Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
White Lily Jul 2019
End
Semua begitu suram,
Semua begitu kelam,
Semua begitu buram.
Kupu-kupu tak lagi berkumpul di kebun,
Lebah tak lagi menghasilkan madu,
Burung tak lagi berkicau merdu.
Ditanyakan pada alam,
"Apahal semua ini?"
Ditanyakan pada malam,
"Apa yang terjadi?"
Ditanyakan pada siang,
"Mengapa seperti ini?"
Tapi percuma saja,
Semua hanya bisa membisu.
Bagai abu sisa bara yang masih menyala.
a daydreamer Nov 2018
Aku ingin kembali ke dalam kesunyian,
Ada ketenangan yang tak pernah membosankan,
Dan juga diriku yang amat sangat tenang.

Tapi, suara di atas sana berbisik,
Aku harus kembali saat waktu sudah menjelang senja,
Menghadapi realita
Penuh drama
b Aug 2018
aku ingat
semua yang pernah kita lakukan
minum teh hangat
semua canda tawa ku lepaskan

aku ingat
apa yang pernah kau lakukan
perkara manis yang sudah lewat
kini lagi kau coba buktikan

aku ingat
apa yang aku lakukan
menelan akibat
diam terhanyutkan
Moonity Jun 2018
Bahkan hembusan angin berbahana
Dua tiga pasang jiwa bercakap
Tertawa pun berteriak
Bila mata terpejam tenangnya
Alam tak lagi bisu

Kau dan aku
Mengunci tatapan dan suara
Kita adalah bisu
Diam dalam kesunyian yang kekal
Debaran jantung berdetak sepi
Jangankan seulas senyum
Mata saja enggan berbicara
Lantas satu di antara kita akan sadar
Diam juga bagian dari percakapan yang tidak berujung.
—kali ini aku akan menyerah dengan persoalan akhir tidaknya tali yang melingkar di tangan kita.
Zharfa Zhafirah Nov 2017
Aku terdiam
Dalam hati kuberteriak namamu kencang
Melawan rindu yang tak dapat terucap
Memendam rasa yang tak dapat terungkap
Menggantung asa yang tak dapat terbalas
fresh-outside Jun 2017
Banyak hari telah kita lewati bersama
Aku mengamatimu cukup dalam, entah dengan kamu
Dari mulai caramu membuka mata setelah bangun dari tidur,
Caramu memperhatikanku ketika sedang berbicara,
Caramu tertawa ketika aku mengatakan sesuatu konyol,
Dan hal-hal lain yang kuanggap obat dari segala masalahku.
Aku tahu, kita dekat bukan dalam hal lumrah dalam sepasang manusia yang saling memiliki rasa cinta.
Aku hanya mengagumi.
Menjadi pengagummu adalah pilihanku.
Mencintaimu dim-diam hanya sebatas itu kuasaku.
Tak meminta apa-apa darimu
Bahkan ketika rindu meminta temu.
Maaf jika aku menjadi pengagummu
yang mungkin membuatmu merasa bersalah akan hal itu,
Tapi tak apa.
Asalkan kau baik-baik saja, akupun begitu
Terimakasih pada waktu yang telah memberikan kenangan cukup indah tentan aku yang bersamamu kala itu.
AM Aug 2015
Justru inilah yang tak pernah bisa ku pahami;
kamu mengenal aku seperti belakang tanganmu sendiri
kamu itu selalu memiliki pilihan
untuk jadi bahagiaku di siang dan malam
atau buatku tenggelam dan tersesak dalam dinginnya diam
namun pilihan kedua selalu menjadi pilihan favorit mu
pun kamu tau bahwa dulu itu menjadi alasanku tinggalkanmu
Dalam derasnya diam tersimpan
Simfoni penuh keindahan
Tak terungkap sejuta makna
Terjebak di antara kedua hasta yang saling meraih
Serta kedua visi yang saling berdalih
Semesta bersuara dengan frekuensi yang
hanya kedua insan saling memahami
sunyi.

— The End —