"memecah" poems
Palembang, 11 Januari 2014
Ini kisahku
Kisah mengharu biru
Tentang aku yang tak berkawan
Di pulau perantauan
Ini ceritaku
Cerita yang terekam waktu
Tentang seorang anak Hawa
Yang mati tapi bernyawa
Alarm berbunyi, memecah sunyi
Aku diam di sini, sendiri
Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga
Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan
Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni
Aku masih merenungi, siapa jati diri?
Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin
Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi
Esok hari penting, tak ingin ku langkahi
Kemarin hari sendu, birkan berlalu
Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa
Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:57 AM UTC
Selamat pagi
Aku kira hari ini berbeda
Aku kira hari ini kita berdua
Akan kembali
Bersatu lagi
Tapi venus pergi
Meninggalkan hampa
Dan secerca air mata
Kamu berkata ingin berhenti
Untuk sementara
Selamat pagi
Mungkin tadi hanya mimpi
Tentu saja tidak
Semuanya asli
Semuanya benar terjadi
Seperti ombak yang memecah karang
Rusak dan terhanyut
Ke dasar laut
Aku tenggelam terdiam
Dan engkau berlari pergi
Selamat malam
Cukup sudah
Aku tidak ingin hariku lagi
Selamat malam
Bangunkan aku
Bila kamu tlah kembali
Oct 8, 2016
Oct 8, 2016 at 12:16 AM UTC
Hati sang dewi kembali pulih
Tak lagi pedih, tak lagi perih
Berbumbung cinta bertirai kasih
Berambang cita suci bersih
Sang dewi setia menanti
Sang bulan mengambang di malam hari
Sebagai teman penyejuk hati
Menghapus sepi yang memakan diri
Bisikan malam bulan dan dewi
Memecah sunyi dari langit ke bumi
Berjanji setia sehidup semati
Selagi bulan mengambang lagi
Sep 26, 2015
Sep 26, 2015 at 2:23 PM UTC
Palembang, 20 Januari 2013
Rasanya kalau sudah bicara denag-Nya,
Seperti menempelkan goresan luka di hati dengan hansaplas
Pedih, tapi lekas sembuh
Tak berdarah, tak berbekas
Rasanya kalau selesai mengadu pada-Nya,
Seperti membersihkan darah yang menetes dari ujung jari
Perih, dan darah kan berhenti
Luka tertutup kembali
Rasanya kalau belum menghadap-Nya,
Seperti menunggu pengumuman juara kelas di sekolah
Detak jantung berirama kencang
Perut mual bak naik Halilintar
Malah tangis memecah
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 10:02 AM UTC
Setiap hari, aku mengintip dirimu dari kaki-kaki langit
Melihat parasmu, yang melumat kewarasanku
Dan akhirnya samudra akan memecah 'kita' menjadi kepingan 'aku' dan 'kamu'
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:29 AM UTC
Hening, pikirku
Aku sendiri di kerinduan malam
Bunyi kota malang melintang di pikiranku
Suara penyanyi jalanan memecah sunyi
Hening, pikirku
Aku sendiri di gelapnya ibu kota
Bunyi senyap pedagang memekik di telingaku
Suara hentakan kaki berirama melawan arus
Hening, kataku
Aku sendiri tanpa arah
Bunyi dentuman keras degup jantungku
dan
Suara muramnya hatiku memenuhi pikiran
Hening, ku terdiam
Bisingnya ibu kota malam ini
Itu semua untuk mengitung harapan
Seberapa besar kesempatanku untuk bersamamu
Sampai aku mengabaikan gemilangnya malam ini
Sampai aku melupakan kesempatan lainya
Bising, aku tersadar
Aug 7, 2017
Aug 7, 2017 at 9:35 AM UTC
coba jelaskan lagi
waktu itu saat kau bilang sesuatu
hatiku sulit mencernanya
seperti kalimat kiasan yang coba kumaknai
ada apa dibalik tirai itu?
lihat aku malu
angin menertawakanku
aku ingin mendengarnya lagi
suara dari hatimu
waktu itu suara mobil memecah pendengaranku
aku tatap saja bingkai itu
nadiku berletup cepat
lalu kau tersenyum
Aug 21, 2017
Aug 21, 2017 at 9:05 PM UTC
deburan ombak bersatu dengan asa
namun tak memecah karang pengharapan
serbuk- serbuk pasir adalah partikel kecil impianku
tak apa diinjak- diinjak
karena untuk menjadi langit
aku masih terlalu awam
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 7:21 PM UTC
Haiii... sapaan mentari pagi hari
Tampak seorang gadis sedang menyoroti secercah kilauan matahari
Barangkali ia sedang menghangatkan hatinya yang sempat membeku
Langkah demi langkah ia menulusuri jalan
Berharap kebekuan segera terpecah dari dalam dirinya
Seolah mata air mengamini harapnya
Germercik air sungai memecah kebekuan
Bagaimana tidak, air itu ikut berisik
Semesta tahu ia adalah gadis periang
Ahhhh gadis, senyummu membangun harap yang sempat mati
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 11:02 PM UTC