Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Kemudian jarak
Dan kursi-kursi
Bersitatap
Kemudian jarak
Dan kitab-kitab
Luak
Bersua
Kemudian jarak
Dan tinta-tinta
Kemudian—
Aih, haruskah?
Kemudian jarak
Dan hitam-putih
Berdusta
Kemudian jarak
Dan serat-kayu
Bertandang
Kemudian ia;
Semenjana
"Apa benar, khayalan bisa menjadi kenangan sekuat kenangan dari kenyataan?"
Aku berandai-andai menanyakan itu pada Tuan
Lalu sekiranya Tuan bertanya, "Puan, perihal apakah gerangan?"
Akan kujawab, "Tuan, tak sadarkah kita terjebak?"
Tuan bergeming.
"Tuan, jika saja kau tahu; perihal kita tiada sederhana”
Not yet,
my delicate soul
trapped in chaos
darkness and silence

I keep came back
to the same chapter
over & over again

Help me
to run away
from these
crossroad of destiny card

Freedom
Joy
Peace
where can I find it

Lead me
o angel, my guard
my Father sent
under the bright blue sky
where the ocean meets the stones
inject me with holy ghost

with a slight panic
I will find
comfort in chaos
not knowing exactly what I will get.
unpleasant
yet comforting & exciting
300519 | 15:23 PM di ujung laut panti semawang sanur, anginnya kenceng bnget, matahari cerah menembus kacamata hitamku, anginnya jernih biru muda dan hijau toska kalem, bisa kelihatan pasir yang teraduk-aduk dan beberapa rumput laut kering yang terbawa ombak, aku dikelilingi banyak kapal parkir.  Monolog by Pamungkas on repeat. Sedang menikmati sakitnya, hubungan yang terurai. Aku terus bertanya, meskipun kelakuannya buruk, kenapa belum juga lukaku sembuh. Bersyukur atas cantiknya laut pada Bapa.
Us
Raguku telah kau hapus
Namun bungkammu sendiri yang membuatmu mampus
Tak terkesan serius
Mana kutahu kau mau berlabuh atau lanjut terus
Kamu kira aku jenius
Kau saja telah berhenti mengurus
Tiada perhatian, peduli, ataupun aplaus
Gelagatmu tandus
Payah kau, si rakus
Secuil sesal ini membius
Sayangnya tak ada rumus
Hanya bersisa putus
Ah sudah pupus
Tak mau lagi ku terjerumus
Kamu tetap jadi kultus
220519 | 2:54 AM | Kost's A
I can't sleep, feeling awful, incessantly listening to Sal Priadi's melancholist songs with tears running down my cheeck. I'm triggered again, my trauma. This is just how my body cope with a broken heart. Maybe it's just how my oxytocin levels fell down to the floor. I can't stop thinking why you put me in this unfair situation, hurts me, ypu playing victim, making a simple thing that can be fixed easily, massive. In instance you said I am the one who cause this relationship to end, without asking me why I did the thing I did. But yea, whatever, I believe God's way is for good future.
f Mar 4
Terimakasih Jakarta
saya bersyukur. Sore itu ada kesempatan
dimana,segelas susu cokelat dan secangkir kopi susu,bertemu di hiruk-pikuk Jakarta
kali ini saya berterimakasih karena macet Jakarta. Seakan-akan waktu berhenti untuk mempertemukan kita.
Kalau saja kau sempat.
Pandang,
bagaimana mulut ini bisa saja menegur,
tersenyum?
Tapi otak membeku bungkam bagai impuls macat karena motor neuron salah menghantar ke jalur yang tak seharusnya

Aku coba pulang,
balik bak kala kau amati
sosokku yang periang dan sayang
Bukannya aneh waktu dulu semua lihat ku dan kamu serupa kawan tanpa ada salah tingkah didalamnya

Ceritakan sekali lagi bagaimana diriku yang dulu
Agar aku kembali,
jadi kita,
aku yang mudah,
kau yang tak ada apa-apa.

Tiap pertama bertemu,
doaku kutak lagi buat kesalahan yang sama.
Semata-mata memang karena,
kau teman yang begitu berharga.
Seorang teman bercerita, bagaimana sulitnya menjaga tingkah di depan orang yang kita kagumi. Saat bertemu, terkadang bisa tertawa berlebihan atau acuh tak acuh sehingga dikira angkuh. Ya itu namanya cinta. Debarannya jauh lebih dahsyat dirasa dari apa yang terlihat dari luar. Sampai saat ini pun aku tak tahu solusi untuk ini semua. Ya nikmati saja.
LJ Feb 2018
Simulan nating magbilang
Simula isa hanggang walo

Simulan nating bilangin ang bawat patak ng ulan
Kung saan tayo masayang nagtatawanan
At hindi pa nababahiran ng kahit anong
Sakit at pagdududa

Simulan nating bilangin ang mga bituin sa itaas
Kumikinang, nagbibigay liwanag
Sa mga mata **** nanlalabo na
At alam nang hindi na kayang ituloy pa

Simulan nating bilangin ang bawat pahina
Ng isang kwadernong punong puno
Ng masasayang alaala,
Ngunit isa na lang masakit na nakaraan

Simulan nating bilangin kung ilang beses tayong
Naging tayo, simula nang magtapat kang
Ako'y iyong gusto

Simulan nating... kailangan pa ba nating simulan?
Masisimulan ba ang mga bagay na alam ****, magtatapos naman?
Masisimulan ba ang mga bagay, kahit hindi ka sigurado,
Ay alam **** hindi naman tatagal?

Simulan nating itanong,
Bakit ako?
Bakit hindi na lang iba ang sinaktan mo?
Bakit hindi na lang yung isang babaeng umiinom ng kape sa gilid
O kaya'y nagbabasa ng libro sa kabila.
Bakit ako?

"Mahal kita."
Hindi naman talaga sa pagbibilang nagsimula ang lahat
Hindi naman sa numero, o sa ulan, o sa bituin

Dalawang salita...
Dalawang salita lang at nagsimula na ang lahat
Dalawang salita kung saan ang ako at ikaw ay naging tayo
Dalawang salita kung saan natapos din ang lahat

Simulan ulit natin,

Simulan natin, sa kung ilang kataga ang sinabi mo
Nang ika'y umalis
Simulan natin sa dalawang salitang sinabi mo sa kanya
Habang ako'y hindi nagbibigay ng atensyon
Simulan natin, sa kung paano natapos
Ang nabuong ikaw at ako.

Simulan natin, hanggang dito na lang.
Rotate the number eight, 90 degrees. What would you see?
daisies May 2017
mereka adalah sebuah cerita
tapi bukanlah sejarah ataupun masa lalu,
bahkan mereka juga belum tentu
dari masa hadapan.
mereka adalah sebuah cerita yang
sedang berlaku pada saat ini juga,
tetapi di hayalan ku, di pikiranku.
mereka adalah "kita;" aku dan kamu.
kebersamaan kita akhirnya telah terwujud
meski hanya sebatas angan angan.
Ceyhun Mahi Dec 2016
Ey Devlet-i Aliye Osman'ın şairleri!
Sultanlar geldi gitti, ama sözünüz kaldı.

Ne hoş, ne şirin inceler döktünüz aleme,
Ne uzun ne uzak seneler geçmiş yazalı.

Gözüm bir divan görür, canım bir derya görür,
Gözüm baktı, okudu, canım sadece daldı.
Next page