Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"gaun" poems
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
0
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Bidadari Fajar
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Continue reading...
6
ON SEEING ONE ON A LADY’S BONNET AT CHURCH Ha! whare ye gaun, ye crowlin ferlie! Your impudence protects you sairly: I canna say but ye strunt rarely Owre gauze and lace; Tho’ faith, I fear ye dine but sparely On sic a place. Ye ugly, creepin, blastit wonner, Detested, shunned by saunt an’ sinner, How daur ye set your fit upon her, Sae fine a lady! *** somewhere else and seek your dinner, On some poor body. Swith, in some beggar’s haffet squattle; There ye may creep, and sprawl, and sprattle Wi’ ither kindred, jumpin cattle, In shoals and nations; Whare horn or bane ne’er daur unsettle Your thick plantations. Now haud ye there, ye’re out o’ sight, Below the fatt’rels, snug an’ tight; Na faith ye yet! ye’ll no be right Till ye’ve got on it, The vera tapmost, towering height O’ Miss’s bonnet. My sooth! right bauld ye set your nose out, As plump an’ grey as onie grozet: O for some rank, mercurial rozet, Or fell, red smeddum, I’d gie ye sic a hearty dose o’t, *** dress your droddum! I *** na been surprised to spy You on an auld wife’s flainen toy; Or aiblins some bit duddie boy, On’s wyliecoat; But Miss’s fine Lunardi!—fie! How daur ye do’t? O Jenny, dinna toss your head, An’ set your beauties a’ abread! Ye little ken what cursed speed The blastie’s makin! Thae winks and finger-ends, I dread, Are notice takin! O, *** some Power the giftie gie us To see oursels as others see us! It *** frae monie a blunder free us An’ foolish notion: What airs in dress an’ gait *** lea’e us, And ev’n Devotion!
0
3.6k
To A Louse
ON SEEING ONE ON A LADY’S BONNET AT CHURCH Ha! whare ye gaun, ye crowlin ferlie! Your impudence protects you sairly: I canna say but ye strunt rarely Owre gauze and lace; Tho’ faith, I fear ye dine but sparely On sic a place. Ye ugly, creepin, blastit wonner, Detested, shunned by saunt an’ sinner, How daur ye set your fit upon her, Sae fine a lady! *** somewhere else and seek your dinner, On some poor body. Swith, in some beggar’s haffet squattle; There ye may creep, and sprawl, and sprattle Wi’ ither kindred, jumpin cattle, In shoals and nations; Whare horn or bane ne’er daur unsettle Your thick plantations. Now haud ye there, ye’re out o’ sight, Below the fatt’rels, snug an’ tight; Na faith ye yet! ye’ll no be right Till ye’ve got on it, The vera tapmost, towering height O’ Miss’s bonnet. My sooth! right bauld ye set your nose out, As plump an’ grey as onie grozet: O for some rank, mercurial rozet, Or fell, red smeddum, I’d gie ye sic a hearty dose o’t, *** dress your droddum! I *** na been surprised to spy You on an auld wife’s flainen toy; Or aiblins some bit duddie boy, On’s wyliecoat; But Miss’s fine Lunardi!—fie! How daur ye do’t? O Jenny, dinna toss your head, An’ set your beauties a’ abread! Ye little ken what cursed speed The blastie’s makin! Thae winks and finger-ends, I dread, Are notice takin! O, *** some Power the giftie gie us To see oursels as others see us! It *** frae monie a blunder free us An’ foolish notion: What airs in dress an’ gait *** lea’e us, And ev’n Devotion!
Continue reading...
49
A Lone Walker nowe Ah! Intae Theis Murky Naycht ‘Yont Whin-Rock menacin’, Ewry Wound bygane an’ the Scar Freish Bluid o’ mine fuelin’, Lang, lang, IT! the Blacklyn Howr, Unfathomable, Unearthly, Verra Guid Fyre wearin’, Burnan Hye! Gore o’ mine Awa, awa, IT owre spilled! Soil o’ Alabaster gravin’, An’ abön, Great Orrah! a Presence yirr, Near-hand ay flashin’, Rumblin’, guid tremblin’, Lyke a Rhodium-Demon Hyear Unco! stick-an-stowe towerin’, An’ a Mirror-Vision ay broo! O’ Red Gore fuil an’ pruid! Great Rowth ragin’! Human nae, nae IT laanger! Heyne intae Theis Skye-Mirror, Image o’ mine! nae, nae IT laanger! Ma Rubye Brooch Micht, och! Stylle haiwin', An' wae Veins o’ Deep Lowe imbued, Ma ain stylle! Glamis’ Orrah! Dearest! Athwart ma Solitarye Gait Ays a Storm-Blast fallin’, An’ wnto me! wnto me noo, IT! O’er an’ o’er! Carham’s Scyld-Hel Orrah! Stylle Theis Dangerus! Verra Dangerus, IT! Highlan’ Thwndir-Rode o’ mine Intae Theis Guid Kintra whooshin’, An’ the nae ****** Cauld Landis Micht, Swaird-Wounded, stylle Ironclad Ah! Fore’er unco! wi’in Oun Hye Fyre Thro’ nae croud strollin’, Ays yf frae Hye Þunor His-sel The Lone War-Whisper Weel-Gaun! Wae Thae Verra Woirds o’ Battle-Angyr Lewdlie! Theis Specular Bluish Fyre o’ mine! Thus Thwndir-Taukin’: NUNC IN HOC SIGNO VINCES QUIA FOCUS TEMPESTATIS MODO EST TIBI ET VEXILLA FULMINIS PRODEUNT UNIVERSI IN FERRO CAERULEO SANGUINEQUE AD TE PICTORUM NOCTE TETRA ET IN SPECULO RESULTANTE FORMA THOR GOTHORUM UBI DESCENDET LAETO AB ULTIMA GLITNIR MAGNO MALLEO DEUS FLAVUS QUI ALTO FERRO SECURIQUE TONITRUO INDIGNAM VIAM MALEDIXIT FULMINIS IGITUR TETRA UMBRA TUA ALTA FLAMMA CALIGINEA VEXILLAQUE SUPREMO IGNE OVERMAN ULTOR.
0
Jan 23, 2021
Jan 23, 2021 at 6:54 AM UTC
Lone Walker
A Lone Walker nowe Ah! Intae Theis Murky Naycht ‘Yont Whin-Rock menacin’, Ewry Wound bygane an’ the Scar Freish Bluid o’ mine fuelin’, Lang, lang, IT! the Blacklyn Howr, Unfathomable, Unearthly, Verra Guid Fyre wearin’, Burnan Hye! Gore o’ mine Awa, awa, IT owre spilled! Soil o’ Alabaster gravin’, An’ abön, Great Orrah! a Presence yirr, Near-hand ay flashin’, Rumblin’, guid tremblin’, Lyke a Rhodium-Demon Hyear Unco! stick-an-stowe towerin’, An’ a Mirror-Vision ay broo! O’ Red Gore fuil an’ pruid! Great Rowth ragin’! Human nae, nae IT laanger! Heyne intae Theis Skye-Mirror, Image o’ mine! nae, nae IT laanger! Ma Rubye Brooch Micht, och! Stylle haiwin', An' wae Veins o’ Deep Lowe imbued, Ma ain stylle! Glamis’ Orrah! Dearest! Athwart ma Solitarye Gait Ays a Storm-Blast fallin’, An’ wnto me! wnto me noo, IT! O’er an’ o’er! Carham’s Scyld-Hel Orrah! Stylle Theis Dangerus! Verra Dangerus, IT! Highlan’ Thwndir-Rode o’ mine Intae Theis Guid Kintra whooshin’, An’ the nae ****** Cauld Landis Micht, Swaird-Wounded, stylle Ironclad Ah! Fore’er unco! wi’in Oun Hye Fyre Thro’ nae croud strollin’, Ays yf frae Hye Þunor His-sel The Lone War-Whisper Weel-Gaun! Wae Thae Verra Woirds o’ Battle-Angyr Lewdlie! Theis Specular Bluish Fyre o’ mine! Thus Thwndir-Taukin’: NUNC IN HOC SIGNO VINCES QUIA FOCUS TEMPESTATIS MODO EST TIBI ET VEXILLA FULMINIS PRODEUNT UNIVERSI IN FERRO CAERULEO SANGUINEQUE AD TE PICTORUM NOCTE TETRA ET IN SPECULO RESULTANTE FORMA THOR GOTHORUM UBI DESCENDET LAETO AB ULTIMA GLITNIR MAGNO MALLEO DEUS FLAVUS QUI ALTO FERRO SECURIQUE TONITRUO INDIGNAM VIAM MALEDIXIT FULMINIS IGITUR TETRA UMBRA TUA ALTA FLAMMA CALIGINEA VEXILLAQUE SUPREMO IGNE OVERMAN ULTOR.
Continue reading...
55
Ah wuz lookin oot o' mah winder and ah saw this lad wi' a barry wee lassie gaun' up the hill. -Wair the **** d'ye think you're gaun tae? ah yells oot. But the daft ***** didnae answer at aww, must've been oot o' thir ****** heids wi' E's or summat, d'ye ken what ah'm tellin' ye,ye daft radge? -Wair ye're ******* going? ah yells a couple mair times and finally the gadge yells back to ays, -Up the ******* hill tae fetch a pail o' ******* watter, me Ma's hud her fuckin' taps turned oaf by the fuckin' Corporation, which is a ******* pain in the erse ah had ter agree. I realised ah knew the wee **** Jack but, eh wuz an auld classmate of ays and eh's hung oot wi' ma brar n me, when we wuz bairns oan the Scheme,eh? -That's a bonny wee lassie ye've goat wi' ye, there Jack, ah yelled, thinking ah'd nae kick her oot o' mah scratcher withoot gi'ing her a guid ride. Ah huvtae sey ah recognised hir as a wee **** called Jill from the Scheme, a right tidy wee ride in mah opinion wi' a guid little ***** on hir, as ah recall. -Mind ye're own fuckin' business, the **** yells back at ays, takin' the pail in yin hand and the hoor's wee hand in the other yin. Ah can tell ye ah totally pished meself wi' laughter when the pair o' they wide ***** fell doon, Jack breakin' his fuckin' croon n the groond, ah'm sure he nivver meant it tae happen, 'n eh mustae squashed his ******* bawws as eh fell doon n aww from the wey he screamed oot, but the wee lassie cam tumbling doon the ****** hill n aww, heid n **** oor her fuckin' erse 'n ah could see she wasnae wearin' any ****** ******* 'n her ***** was on display under her skirt. Ah wouldnae expect anything else from a wee hoor,eh? -Dinnae worry, ah'll com and help ye, ah called oot, but when ah goat thir, both o them wis deid, ah thoat o' gittin mah hole wi' the deid lassie n aww, but you shouldnae dae that, it's no respectful tae wimmin, 'n eywis, the polis might trace me through the DNA, those ***** are clivvir 'n aw, ye ken. So ah contented mesel' wi' rummidging through the poakits o' the lad's jaykit tae see if eh hud ehs payment from the Joab Centre, but the daft **** mustae spent it aww on a boatil or two o Grants, ah ken ah'd hae done the same mahsel'. And there wasnae a penny in the lassie's purse, so ah thoat ah'd jus' **** oaf doon the ****** 'n ask some **** tae call the hoaspital and the ****** polis. Eh?
0
Dec 16, 2014
Dec 16, 2014 at 7:34 AM UTC
Hillspoatin'
Ah wuz lookin oot o' mah winder and ah saw this lad wi' a barry wee lassie gaun' up the hill. -Wair the **** d'ye think you're gaun tae? ah yells oot. But the daft ***** didnae answer at aww, must've been oot o' thir ****** heids wi' E's or summat, d'ye ken what ah'm tellin' ye,ye daft radge? -Wair ye're ******* going? ah yells a couple mair times and finally the gadge yells back to ays, -Up the ******* hill tae fetch a pail o' ******* watter, me Ma's hud her fuckin' taps turned oaf by the fuckin' Corporation, which is a ******* pain in the erse ah had ter agree. I realised ah knew the wee **** Jack but, eh wuz an auld classmate of ays and eh's hung oot wi' ma brar n me, when we wuz bairns oan the Scheme,eh? -That's a bonny wee lassie ye've goat wi' ye, there Jack, ah yelled, thinking ah'd nae kick her oot o' mah scratcher withoot gi'ing her a guid ride. Ah huvtae sey ah recognised hir as a wee **** called Jill from the Scheme, a right tidy wee ride in mah opinion wi' a guid little ***** on hir, as ah recall. -Mind ye're own fuckin' business, the **** yells back at ays, takin' the pail in yin hand and the hoor's wee hand in the other yin. Ah can tell ye ah totally pished meself wi' laughter when the pair o' they wide ***** fell doon, Jack breakin' his fuckin' croon n the groond, ah'm sure he nivver meant it tae happen, 'n eh mustae squashed his ******* bawws as eh fell doon n aww from the wey he screamed oot, but the wee lassie cam tumbling doon the ****** hill n aww, heid n **** oor her fuckin' erse 'n ah could see she wasnae wearin' any ****** ******* 'n her ***** was on display under her skirt. Ah wouldnae expect anything else from a wee hoor,eh? -Dinnae worry, ah'll com and help ye, ah called oot, but when ah goat thir, both o them wis deid, ah thoat o' gittin mah hole wi' the deid lassie n aww, but you shouldnae dae that, it's no respectful tae wimmin, 'n eywis, the polis might trace me through the DNA, those ***** are clivvir 'n aw, ye ken. So ah contented mesel' wi' rummidging through the poakits o' the lad's jaykit tae see if eh hud ehs payment from the Joab Centre, but the daft **** mustae spent it aww on a boatil or two o Grants, ah ken ah'd hae done the same mahsel'. And there wasnae a penny in the lassie's purse, so ah thoat ah'd jus' **** oaf doon the ****** 'n ask some **** tae call the hoaspital and the ****** polis. Eh?
Continue reading...
47
*Lay me doon in the caul caul groon Whaur afore monie mair huv gaun Lay me doon in the caul caul groon Whaur afore monie mair huv gaun* It was silent. His body sunk into the earth. His soul long gone from there. He had died A gun upon his arms. *When they come a wull staun ma groon Staun ma groon al nae be afraid* He had died with a home that his dream would live on. *Thoughts awe hame tak awa ma fear Sweat an bluid hide ma veil awe tears* Later they had told us he had died with courage and valor. *Ains a year say a prayer faur me Close yir een an remember me* The shots continue he fell by the tenth. *Nair mair shall a see the sun For a fell tae a Germans gun* A ******** grasped in his stone cold hand *Lay me doon in the caul caul groon Whaur afore monie mair huv gaun* He saw a line of faces, brown, black and white. Some were smiling others, crying *Lay me doon in the caul caul groon Whaur afore monie mair huv gaun* His body sunk into the cold, wet ground As God opened his arms, for a boy drenched in blood. Whaur afore monie mair huv gaun A group waited in the wings. Soldiers from many places. Who fought to keep their shores safe.
0
Feb 6, 2016
Feb 6, 2016 at 7:54 PM UTC
* **Lay Me Doon** *
Hari ini dia datang lagi Dengan gaun kuning tanpa lengan Rambutnya dibelah dua dan dikepang dengan dua warna karet rambut yang berbeda pada tiap-tiap ujungnya Senyumnya manis sekali "Dasar anak cantik" Dia tersenyum semakin lebar sambil menawarkan aku setangkai balon Sepertinya balon itu baru saja digelembungkan Aku menggeseknya dengan kuku yang baru saja kupotong Aku pikir dia akan mengernyit, entah kenapa dia malah tertawa "Kemana saja kamu selama ini?" Tertulis sebuah nama restoran yang kukenal pada balon itu Jelas bukan tempat makan favoritku Karena aku tak terlalu antusias saat melihat namanya Sebuah tempat yang sering didatangi anak bini Dipenuhi oleh emosi-emosi semu Hanya untuk terlihat intim—setidaknya bukan tempat untuk anak gadis yang terus menatap layar ponselnya tanpa henti "Darimana kamu tahu aku ada di sini?" Dia memberikan aku kepingan lakban yang ternyata masih tercecer Saat itu aku memperapikan koleksi buku harian, ya, dengan upaya untuk tidak melihatnya lagi Supaya aku tak jatuh kepada rasa ingin membaca ulang semua tulisanku Sial! Pasti dia mengawasi aku "Apa tujuanmu kesini?" Air mata berderai dari kedua matanya yang bulat Seolah akan mengujarkan sesuatu dari mulutnya, dia hanya diam Mungkin bukan diam, tapi mengoceh dengan kata-kata yang tak dapat kucerna Kugenggam telapak tangan nya—sungguh kecil dibanding milikku Dia masih saja menangis tanpa henti Untuk segala tenggang rasa yang aku tahan kepada anak-anak, kali ini cukup iba rasanya "Ayo, lah, aku hanya ingin merokok di sini" Entahlah, enyahlah Aku juga harus beranjak pergi dari sini Lapangan tenis kosong yang dihiasi dedaunan repih
0
Jan 23, 2021
Jan 23, 2021 at 5:50 AM UTC
Sebuah Paradigma yang Diterima Begitu Saja
Hari ini dia datang lagi Dengan gaun kuning tanpa lengan Rambutnya dibelah dua dan dikepang dengan dua warna karet rambut yang berbeda pada tiap-tiap ujungnya Senyumnya manis sekali "Dasar anak cantik" Dia tersenyum semakin lebar sambil menawarkan aku setangkai balon Sepertinya balon itu baru saja digelembungkan Aku menggeseknya dengan kuku yang baru saja kupotong Aku pikir dia akan mengernyit, entah kenapa dia malah tertawa "Kemana saja kamu selama ini?" Tertulis sebuah nama restoran yang kukenal pada balon itu Jelas bukan tempat makan favoritku Karena aku tak terlalu antusias saat melihat namanya Sebuah tempat yang sering didatangi anak bini Dipenuhi oleh emosi-emosi semu Hanya untuk terlihat intim—setidaknya bukan tempat untuk anak gadis yang terus menatap layar ponselnya tanpa henti "Darimana kamu tahu aku ada di sini?" Dia memberikan aku kepingan lakban yang ternyata masih tercecer Saat itu aku memperapikan koleksi buku harian, ya, dengan upaya untuk tidak melihatnya lagi Supaya aku tak jatuh kepada rasa ingin membaca ulang semua tulisanku Sial! Pasti dia mengawasi aku "Apa tujuanmu kesini?" Air mata berderai dari kedua matanya yang bulat Seolah akan mengujarkan sesuatu dari mulutnya, dia hanya diam Mungkin bukan diam, tapi mengoceh dengan kata-kata yang tak dapat kucerna Kugenggam telapak tangan nya—sungguh kecil dibanding milikku Dia masih saja menangis tanpa henti Untuk segala tenggang rasa yang aku tahan kepada anak-anak, kali ini cukup iba rasanya "Ayo, lah, aku hanya ingin merokok di sini" Entahlah, enyahlah Aku juga harus beranjak pergi dari sini Lapangan tenis kosong yang dihiasi dedaunan repih
Continue reading...
32
Rumah joglo di tengah sawah. Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini. Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki. Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu. Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka. Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur. Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu. Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya. Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu. Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana. Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang. Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku. Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu. Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Malam Malam, Ubud
Mcdonald says A jimmy wis lost in Auld Reekie 'n' sae asked a polis boaby is thare a B& Q in Leith? ' n' th' polis boaby said Na bit thare is a D & E in Dundee. We hud a roar 'n' Finch bought th' neist round o' drinks. A scotsman wis in a taxicab whin th' driver said Th' brakes dinnae wirk 'n' we ur gaun doon th' road 'n' ower th' cliff. Sae th' Scotsman said If ye cannae stoap th' taxi at least stoap th' ruddy meter. Ah laughed bit he juist sat thare wi' that straecht goup o' his smoking his *** wi' care.
0
Mar 12, 2021
Mar 12, 2021 at 4:33 AM UTC
Wha McDonald Said.
Sejenak kita tunda laju lalu-lalang kendaraan yang kebingungan di kota kecil yang mulai penuh sesak. Menghentikan bising suara mesin di kepala. Memejamkan mata dari keriuhan yang rumit dalam saku. Menggantung gaun-gaun yang telah lama tak kita baringkan. Barangkali kita terlalu sibuk melupakan. Terlalu berusaha menjauh dari diri sendiri. Mungkin kita ini tak pernah tersesat pada dunia yang menyesatkan siapa saja. Tersedak tawa oleh lelucon yang mencekik mimpi-mimpi. Kita terus berlari tanpa tahu arah, kebingungan dan gelisah. Seperti kereta kuda di taman bermain yang sepi pengunjung. Kita terus saja berbicara tanpa pernah merasa. Seperti suara klakson yang meraung-raung di kota yang semakin sibuk. Kita terlalu berapi-api memperdebatkan apa saja. Terus berteriak dan terbakar. Terlalu sering menertawai, tanpa tahu lelucon sesungguhnya. Tanpa tahu upacara kematian telah dipersiapkan di akhir tawa.
0
Aug 1, 2020
Aug 1, 2020 at 12:21 AM UTC
Undangan Pesta Untuk Orang-Orang Kesepian.