"timur" poems
It’s been said that I couldn’t do it,
Go without a nut till the end of December.
The whispers growing louder as
The bets are growing higher,
Cause no one trust the line that
Timur has given up the nut,
Ah, let me check... yes
From the mid of November.
Am I crazy to play this game?
Cause I’m as weak as any other man.
And what can be better then a nut on
A cold morning in mid of December?
And oh my god there’s so many nuts,
Of every shape, size and color
But ****** I’m a man and I can
Give up a nut till the end of December.
But you better believe it
That the day after The Cold Sad December,
Your boy is going crazy to celebrate
The End Of No Nut December.
Nov 18, 2018
Nov 18, 2018 at 8:44 PM UTC
Terkadang raga ini lelah melangkah
Berjalan tanpa tahu pasti kemana
Apakah akan singgah sebentar di sudut itu
Atau mungkin akan berhenti di pelabuhan timur
Malam itu aku tertatih
Menahan perih dan luka
Tanpa ada satupun yang sadar
Dalam hati mengumpat watak manusia yang acuh
Namun aku juga manusia
Aku.. manusia yang tak akan pernah berhenti belajar
Walau harus merajut asa dalam sakit
Ditemani oleh temaram lampu kota aku menari
Hingga raga ini tak sanggup
Dan jiwa ini hilang dibawa angin malam
Apr 4, 2016
Apr 4, 2016 at 10:20 AM UTC
namamu akan terus mengalir dalam nadiku
bayang tentang dirimu berjalan mengiringiku
aku terus berharap kamu disini
pancaran matahari mengalahkan denyut nadiku
yang semakin lama kian memudar
mungkin aku melemah
tapi sosokmu yang berjuang di teluk sana
membangkitkan semangatku
kamulah permulaan dari pagi
aku yang di barat selalu menantikan mentarimu
ketika senja merona di langit
aku terhanyut dalam suasana bersamamu
terikat hangat di pelukanmu
Apr 11, 2018
Apr 11, 2018 at 12:24 PM UTC
Hari berawal dari matahari menari di ufuk timur, tak perlu mengucap “hai” untuk sekedar hadir. Membias dengan apapun miliknya
Tatapku kosong dengan sejumlah tanya apakah yang dibuatnya hari ini jadi perbedaan.
Semoga kita dijauhkan dengan tanya yang sukar jawabnya. Semoga hangat pagi senantiasa dipihakmu.
Selamat pagi hijau, biru, putih, bening dan zat lainnya
Jul 16, 2016
Jul 16, 2016 at 3:00 AM UTC
Ya
Langit ini terlalu indah untuk dilihat saja
Tanah ini terlalu luas sebagai sebuah pijakan
Bisakah aku melihat sisi langit lainnya?
Bisakah aku mengenal sudut pijakan lainnya?
Aku juga ingin bertemu dengan senja di langit utara
Apalagi saat fajar mengintip di langit selatan
Aku tidak dari timur
Ataupun barat
Aku ditengah.
Ditengah tengah kebingungan
Aku hanya ingin mengenal tanah di sudut barat daya
Di sisi tenggara
Menyapa tanaman dan makhluk hidup lainnya
Salahkah aku?
Aku hanya makhluk yang serba ingin tahu
Tolong, jelaskan padaku mengapa ini salah
Mengapa ini dilarang?!
Aku juga ingin menikmati sinar sang surya dari sisi yang berbeda
Apakah aku terhukum?
Aku bukan peminta
Apalagi pengemis
Tapi kali ini, bisakah kau jelaskan padaku?
Apa? Mengapa?
Nov 7, 2018
Nov 7, 2018 at 12:35 PM UTC
Venus pukul 5 pagi
Berpendar sendu di ujung timur
Hatinya meraung bergema
Lengannya memeluk kenangan yang mulai buyar
Matanya menerawang kisah-kisah lampau
Pasrah dirinya hanyut, bermuara ke alam sadar
Jiwanya hampir roboh
Beruntai-untai tali penopang mulai usang
Seutas tetap bertahan
Yang terbuat dari cintanya,
Yang dirajut oleh sang terkasih
Mengikat rohnya tetap dalam raganya
Berderai senyap air mata yang tak pernah kering
Mengecup pelan bibir yang tak mampu berkata
Membalas tatap mata yang tak pernah terlelap
Memeluk hangat tubuh yang tak lagi merasakan hangat
Menyambut lembut mimpi yang tak pernah selesai,
Mimpi yang tak ingin disudahi
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 2:46 AM UTC
Jawa Timur, Malam ke 22.
Diantara sela-sela lampu kota Madiun; Diantara suara bising motor, diantara kelap-kelip kelab malam, dan diantara gelapnya malam.
Sungguh, dimanakah kita jika masih bersama?
Sungguh, pengecut mana yang berani mengungkapkan kesalahanya?
Sungguh, dimanakah cinta saat kita berdua membutuhkanya?
Dec 22, 2018
Dec 22, 2018 at 12:06 PM UTC
Jax,Lily,Flawless,Marta,Dr.Shweta,Shiv,Neeraj,Dg.
Emeka,Miss,Jules,Bridgett,Salim, Joceyn,memoona.
Sampreeta,daud,Stephanie,Grace,No name,Eloisa.
Hijenduanao,Kauthar,Damien,Joye,Marta,Narendra.
Jolene, Perry, Freebird,Surbhi,Godawan,Ikimi,tm,
Xaela,try,S Nirmal,Astrea,Erin,Mindless,Lace,HB.
AP,Timur,Kasidee,Caterra,the untold,Melancholy.
Melanie,mckenzie, clark,beebz,sherri,bryan,bakunawa.
khaliyah,brianna,Ay2brutus,Angel-like,Maxx,Lure ***
Mike, me zeal, Kim,Kim,Maeiby,Shanath,Marshall,xallan.
Weeping Willow,Mike Hauser,Serena,AnnMarie,DavidLewis.
JenniferJohnson, itgonnamakesense,Mike Essiq,Nancy.
Olivia,Paul,Mark,Phil,PoetressBhumi and Wilyam Pax.
Here some more love you all, I pray that you are blessed.
Sep 11, 2019
Sep 11, 2019 at 5:44 PM UTC
1:50 AM, 29 Oct 2017
dunia kadang suka melucu
entahlah
aku sedang diambang bahagia
bisakah aku sebut diriku sedang bahagia?
ingin rasanya mengecup semesta
merangkul ufuk timur
dan memeluk ufuk barat
selagi memandang eloknya fajar yang berputar
lalu berucap sukur yang sebesar-besarnya
entahlah
semenjak keberadaanmu disisiku
aku
jadi selalu ingin berucap syukur
dengan tulus
dan mendalam
kulihat lagi langit malam
sekarang kuingin meresap kedalamnya
dan ingin berkata
kumohon jangan biarkan dia pergi
ternyata aku memang bahagia
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 9:54 PM UTC
Vine aquí
como escribo estas líneas,
sin idea fija:
una mezquita azul y verde,
seis minaretes truncos,
dos o tres tumbas,
memorias de un poeta santo,
los nombres de Timur y su linaje.Encontré al viento de los cien días.
Todas las noches las cubrió de arena,
acosó mi frente, me quemó los párpados.
La madrugada:
dispersión de pájaros
y ese rumor de agua entre piedras
que son los pasos campesinos.
(Pero el agua sabía a polvo).
Murmullos en el llano,
apariciones
desapariciones,
ocres torbellinos
insubstanciales como mis pensamientos.
Vueltas y vueltas
en un cuarto de hotel o en las colinas:
la tierra un cementerio de camellos
y en mis cavilaciones siempre
los mismos rostros que se desmoronan.
¿El viento, el señor de las ruinas,
es mi único maestro?
Erosiones:
el menos crece más y más.En la tumba del santo,
hondo en el árbol seco,
clavé un clavo,
no,
como los otros, contra el mal de ojo:
contra mí mismo.
(Algo dije:
palabras que se lleva el viento).Una tarde pactaron las alturas.
Sin cambiar de lugar
caminaron los chopos.
Sol en los azulejos
súbitas primaveras.
En el Jardín de las Señoras
subí a la cúpula turquesa.
Minaretes tatuados de signos:
la escritura cúfica, más allá de la letra,
se volvió transparente.
No tuve la visión sin imágenes,
no vi girar las formas hasta desvanecerse
en claridad inmóvil,
el ser ya sin substancia del sufí.
No bebí plenitud en el vacío
ni vi las treinta y dos señales
del Bodisatva cuerpo de diamante.
Vi un cielo azul y todos los azules,
del blanco al verde
todo el abanico de los álamos
y sobre el pino, más aire que pájaro,
el mirlo blanquinegro.
Vi al mundo reposar en sí mismo.
Vi las apariencias.
Y llame a esa media hora:
Perfección de lo Finito.
809
There are so many that has left that will be really missed on here.
Like Kim Johanna Baker, I have not seen Bradon Nagley in a while'
God has used them and their poetry to show hope on here to others.
There are more that have Left , I miss Vicki as well she is another.
So many Gifted Poets whom worked hard at showing others Hope here.
Through their keep on pushing through in their Life and Poetry.
Still there are others that are still here sharing their poetry and caring.
I just want you all like Kristy, Pradip, Ryn,Tapiwa,H-B,Rose, Walter, Alyssa.
Valsa,Kikodinho,Jen,Logasn, Ben,Cisco,Timur,Kasidee, J Kleins, Traveler.
Wendy,Wordvango, Timothy, Marian,and many more Powerful Poets.
Nov 25, 2018
Nov 25, 2018 at 9:28 AM UTC