Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"haru" poems
Palembang 2 Januari 2012 Mark, Kamu adalah satu-satunya orang yang buat ku kesal sepanjang akhir tahun Membuatku selalu ingin menangis, Bila ku dengar suaramu, Bila ku lihat raut wajahmu Tetapi Mark, Kamu juga orang pertama yang hadir di awal tahun baru Membuatku tersenyum bahagia Membuatku menangis haru
0
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:54 AM UTC
Untuk Mark
Serasa haru , campur bahagia , sedih , kesal senang juga . bercampur menjadi satu ketika aku mendengar bahwa sahabat tercintaku akan menikah dengan kekasih pujaannya . Haru kenapa? Terharu saja , disisi lain aku kagum akan usahanya memperjuangkan cintanya trhdp org yg dia cinta sejak bbrpa tahun lalu. padahal , jika boleh menengok kebelakang , kisah cinta mereka terbilang sangat rempong . Yaaa... beberapa kali sebut saja novi kerap menghubungiku utk meminta petuah2 apa saja yang bisa membuat dia gak cemburu buta lagi hanya karena si cwoknya ketemu mantan via jalur reuni . Dan kesalnya adalah , mereka menikah dengan jalan pacaran . Padahal , Dalam islam tdk menganjurkan pacaran ,meskipun kegiatan itu sudah menjadi budaya seluruh dunia . Tidak melihat dari sisi buruk . aku hanya bisa mendoakan saja , agar ALLAH memudahkan segala hajat . menjadikan kalian sepasang suami istri yg saling mencinta di dunia sampai meggapai jannahNYA . Semoga Bahagia selalu sahabatku NOVI APRIANI ,
0
Mar 6, 2015
Mar 6, 2015 at 4:09 AM UTC
^_^
Segenap usia t'lah ku pegang. Namun, akankah telepas? Usia akhir hampirkah dekat. Apakah raga akan terbunuh? Cintaku belum tergapai. Bisik hasut baik, terngiang di telinga. menyerukan kata indah tentang cinta. Agar ku tak merasa terikat usia. Belum lama ku cicipi dunia. Akankah kandas bagai tergilas. Tiupan angin menjadi puing. Terbakar api menjadi debu. Nyawa kini menjadi asap. Tak berguna tanpa cinta. Menangis haru karena suara indah. Dan tersenyum bahagia bermimpi cinta. Created by. Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:55 AM UTC
Usia
Mata itu membiru duka lama yang menderu Badai dan lindu mengantar jasad tubuhku Terbilang sudah berapa kali kau dan aku berjanji Diantara pagi haru dan sedikit isak tangis merdu Aku suka kala kau menangisi canda tawa terbawa pula hawa panas diantara kata berlalu Rapat-rapat tak ada dalam bisik-bisik mayat Sedepak dari liang lahat berpijak, jemari kaki peti-peti mati digusur pergi Lelah lelaki itu bertelingkah Membuang gelas yang telah dituang Meracau melampau dari batas kewarasan Disana dia merumput maut, meraut ribut Pergi pulang membaur diantar lalu lalang kabut
0
Nov 16, 2016
Nov 16, 2016 at 12:39 PM UTC
Diantar Pulang Kabut
Kebanyakan orang tinggal bersamanya, saya tidak. Seperti bisa memasak, tapi tidak terlalu pandai seperti Ibu. Selalu lebih, kadang lebih asin, kadang lebih hambar. Pernah saya membencinya, sebelum saya tau isi hatinya. Memaafkan adalah hal yang sangat luar biasa, entah ada mantra apa di dalamnya, namun setelah itu saya merasa sangat tenang. Dia bilang bahwa saya mirip dengan seseorang. Katanya, dia persis seperti saya saat kecil, rambut tipis agak ikal, hidung, bibir dan matanya, katanya persis seperti saya. Saya menangis, entah sedih, sakit, senang, atau haru. Saya tidak pernah diajarkan untuk membenci seseorang, sekalipun yang sudah menghancurkan saya. Sudah saya bilang, bahwa ada mantra ajaib dibalik kata maaf. Bisa saja saya membencinya, namun saya tidak memilih hal itu. Bukan hanya saya yang terluka, dia juga lebur.
0
Jun 1, 2019
Jun 1, 2019 at 5:28 PM UTC
Hal yang baik
Pada tiap bait puisiku berisikan lantunan merdu perihal dia dan suka. Larik-larik sajaknya dirancang manis menyurat rasa yang tersirat. Pada tiap bait puisiku kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu membuat aku gugup melulu. Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata tuk ramu gugupku jadi haru. Pada Rabu di sorenya bernada, mendera, bergelora berbicara perihal harinya yang gembira.
0
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Dirancang Manis
Aki for Autumn, Haru for Spring. I hate karaoke, Because I can't sing.
0
Mar 2, 2019
Mar 2, 2019 at 12:10 AM UTC
karaoke w/ friends
Suatu hari saya akan bertanya kepada kamu, apa yang menjadi ketakutan terbesar kamu? Saya sadar, kamu terlalu idealis. Saya tidak berpikir kita akan menjadi hebat bersama karena kita sempurna tetapi karena kita cacat. Anehnya kita masih saling mengerti satu sama lain. Suatu hari saya akan bertanya kepada kamu, apa itu cinta? Dan kata-katanya akan membuat tubuhku kaku, mengapa kamu begitu takut mencintaiku? Suatu hari kita akan bertemu lalu saya akan bertanya kepada kamu, apakah kamu ingin tahu apa yang selama ini saya pikirkan? Kamu ketakutan lalu mengacaukannya. Suatu haru saya akan menemui kamu lalu saya akan bertanya, mengapa kamu meninggalkan saya? Kamu tidak bisa menjawab lalu kembali bersembunyi.
0
Apr 26, 2019
Apr 26, 2019 at 4:39 PM UTC
Kepada Kamu
Hancur tak selalu lebur Jika hanya meradang Karang yang teguh Tak selalu gagah Hingga masanya runtuh. Hancur tak selalu lebur Saat kamar kecilmu Dijejali oleh, Beribu-ribu partikel biru Haru, kau nanti Hingga mereka bereaksi Bersenyawa, Dengan tawa dan bahagia Takjublah Pada sang karang Yang akhirnya menangisi Kenangan
0
Apr 16, 2016
Apr 16, 2016 at 6:31 AM UTC
Beribu-ribu Partikel Biru
She thought she was one step ahead But life was passing her by She believed in the fairy tales Thinking she was the princess But someone else was sporting the crown She said she never cried But here she is In front of him Sobbing violently Because now she knows The truth And it's ugly as ever
0
Feb 8, 2011
Feb 8, 2011 at 6:09 PM UTC
Haru Haru
ada rasa haru, mungkin rindu saat ku pejam mata karena disitu, sentuhmu membelenggu dekapmu masih erat kecupmu masih di bibirku memori yang berputar berlari secepat angin yang merambah rambutku saat ku terduduk diboncengmu aku tidak memandang kebelakang aku tidak akan memandang kebelakang namun sejumput rasa tertinggal tak ingat untuk dibawa pergi bersama pisahmu dan kini yang tersisa, hanya belaka
0
May 28, 2018
May 28, 2018 at 2:02 PM UTC
Rambah Belaka
Sick and tired Of myself Never to you Never us Haru haru It tasted bitter So very bitter Bitter us No one Nothing Knew nor realising Only mattress and pillows Thru days and nights This ain't bending It's breaking Beautiful sunny Yet we felt cold When it's winter All you felt was hole In the crowd Wanting us Not alone Yet our hearts are lonely Here Now Today
0
Dec 26, 2017
Dec 26, 2017 at 8:44 PM UTC
Haru haru
5-7-5 Haiku version: Boku no haru, de tenki ha ii desu, hajimashou ka? (Eng: My summer Where the weather is good Let us finally begin?) 5-7-5-7-7 Tanka version: Boku no haru de tenki ha ii desu, hajimashou ka? Hana o sakimasu. Mitteru yo, hayaku! (My summer Where the weather is good Let us finally begin? The flowers bloom Come see this, quick!)
0
Jul 28, 2019
Jul 28, 2019 at 10:45 PM UTC
My Summer Haiku (Haiku + Tanka)
In the quiet of the empty streets, With shadows long and wide, A friend appeared with wagging tail, To stay right by my side. While the world was full of worry, And days seemed dark and long, Haru brought a gentle joy, A love both pure and strong. With every bark, a hint of hope, Each wag, a silent cheer, Through every storm, we found our way, With Haru always near. Now as the seasons slowly change, And the fear begins to fade, I know the love we shared those days, Is the best we ever made.
0
Aug 27, 2024
Aug 27, 2024 at 10:58 AM UTC
Haru