Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
bara tubuhku
satu nafas, tikaman di perut
tapi bukan dari luar
bukan dari luar

cairan menjelma jadi belati
satu tegukan ramuan rempah sakti
rimpang agung warisan bumi pertiwi
jemari kuning si mbok hadir membukti
hangat jamu kuning pekat nan wangi
meresap, dinding terkikis
rasanya jantung diri digenggam keji

kini terlepas dari ragaku
sebegini ampuhnya
hingga ia menyerah luruh
sewaktu-waktu berdalih biasa saja
itu hanya gumpalan darah biasa
tidak ada yamg mengambil jiwa secara paksa
maklumkanlah
tubuhnya saja belum terbentuk sempurna
itu hanya gumpalan darah biasa
240919 | 00:09AM, kecemasan yang itu-itu lagi, perkara kesiapan, lamunan imaginasi tentang ada atau tiadanya makhluk kecil di tubuh manusia. Para wanita umumnya tahu persis kecemasan bisa diselesaikan dengan pelancar datang bulan.
aziza Aug 25
Garis-garis senja yang tegas
duduk tenang di depan
rayapan manusia,

mencuri dengar insan-insan
yang menyiangi dosa-dosa mereka
dengan pengakuan-pengakuan suci.

Pengakuan mereka mengepul
bersama asap keretek
yang kemudian membubung,
menggema sampai ke surga.


Matahari tersenyum manggut-manggut,
menyimak khidmat,
hingga rona kemerahan menjelma gelap
seperti lebam.

Pengakuan dosa-dosa yang murni,
lembut dan tak ternoda seperti bayi.
Mereka diampuni
agar insan bisa mendosa lagi.
Ann P Jul 31
Pahlawan
Terima kasih
sudah menyelamatkan aku
dari kesedihan ini
Pahlawan
Terima kasih
sudah membangkitkan aku
dari keterpurukan tiada henti
Pahlawan
Kau sungguh hebat
Hanya dengan suara dan karya mu
Berjuta orang sorak bergembira
Pahlawan
Kau sudah mati
Karena kau bukan malaikat
Sama seperti diriku
Manusia hina
Pahlawan
Kau sudah mati
Akan ku kubur jasad mu dalam jiwa ku
Akan ku peluk erat arwah mu
Jika orang bertanya tentang dirimu
Akan ku bisikan
Pahlawan ku sudah mati
Iblis memanggil nya
Bukan Tuhan
berhenti sebentar
amati tangga kehidupan
beberapa melesat kencang
beberapa berleha-leha
beberapa meronta terpenjara
bersandiwara mencengkram erat muslihat
beberapa berhenti berkoar
betah hanya memandang 1 arah
acuh membangun bata perbatasan
agar ujungnya jiwa tak lagi rapuh

kulihat semuanya budak
diantara kerumunan manusia
golongan batasnya
pendapatan pengeluaran
semua saling bertukar jerit
"memangnya kau siapa?"
220719 | 8:51 AM di kamarku, kamarku sendiri, masih di kota kesayangan Bandung, mau ke Majalengka airport. Tuhan jaga keluargaku amin.
Diksimerindu May 9
Jiwa yang berlalu lalang
Dibawah ratusan ataupun ribuan
Payung hitam yang mengembang
Berlindung dari jeritan nestapa
.
Hanya tersisa kantuk yang menguap
Di sepanjang trotoar jalan
ataupun dalam kemacetan
dan asap rokok yang mengepul
di pinggir halte bus yang ramai tak jelas
.
Sesekali, seseorang akan menoleh
Dari jendela mobil dan berkata
"Aku tak melihat apa-apa"
Lalu tenggelam dalam sinisnya
Diantara bising klakson mobil
Ataupun kesibukan siluet kota
.
Layaknya seperti papan reklame
Yang terpampang nyata
Dengan warna monokrom
"Selamat datang bagi pendatang baru, dan Selamat tinggal."
Moonity Jun 2018
Andaikata aku adalah seekor burung
Terbang membentangi praja
Menapaki ribuan ruang impian
Melekang langit senja nan dekat
Tak akan kulakukan

Andaikata aku adalah seekor burung
Yang tentu ialah
Aku rindu dengan potret otentikku
Kedua kaki, kedua tangan, akal dan pikiran

Andaikata aku adalah manusia
Menyandang kedua sayap putih bak malaikat
Tanpa lelah, tanpa sakit, tanpa keluh
Peran satria menjaga fisik juga hati
Angan jauh sebab manusia itu aku

Andaikata aku berjaya nanti
Ada di puncak emas dengan berlian sebagai udaraku
Seraya senyum lagak hormat
Akankah aku merindu sosokku yang sederhana kala itu?
—untuk aku yang berusia 24 tahun, aku yang meninggalkan semua kenangan dan tumbuh menjadi sosok tegar dan kuat. Semoga sukses adalah takdirmu.
NURUL AMALIA Aug 2017
aku mencoba memahami
setiap isyarat yang terbentuk
menerjemahkan tanda- tanda
pada tiap tiap elemen yang ada
menafsirkan tak semudah itu
teoripun wajib diacu

belum, aku harus menyelam lebih dalam
ini belum cukup untukku
aku masih haus akan pengertian
bagaimana ini bisa?
bagaimana itu bisa?
akupun masih terus menggali
untuk ku tuai jawaban

semua punya maksud dibelakangnya
warna, gerak, ujaran, tulisan
bahkan titik dan garis
aku mencari arti dalam arti
mengupas tanda didalam tanda

ini tentang makhluk berbahasa
aku, bahkan tiap insan punya identitas
ada makna yang harus kusampaikan
ada arti yang harus dipahami
aku memang bukan ahli
tapi ku mau pelajari
untuk para pecinta semiotics, yang suka dengan tanda tanda yang butuh pemahaman atau penafsiran dalam perspektif yang lain, sama halnya menerjemahkan cinta yang mendekat padamu, hati hatilah kamu akan sedikit bingung mengartikannya

— The End —