Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"cantik" poems
Palembang, 25 Desember 2011 For my beautiful Mom: Mama, kamu cantik Tanganmu melentik indah saat mencuci baju kami Mama, kamu sungguh cantik Badanmu bagus melenggok saat memasak untuk kami Mama, kamu benar-banar cantik Sekalipun kamu sedang terlelap di tidurmu Mama, kamulah harta tak ternilai bagi kami Harta wajib yang harus kami bawa kemanapun kami melangkah Kamulah semangat pagi kami tuk menghadapi dunia Kamulah alasan kami bertahan hidup sampai sekarang Harapan kami adalah tuk membahagiakanmu selamanya Pikir kami kata Terima Kasih takkan pernah cukup tuk membalas kasih mu Mama, kamu cantik setiap hari Di mata kami kamulah hal yang terindah yang kami punya Di dunia ini tak ada pahlawan seikhlas dirimu Kamu terus bertahan meskipun kadang air mata menyertaimu Kamu terus menebarkan senyummu di waktu kami resah Mama, kamu tegar setegar batu karang Mama, kamu bersinar mengalahkan sinar Matahari Mama, kamu sejuk sesejuk embun di pagi hari Mama, kamu sehangat dekapanmu pada kami Mama, kami mencintaimu Mama, terima kasih atas cintamu selama ini Terima kasih atas pengorbanan mu kepada kami Maafkan kami yang pernah membuatmu menangis Maaf atas tingkah kami yang menjengkelkan hatimu Kami percaya dan tahu bahwa kamu tahu betapa kami mencintaimu, Mama
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:41 AM UTC
Mama I
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
0
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Bidadari Fajar
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Continue reading...
6
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita! Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi. 0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen. 1 Menit Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin. 3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 4 – 5 Menit Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. 7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati. 1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati. 4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam. 6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan. 8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis. 24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. 36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina. 3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung. 8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair. Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya???? BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN..... Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
0
Mar 27, 2015
Mar 27, 2015 at 5:20 AM UTC
Inallillahi
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita! Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi. 0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen. 1 Menit Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin. 3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 4 – 5 Menit Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. 7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati. 1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati. 4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam. 6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan. 8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis. 24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. 36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina. 3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung. 8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair. Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya???? BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN..... Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
Continue reading...
36
*O my conscience, immerse your  laments in my shoulder .. i stroked it every longing grating your beautiful hair .. i listened to the sound of the breath right conscience little sob .. i held my conscience, my beautiful and cheerful absorb the whole silenced .. i'll understand your silence and every beautiful .. and I'll put out any smoldering of your jealousy .. i'll treat it every charm your referral.. just lets you to know, when incandescent embers of passion vibrate our body .. a longing, faint creeping expanse of our memories .. miss you, hurling beautiful memories in a serenity.. and among the writhing of our body while longing crave to possessed .. that love is the inner desire ...* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ oh nuraniku, benamkanlah nestapa keluh kesahmu dipundakku .. kan kubelai kisi kisi kerinduan disetiap helai rambut indahmu.. kan kudengarkan deru nafas yang mengisak suara hati kecilmu.. kan kudekap nuraniku, dan kuresapi indah cerita yang luruh terbungkam.. dan kupahami setiap diammu yang cantik.. dan kupadamkan setiap cermburumu yang membara.. kan kumanjakan setiap pesona rujukanmu ketahuilah, saat pijar bara gairah bergetar ditubuh kita.. sebuah kerinduan, sayup merayapi hamparan kenangan kita.. merindukanmu, melontarkan indahnya kenangan dalam kehampaan.. dan diantara menggelinjangnya tubuh kita saat dirasuki kerinduan .. bahwa cinta adalah nurani kerinduan...
0
Dec 27, 2013
Dec 27, 2013 at 8:29 PM UTC
my conscience
*O my conscience, immerse your  laments in my shoulder .. i stroked it every longing grating your beautiful hair .. i listened to the sound of the breath right conscience little sob .. i held my conscience, my beautiful and cheerful absorb the whole silenced .. i'll understand your silence and every beautiful .. and I'll put out any smoldering of your jealousy .. i'll treat it every charm your referral.. just lets you to know, when incandescent embers of passion vibrate our body .. a longing, faint creeping expanse of our memories .. miss you, hurling beautiful memories in a serenity.. and among the writhing of our body while longing crave to possessed .. that love is the inner desire ...* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ oh nuraniku, benamkanlah nestapa keluh kesahmu dipundakku .. kan kubelai kisi kisi kerinduan disetiap helai rambut indahmu.. kan kudengarkan deru nafas yang mengisak suara hati kecilmu.. kan kudekap nuraniku, dan kuresapi indah cerita yang luruh terbungkam.. dan kupahami setiap diammu yang cantik.. dan kupadamkan setiap cermburumu yang membara.. kan kumanjakan setiap pesona rujukanmu ketahuilah, saat pijar bara gairah bergetar ditubuh kita.. sebuah kerinduan, sayup merayapi hamparan kenangan kita.. merindukanmu, melontarkan indahnya kenangan dalam kehampaan.. dan diantara menggelinjangnya tubuh kita saat dirasuki kerinduan .. bahwa cinta adalah nurani kerinduan...
Continue reading...
35
Aku terlalu kecil Sekecil titik di atas kertas kusut Aku hanyalah satu dari ribuan bahkan tak terlihat Terlindung dalam cangkang sempit dan tipis Bersembunyi di balik daun yang mulai berubah warna Rumah pertamaku akhirnya aku terlahir sebagai sesuatu yang aneh Aku si buruk rupa Tubuhku dipenuhi bulu Merangkak lemah menyusuri ranting Menggerogoti daun disekitar membuatnya berlubang melarikan diri dari burung Bergulat dengan semut rangrang Membuat saya jatuh ke tanah Hingga buluku rontok berserakan Hanya cacing yang menyapa Mereka membenci saya sangat Aku bisa terbunuh, tidak semuanya menerimaku sampai aku terjebak dalam dimensi lain Aku si  ulatbulu kesepian yang bersembunyi Bertapa di dalam kantung usang yang kecil Mencoba untuk membunuh waktu Berjuang dalam kegelapan untuk mencapai keindahan Sudah cukup persinggahanku Mengarungi kerasnya penantian panjang yang membelenggu Aku terlahir kembali menjadi berbeda dan mereka menyukaiku kebahagiaan berlimpah tiba terbang tanpa batas dengan kedua sayap yang cantik pergi ketempat yang indah yang kumau
0
Sep 16, 2016
Sep 16, 2016 at 10:23 PM UTC
Metamorfosa
Palembang, 26 April 2015 Dear Mama, Aku ingin bercerita Aku seperti orang buta, Mama Aku tidak bisa melihat mana hal yang baik, mana hal yang buruk Aku tidak bisa membedakan di antara keduanya, Mama Mama Sayang, Aku ingin bercerita Aku seperti orang lumpuh, Mama Aku tidak bisa menyelesaikan masalahku sendiri Bahkan aku memilih berdiam diri daripada menghadapinya Mamaku yang Cantik, Aku ingin bercerita Aku seperti orang tuli Aku sedikitpun aku tidak menghiraukan dunia sekitar Aku terlalu sibuk memikirkan diriku sendiri Mama, Aku ingin bercerita Aku pembuat onar di sini, aku ingin pulang ke pelukanmu Aku ingin jadi anak baik Seperti saat masih di dalam pengasuhanmu Mama, aku rindu Mama
0
Apr 26, 2015
Apr 26, 2015 at 12:51 PM UTC
Dear Mama
Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Katanya kamu suka warnanya merah jambu bercampur oranye seperti jeruk mandarin kesukaan ibu. Kamu selalu ceriwis membahas senja ini dan itu. “Jangan lupa kopi dan puisi! Kita harus merayakan isi bumi.” Celotehmu. “Kamu mau kan melihat senja bersamaku?” Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Telah kupersiapkan sekian lama. Aku rakit sendiri senjaku dengan kopi manis dan puisi cinta yang kau sebut - sebut itu. Aku merangkai pelan-pelan sambil menghayal bola mata emas yang berbentuk kenari kesukaanku dan lengkung pelangi bibirmu. Cukup lama buatnya, tapi senjaku sangat cantik. Dan sedikit rapuh. Aku harap kamu senang. Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Tapi kau pergi ke laut dan menjelajahi waktu. Terhanyut malam. Aku tidak ada di sana. Kamu menolak senjaku. Katamu ada senja yang lebih bagus. — Senja, senja, senja. Muak dengan puisi senja. Aku bukan anak indie regional, aku pendengar Ed Sheeran, top 50 ,Danilla Riyadi dan Sapardi ! Aku ya begini begini begini!
0
May 15, 2019
May 15, 2019 at 3:13 PM UTC
Bukan Puisi Senja
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
Jakarta, 6 April 2009 Andai saja aku seorang Ratu yang cantik Semua orang pasti kan berikan apapun yang aku mau Tetapi, aku hanyalah seorang gadis miskin Yang tak bisa meminta apapun yang aku impikan dan ingini Ku harap ada seseorang Yang mau berkorban untukku Dan memberikanku cinta nya untuk selamanya
0
Jan 20, 2012
Jan 20, 2012 at 8:43 AM UTC
Doa Seorang Gadis
Mata mana yang tak akan bersinar bila melihat cantik Tapi mata jangan dibutakan hati jangan digelapkan dek kerana cantik Kerana cantik itu tak akan kekal Kerana cantik itu tak menyuap mulut yang lapar Kerana cantik itu tidak mesti baik tidak mesti jujur tidak mesti ikhlas Tapi mata mana yang tak akan bersinar bila melihat cantik
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 12:16 PM UTC
Cantik
Tadi , si penjaga bintang berbisik kepada ku Seperti biasa Sesi bercerita yang kami adakan setiap malamnya Dia bercerita tentang betapa cantik nya bintang bersinar setiap malam Aku bercerita tentang kamu Sama persis dengan si penjaga bintang Aku mengatakan betapa tadi mata ku tak bisa teralihkan dari kamu Yang penting sekarang Pejamkan matamu Semoga ucapan rindu ku membuat mu terlelap Selamat tidur sayang
0
Feb 28, 2017
Feb 28, 2017 at 10:49 AM UTC
Selamat tidur (sayang)
Penyair itu melangkahi pengemis pincang yang lelap itu. Kasurnya adalah trotoar dan mimpinya ntah apa. Jangan bahas mimpi jadi jutawan dengan kemeja dasi rambut klimis. Mimpi basah saja harus sembunyi sembunyi. Kan takut toh masturbasi di pinggir kali ? Soalnya guys, coli itu pun harus pake tangan kanan selain soal tekanannya yang konstan .. KALAU TANGAN KIRI KIRI KIRI, Disangka PKI ! Ini perihal dosa Illahi saudara saudari! — Lalu pengemis itu Menatap angannya setinggi bintang di lantai 53 menara menara ibu kota. Mengelus ngelus perut kurusnya. Alhamdullilah, hari ini bisa santap sisa paha ayam dari restoran kebarat baratan itu. Mungkin baginya, Tuhan menjelma dalam bentuk tempat sampah. Menyediakan pangan sisa sisa umat kesayangan-Nya. Dan dia, umat yang lupa ia punya. Pagi datang. Ia terus berjalan tanpa alas kaki. Sekelibat melihat lamborgini, berkawal polisi. Presiden mungkin ah? Nomor satu, atau duah? Dia tidak pernah berharap pada Tuhan. Atau presiden. Mungkin ia harus tetap berjalan saja. Atau mungkin ia harus berharap pada ratu adil. Entah kapan ia munculnya. Apa ketika jari-jari kakinya lepas. Hingga tidak bisa melangkah lagi. Atau lelah menguasai tubuh. Hingga enggan melangkah lagi. Atau seluruh kakinya patah Pun ia tidak peduli lagi? Apa ratu adil sedang sibuk memasang konde besarnya Takut takut tidak terlihat cantik saat hadir sebagai pahlawan kesiangan. Atau ratu adil sedang sibuk Memutuskan hukuman adil untuk penyair ini yang mempertanyakan kuasa Ilahi dia punya? Atau mungkin ratu adil berhati dingin. Seharusnya iya karena mana mungkin beliau yang welas asih membiarkan hambanya pontang panting, malah sibuk mengurus penyair mengkritik program kerja-Nya tahun ini. Yah .. Memperhatikan pengemis itu terpincang-pincang lebih asyik daripada mengurus Tuhan. Presiden. Atau ratu adil. Apakah Mas Aristoteles meramalkan distopia pada nusantara?
0
May 14, 2019
May 14, 2019 at 1:28 PM UTC
Penyair Setelah Tahun '65
Penyair itu melangkahi pengemis pincang yang lelap itu. Kasurnya adalah trotoar dan mimpinya ntah apa. Jangan bahas mimpi jadi jutawan dengan kemeja dasi rambut klimis. Mimpi basah saja harus sembunyi sembunyi. Kan takut toh masturbasi di pinggir kali ? Soalnya guys, coli itu pun harus pake tangan kanan selain soal tekanannya yang konstan .. KALAU TANGAN KIRI KIRI KIRI, Disangka PKI ! Ini perihal dosa Illahi saudara saudari! — Lalu pengemis itu Menatap angannya setinggi bintang di lantai 53 menara menara ibu kota. Mengelus ngelus perut kurusnya. Alhamdullilah, hari ini bisa santap sisa paha ayam dari restoran kebarat baratan itu. Mungkin baginya, Tuhan menjelma dalam bentuk tempat sampah. Menyediakan pangan sisa sisa umat kesayangan-Nya. Dan dia, umat yang lupa ia punya. Pagi datang. Ia terus berjalan tanpa alas kaki. Sekelibat melihat lamborgini, berkawal polisi. Presiden mungkin ah? Nomor satu, atau duah? Dia tidak pernah berharap pada Tuhan. Atau presiden. Mungkin ia harus tetap berjalan saja. Atau mungkin ia harus berharap pada ratu adil. Entah kapan ia munculnya. Apa ketika jari-jari kakinya lepas. Hingga tidak bisa melangkah lagi. Atau lelah menguasai tubuh. Hingga enggan melangkah lagi. Atau seluruh kakinya patah Pun ia tidak peduli lagi? Apa ratu adil sedang sibuk memasang konde besarnya Takut takut tidak terlihat cantik saat hadir sebagai pahlawan kesiangan. Atau ratu adil sedang sibuk Memutuskan hukuman adil untuk penyair ini yang mempertanyakan kuasa Ilahi dia punya? Atau mungkin ratu adil berhati dingin. Seharusnya iya karena mana mungkin beliau yang welas asih membiarkan hambanya pontang panting, malah sibuk mengurus penyair mengkritik program kerja-Nya tahun ini. Yah .. Memperhatikan pengemis itu terpincang-pincang lebih asyik daripada mengurus Tuhan. Presiden. Atau ratu adil. Apakah Mas Aristoteles meramalkan distopia pada nusantara?
Continue reading...
45
Tak tahu mengapa tiba-tiba Fatima terjatuh. Orang-orang pikir dia tertidur. Mereka mencoba membangunkan, namun sia-sia. Disentuh dengan hati-hati, tak juga berhasil. Fatima dengan sepasang burka berkeliling di dunia ide. Mimpi-mimpi yang awalnya ilusi, kini nyata. Dia menari-nari diatas kesedihannya. Fatima mondar mandir mencari-cari sepasang burkanya. Burkanya yang satu dipasangkan di kepala pak Kucing. Pak Kucing adalah teman yang baik. Artinya dia menemani Fatima dalam ide dan materi. Pak Kucing berkata bahwa Fatima adalah gadis yang cantik. Fatima terharu mendengarnya, tetes-tetes air matanya jatuh membasahi burkanya. Pak Kucing menghibur, dengan membacakan teka-tekinya; "Tiba-tiba, orang-orang merasa sia-sia berhati-hati. Mimpi-mimpi kini menari-nari, mondar-mandir mencari-cari tetes-tetes teka-tekinya"
0
Nov 11, 2017
Nov 11, 2017 at 10:46 AM UTC
Fantasi Fana Fatima
Ditarik, kami diarahkan membaca apapun yang tidak ada penjelasannya. Dikodratkan harus paham isi kepala makhluk yang hanya sesekali berkata iya dan tidak. Kami terpingkal, Puan. Bagaimana tidak?; Kain yang kau gunting sendiri dan pintal dengan rajut sedari subuh sudah cantik--tapi kau merasa kurang, dan kami adalah penyebabnya katamu. Duduk kami melingkar bersama dengan gelas gelas berisi teh melati, Hangat membaur aroma kebingungan kaum kami. Sekali beberapa menit kami terpingkal lagi, berusaha terus membaca setiap halaman kosong dan beberapa titik saja di sudut kiri kanannya. Tidak ada barang satupun buku yang mengerti keinginan puan. Cemasnya puan ingin dilindungi, Lembutnya puan yang ingin dikasihi, Ah, apalagi tangisan yang tiba-tiba terisak di malam sehabis mimpi. Tersenyum kami menahan tawa dan kantuk, sembari melihat-lihat wajah puan yang tertunduk mengharap ditanya mengenai hari ini. Semenit dua menit kami lihat lekat-lekat wajah puan. Kami bisa tidur malam ini, Jawaban kebingungan lelaki bukan tertulis pada buku-buku; tapi dua bola mata yang senantiasa banyak bercerita setiap ia duduk hening tanpa berbicara. Ah, engkau puan~ Buku pelajaran yang tak ada tamatnya. B_A 10 Mei 2019
0
May 10, 2019
May 10, 2019 at 12:23 AM UTC
Ah, engkau puan~
Semalam Lagu - lagu kuno itu aku mainkan Seakan aku hidup di zaman victoria Berperan rapih, layaknya seorang bangsawan. Menunggu Menyambut dirimu yang kupanggil “Lady” Nona berparas cantik Pula berdarah biru Seorang putri di umum Seorang ratu di hati Berdansa ditengah Ballroom Membuat malam ini milik kita berdua Mimpi yang indah !
0
Oct 12, 2017
Oct 12, 2017 at 2:02 AM UTC
Kuno.
Hari ini dia datang lagi Dengan gaun kuning tanpa lengan Rambutnya dibelah dua dan dikepang dengan dua warna karet rambut yang berbeda pada tiap-tiap ujungnya Senyumnya manis sekali "Dasar anak cantik" Dia tersenyum semakin lebar sambil menawarkan aku setangkai balon Sepertinya balon itu baru saja digelembungkan Aku menggeseknya dengan kuku yang baru saja kupotong Aku pikir dia akan mengernyit, entah kenapa dia malah tertawa "Kemana saja kamu selama ini?" Tertulis sebuah nama restoran yang kukenal pada balon itu Jelas bukan tempat makan favoritku Karena aku tak terlalu antusias saat melihat namanya Sebuah tempat yang sering didatangi anak bini Dipenuhi oleh emosi-emosi semu Hanya untuk terlihat intim—setidaknya bukan tempat untuk anak gadis yang terus menatap layar ponselnya tanpa henti "Darimana kamu tahu aku ada di sini?" Dia memberikan aku kepingan lakban yang ternyata masih tercecer Saat itu aku memperapikan koleksi buku harian, ya, dengan upaya untuk tidak melihatnya lagi Supaya aku tak jatuh kepada rasa ingin membaca ulang semua tulisanku Sial! Pasti dia mengawasi aku "Apa tujuanmu kesini?" Air mata berderai dari kedua matanya yang bulat Seolah akan mengujarkan sesuatu dari mulutnya, dia hanya diam Mungkin bukan diam, tapi mengoceh dengan kata-kata yang tak dapat kucerna Kugenggam telapak tangan nya—sungguh kecil dibanding milikku Dia masih saja menangis tanpa henti Untuk segala tenggang rasa yang aku tahan kepada anak-anak, kali ini cukup iba rasanya "Ayo, lah, aku hanya ingin merokok di sini" Entahlah, enyahlah Aku juga harus beranjak pergi dari sini Lapangan tenis kosong yang dihiasi dedaunan repih
0
Jan 23, 2021
Jan 23, 2021 at 5:50 AM UTC
Sebuah Paradigma yang Diterima Begitu Saja
Hari ini dia datang lagi Dengan gaun kuning tanpa lengan Rambutnya dibelah dua dan dikepang dengan dua warna karet rambut yang berbeda pada tiap-tiap ujungnya Senyumnya manis sekali "Dasar anak cantik" Dia tersenyum semakin lebar sambil menawarkan aku setangkai balon Sepertinya balon itu baru saja digelembungkan Aku menggeseknya dengan kuku yang baru saja kupotong Aku pikir dia akan mengernyit, entah kenapa dia malah tertawa "Kemana saja kamu selama ini?" Tertulis sebuah nama restoran yang kukenal pada balon itu Jelas bukan tempat makan favoritku Karena aku tak terlalu antusias saat melihat namanya Sebuah tempat yang sering didatangi anak bini Dipenuhi oleh emosi-emosi semu Hanya untuk terlihat intim—setidaknya bukan tempat untuk anak gadis yang terus menatap layar ponselnya tanpa henti "Darimana kamu tahu aku ada di sini?" Dia memberikan aku kepingan lakban yang ternyata masih tercecer Saat itu aku memperapikan koleksi buku harian, ya, dengan upaya untuk tidak melihatnya lagi Supaya aku tak jatuh kepada rasa ingin membaca ulang semua tulisanku Sial! Pasti dia mengawasi aku "Apa tujuanmu kesini?" Air mata berderai dari kedua matanya yang bulat Seolah akan mengujarkan sesuatu dari mulutnya, dia hanya diam Mungkin bukan diam, tapi mengoceh dengan kata-kata yang tak dapat kucerna Kugenggam telapak tangan nya—sungguh kecil dibanding milikku Dia masih saja menangis tanpa henti Untuk segala tenggang rasa yang aku tahan kepada anak-anak, kali ini cukup iba rasanya "Ayo, lah, aku hanya ingin merokok di sini" Entahlah, enyahlah Aku juga harus beranjak pergi dari sini Lapangan tenis kosong yang dihiasi dedaunan repih
Continue reading...
32
Kamu; Perempuan cantik yang terdiam diantara langit dan segala keindahanya, tersenyum sendiri saat melihat luasnya lautan selat jawa diatas kapal yang membawamu ke Jakarta. Aku; Laki-laki biasa yang terdiam diantara bukit-bukit kecil di gelapnya malam ini, tersenyum sendiri saat melihat gemerlap lampu-lampu kecil tersebar dibawahnya. Kita; Terpisah beribu-ribu kilometer diantara laut dan bukit di negara ini, tersenyum sendiri saat merasakan hal yang sama. Bercinta tanpa harus mengeluarkan kata.
0
Jun 11, 2019
Jun 11, 2019 at 9:05 AM UTC
Aku; Kamu; Kita.
ada yang lain di bibirmu yang mekar ketika melihat sesuatu yang indah bukan— bukan kita. ada yang lain di matamu yang memanja nyawa-nyawa lainnya seperti melihat kenyataan yang cantik sekali bukan— bukan kita. ada yang lain dari langkahmu yang luar biasa kuatnya seperti anak umur 5 tahun yang mengejar lenglayangan di ujung lapang—gembira. ada yang lain dariku kosong sekali linu nya masih ada namun ada yang tak kunjung kembali kita yang katamu sungguh berantakan.
0
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 11:53 AM UTC
Yang Katamu Sungguh Berantakan.
Mana mungkin aku marah Pada jalan-jalan yang memang telah kita lewati Untuk gunung-gunung dingin yang ditawarkan Sepatumu sudah sesuai, jaketmu sudah lengkap Mana mungkin aku mengeluh Pada jalan-jalan lain yang ada di hadapan Untuk lalu lalang siapapun yang akan datang menjemputmu, atau aku Tas mu sudah tersandang, bajumu sudah cantik Kita berangkat, tapi kali ini stasiunnya berbeda Sengaja, kataku Penutup jendela bus yang kutumpangi dibiarkan menutup, kau juga sama Kata penulisku untuk sesuatu, Kabar-kabar baik katanya Mana mungkin aku tak mengikutinya, besok kita bangun, sepagi mungkin Apakah kita berhenti di stasiun yg sama? BA 31 Mei 2022 18:19 WIB
0
May 31, 2022
May 31, 2022 at 7:20 AM UTC
Beberapa mungkin
Daun kuning berjatuhan Angin dingin menghantarkan salam dari Tuhan Aku melihat pepohonan yang menari Semua tampak indah menyejukkan hati Aku hanya diam.. Diam tak tahu harus kemana Kabut putih menutup mataku Mendorongku yang berdiri terpaku Imajinasiku kabur Aku akan jatuh Dan... Dimanakah aku? Diruangan serba putih aku terbangun Menatap dengan pandangan memudar Siapakah kamu? Gadis kecil berlari dan tertawa Berlari menjatuhkan bunga-bunga Membuka pintu diujung ruangan Aku berjalan... Berjalan membuka pintu yang sama Wanita cantik berambut pirang Cantik rupawan mengalahkan Godiva Seorang gadis kecil memeluknya erat Dia... Dia yang selama ini kucari Dia yang selama ini kunanti Aku mencoba... Mencoba untuk menyentuhnya Jari-jarinya yang ramping menepisku Aku berpikir dia membenciku Namun tidak tidak... Dia berkata padaku, "Kembalilah, ini belum saatnya" Kematian bernegosiasi dengan kemungkinan Kemungkinan untuk meraih kehidupan Di alam bawah sadar Aku akan kembali menemukannya -Kediri, 18 Maret 2018
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:22 PM UTC
Koma
Febian, Rizky, Aisyah Aziz. 2018. Indah Pada Waktunya. Kanal        Yutubnya NET Talent Management. Matterhalo, Nadin Amizah. 2017. Teralih. Kanal Yutubnya        Matterhalo. Nelwan, Christofer. 2012. Jari-jari Cantik. Kanal Yutubnya        Argonycus. Pusakata. 2018. Kehabisan Kata. Kanal Yutubnya MyMusic        Records. Ranti, Jason, Ari Malibu (The Rollies). 2016. Kau Yang Kusayang.        Kanal Yutubnya Ruang Putih. Rock, One OK. 2011. Pierce. Kanal Yutubnya Pratama Aji. Stahl, Fredrika. 2011. Twinkle Twinkle Little Star. Kanal Yutubnya         Oresund Bleu. Teduh, Payung. 2017. Puan Bermain Hujan. Kanal Yutubnya        Anggit Setyo.
0
Jun 6, 2018
Jun 6, 2018 at 2:00 PM UTC
Bukan Daftar Pustaka
ah bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kerna tak ada bait kata bisa melukis senyummu tak ada puisi indah dapat menceritakan bagaimana matamu bersinar cemerlang saat kau jatuh cinta, dan tak ada tulisan yang bisa membuat tafsiran fikiranmu yang sesak. kamu sempurna, aku sahaja yang biasa buat kamu. . . malam itu kita sibuk berbahas soalan, tapi... tak kau habiskan cerita tentang kisah cintamu yang berakhir kejam, tentang amarahmu terhadap ditaktor dan bencimu pada korupsi, dan tentang bagaimana angin rindu entah dari siapa yang tak lagi menyapa pipimu... "kamu cantik" cara kau memutus obrolan kita, "kamu pintar!" bilangku sebagai jawapan pada pujian itu . . seperti kecewa dengan semesta yang tak pernah ramah denganmu "dunia ini sibuk, ya? porak perandanya tak habis" kau soalkan dunia kepada ku seperti sengaja... . aku yang mentah soal dunia dan kamu seolah tahu selok beloknya fikiranmu kacau banyak soalan tak berjawab ada cerita yang tak kau bilang pada dunia ada luka yang tak tersembuh dengan cinta ada rindu yang tak disentuh dan ada nama yang tak ingin kau sebut riak muka mu aku tahu, kamu sedang tak aman tapi kau temukan nyaman denganku aku yang sifatnya sementara . ah.. bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kamu terlalu bijaksana buat ku kau bukan lawanku... dan aku cuma ingin menyentuhmu mengubat jiwamu.. ah.. bukan, aku ingin merinduimu! meski kita tak lagi pernah bertatap mata . . . semoga kita ketemu ya?
0
Aug 30, 2022
Aug 30, 2022 at 10:33 AM UTC
bukan puisi buatmu tapi kisah dongeng malam buat kamu
Nak Ibumu lahir saat gawat ekonomi seluruh semesta Saat gawat sebumi memikirkan nilai Saat dunia ditimpa wabah tak ternampak Tapi dunia masih cantik Nak Ibumu saksi dunia sedang gusar Saksi pemimpinan goyah Rebutkan yg tak pasti Matanya buta Telinga nya tuli Tak terdengar rintihan kasta bawahan Tak terpeduli dan lari meninggalkan hakiki Ibumu tegak ditengah Saat mereka berkelahi Bercemuhan Hai, ibu saksi saat mereka tak waras Nak, Ibumu saksi peninggalan ramai org Mata kepala ibu melihat org rebah tak bermaya Ibumu saksi bapak menangisi anak Bayi lahir tak bersusu ibu Adik pergi tak berpeluk abang Dan Ibumu saksi org tak bisa menjamah nasi Bukan kerna tak upaya Tapi kerna rakus ahli prejudis Dan anjing ditaktor . . Nak Ibumu saksi saat propaganda dilaungkan "Demokrasi ini adalah kita semua Suara kamu kami dengar" . . Anakku Dengarlah Ibumu saksi saat dunia tak adil tapi dihias indah Ibumu saksi saat negeri kita kacau tapi dirai aman Ibumu saksi nak... Ibumu saksi perit itu tak cuma kehilangan Tapi rindu yg bakal tak terubatkan Salam yg takkan tersampaikan Dan sebelum kau hingga ke saat itu Harus lah kau tau Setiap sisi kita tertanam secebis sedikit hati Maka harus kau cari yg baik baik sentiasa . Kerna mmg sifat dunia begitu Rebut yg tak pasti Bertelinga dan tuli Bergeliga tapi rakus Dan punyai mata tapi buta Dan harus kau ingat yg merbahaya sekali Punyai iman tapi tak berTuhan
0
Oct 23, 2021
Oct 23, 2021 at 12:00 PM UTC
Anak
she was 'pretty' he was 'pretty' there's one other thing in common. their journey were so 'pretty' back then and because both are 'pretty' creatures so they make it great too what do you mean ? both of them try to heal each other because of their 'pretty' things back then.
0
May 20, 2018
May 20, 2018 at 6:03 PM UTC
cantik