Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"harta" poems
Palembang, 22 Juni 2011 Api itu hampir merajai waktu Merenggut harta benda tanpa ampun Mangarang tubuh yang sesepuh Duduk pun terdiam di kursi besi butut Kekuatan api bagai Sang Supernova Membumbung tinggi tak ada yang terjaga Meletup-letup bagai haus dan lapar Tinggallah hamparan abu di senja tiba Sebelum fajar menyingsing indah Berisik di tengah jalan sirine mengulang Langkah kaki mondar-mandir yang tentu arah Bergotong royong pun dengan peluh dan baju basah Ku duduk terdiam terpaku Setengah melamun di sebelum senja muncul Ku tersadar pun di tengah padam lampu Dan ku lihat Monalisa tersenyum pada ku Ku duduk bersimpuh di kaki Menunduk dan berharap ini hanya mimpi Dan aku bangkit tuk lihat situasi Ku dengar mayat rapuh bagai tiada arti lagi Tak mampu tumpah air mata Hanya tubuh kaku mati rasa Pikiran yang ingin selalu waspada Mental ini rapuh butuh udara Abu terasa di mana-mana Terinjak, menyatu dengan tanah Menutup mata kini selaalu terjaga Menjaga hari tanpa Supernova 9 Juni penuh cerita Di bawah tangisan dan panikan Wanita memasak dan menjaga anak Pria bahu membahu membangun rumah
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:26 AM UTC
Cerita Semi (9 Juni 2011)
Palembang, 25 Desember 2011 For my beautiful Mom: Mama, kamu cantik Tanganmu melentik indah saat mencuci baju kami Mama, kamu sungguh cantik Badanmu bagus melenggok saat memasak untuk kami Mama, kamu benar-banar cantik Sekalipun kamu sedang terlelap di tidurmu Mama, kamulah harta tak ternilai bagi kami Harta wajib yang harus kami bawa kemanapun kami melangkah Kamulah semangat pagi kami tuk menghadapi dunia Kamulah alasan kami bertahan hidup sampai sekarang Harapan kami adalah tuk membahagiakanmu selamanya Pikir kami kata Terima Kasih takkan pernah cukup tuk membalas kasih mu Mama, kamu cantik setiap hari Di mata kami kamulah hal yang terindah yang kami punya Di dunia ini tak ada pahlawan seikhlas dirimu Kamu terus bertahan meskipun kadang air mata menyertaimu Kamu terus menebarkan senyummu di waktu kami resah Mama, kamu tegar setegar batu karang Mama, kamu bersinar mengalahkan sinar Matahari Mama, kamu sejuk sesejuk embun di pagi hari Mama, kamu sehangat dekapanmu pada kami Mama, kami mencintaimu Mama, terima kasih atas cintamu selama ini Terima kasih atas pengorbanan mu kepada kami Maafkan kami yang pernah membuatmu menangis Maaf atas tingkah kami yang menjengkelkan hatimu Kami percaya dan tahu bahwa kamu tahu betapa kami mencintaimu, Mama
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:41 AM UTC
Mama I
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap. Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap. Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja. Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari.. Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat.. Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!! Maka telah tertutuplah pintu taubat.. Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi.. Bismillahirrahmanirrahim.
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:14 PM UTC
MUHASABBAH
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
0
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Bidadari Fajar
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Continue reading...
6
Dalam retrospeksi minda naif kecilku pernah berimaginasi memikirkan dunia luar sana yang bagaikan fantasi hati merontakan suatu kebebasan yang diimpi namun kini ku sedari, itu semua hanyalah persepsi seorang gadis kecil yang dahulunya bercita-cita tinggi masa sudah tiba untuk kembali ke realiti. Selamat datang ke Kota Korupsi di mana manusia-manusia bertopengkan syaitan kehausan kuasa, kerakusan harta duniawi dipuja, dipuji dan disanjung tinggi pil penawar pula makanan ruji untuk depresi tiada lagi tempat mengadu, tempat meluahkan hati hanya tinggal kata-kata yang kehilangan erti terpapar di kotak skrin empat segi. Bangsaku semakin alpa, agamaku jauh sekali soal halal haram tidak dipertikaikan lagi hanya topik sembang santai di kedai kopi bicara hari nanti ditolak dahulu ke tepi. Dunia yang dahulu semakin pudar hanya serpihan di hujung sudut memori masa berlalu terlalu pantas, terlepas dari jari-jemari sekarang sudahpun tiba generasi baru menapakkan kaki namun, lihatlah sejarah mengulangi dirinya sekali lagi selagi nafas belum terhenti selagi kita belum pergi.
0
Dec 29, 2017
Dec 29, 2017 at 6:45 AM UTC
Kota Korupsi
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
hembus aku nafas kelelahan membaca bait cinta yg ditulis para muda masing-masing melempar rasa namun siapalah aku mengatakan tidak pada rasa indah itu? resah kamu mungkin tenang untuk aku tatkala dunia goncang berebut harta aku disini masih keliru tentang rasa kemudiannya, aku melihat lirik mata anak muda yang sedang bebas teroka dunia indah dan segar matanya bersinar umpama harapan cerah sentiasa menanti mereka sempat aku pesan anak muda, teruslah berjuang demi rasamu sematkan cinta kepada setiapnya agar mudah kita kemudian hari kelak kerana aku pasti cinta yang tumbuh itu akan bersemi dan terus ramai... hingga satu hari, kan seluruh dunia tersenyum. maka, teruslah. teruslah...menulis.. 944pm oct 2nd 17
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 9:49 AM UTC
Kepada setiap hati
Me desespera ser tan yo no se si es porque tengo el periodo pero ya no me soporto estoy harta de como soy y no lo puedo cambiar por mas que intente y siempre me trae problemas y mi inseguridad y mi inmadurez y mi falta de capacidad y mi forma de dejar que cualquier cosa me haga mierda soy una pendeja estoy hasta la madre de todo y no lo puedo cambiar quisiera poder desaparecer a un lugar tranquilo un bosque y tomar muchas fotos y quedarme dormida pero a la vez quisiera ser mas madura no ser como yo a veces quisiera ser otra persona mas segura mas madura con experiencia como cuando llegamos a playa era super segura mas madura valoraba todo quisiera poder levantarme el animo yo sola, no necesitar de nadie quisiera dejar de tener problemas hormonales quisiera dejar de estar tan pinche loca ser menos desesperada pero para eso tendría que ser otra persona porque yo ya intenté cambiar y no se puede entonces me doy cuenta de que preferiria morirme pero no puedo y mi hermana? y tu? y todos mis seres queridos? y la gente que me quiere ? y mi talento ? entonces siento que nada tiene solución y quiero explotar y quiero llorar y ser otra persona y ser yo y vivir y morir.
0
May 19, 2016
May 19, 2016 at 9:17 PM UTC
Quisiera
Poeta ayer, hoy triste y pobre filósofo trasnochado, tengo en monedas de cobre el oro de ayer cambiado.   Sin placer y sin fortuna, pasó como una quimera mi juventud, la primera... la sola, no hay más que una: la de dentro es la de fuera.   Pasó como un torbellino, bohemia y aborrascada, harta de coplas y vino, mi juventud bien amada.   Y hoy miro a las galerías del recuerdo, para hacer aleluyas de elegías desconsoladas de ayer.   ¡Adiós, lágrimas cantoras, lágrimas que alegremente brotabais, como en la fuente las limpias aguas sonoras!   ¡Buenas lágrimas vertidas por un amor juvenil, cual frescas lluvias caídas sobre los campos de abril!   No canta ya el ruiseñor de cierta noche serena; sanamos del mal de amor que sabe llorar sin pena.   Poeta ayer, hoy triste y pobre filósofo trasnochado, tengo en monedas de cobre el oro de ayer cambiado.
0
969
Coplas mundanas
Al pie de un roble escarchado donde Belardo el amante desbarató un tosco nido que habían tejido las aves, de breves pasadas glorias, de presentes largos males, así se queja diciendo: quien tal hace, que tal pague. La bella Filis un día, al tiempo que el sol esparce sus rayos por todo el suelo, dorando montes y valles, sintiendo que el corazón se le divide en dos partes, así el [lo] mesmo decía: quien tal hace, que tal pague. Hice a los desdenes guerra, guerra desdenes me hacen; maté a Belardo con celos, celos es bien que me maten. No atendí siendo llamada, agora no me oye nadie; con justa causa padezco: quien tal hace, que tal pague. Desamé a Belardo un tiempo, y el amor para vengarse, quiere que le quiera agora, y que él me olvide y desame. Dejadme, pasiones frescas, frescas pasiones, dejadme vivir para que publique: quien tal hace, que tal pague. No le da pena el rigor del frío tiempo que hace, que el fuego de amor la ampara que dentro en su pecho nace. Dando de coraje voces, que revienta de coraje, dice por momentos Filis: quien tal hace, que tal pague. ¿Do está, Belardo, la fe que prometiste guardarme? más yo la quebré primero, tú puedes de mí quejarte. Diste primero en quererme, yo primero en olvidarte, tú harta disculpa tienes: quien tal hace, que tal pague. Sacó del seno un papel y con mil ansias le abre, y antes de leerle todo le arruga, rompe y deshace diciendo: «Yo soy la causa, no tengo de quién quejarme, quien dio la causa revienta: quien tal hace, que tal pague».
0
903
Untitled
Al pie de un roble escarchado donde Belardo el amante desbarató un tosco nido que habían tejido las aves, de breves pasadas glorias, de presentes largos males, así se queja diciendo: quien tal hace, que tal pague. La bella Filis un día, al tiempo que el sol esparce sus rayos por todo el suelo, dorando montes y valles, sintiendo que el corazón se le divide en dos partes, así el [lo] mesmo decía: quien tal hace, que tal pague. Hice a los desdenes guerra, guerra desdenes me hacen; maté a Belardo con celos, celos es bien que me maten. No atendí siendo llamada, agora no me oye nadie; con justa causa padezco: quien tal hace, que tal pague. Desamé a Belardo un tiempo, y el amor para vengarse, quiere que le quiera agora, y que él me olvide y desame. Dejadme, pasiones frescas, frescas pasiones, dejadme vivir para que publique: quien tal hace, que tal pague. No le da pena el rigor del frío tiempo que hace, que el fuego de amor la ampara que dentro en su pecho nace. Dando de coraje voces, que revienta de coraje, dice por momentos Filis: quien tal hace, que tal pague. ¿Do está, Belardo, la fe que prometiste guardarme? más yo la quebré primero, tú puedes de mí quejarte. Diste primero en quererme, yo primero en olvidarte, tú harta disculpa tienes: quien tal hace, que tal pague. Sacó del seno un papel y con mil ansias le abre, y antes de leerle todo le arruga, rompe y deshace diciendo: «Yo soy la causa, no tengo de quién quejarme, quien dio la causa revienta: quien tal hace, que tal pague».
Continue reading...
56
cara tuhan menguji ciptaannya memang ada saja harta takhta kuasa dan aku; kamu
0
Oct 12, 2020
Oct 12, 2020 at 2:54 PM UTC
Jangan Bawa Tuhan dalam Percakapan Ini
Los que dicen que escriben versos mejor que los dioses, no serán castigados como Niobe, que tejía mejor que las diosas y osó decirlo y le mataron los hijos y la convirtieron en mármol. No. Hoy a esos poetas **** becas, puestitos, los nombrarán embajadores y marmolizarán su respiro. La palabra está harta de mentiras y aprueba esa decisión. Tiene bastante consigo misma, con preguntarse qué es, quién es, con no saber si habla entre el ser y la ficción de ser, mientras escribe en un cuaderno donde nada está dicho.
0
589
El cuaderno
WELCOME Here comes the divine VIGHN HARTA Son of Maa Parvati n the mighty Shiva This Country n its people desperately need You. Ganeshji, welcome You with open arms, we do. Bring in joy, bring in prosperity n peace May this Nation's difficulties n problems cease. HAPPY GANESH CHATURTHI Armin Dutia Motashaw
0
Sep 2, 2019
Sep 2, 2019 at 2:36 AM UTC
GANESHJI
Yo estaba completamente negada, obstinada, empeñada, a nunca más entregar mi alma a otro ser humano!!!!! Ya estaba harta, asqueada, cansada, dolida del amor, de las mentiras, de las intrigas, del **** a medias. Entras tú, como solo tú pudiste entrar; repentinamente, superlativamente, sublimemente, casualmente, gloriosamente, y como nada, borras todas mis dudas y mis ansiedades. Yo renuente amar de nuevo y queriendo protegerme, y no pude, pues tus palabras; me desencajaban los miedos, me armaban el autoestima, me entusiasmaban y me llenaron de valentía, y cuando vine a ver….. mis alas, que como una Mariquita, las tenía intricadamente guardadas y dobladas, se fueron extendiendo hacia un vuelo de arrobamiento, de rebasada pasión de intenso amor, comprensión, y atención. Como el macho Mariquita te encolaste por detrás y no soltaste, no hasta desvanecer mis ansiedades. Hasta hacerme enloquecer cuando comiste de mi vorazmente, hasta saciarnos. Hasta dejarnos impregnados de la magia del universo en un beso. Hasta llevarme a ese lugar donde quede muerta frente a tu pasión. Tu devoción en la entrega, me hizo firmarte una estrella. Y como mariquita, eclosione todo el veneno de la duda en la entrega. LeydisProse 6/1/2017 https://m.facebook.com/LeydisProse/
0
Jun 1, 2017
Jun 1, 2017 at 5:14 PM UTC
MARIQUITA
Me has enseñado tanto, me has dado los momentos mas hermosos de mi vida, y también me has destrozado al punto de estar en el suelo con el corazón tirado en la calle, conmigo has hecho lo que querías, me has abierto de piernas me has dolido, me has tomado y me has dejado, me has utilizado, me has hecho sentir nada. también admito que me has hecho sentir viva, me has hecho sentir todo, me has enseñado a callar, aunque también me has enseñado a desahogarme con penas, con baile, con lagrimas, con fiesta, me has hecho sentir sola, me has vuelto loca, he manejado con lagrimas en los ojos por tu culpa, he vivido buscándote pensando que eras de una forma para darme cuenta que no te encuentro en las formas que sueño, te encuentro pero ya no quiero buscarte, ya no se si te quiero, me tienes harta, juegas conmigo, me escupes en la cara, me mias encima, me tomas por un juego mientras solo quiero cuidarte, que esperas que quieres de mi? que tantas putas lecciones quieres darme? quieres que mi alma se rompa, lo lograste quieres que mi confianza se destrose, hecho que quieres de mi? quieres que tenga fe en ti para volver a perderla una y otra y otra vez lo has logrado quieres que me abra de piernas rapido lo has logrado te he confundido con tantos rostros y te he buscado en tantos cuerpos ya ni si quiera se como te verias si te tuviera enfrente quieres que me espere, que te espere a llegar para que incluso asi decidas no aparecerte lo tienes. que mierda quieres de mi sabes que ya no importa lo que tu quieras de mi, te voy a decir lo que yo quiero de ti ahora estos son mis terminos amor estas son mis condiciones mi corazon esta abierto para ellos que han estado siempre. mi corazon y mi vulnerabilidad es de ellos. no esperes que te espere, no esperes que quiera que llegas a rescatarme, por que te digo ahorita las reglas cambiaron me rescato sola yo ya no te espero, siendo honesta ni si quiera se si pudiera aceptarte, si pudiera quererte, me la has jugado tantas putas veces. te aviso que me hartaste, te aviso que ya no te quiero, te aviso que ya no te necesito te aviso que te bajo del pedestal donde te tuve y que mi soledad me la pongo como, un vestido ajustado con los labios bien pintados y la cara en alto. He perdido tanto sabes? tu crees que voy a tener miedo a perderte? el miedo tu me lo quitaste hace mucho. te aviso que me perdiste te aviso que no te espero te aviso amor que ya no te siento.
0
Jan 14, 2020
Jan 14, 2020 at 9:55 AM UTC
Una carta al amor
Me has enseñado tanto, me has dado los momentos mas hermosos de mi vida, y también me has destrozado al punto de estar en el suelo con el corazón tirado en la calle, conmigo has hecho lo que querías, me has abierto de piernas me has dolido, me has tomado y me has dejado, me has utilizado, me has hecho sentir nada. también admito que me has hecho sentir viva, me has hecho sentir todo, me has enseñado a callar, aunque también me has enseñado a desahogarme con penas, con baile, con lagrimas, con fiesta, me has hecho sentir sola, me has vuelto loca, he manejado con lagrimas en los ojos por tu culpa, he vivido buscándote pensando que eras de una forma para darme cuenta que no te encuentro en las formas que sueño, te encuentro pero ya no quiero buscarte, ya no se si te quiero, me tienes harta, juegas conmigo, me escupes en la cara, me mias encima, me tomas por un juego mientras solo quiero cuidarte, que esperas que quieres de mi? que tantas putas lecciones quieres darme? quieres que mi alma se rompa, lo lograste quieres que mi confianza se destrose, hecho que quieres de mi? quieres que tenga fe en ti para volver a perderla una y otra y otra vez lo has logrado quieres que me abra de piernas rapido lo has logrado te he confundido con tantos rostros y te he buscado en tantos cuerpos ya ni si quiera se como te verias si te tuviera enfrente quieres que me espere, que te espere a llegar para que incluso asi decidas no aparecerte lo tienes. que mierda quieres de mi sabes que ya no importa lo que tu quieras de mi, te voy a decir lo que yo quiero de ti ahora estos son mis terminos amor estas son mis condiciones mi corazon esta abierto para ellos que han estado siempre. mi corazon y mi vulnerabilidad es de ellos. no esperes que te espere, no esperes que quiera que llegas a rescatarme, por que te digo ahorita las reglas cambiaron me rescato sola yo ya no te espero, siendo honesta ni si quiera se si pudiera aceptarte, si pudiera quererte, me la has jugado tantas putas veces. te aviso que me hartaste, te aviso que ya no te quiero, te aviso que ya no te necesito te aviso que te bajo del pedestal donde te tuve y que mi soledad me la pongo como, un vestido ajustado con los labios bien pintados y la cara en alto. He perdido tanto sabes? tu crees que voy a tener miedo a perderte? el miedo tu me lo quitaste hace mucho. te aviso que me perdiste te aviso que no te espero te aviso amor que ya no te siento.
Continue reading...
21
penuh sesak dan sakit, yang kini kucoba hadapi ternyata bukan sekedar itu. bukan sekedar melepaskan diri dari cinta duniawi, tapi perihal sebuah kerelaaan. perihal menciptakan ruang kosong penuh kepasrahan dalam hati. yang memang, tak akan ada yang mengerti kecuali Dia, Ilahi Rabbi bukan pula sekedar siksa rindu yang kurasakan sekarang tapi untuk bisa berjumpa, dan bersama di waktu mendatang karena visioner bukan hanya mampu menyusun apa yang ada didepan tapi dimulai dari bisa membedakan, mana yang sementara mana yang dibawa ke bilik kuburan dan karena kaya bukan hanya perihal harta tapi seluas apa hati kita bisa ikhlas hingga lapang dan pasrah bukan cuma perihal kata tapi seberapa ingat kita berserah tiap kali cobaan datang.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:52 AM UTC
Jauh
WELCOME GANESHA Here comes the divine VIGHN HARTA Son of Maa Parvati and the mighty Shiva This Country n its people desperately need You. Ganeshji, welcome You with open arms, we all do. Bring in joy, bring in health, prosperity and peace May this Nation's difficulties n problems forever cease. HAPPY GANESH CHATURTHI Armin Dutia Motashaw
0
Sep 9, 2021
Sep 9, 2021 at 10:26 AM UTC
WELCOME GANESHA
Atravieso las noches sobreviviendo a esperanzas bastardas, de que, bien harta de beber el mundo, por fin traigas bocados de amor en vuelo roto.
0
May 2, 2025
May 2, 2025 at 1:01 AM UTC
Meditación lúgubre