Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
tempat aku bukan di atas pentas
cuma disebalik tirai

semua rangkap ini tidak patut dipersembahkan
hanya bagi menemani mereka yang senasib

tidak, ini bukan bakat
tapi coretan perasaan

peluang bukan tidak mahu aku rebut
cumanya tidak mahu nama terkotor

engkau tidak tahu lagi untuk siapa aku mulakan puisi
cukuplah nama dihina sekali
- walaupun cinta aku suci
tidak pernah aku dapat
surat tulisan tangan yang ditulis ikhlas

tidak pernah aku rasa
indah beriringan di tepi pantai

tidak pernah aku lalui
hubungan manis yang lebihnya dari sebulan

yang aku dapat itu
pesanan ringkas pagi dan malam
itu juga hanya sebulan awalnya

yang aku dapat itu
berjalan bertepian di kaki lima
itu juga jika tiada mata yang peka

yang aku dapat itu
hubungan yang sederhana
itu juga aku ditinggalkan dek kurangnya rupa

hey gadis gadis beruntung
ceritakanlah kepada aku
tentang indahnya dicintai dengan sepenuh hati
sungguh aku juga mahu merasakannya nanti.
sungguh aku tidak pernah merasakan itu.
Sajak-sajak ini bukan untuk memujuk kamu kembali
hanya sekadar aku habiskan sisa hati
memang aku menangis
memang aku meraung
tapi untuk kembali bersama kamu.. aku tak mahu.
aziza Aug 25
Garis-garis senja yang tegas
duduk tenang di depan
rayapan manusia,

mencuri dengar insan-insan
yang menyiangi dosa-dosa mereka
dengan pengakuan-pengakuan suci.

Pengakuan mereka mengepul
bersama asap keretek
yang kemudian membubung,
menggema sampai ke surga.


Matahari tersenyum manggut-manggut,
menyimak khidmat,
hingga rona kemerahan menjelma gelap
seperti lebam.

Pengakuan dosa-dosa yang murni,
lembut dan tak ternoda seperti bayi.
Mereka diampuni
agar insan bisa mendosa lagi.
bilanya cinta rebut logika
pun buah mengkudu dikata tebu

bilanya cinta rasuki jiwa
sepiring nasipun selalu ada bayang dirimu
ah maca ci
rindu itu termometer cinta

semakin panas temperaturnya

tanda dilanda demam ingin bersua


bila tak jua reda

halusinasi gejala selanjutnya

siap siap diopname dalam bangsal duka

dengan infus air mata
jangan lupa minum inzana dan berterimakasih ibu turun panas demamku
wonderwall Aug 12
Pukul 02.30
Aku terdiam tanpa berbahasa
Memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan
Aku terbiasa bermimpi
Namun kini aku tak mampu

Pukul 02.30
Andai waktu adalah lomba
Maka aku selalu kalah
Lagi-lagi aku tidak dapat terpejam

Pukul 02.30
Aku dan semua lamunanku
Terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku
atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku

Pukul 02.30
Aku ingin berlari ke dalam lautan
Menantang ombak berderu kencang
Lalu terhempas oleh bayang-bayang

Pukul 02.30
Aku berurai air mata
Berusaha mengartikan rasa
Pencarian yang tak berujung

Pukul 02.30
Katanya Tuhan itu Mahakuasa
Maka aku percaya jawaban itu ada
Dan kupejamkan mataku
Harap semua ini sirna

-wonderwall-
kamu manis
menyiksa batinku secara sporadis

mulai berpikir
hey ! kurasa kamu ciptaan tuhan paling melankolis
hey yang ada disana
yang ada disini


udah si gt aja.
ntar kena copyright mba tantri dan bangunan segi empatnya
Joy Jul 23
some are thriving on the porch
  after the black shadow is gone
  move from upstream to downstream

  on the ground which actually cracks
  the moon clings to weeding out the horizon
  with perfect rounded handsome
  being yourself
  half did not exist

  O sleeping gem
  as if I could reach you
  I will fall deeply
  so that at the same time sinking in the bottomless sea
  at the tip of your eyes


Bogor, 2019
Joy Jul 23
be problem crumbs among millions of happiness
is an absolute condition
I was sentenced to death
that happiness belongs to some people who are not me

without a rope to hold on to
my body collapsed and almost melted with the ground
a part of me burned
others were scattered
at a crossroads
in the middle of the city
in the bags of morning scavengers

I got cut
bleeding but not in arteries
I fell down
but not to the bottom of the cliff
is into pretense
Next page