Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
veritas Oct 2019
Si la dia pudiera dormir mientras
el cielo la cantaba su historia,
O si la noche quisiera despertar
Con el oro reluciente en sus ojos―

El mundo se marchitaría por sus pecados.
Si tuvieran un amor brillante que
No era cubierto por los rituales,
ni la luna viuda que ya espera―

Todo se hubiera como infinito.
Pero inseparable el uno del otro
en formas que podían destruir la causa

Que sostena su belleza inmortal―
Que no solo morirían en el mundo,
Pero en tiempo, en espacio, y en la memoria.
algo que escribí mientras estaba en 12th grade
I think the dead always get
The last laugh


I worried so much
Over so many things
When it was always
Going to work
Itself out

In the end
End
Poor
Yorrick
Lia Oct 2019
Skin, soft and fragile as marigold petals
Bones thin as papier-mâché
Holding the shape of a person I love
Holding together our bodies of clay

Candles, dimming light behind the eyes
Weary wind slipping through parched lips
Sweet and weak the voice of a person I love
Spirit readying voyage on vanishing ships
All people are like grass, And all their glory is like the flowers of the field; the grass withers and the flowers fall, but the word of the Lord endures forever.
Bau mu seolah padang basah pagi masih aku ingat.

Wangian kereta mu seolah bayu senja masih menikam jiwa.

Tali leher pemberianku masihkah engkau simpan?  

Kerana aku di sini menangis tiga pagi merinduimu.
aku masih berharap kepada kamu.
tolong kirimkan salam aku pada dia
tanpa memberitahunya salam itu daripada aku
kalau dia meneka nama aku
maka beritahulah aku
tapi kalau dia sudah menyebut nama lain
makan diamlah,
aku akan faham.
siapa?
I
suka benar aku pada sesuatu tempat
hingga aku berjanji akan datang semula
tapi kali itu dengan kamu.

II
aku bawa dia kesemua tempat yang aku mahu bawa kamu.

III
walaupun ketika dia bersama aku,
aku masih pikir betapa gembiranya kamu jika kamu ada bersama aku.
kamu suka benar matahari terbenam.
aku tidak jujur.
SenjaBercerita Mar 2019
Aku yang diantara
sebagai pelipur lara
bercanda tawa
dengan dirinya

Aku yang diantara
kuamati wajahnya
lantunan nadanya
kuingat senyumnya

Aku yang diantara
ingin kusimpan dirinya
sayang hanya sementara
sekarang kau kembali padanya
Dewipramesti Nov 2018
Hai
Cerita yang telah terurai
Air mata yang jatuh membingkai
Senyum yang mungkin menyertai
Alunan nada yang selalu ku dengar

Tak akan aku lupa begitu saja tentang mu.
Terimakasih untuk selalu disini
Setelah semua yang pernah kita lewati.
Masih tergambar jelas diingatanku
Bagaimana senyumanmu
cara mu menenagkanku
hangatnya pelukanmu.
Dan terkadang dalam diam mu saja tampak mengagumkan.
Beruntung untuk bisa mengenalmu

-Dari aku, yang selalu merindu
Madelynn Nieves Sep 2018
‪She danced on graves‬
‪In dark reverence‬
‪Throwing a party for the dead‬.
Reveling in the beauty,
Of each delicate sculpture,
‪Her fingers traced the edges...‬
‪Memories long gone,‬
‪but in the souls
Of those who loved them.‬
‪Twisted smile‬,
‪Longing for the day‬,
‪When she too‬,
‪Rests eternally‬.
Next page