Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"hasil" poems
Hidup dengan segala problematikanya sejenak senang sejenak tenang sejenak buram sejenak suram Matahari bawaku cahaya Tapi aku kepanasan Hijab bawaku perlindungan Tapi aku tertutup Pohon bawaku udara Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi Ini baik tapi ini buruk. Lalu hadir kerutan ditengah keningku Melengkapi lipatan hitam mata ini Hasil semua akar-akar pikiran Bola matapun sekarang berfilter Kuingat mawar pemberiannya Gambar persembahan mereka Seluruh tumpahan merah muda itu Tapi tetap saja kabut dari belakang datang Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali - - - Mengapa begini? Terlalu banyak tapi Mengindahkan kebingungan Terbawa kelelahan
0
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Kontradiksi
Jumat, 6 Agustus 2010 Tak lagi kini kata syukur pada diriku Tak ku sadari begitu bencinya Dia Hingga kini ku diberi kesempatan Yang tak ku sadari adalah cahaya-Nya Tak lagi kini ku terpanggil untuk-Nya Tak tahu aku ada apa dengan raga Dan jiwa pun kini ku tak tahu di mana berada Hanya ocehan kasar yang terucap Tingkah laku yang berdosa saja Perenungan yang membawa hasil Namun tak sanggup aku berkata maaf Sudah terlambat dan telah berlalu Ku hanya bisa menangis sedu Dan menanggung perasaan malu Ku harap kali ini Ku mampu memanfaatkan waktu Demi hatapan dan tujuanku Mengembalikan kata syukur pada diriku Dan ku ucap syukur itu setiap waktu Created by. Aridea .P
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:44 AM UTC
... Syukur
Or nahi koi bus hum he do kahani khatam shuru hui tw mujhy dekho, batien karo kam Main or tum, kehti thi woh aankhon mein tum kho jao jo nazar aye kuch, jo tm dekho pehli mulaqat , tum dilchasp ** ankhon mein doob kar, kehti thi woh main nahi dilchasp, bs mukhtlif *** mein jo bhe kahun bs chup chap sunti woh hont khamosh, ankhon se ki sab baatien thi raat wo ik jis se juri sab he yaadien thi lagta hai ab tum se he karni faryadien thi afsoos k tab kar na ska jo karni wazahtein thi Khair teri meri thori c bhe ban na saki kyunk waqt kam tha or bigri teri adatien thi Main na bhool paoun teri jhooti hansee naa he chor paoun mehsoos ** kami ankhon me nami dil mein pyar bhe nahi yadon mein jalan or aitbar bhe nahi tum ik waqt ** jo beet geayaa mera hasil nahi par bht kuch seekh gea mere qabil nahi or mein khud ko jeet gea meri manzil nahi ** tw q me kheencha gea phir kyun kehti, mein or tum shuru hote he kahani khatam
0
Dec 3, 2017
Dec 3, 2017 at 11:42 PM UTC
"Woh"
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
0
May 17, 2015
May 17, 2015 at 10:37 PM UTC
Fatayat NU Jatim Gelar Fashion Show Batik Muslimah
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
Continue reading...
12
Khoobsoorti sadaf ki be misaal hoti hai.... Raaz hai uska jo chipa us mein ek moti hai..... Sadaf ke do pat gar misaal e miya biwi hain... Unki shadi ka rishta hi woh chipa moti hai... Naazuk magar bohot woh baareek taar hota hai. .... Jo us moti ko bana ke haar apne mein pirota hai... Lamhe se lamha judta hai to ek zindagi banti hai... Aur do zindagiyan milti hai to ek shadi ki ladi banti hai... Qadam se qadam milane mein khud ki pehchaan bhi khoti hai... Alag se rang mein rangi phir shaksiyat dono ki nikharti hai.... Azwaji zindagi ke kuch apne masale bhi hote hain... Kaanton se bhari raahon mein paththar bhi biche hote hain.... Zakhm in rahon par chal kar zaroor hasil hote hain... Tab woh dono hi to ek duje ka marham hote hain... 17 saalon mein maine to bas itna hi seekha hai.... Hai woh kaamyaab rishta mohabbat se jisko seecha hai... Sona chandi jis tarah ek aurat ko sajata hai... Pyar o ehteraam waise hi rishte ko banata hai... Wafa ka bhi to ek bohot ehm muqaam hota hai... Qaayam uske dam pe hi to aitmaad hota hai.... Kuch aise hi to daqeeq yeh uroosi rishte hote hain.... Beinteha mohabbat se jinhe in jodon ne seechein hain... 25 o 50 salon ka yeh safar e taweel mubarak ** .. Aapko yeh khoobsurat qaid e hayaat mubarak ** .. Dua karti hain "Ain" laa zawal mausam e ulfat ** Masrur rahe hayaat, har lamha pur rifaqat **
0
Sep 9, 2020
Sep 9, 2020 at 7:31 AM UTC
Shaadi ki saalgira par....(Wedding anniversary celebrations)
Aaj pyari si ek pari Mere ghar aayi ... Aaj nanni si ek kali Mere ghar aayi... Uski khushboo se mehka hai... Yeh ghar humara Beshumaar khushiyan Mere ghar aayi... Uski ankhon se roshan Hai har ek kona Lauhe mishkaat banke jo Mere ghar aayi... Humne jiske liye ki Badi mannatein thi Woh ek dua e maghbool Mere ghar aayi... Uska chehra bhula de Saare ghamon ko Yeh ek aisi basharat Mere ghar aayi... Uski pyari tabassum Zakhmon ka malham Ek nayi zindagi Mere ghar aayi... Usko dekhun to aankhon ko Thandak aa jaye Hai jo Allah ki "Neama"… Mere ghar aayi... Jaise dasht o sehra mein Rahat de waha Waisa taskeen e qalb woh Mere ghar aayi.... Tere daaman mein aalam ki Saari ** khushiyan Mere dil ki tammanna Mere ghar aayi.... ** yeh tera muqaddar Suraj sa roshan Banke chanda si murat tu Mere ghar aayi... Ae khuda tera sajda e Shukr bajaon Teri rehmat se beti Mere ghar aayi... Jaise Allah ne jholi "Ain" Teri hai bhar di Sab ko hasil ** daulat jo Mere ghar aayi....
0
Sep 9, 2020
Sep 9, 2020 at 6:46 AM UTC
Mere ghar aayi....
Tum so rahe ** jaan.... Par is dil e bechain ka kya karun jo betaabi aur behaali ki zanjeeron mein jakda hua tadap raha hai. .... Tum so rahe ** jaan.... Par is dil e nadaan ka kya karun Jo nahi jaanta.... nahin samajhta....nahin maanta... bas machal Raha hai ..... Tum so rahe ** jaan..... Par is dil e ghafil ka kya karun jo bhool Jata hai raat aur din ke adaab....us ke tareeqe...us ke harkaat...sukunaat.....bas khud hi khud woh to intezaar mein khoya rehta hai.... Tum so rahe ** jaan..... Par is dil e jahil ka kya karun jo faslon ke hudood se na waqif hai. ...is se naap tol aur hisaab nahi hota bas ghadi ke kaanton pe tak take lagaye sochta rehta hai ke is waqt ke zalim kaanton ki ghulami use kyun karni pad rahi hai . ... Tum so rahe ** jaan. ... Par is dil e Masoom ko kaise kahun ke use dharakte rehna hoga. ....Saanson ki maala ko simar te rehna hoga. .....jitna bhi mushkil ** use jeete rehna hoga. .....ke wohi tareeqa hai wohi raasta hai. ....usi tapish se guzarke use rahat e raabta e dildaar hasil hoga. ...... Khair tumhe kya pata. ..... Tum to so rahe ** na jaan.......
0
Sep 9, 2020
Sep 9, 2020 at 7:11 AM UTC
Tum so rahe **
Diamku itu sebentuk kedewasaan hasil tempaan semesta Pura-pura rabunku itu sebentuk kedewasaan bisikan suruhan semesta Jarak tubuhku yang sengaja kujauhkan itu sebentuk kedewasaan kesadaran yang ditumbuhkan semesta Mungkin bumi terlalu banyak diputari bulan mungkin juga ini jawaban doamu sampai akhirnya membawaku padamu lagi aku bisa saja menghampiri & menhakimimu atau memuntahkan segala rasa & pikiran saat itu Kedewasaanku itu bukan hanya cerdiknya lidah bertutur manis kau saksikan sendiri matangku Memang masih sedikit perih hantu kenangan buruk yang terpanggil dadakan Kedewasaanku itu adalah sebentuk ikhlas adalah bentuk penepatan janjiku bahwa tidak akan kuganggu dirimu Kau tahu tidak?
0
Mar 1, 2020
Mar 1, 2020 at 8:15 AM UTC
Bukan Tidak Bisa Bergerak
Paakar tuhje na paya mene, Tuhje na paakar bhi apna banaya mene. Meri pyaar ki raah tujh tk banayi mene, Afsos uss raah ki manzil ko tujhme na paya mene. Ki Teri baato Mei khud ko na paya mene , Tere hone ke ehsaas ko hi baate banaya mene . Mana Mei Teri zindagi Mei nahi , Par tuhjko hi apni Zindagi banaya mene. Khokar bhi na khoya tujko, Paakar khud Mei paya tujko, Bharkar aankho Mei nami, Aur leke hotho pei halki si muskaan , "TU MERA HASIL NAHI " Yeh bhi khud ko samjhaya mene.
0
Mar 23, 2021
Mar 23, 2021 at 1:25 PM UTC
Tu Mera hasil nahi !
Pemerintah Indonesia secara terang-terangan melakukan pemerasan dan perampasan terhadap sumber kekayaaan di tanah Papua. Masyarakat Papua kerap dihalangi dalam menentukan taraf hidupnya, mereka dibenturkan dengan kebijakan yang justru bertentangan dengan kebiasaan hidup masyarakat Papua. Bentuk menghalan-halangi masyarakat Papua untuk bertanggung jawab dan menentukan kehidupannya sendiri merupakan sebuah bentuk penindasan yang ditutupi dengan iming-iming kesejahteraan palsu. Hal ini hendak menggambarkan campur tangan pemerintah Indonesia dalam mencampuri fitrah ontologi penentuan nasib masyarakat Papua. Hingga kini pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang semakin memperlihatkan penindasan terhadap masyarakat Papua. Mereka dituduh makar, ditakuti-takuti, diteror bahkan hingga dibunuh! Pemerintah Indonesia layak menyandang julukan "si kejam" atas tindakannya selama ini kepada masyarakat Papua. Pemerintah Indonesia yang dengan kekuasaannya melahirkan orang - orang yg terhempas dari kehidupannya sendiri. Bagaimana bisa masyarakat Papua memulai kehidupan yang bebas, sedangkan mereka adalah hasil dari kekejaman itu sendiri? Bagaimana mungkin mereka mendukung suatu tindakan yang membawa mereka kepada kehidupan yang terindas?
0
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:18 PM UTC
Negara, Teror & kesejahteraan palsu
Sambil mengendarai mobil, aku melirik calar yang menghiasi tangan kananku. Merah seakan salah satu kucingku baru saja mengamuk. Tapi hanya aku dan sebilah pisau di kamar yang tahu itu bukan hasil karya seekor kucing melainkan binatang yang jauh lebih biadab, depresi. Lampu dijalanan berubah merah, sambil melihat sekeliling aku tersenyum mengamati hiruk pikuk yang sedang terjadi. Aku jadi rindu perasaan utuh yang lambat laun terkikis waktu dan kalimat-kalimat bernoda. "Kurang kuat iman sih" Tak ada kaitannya dengan imanku, sayang. "Mungkin cuma ada di kepalamu saja." Dan kepalaku adalah satu-satunya tempat dimana aku tak bisa lari. "Memang penyebab depresimu apa?" Karena 1095 hariku tercemar darah, puntung rokok, pecahan gelas, dan caci makian tiada henti. Tak semudah itu untuk keluar hidup-hidup dari kandang singa, harus ada luka yang aku tanggung seumur hidup. "Apakah kau gila?" Aku bukan gila, aku baik-baik saja. Hanya ada bagian di dalam sana yang mati dan tak bisa diperbaiki lagi. Lampu hijau dan klakson dari mobil membangunkanku dari suara-suara itu. Tapi ketika sudah melaju dengan kecepatan yang nyaman ada satu suara yang muncul lagi, menoreh hatiku. "Aku tak habis pikir bagaimana seseorang bisa nekat melukai dirinya sendiri sedangkan masih banyak yang bisa dilakukan" Kalau kau tak paham, tak mengapa. Tapi aku melakukan itu bukan untuk mati, aku lelah tak merasa apapun karena ada bagian di dalamku yang memang sudah mati. "Kau mirip banteng ketaton" Ya, aku marah kalau kau seenaknya menyebut aku gila. Aku terluka kalau kau seenaknya main hakim sendiri. Calar itu adalah sebuah pengingat bahwa aku masih hidup.
0
May 30, 2018
May 30, 2018 at 8:15 AM UTC
Ketaton
Sambil mengendarai mobil, aku melirik calar yang menghiasi tangan kananku. Merah seakan salah satu kucingku baru saja mengamuk. Tapi hanya aku dan sebilah pisau di kamar yang tahu itu bukan hasil karya seekor kucing melainkan binatang yang jauh lebih biadab, depresi. Lampu dijalanan berubah merah, sambil melihat sekeliling aku tersenyum mengamati hiruk pikuk yang sedang terjadi. Aku jadi rindu perasaan utuh yang lambat laun terkikis waktu dan kalimat-kalimat bernoda. "Kurang kuat iman sih" Tak ada kaitannya dengan imanku, sayang. "Mungkin cuma ada di kepalamu saja." Dan kepalaku adalah satu-satunya tempat dimana aku tak bisa lari. "Memang penyebab depresimu apa?" Karena 1095 hariku tercemar darah, puntung rokok, pecahan gelas, dan caci makian tiada henti. Tak semudah itu untuk keluar hidup-hidup dari kandang singa, harus ada luka yang aku tanggung seumur hidup. "Apakah kau gila?" Aku bukan gila, aku baik-baik saja. Hanya ada bagian di dalam sana yang mati dan tak bisa diperbaiki lagi. Lampu hijau dan klakson dari mobil membangunkanku dari suara-suara itu. Tapi ketika sudah melaju dengan kecepatan yang nyaman ada satu suara yang muncul lagi, menoreh hatiku. "Aku tak habis pikir bagaimana seseorang bisa nekat melukai dirinya sendiri sedangkan masih banyak yang bisa dilakukan" Kalau kau tak paham, tak mengapa. Tapi aku melakukan itu bukan untuk mati, aku lelah tak merasa apapun karena ada bagian di dalamku yang memang sudah mati. "Kau mirip banteng ketaton" Ya, aku marah kalau kau seenaknya menyebut aku gila. Aku terluka kalau kau seenaknya main hakim sendiri. Calar itu adalah sebuah pengingat bahwa aku masih hidup.
Continue reading...
20
Mare Hayaat Ka Hasil Ha Tare Dar Ki Zeaarat Gungashat Se Lafzoun Mein Khuli Mehdhat Ki Besharat Nukta Bhi Gawara Nai Tare Naam Ke Sahat Khalik Ne Ajab Rakhi ha Tujh Mein Taharat Ranjash Mein Dooba Ha Mera Khoof e Dil Ab Dil Pe Bhi ** Jaaye AAQA Ki Enayaat Dil_o_Jigar Kiyoun Lafaz Kushan Hain Mare Amjid Ko Bhi Hasil ** Tare Dar Ki Sahadat.. Mare Hayaat Ka Hasil ha Tare Dar Ki Zearaat.... . Share mare hi the..
0
Nov 18, 2017
Nov 18, 2017 at 1:43 PM UTC
Mare Hayat Ka Hasil ha
yay jo haal hoa sare- shaam hi, siyah dasht -o- garibaan hoa, Mjhay hasil naan tha jo kamal bhe, Wo bay-sabab shikasta -o -jaan hoa.. aay rahbar -e-zindagi, yay kaisi taveel tar raat hai, Naan amaan mili, naan hi koe imtihaan hoa!! Wo jo pamaal kar gay meray khwab ko, us hashar-e- jaan ka kia samaan hoa; Yunheen gard main liptay bujhay khayal, Shahr say jaanay ka yun ihtimaam hoa! Yay rang nhn saraab hain,yay ehsaas say door paar hain, Meray bayrabt say tootay pyaar main,Jo hoa tou bass yunheen hoa!!
0
Feb 19, 2019
Feb 19, 2019 at 11:56 AM UTC
.........
Umeed Waise tho bahut chota sa shabd hai umeed, lekin --kisi ke liye zindagi jeene ka sahara ban jata hai tho kisi ke liye zindagi main kuch hasil karne ka junoon..!! _________________________________ Translation.. HOPE.. Hope!! Though it's a small word.. But, For some it becomes a support to live a life, And for some it becomes a passion to achieve something in life. Sparkle in Wisdom
0
May 27, 2018
May 27, 2018 at 8:50 AM UTC
UMEED/HOPE
SEMESTA, DALAM, JIKA MERUJUK, MAKA BERTANAH, HASIL, JIKA BUTUH INTI, KEPADA HANGTUAH, BILA, MERATAP, HIM. RAYAKAN VISUAREKAN #1 * FORM, SHAPE, ADALAH BENTUK⊙
0
Sep 24, 2019
Sep 24, 2019 at 4:43 AM UTC
OKLASASADU