Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"beri" poems
waktu itu kita jalan keluar malam-malam awalnya sedikit hangat didalam ruangan yang temaram lalu kita melangkah keluar, dan dinginnya malam buat semuanya menjadi suram sepertinya angin kencang menjalar dengan kejam malam menjadi bisu, sambil berjalan pun kita berdua diam lalu kamu menunjuk-nunjuk bangunan dengan lampu-lampu dan dinding kayu sepertinya hangat disitu, kalau tidak salah kamu bilang begitu saya setuju dengan kamu saya selalu setuju dijalanan kecil kita melangkah kesitu buru-buru didalam sana udara dingin sudah tidak terasa lagi dengan hati yang riang saya pilih coklat panas dari menu yang kamu beri kata orang coklat bisa menghasilkan hormon endorfin bisa membuat hari yang sedang bermuram durja menjadi tersenyum kembali lalu saat itu coklat panas sudah ada didepan saya saya sentuh pinggiran gelasnya hangat saya minum perlahan-lahan sedikit demi sedikit, tanpa tergesa-gesa sengaja karena tidak terlalu besar ukurannya kalau cepat habis bagaimana? lama kelamaan habis, semuanya juga akan habis saya ingin gelas kosong bekas coklat panas ini tidak digubris tapi akhirnya pelayan itu datang dan mengambilnya sambil tersenyum manis kehangatan kembali terkikis dan menipis kita kembali berdiri dan keluar menelusuri malam yang dingin kembali bergelut dengan angin ingin saya bawa satu gelas coklat panas itu lagi tapi dia akan membeku seiring berjalannya waktu, mungkin tanpa suara, saya tahu kamu mendengar tanpa cahaya, saya tahu kamu melihat tanpa kata, saya tahu kamu mengerti maka, terimakasih untuk ‘coklat panas’ nya. mungkin bisa kita seduh kembali suatu saat nanti Jakarta, 27 Desember 2012 (puisi ini bukan tentang apa-apa. puisi ini tidak berarti apa-apa. puisi ini tidak ada yang mengerti selain saya dan satu orang lagi. puisi ini tentang sebuah Rahasia)
0
Feb 13, 2013
Feb 13, 2013 at 12:59 AM UTC
coklat panas
waktu itu kita jalan keluar malam-malam awalnya sedikit hangat didalam ruangan yang temaram lalu kita melangkah keluar, dan dinginnya malam buat semuanya menjadi suram sepertinya angin kencang menjalar dengan kejam malam menjadi bisu, sambil berjalan pun kita berdua diam lalu kamu menunjuk-nunjuk bangunan dengan lampu-lampu dan dinding kayu sepertinya hangat disitu, kalau tidak salah kamu bilang begitu saya setuju dengan kamu saya selalu setuju dijalanan kecil kita melangkah kesitu buru-buru didalam sana udara dingin sudah tidak terasa lagi dengan hati yang riang saya pilih coklat panas dari menu yang kamu beri kata orang coklat bisa menghasilkan hormon endorfin bisa membuat hari yang sedang bermuram durja menjadi tersenyum kembali lalu saat itu coklat panas sudah ada didepan saya saya sentuh pinggiran gelasnya hangat saya minum perlahan-lahan sedikit demi sedikit, tanpa tergesa-gesa sengaja karena tidak terlalu besar ukurannya kalau cepat habis bagaimana? lama kelamaan habis, semuanya juga akan habis saya ingin gelas kosong bekas coklat panas ini tidak digubris tapi akhirnya pelayan itu datang dan mengambilnya sambil tersenyum manis kehangatan kembali terkikis dan menipis kita kembali berdiri dan keluar menelusuri malam yang dingin kembali bergelut dengan angin ingin saya bawa satu gelas coklat panas itu lagi tapi dia akan membeku seiring berjalannya waktu, mungkin tanpa suara, saya tahu kamu mendengar tanpa cahaya, saya tahu kamu melihat tanpa kata, saya tahu kamu mengerti maka, terimakasih untuk ‘coklat panas’ nya. mungkin bisa kita seduh kembali suatu saat nanti Jakarta, 27 Desember 2012 (puisi ini bukan tentang apa-apa. puisi ini tidak berarti apa-apa. puisi ini tidak ada yang mengerti selain saya dan satu orang lagi. puisi ini tentang sebuah Rahasia)
Continue reading...
37
Jika aku berdosa Tuhan Hati tak ingin disalahkan Karena jiwa yang serakah Telah terbelah menjadi dua Ingin hati terbang ke Surga Apadaya terbelenggu senja Mentari panasi dunia Bagai raga ku yang mulai gersang Tuhan... Tolong... Teriakan ku memohon Hujanilah raga ku yang gersang ini Beri tanda jiwa yang asli Jiwa keras bagai karang Terhempas ombak baru mengalah Jiwa lembut bagai awan Terhempas angin baru tersadar Sadar akan 2 jiwa yang terbagi Begitu berbeda bagai langit dan bumi Amat berbeda bagai air dan api Ku sadari, aku manusia yang Munafik Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:39 AM UTC
Munafik
*take me to your serenity.. so you feel joy in the deserted .. give me a privilege  and a name .. in order to reign in your heart and in it excite plump body .. can't run and hide from the conscience  .. could not bear the will of passion flame .. the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt .. i want to give a bear hug  to a small shoulder and  crushing the faithfully .. creeps passionate embrace your body with longing coals .. kissing  your thin lips deeply  until it burn your desire.. **** your tongue wild  until unsatisfied romance .. licking strong passion in your chest until bubbling subsided .. shake your wild fantasy to  spoiling you with endless fondling .. your night is ocean impression that never fade.. wading and paddling memories together .. beautiful, warm and whole in your arms..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ hadirkan aku dalam heningmu agar tenang engkau dalam sepi.. beri aku sebuah gelar dan nama.. agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu.. tak dapat nurani untuk berlari sembunyi.. tak sanggup kodrati diri memikul rasa.. lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa.. inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu.. mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan.. melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai.. menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi.. merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi.. menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut.. menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan.. malammu adalah  samudra kesan tak berpudar.. mengarungi  kenangan dan mengayuh kebersamaan.. indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
0
Dec 26, 2013
Dec 26, 2013 at 7:11 PM UTC
copulate with conscience
*take me to your serenity.. so you feel joy in the deserted .. give me a privilege  and a name .. in order to reign in your heart and in it excite plump body .. can't run and hide from the conscience  .. could not bear the will of passion flame .. the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt .. i want to give a bear hug  to a small shoulder and  crushing the faithfully .. creeps passionate embrace your body with longing coals .. kissing  your thin lips deeply  until it burn your desire.. **** your tongue wild  until unsatisfied romance .. licking strong passion in your chest until bubbling subsided .. shake your wild fantasy to  spoiling you with endless fondling .. your night is ocean impression that never fade.. wading and paddling memories together .. beautiful, warm and whole in your arms..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ hadirkan aku dalam heningmu agar tenang engkau dalam sepi.. beri aku sebuah gelar dan nama.. agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu.. tak dapat nurani untuk berlari sembunyi.. tak sanggup kodrati diri memikul rasa.. lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa.. inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu.. mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan.. melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai.. menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi.. merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi.. menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut.. menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan.. malammu adalah  samudra kesan tak berpudar.. mengarungi  kenangan dan mengayuh kebersamaan.. indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
Continue reading...
34
Pertengahan tahun aku kenal dia Tepat saat kenaikan kelas 9 Ku berteman dengan nya Hingga kami menjadi sahabat Ku beri dia segalanya Termasuk contekan Saat ada masalah sama guru Aku membelanya Hingga awal bulan tahun kedua Kami terus bersama Seiring waktu berjalan Ku masih baik dengannya Ku selalu menjaga perasaannya Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua Aku konflik dengannya Ternyata sahabatku selama ini Seorang munafik yang berkata lebay Ku sedih, ku kecewa, ku marah! Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi SELAMANYA
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:10 AM UTC
CURHAT
Katanya langit akan berbintang malam ini, "Pulanglah dalam remangmu dan duduklah termangu. Berdoalah menghadap langit; jika sungguh kau berdoa, barulah ia akan berpijar." Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa jadi doaku yang kurang hening. Bisa jadi aku salah merapal namamu dalam doa. Katanya, langit akan berbintang malam ini. Katanya juga, kau akan pulang, kembali ke dalam remangku. Aku lihat langit. Aku intip karam malam dalam diriku. Di langit tak ada bintang. Di gelapku tak ada kau. Di doaku sajalah namamu disebut-sebut sekian kali. Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa saja mereka berbohong, dan aku tak akan pernah tahu. Seperti dahulu, kau beri aku bintang. Dahulu bintang cumalah batu.
0
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 9:15 AM UTC
Redup
Temukan aku, cari aku Hancurkan aku, remukkan aku Caci diriku hinakan jiwaku Buat aku berlutut menangis di hadapanmu Hempaskan tubuhku rebahkan kepalaku Lakukanlah, hancurkan diriku. Tapi ketika saatnya tiba Ulurkan tanganmu, raihlah kepalaku Berjongkoklah, sentuh pipiku Elus rambutku hapus air mataku Tundukkan kepalamu, dekatkan ke telingaku Bisikkan padaku sebuah kata dari dalam hatimu Hembuskan padaku sebuah harapan Lantunkan lagu itu, lagu kehidupan Tatap mataku, ajak aku berdiri Pandang wajahku, yakinkan aku Genggamlah tanganku sementara kau mulai melangkah Peluk erat jariku dengan jemari lentikmu Berikan hangat tubuhmu, genggam erat tanganku Ayunkan kakimu, berlarilah Bawa aku bersamamu, beri aku jalan Menolehlah sesekali ke belakang Aku akan tetap berada di sana Memandangi jemarimu memeluk jemariku
0
Aug 27, 2017
Aug 27, 2017 at 2:11 AM UTC
Kau, Rasa Sakit Sekaligus Obatku
bukalah samudra putihmu untuk sepenggal bayangan hitam ini Biarlah ia arungi pusaran ombak dahagamu Bawakan salam duka bahwa aku penuh luka Luka, yang ku balut sepenggal bayangan hitam itu. lukislah doa di pundak bayang hitam Biarpun itu kelam akan ku beri salam Akulah lukamu, di alam bukalah putihmu untuk sepenggal bayang hitam ini...
0
May 6, 2014
May 6, 2014 at 6:02 PM UTC
bayang hitamku
Jakarta, Minggu 31 Agustus 2008 Jika malam ini indah … Ku kan memuji bintang-bintang Tanpa sakit ku sementara Ku beri senyum indah tuk mereka Namun bila sebaliknya Ku kan jatuh dari langit Dan tertimpa sakit selamanya Aku kan menangis tuk mereka Dunia ku memang tak indah Bagai hancur saat bumi berputar Hati ku pun bertahan Tuk tetap indah selamanya Dan biarkan cinta Ku tunggu darinya
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:09 AM UTC
Cinta Dari-Nya
*Bila cinta sungguh hadir tanpa disadari Siapa pemegang kuasa, maha pemberi cinta, yang seenaknya beri dan ambil? Aneh benar bualan ini. Yang kupercaya cinta hadir dengan ijin sang tuan Bila ya, tinggalah ia, bertumbuh bahkan berbiak Berpupukan gombalan manis atau sedikitnya senyuman sipit Berbuahkan gelak tawa atau jika sedang sial mungkin tuaianmu sesal dan air mata Sungguh malang memang.. Ingat teman, Kau adalah tuan Bukan kau mengemis mencarinya, ia yang bertandang menumpang.. Kau cuma perlu mengenangkan, menikmati cinta..*
0
Jul 29, 2016
Jul 29, 2016 at 12:30 PM UTC
Mandat Cinta
Jumat, 1 Oktober 2010 Aku punya banyak teman dekat Mereka semua baik pada ku Tapi ada saat aku bingung Bingung akan saran yang mereka beri Yang ini bilang ACD Yang satu kembali ke ABC Yang itu bilang jangan Ada lagi yang bilang coba dulu Semua membuat ku bingung Aku berkata, dibilang salah Aku diam saja, dibilang tambah salah Ku ambil keputusan sendiri Tapi aku tak yakin Oh... Hidup memang sulit Penuh pilihan dan tantangan Created by. Aridea .P
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:48 PM UTC
Bingung %-(
Rasanya tubuhku seperti ditikam jutaan kali Ragaku,perlahan mati Rasaku hancur tak bertepi Dan kau si bajingan,yang ku dambakan Yang selalu ku beri pujian Yang detik ini masih pertahankan Tapi malah membunuh ku secara perlahan Aku benci hadirmu yang selalu membayangi diri Disaat ku mulai melangkah kan kaki Sejauh mungkin, melupakan kau Dan rasa kita yang perlahan mati Tolong,untuk kali ini Jadilah bajingan yang sedikit punya rasa baik hati Bantu sedikit aku memulihkan raga ini Bantu aku sedikit percaya diri Bahwa kau memang sudah sepantasnya tak di sisi Pergilah jauh dan tak perlu lagi kau kembali disini Rasaku sudah mati Sejak kau memilih berlalu pergi Aku benci Tapi aku mencintai
0
Jun 9, 2019
Jun 9, 2019 at 11:09 AM UTC
Kau si bajingan yang ku cintai
Aku pernah menjadi angin Menyusuri tingkap-tingkap rumahmu Membawa sejuknya pagi ke kamarmu Semilir menyentuh kulitmu, membangunkanmu Aku pernah menjadi awan Melayang-layang mengikutimu Menahan risau sampai menghitam Mendung kala itu Aku pernah menjadi lagu Kala kau menatap melalui kaca jendela Beradu dengan deru hujan Sayup menemani lamunanmu Aku pernah menjadi nada Suara yang kau beri warna Yang terus kau latih Selalu kau nyanyikan Aku pernah menjadi naskah Cerita indah di balik luka Dan kau adalah ratunya Drama yang kau pentaskan Aku pernah menjadi malam Dingin namun memberimu kebebasan Mengakhiri harimu yang lelah Menemanimu terlelap
0
Sep 8, 2017
Sep 8, 2017 at 5:10 AM UTC
Pernah
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
kita bertemu dikala petang dua jari saling bersilang aku minta izin bertualang kau beri restu penuh sayang dengan itu ku bertualang tak peduli akan halang rintang semua halang aku terjang dan diujung senja aku menang wajah penat berganti riang sang aku menjadi sang petualang semua halang kan ku kenang untuk diceritakan kepada sang sayang sebelum sang senja hilang kupenuhi janji untuk pulang dan dikalau aku datang aku disambut sang mata berlinang
0
Mar 2, 2019
Mar 2, 2019 at 12:49 AM UTC
MAMA
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
0
May 19, 2018
May 19, 2018 at 9:51 PM UTC
Self Love
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
Continue reading...
24
Lunas sudah selepas kutelusuri segenap frekuensi relatif tak bersisa aksiku menghadang dirimu. Bukan khayal angsa anggunku satelit jiwa kala lampau heranku dibuatnya gamblangnya usaikan cerita. Benarkah kesembronoanku? Dambaku, kau tanya nalarmu. Buram rekamanku namun tak lagi ada inginku berceloteh per kau lempar ke kolong tak beri sela kompromi. Mustahil pudarkan rasaku, hanya pikiranku, luruh binasa. Setakar janjiku, ini kali terakhir aku datang padamu. Makasih ya Kini, aku berhenti mengugat walau tanganku bergetar pelak Tuhan buat yang baik menyeruak kutenang, tak lagi koyak, toh jika baik, kembali dipersatukan kelak. demikianlah. akhirnya kulepas juga genggamanku.
0
May 21, 2019
May 21, 2019 at 5:38 AM UTC
"Apalagi?"
putih warna duplikat hatimu merah merepresentasikan perasaanmu biru unsur yang menyertaimu setiap hari, cerah! kuning, tebaran keceriaan yang kau percik selalu jingga, warnamu yang selalu kurindu kau membuatku sejuk, dengan hijaumu merah muda adalah gambaran kasih yang kau beri akutak sedang memuji pelangi tak juga coba memikatnya aku tak sedang menjual kata tanpa sadar, orang ini sedang mendeskripsikan dirimu kau tak perlu tersipu apalagi coba untuk membalikannya cukup saja dengarkan jika tak senang, bolehlah tutup saja telingamu
0
Aug 21, 2017
Aug 21, 2017 at 12:48 PM UTC
warna
Kosong lagi hampa Apalah artinya rasa Penuh luka lagi derita Bahagiaku telah direnggut masa Sepiku yang tertinggal sisa Sedihku tidak tersirat Dukaku tidak tersurat Hatiku telah patah arang Apakah keajaiban akan datang? Apakah rasa akan kembali terulang? Apakah kau akan pulang? Berkhayal aku di antara temaram senja Menikmati luka yang tlah kau beri cuka Pernah aku sedikit bertanya, masih adakah rasa tercipta? Pernah aku sedikit bertanya, masih bisakah kau dan aku bersama?
0
May 6, 2018
May 6, 2018 at 3:09 AM UTC
Rasa
Dalam perjalananku berburu sepi, Tuhan beri aku dua ramai lebih dulu. Datang sebagai anak burung _lovebird_: Peanut dan Carrot. Hari-hari penuh riuh paruh mereka beradu, Bisa berarti mereka kelaparan, sedang melempar gurauan, atau an-an lainnya. Dalam perjalananku meramu sepi, Tuhan ambil kembali satu ramai dariku. Pulang terbang satu anak burung _lovebird_: Peanut.
0
May 17, 2022
May 17, 2022 at 2:13 PM UTC
Melepas Peanut
Semesta, kok akhirnya begini sih? Aku seperti tidak bertujuan Tujuanku seolah dihancurkan Aku hanya ingin menjaga hatinya Tapi kenapa sulit ya? Dia membuat jarak yang terlampau jauh Tak bisa aku sebrangi Kabar tidak akan lagi ku dengar Nyamanku tidak akan lagi ku tunjukkan Dia memintaku berhenti perlahan Ya, aku ingin berhenti Tapi, hatiku masih ingin mencoba Tolong jangan buat aku bingung dengan kebingunganmu Mintalah aku pergi agar aku benar-benar pergi Dan tolong jangan beri harapan lagi
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:37 AM UTC
Sakit hati
Tentang kamu yang sedang tenggelam dalam ambisimu Aku disini masih menunggu kabar Sejenak aku tak ingin memaksa Tapi hati ini butuh kepastian Jawab panggilan semesta ini ya Karena aku tahu batasku Tidak punya hak untuk meminta Tidak punya cerita untuk diprioritaskan Hanya menonton sandiwaramu dari jauh Bilang bahwa kamu mencoba Tapi hatimu bahkan tak beranjak Aku bingung harus bagaimana Hujan ini terlalu deras untuk diteduhkan Tolong cepat kembali Beri hati ini kabar Ada mahluk yang akan mencurinya
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:33 AM UTC
Kebingungan