Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
berhenti sebentar
amati tangga kehidupan
beberapa melesat kencang
beberapa berleha-leha
beberapa meronta terpenjara
bersandiwara mencengkram erat muslihat
beberapa berhenti berkoar
betah hanya memandang 1 arah
acuh membangun bata perbatasan
agar ujungnya jiwa tak lagi rapuh

kulihat semuanya budak
diantara kerumunan manusia
golongan batasnya
pendapatan pengeluaran
semua saling bertukar jerit
"memangnya kau siapa?"
220719 | 8:51 AM di kamarku, kamarku sendiri, masih di kota kesayangan Bandung, mau ke Majalengka airport. Tuhan jaga keluargaku amin.
Hadiy Syakir Sep 2018
Kenapa harus kita
berlari dari
kenyataan
Kenyataan itu
melegakan
Kenyataan itu
mendewasakan
Kenyataan itu
memaknakan

Ayuh ke sini
kenyataan,
kuhidangkanmu
persoalan.
Zharfa Zhafirah Mar 2018
di dalam kata-kata yang hilang
di dalam mimpi-mimpi yang kelam
di dalam benak yang terdalam

tak ku temukan jiwa yang hidup
yang kutemukan hanya sisa-sisa harap
aku merasa hilang
NURUL AMALIA Sep 2016
Aku terlalu kecil
Sekecil titik di atas kertas kusut
Aku hanyalah satu dari ribuan
bahkan tak terlihat
Terlindung dalam cangkang sempit dan tipis
Bersembunyi di balik daun yang mulai berubah warna
Rumah pertamaku
akhirnya aku terlahir
sebagai sesuatu yang aneh
Aku si buruk rupa
Tubuhku dipenuhi bulu
Merangkak lemah menyusuri ranting
Menggerogoti daun disekitar
membuatnya berlubang
melarikan diri dari burung
Bergulat dengan semut rangrang
Membuat saya jatuh ke tanah
Hingga buluku rontok berserakan
Hanya cacing yang menyapa
Mereka membenci saya sangat
Aku bisa terbunuh, tidak semuanya menerimaku
sampai aku terjebak dalam dimensi lain
Aku si  ulatbulu kesepian yang bersembunyi
Bertapa di dalam kantung usang yang kecil
Mencoba untuk membunuh waktu
Berjuang dalam kegelapan untuk mencapai keindahan
Sudah cukup persinggahanku
Mengarungi kerasnya penantian panjang yang membelenggu
Aku terlahir kembali
menjadi berbeda dan mereka menyukaiku
kebahagiaan berlimpah tiba
terbang tanpa batas dengan kedua sayap yang cantik
pergi ketempat yang indah yang kumau
alex Apr 2016
dari jiwanya
mengalir darah tembaga;
kelas tiga—
karena ia tak pernah
meraih posisi utama.
air mata jatuh
dan menggema,
isi kekosongan
yang selalu ada:
banjir kesunyian,
ribuan tetes tangis
di bawah cahaya rembulan
sembunyi di antara
lipatan selimut.

banting tulang,
buang waktu.
banting diri dalam sesal,
buang kebahagiaan.
hanya tembaga yang
mendefinisikan diri;
hati terbalut emas begitu
berharga,
medali tembaga dalam genggam
dan tak pernah cukup—
tak pernah cukup.
based on a character, been a while since i last wrote indonesian poetry! first time doing indonesian poetry in this style though. and in this site.
Elle Sang Jan 2016
Tersenyumlah selagi kau mampu
Tertawalah kalau kau ingin
Karena ada kalanya dimana senyumanmu akan membuat orang menangis
Dan tawamu akan berubah menjadi air mata yang kau luapkan
Hidup di dunia hanya sementara
Jangan kau sia-siakan hanya demi kesenangan semata
Seperti semua yang ada, hidup diciptakan berpasangan
Ada susah ada senang
Dan kalau kau hanya terpaut pada kesenangan
Kau akan menyadari suatu saat
Bagaimana waktu tak dapat diputar kembali
Dan hanya penyesalan yang menemanimu pada akhirnya
For eyang Rini, may she rest in peace.

— The End —