai aku bisa menghapus hari itu tenggelam dilaut,
maka sedari dulu sudah kumatikan dan pudar bersama ombak
entah bagaimana,
percaya akan 'kata' yang bahkan tak berbentuk dan membiarkan kata itu merenggut senja, yang tak lagi sama

inikah caramu, melepaskan?
tanpa mengucapkan 'selamat' sebelum menaruh akhir 'selamat tinggal'?
yang ku tahu hanya 'tinggal'
tinggal bosan
tinggal buta
tinggal tuli
tinggal lumpuh
tinggal mati.

coba engkau renungkan,
suatu saat aku akan mekar setelah badai diujung katamu,
dan menghiasi jendela rumah
namun bukan rumah engkau aku bertengger indah,
yang selama ini engkau sirami
namun tangan jiwa lain yang mengambil, bahkan merampas?

inikah caramu, melepaskan? kutanya.
tentang penyerahan, bukan saling berjuang
penyerahan yang paling bodoh yang kau selip diantara, "aku mencintaimu tapi kaki ku terlalu kaku, bibirku terlalu kelu, dan mataku terlalu buta, terlampau cinta namun,"
membiarkan ia menggantung sejauh 1, 10, 26, 102, 305, 892, 1012, 20039 kilometer yang tiap kali aku berlari namun ia berlari pula.

sudahlah, sudah.
setelah ini hiduplah semaumu dan jangan kau pintal belas kasih,
mungkin aku masih mencintaimu tapi tak seperti malam kemarin.
aku masih mencintai,
namun aku sudah tak tidur lagi
kisah ini tak bisa kau tulis kembali dengan tinta lama
awal ini sedari awal memang salah melangkah.

aku mencintaimu.

Aliya N Raissa Sep 2016
Dia

Kata itu, sebuah aksara yang dapat tertuliskan hanya dengan tatapan. Dari hati sebuah mahluk yang manusiawi. Tanpanya hati ini mungkin tak berisi. Tak memiliki arti, juga kegembiraan yang selalu ku-nanti


- Aulia Rifqi Ramadhan

NURUL AMALIA Sep 2016

Aku terlalu kecil
Sekecil titik di atas kertas kusut
Aku hanyalah satu dari ribuan
bahkan tak terlihat
Terlindung dalam cangkang sempit dan tipis
Bersembunyi di balik daun yang mulai berubah warna
Rumah pertamaku
akhirnya aku terlahir
sebagai sesuatu yang aneh
Aku si buruk rupa
Tubuhku dipenuhi bulu
Merangkak lemah menyusuri ranting
Menggerogoti daun disekitar
membuatnya berlubang
melarikan diri dari burung
Bergulat dengan semut rangrang
Membuat saya jatuh ke tanah
Hingga buluku rontok berserakan
Hanya cacing yang menyapa
Mereka membenci saya sangat
Aku bisa terbunuh, tidak semuanya menerimaku
sampai aku terjebak dalam dimensi lain
Aku si  ulatbulu kesepian yang bersembunyi
Bertapa di dalam kantung usang yang kecil
Mencoba untuk membunuh waktu
Berjuang dalam kegelapan untuk mencapai keindahan
Sudah cukup persinggahanku
Mengarungi kerasnya penantian panjang yang membelenggu
Aku terlahir kembali
menjadi berbeda dan mereka menyukaiku
kebahagiaan berlimpah tiba
terbang tanpa batas dengan kedua sayap yang cantik
pergi ketempat yang indah yang kumau

Aliya N Raissa Sep 2016

Jika malam berbicara
mengenai cintanya
terhadap rembulan
Tak perlu kau berkata lagi
melalui isyarat
ataupun senandung
Cukuplah diam
dan resapi
setiap kecupan
diantara angin malam
Dan jangan ganggu bintang
karena mereka nyaman
dan tenang dalam kejauhan
Biarlah malam yang melengkapimu
Menjagamu dalam tidurmu
Pengantar untuk segala mimpimu
Semoga Tuhan bersamamu
sampai fajar berikutnya

Next page