Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"lilin" poems
Palembang, 11 Juni 2012 Debu ini sudah lengket, tak bisa hilang Meski ku usap dengan kain dari ulat sutra Angin sudah terlanjur tertiup Aku tak sempat lagi tuk pakai penutup Petir sedari tadi mengamuk Aku hanya bisa bersembunyi di bawah selimut Banjir belum juga surut Hujan tak pernah berhenti sedetikpun Lampu belum juga padam Padahal lilin dan api telah aku siapkan Aku sudah siap menekan tombol Stop Padahal lagu masih panjang untuk dinyanyikan Aku belum juga tertidur Padahal aku sudah menentukan mimpiku Aku masih terjaga menunggu pagi Meskipun malam belum akan berakhir
0
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 10:45 AM UTC
Menyesal
Ulang tahun singkat ku Ingin ku rayakan di Surga-Mu Yang indah penuh warna pelangi Yang panjang, ku harap bagai usia ku Ku yakin kamu tak kan tau Hari ulang tahun ku Namun, melihat senyummu dari jauh Adalah hadiah terindah di Hari Ulang Tahun ku Kue tinggi tidak ada Lilin pun tak menyala Hanya ku tusuk di atas tanah Ku ucapkan harap ku selamanya
0
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:58 PM UTC
Ulang Tahun Ku
Inderalaya, 27 Agustus 2014 Aku putus asa di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan Di saat aku sedang sibuk menyemangati orang lain untuk bertahan Tepat di saat aku berceramah agar mereka terselamatkan Aku membela orang lain padahal aku sendiri seorang tahanan Aku sendiri tak mampu untuk mengembalikan kehidupan, hanya berangan Melewati waktu tanpa batas yang membuat aku tersesat di jalan Dengan berani ku telusuri labirin tak berujung di hari tak berawan Aku mampu menjadi lentera orang lain, di jalan gelap di ujung perapian Namun aku tetaplah lilin yang tak berapi, angin meniup api dan angan Aku masih tetap menjadi tahanan yang ingin terbakar di ujung perapian
0
Aug 26, 2014
Aug 26, 2014 at 10:29 PM UTC
Di Ujung Perapian
Pernah aku melihat sebuah keikhlasan dari gugurnya daun pohon jati itu Relakah dia meranggas untuk menghargai waktu. Pernah aku melihat sebuah kerahasiaan dari kata-kata manis seorang ibu Matikah dia menangis untuk menjadi hantu. Tapi seumur hidup aku baru melihat sebuah kejujuran, dari ujung jarimu Yang membelai untaian benang biru kusut, tanpa keluh Berpeluh namun tak mengenal sendu Lalu apa artinya ikhlas tanpa rela ditengah rahasia tanpa kata dibasuh hujan air mata yang tak jatuh Membasahi rona merahmu *Doa kita sampaikan pada awan Nimbus dan bintang Polaris Berharap, berdua kita mendapati senyap Bersama nyala lilin.*
0
Oct 9, 2016
Oct 9, 2016 at 3:30 PM UTC
Merelakan Senyap
Disana, Diantara bisingnya kerumunan kota, Aku berdiri sejenak, Mendengar alunan musik mengendus sajak. Beberapa pasangan mata menoleh, Menutur, menyinyir, Mengikuti bayangan dosa lama Yang telah tenggelam, Dilahap oleh manisnya senyum Dan tawa para badut malam. Lepuh, rasanya. Lilin-lilin yang menginduk di kulitku kian meletih Teriak pedih tak kunjung hari Terhambur sudah harapan palsu ini.
0
Jan 19, 2018
Jan 19, 2018 at 10:53 AM UTC
Kecemasan Tak Kunjung Kala
Setelah kesekian kalinya, Dia berusaha Di sudut nyala lilin kecil Dia dapat kembali menangis Terisak hingga kelelahan Mengeluarkan semuanya Dan jatuh tertidur Wahai puan, Berapa lama topengmu itu kau gunakan? Tak apa jika kau ingin bersedih, Tak apa jika kau ingin marah, Tak apa jika kau merasa dunia ini tak adil Jangan mengunci dirimu, Terdapat langkah kaki yang ingin menemanimu diluar sana Persilahkan lah Untukmu, Tolong jangan memenjarakan diri sendiri
0
Dec 13, 2018
Dec 13, 2018 at 10:10 AM UTC
Kepada Puan Bertopeng
I thought having a cigarette break would allow my heartbeat to return to a standard clip so I stepped outside and had one or five smokes. The winter night was crisp and it was cold and the air I returned to it was polluted and poisonous. Noticing a star in the sky I decided to follow it and it took me to Greenland and there I met a beautiful little boy who told me it was time for him to go home. He invited me into his home. standing on the doorstep like a succubus, his mother greeted me with sanguine lips and rosy cheeks. After dinner they told me it was time for me to go home and so I followed the first star that caught my eye and it brought to the place where we fell out of love and there on the ground I found a circle of wine bottles that sparkled, containing their dry fluid they beckoned me to sip and harshly I did. The trees barked and the bark whispered and the willows never wanted to be alone again and so I drank and I drank and I drank until my body was full of heat. I followed the smallest star I could see and it brought me to your back porch. Covered in snow and ***** from the winter clouds I stood, not ready to knock but more than ready to see you. I sent out an invitation to you, via the wind and you answered with a demonic growl telling that all is well and I should not be treading here. Softly and solemnly I returned inside to the place I was before, smelling of cigarettes and apathy. Distraught, she asked me where I had been and I told her I saw an old acquaintance outside and just needed to recollect.
0
Nov 18, 2013
Nov 18, 2013 at 8:29 PM UTC
Happenings Part Four (Lilin)
I thought having a cigarette break would allow my heartbeat to return to a standard clip so I stepped outside and had one or five smokes. The winter night was crisp and it was cold and the air I returned to it was polluted and poisonous. Noticing a star in the sky I decided to follow it and it took me to Greenland and there I met a beautiful little boy who told me it was time for him to go home. He invited me into his home. standing on the doorstep like a succubus, his mother greeted me with sanguine lips and rosy cheeks. After dinner they told me it was time for me to go home and so I followed the first star that caught my eye and it brought to the place where we fell out of love and there on the ground I found a circle of wine bottles that sparkled, containing their dry fluid they beckoned me to sip and harshly I did. The trees barked and the bark whispered and the willows never wanted to be alone again and so I drank and I drank and I drank until my body was full of heat. I followed the smallest star I could see and it brought me to your back porch. Covered in snow and ***** from the winter clouds I stood, not ready to knock but more than ready to see you. I sent out an invitation to you, via the wind and you answered with a demonic growl telling that all is well and I should not be treading here. Softly and solemnly I returned inside to the place I was before, smelling of cigarettes and apathy. Distraught, she asked me where I had been and I told her I saw an old acquaintance outside and just needed to recollect.
Continue reading...
55
Lihat.. Kamu hanya berdiri seorang sendiri Tak takut dan tetap berani Bahkan api merah itupun melelehkanmu Angin menyentuhmu dengan lembut Tapi itu akan membunuhmu Namun kau masih bahagia Kau menerimanya dengan senang hati memutuskan dengan percaya dirimu Memberikan cahaya di tempat yang gelap dan dingin Kamu rela dibakar habis Meskipun kamu sudah tahu bahwa kamu .. Tidak akan mendapatkan apapun, mungkin hanya sakit yang kau dapat Bahkan kamu tau akan dilupakan dan lenyap Tapi ini adalah pilihanmu Ingin tetap diam atau bertindak Memberikan cahaya ajaib pada kegelapan ..
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:05 PM UTC
sebuah lilin
Seberkas cahaya di bawah lambaian sinar mentari Bermodal keberanian menembus sunyi Redupmu sungguh berarti Tergores pada catatan takdir yg terpatri Engkau lilin kecil sang penerang hati
0
Jan 11, 2019
Jan 11, 2019 at 9:03 AM UTC
Lilin
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
I encounter him When I'm sleeping I thought it was a dream That I'm just lusting Its incubus He's dangerous ****** *********** with him to feed his sin
0
Jul 27, 2017
Jul 27, 2017 at 11:32 PM UTC
My lilin
Now that I'm settled into another night of this unsavory gloom, impending doom, well-marinated in the bitter songs my ex wrote about me I can start thinking of all the little ghosts of men I've washed off of myself in the powder room, some of which still linger in my sheets and in messages, in empty whiskey bottles and cups of sour wine, and some of which I keep around to remind myself how lonely I've managed to remain. My ex-lover's voice is straining now, but in spite of the comfortable familiar sound of his wailing, I only miss the parts about him I've made up with silver lining. And I'm deadly close to making up solid bodies to those little ghosts, too. Most of whom should stay swirling deep in the toilet, or covered in latex in the dustbin. But I take a pill every day and ignore the many messages. I hug a soft loneliness and hold seances on the weekends, bury my dead feelings in a pillow as I scream their several names, swallow them whole but dribble and fill lines at night only to cleanse myself of their remnants in the morning.
0
Apr 9, 2018
Apr 9, 2018 at 10:50 PM UTC
Lilin
Lilin telah nyala Musik telah berirama Inikah saatnya? Tanpa diminta ia datang Aku yang tak menutup pintu, pasrah Ia berjalan di alur kerangka kepalaku di setiap sudut batinku Abu abu, tapi bahagia Lilin padam Musik berhenti Tapi mengapa dia tak pergi? Tolong, waktu mu sudah habis Kau bisa pergi, jejak abu Jangan takut Aku tidak lupa dengan keabu abuannya Aku hanya tak bisa berpikir Mengapa dia memilih menjadi jejak abu?
0
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 2:20 PM UTC
Jejak Abu