Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"tuhan" poems
Jakarta, 25 Mei 2008 Kapan ku boleh ke sana Dunia terindah untuk semua Udara harum nan sejuk Tiada panas mentari yang menyengat Boleh kah aku melangkah Menuju ke pintu surge Impian semua manusia Sudikah Kau Tuhan? Bila ku pijakkan kaki di surge Merasakan hidup istimewa Penuh ayat-ayat doa Surga-Mu indah Tuhan… Bolehkah ku sentuh sejenak Merasa damai nan indah Ku mulai masuk ‘tuk selamanya
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:39 AM UTC
Surga
Palembang, 3 November Masih ingat ku di usia muda Saat ku dikelilingi ruang hampa Jari tetap menggoreskan tinta Hati tetap menerawang asa Di hati terdalam terselip doa indah Permohonan gadis kecil yang kesepian Aku berdoa tapi terus bekerja Sendirian.. Tak ada seorangpun di sekitar Merasa orang biasa tak kan mengerti Susah pun tuk diungkap Tak mampi lagi berucap Malu pun yang ada di setiap kata Berjanji kepada Tuhan Akan berbuat baik jika diberi teman Tipe yang langsung mengerti akan keadaan Dan tak harus ku ucap lagi tuk Dia dengarkan Bisa ku dengar semua sunyi Ada kejutan dibalik kesunyian-Nya Akan selalu ku nanti Soulmate Aridea Hingga Tuhan percaya aku akan membutuhkannya Created by. Aridea Purple a.k.a Erika Maya W Handoko
0
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 9:32 AM UTC
Soulmate Aridea
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
Palembang, Sabtu 8 Januari 2011 Please ... Dont! Jangan buat hidupku rumit lagi, Cinta Cukup! Sudah cukup aku mengenal mu Sekarang aku mau sendiri dulu Yang aku mau hanya memiliki 1000 Sahabat Soal jodoh, tunggulah hingga umur ku 23 Please ... Aku mohon ... Ku lelah memikirkannya terus Aku lelah tuk berlagak sok sempurna Kau kan tahu bahwa aku manusia terbodoh sedunia Tolonglah, cinta Jangan bikin rumit lagi hati ku Sudah cukup yang kemarin Di mana karena ikatan Aku berubah menjadi orang lain Cinta, bila kali ini kau bersungguh Sampaikan pada Tuhan Bahwa aku ingin kembali menjalin cinta Jika Dia memudahkan jalannya
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:30 AM UTC
Berkata Pada Cinta
Jika aku berdosa Tuhan Hati tak ingin disalahkan Karena jiwa yang serakah Telah terbelah menjadi dua Ingin hati terbang ke Surga Apadaya terbelenggu senja Mentari panasi dunia Bagai raga ku yang mulai gersang Tuhan... Tolong... Teriakan ku memohon Hujanilah raga ku yang gersang ini Beri tanda jiwa yang asli Jiwa keras bagai karang Terhempas ombak baru mengalah Jiwa lembut bagai awan Terhempas angin baru tersadar Sadar akan 2 jiwa yang terbagi Begitu berbeda bagai langit dan bumi Amat berbeda bagai air dan api Ku sadari, aku manusia yang Munafik Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:39 AM UTC
Munafik
Jumat, 1 Oktober 2010 Alangkah gembiranya aku Ingin ku tak henti tuk tersenyum Tertawa, bahagia karena mereka Terima Kasih Tuhan,,, Kini banyak yang sayang pada ku Mereka begitu berarti bagiku Yang hiasi hari-hari di sekolahku Terima Kasih Tuhan... Mereka tidak kehilanganku Mereka selalu memuat ku tersenyum Dan selalu tersenyum untukku ku Bersyukur aku atas yang ku dapat Aku sayang kalian, Sahabat-Sahabat ku... Created by. Aridea .P
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:49 PM UTC
Sahabat Ku
Yang mengutarakan salam pagi ini Hanya sesayat keheningan Dari reruntuhan nafas yang tiap isapnya Riuh dirundung rindu Perhatikan, Ini salah satu pertanda Soal dekadensi kidung Yang biasanya, tanpa kita sadari Teralun lemas tiap pagi Lembut tanpa gemericik Kidung itu bisa jadi sudah keterlaluan Bisa jadi ia terlalu sadis pada sepi tiap subuh. Senandung itu, memang benar, Sebatas bisikan-bisikan lantang Yang gemar memuja sepi dengan memporak-porandakannya, Yang gemar menghantui sunyi agar  terlelap sebelum terbit. Mungkin, kidung itu terlalu masokis Bernyanyi sendiri tanpa ada yang Peduli pada dendangnya yang kelewat mengusik Dan kelewat menggoda, sehingga semua lebih memilih Terlelap saja. Bukan berdansa. Ini salah satu pertanda Soal dekadensi kidung perih Yang biasanya teralun malas tiap pagi Menggerakkan setan-setan kecil Untuk membutakan mata dan membuat tuli dalam sekejap. Jangan berdansa. Tak ada yang peduli, semua masih tertidur. Dan itu bisa jadi salahmu sendiri. Tapi tak apa, iblis masih menyayangimu Dengan sangat manusiawi. Lagipula, seperti pagi ini, Kesunyian kembali bersila pada permadaninya Ditemani kicauan mencibir burung rohani. Selamat pagi, Senyap. Anda yakin tidak ingin bangun Dan menanggapi kidung yang terus memanggil Untuk berdansa setengah jiwa? Subuh hanya datang seterbit sekali. Tuhan hanya merindu lima kali sehari.
0
Feb 16, 2016
Feb 16, 2016 at 11:02 AM UTC
Dekadensi Kidung Tiap Pagi
Aku berdosa, Telingaku bunuh diri. Sudah baru-baru ini Aku sepenuhnya tuli Aku tak tahu lagi   Apa kata dedaunan Pada tanah yang terantuk lemas dibawah Atau ceracau yang diteriakkan Bunga keparat Untuk mayat dingin si kumbang. Bahkan di restoran tua Yang setiap sela kayunya berdarah dingin, Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan Semuanya hanya tertawa hening lalu mati begitu saja. Dan meskipun duduk menghadapmu Aku masih tak dapat mendengar Suara mengaji jam setengah mati Yang kerap menceritakan Dongeng gelap kita Dari lampau sampai me— La lala la la       lala la lala La la la la la lala            La la la lalala la la La —Lampaui Pemakaman hati yang mati dipancung Di pekarangan rumah tiap senja gulana Yah, baru-baru ini aku tuli Bisu lagi, Mampunya cuma mengumpat dalam tulis. Dan dihadapkan denganmu, Sesekali dalam terkadang Aku anehnya dapat mendengar Serintikan isak tangis yang Sama sekali tidak kita cucurkan Lalu ini semua salah siapa, Kalau aku baru tuli Lalu kamu sudah bisu? Apa memang ini dosaku? Di palangnya tertulis; Nama: Siapapun yang menangis Di sela-sela pengakuan dosa Kematian telinga gila Dan kelumpuhan bibir hambar Kita tiba-tiba melongo, Tuhan tertawa Sabar lagi bahagia, Mengisyaratkan untuk Sudah, ya, Simpul mati saja senyum satu sama lain.
0
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Pengakuan Dosa Penyair Tuli Pada Sebuah Film Bisu
Aku menangis, padahal tak ada yang harus ditangisi Aku tertawa, padahal tak ada yang harus ditertawai Aku berjanji... Tanpa tahu akankah ku tepati Aku bersumpah Tanpa tahu azab apa yang akan ku dapati Keinginan hati hanya mimpi Hati munafik padahal baik Mangapa jiwa ku terbagi? Selalu hadir bergant-ganti Jiwa keras hadir, terluluhkan oleh dia Sesal pun menghampiri Air mata curahan hati Jiwa lembut hadir, tertegur perkataan "MUNAFIK" Mengucap kata meyakini Inilah aku yang asli Mengapa jadi serba salah? Hati ku keras, hati ku lembut Selalu berakhir air mata Bertanya, dosakah aku pada Tuhan? Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:44 AM UTC
MUNAFIK
Palembang, Selasa 29 November 2011 Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan ku Terus menerus berfikir apa pantas tuk mendapatkan itu Bila berdoa saja pun aku selalu bolos Aku yang kata orang tak sadar diri Selalu dan selalu membela diri Memang iya, aku melakukannya sendiri Aku yang sedang-sedang saja Tak pintar, tak menarik pun tak beruang Masih mau bersedekah untuk batin ini juga Aku yang segalanya Segalanya bohong, malas, bodoh Hanya bisa menangis ataupun acuh seperti orang hilang Aku yang masa depannnya suram Tak berani berucap mau jadi apa Kalau mengadu pada-Nya saja aku sungkan Aku yang hidupnya menyedihkan Duduk memangku harapan Menunggu keajaiban Tuhan
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 7:44 AM UTC
Aku Yang Menunggu Keajaiban Tuhan
Kepada Kamu. Kita terlalu sama. Suka menangis diam diam. Kelihatan tegar di luar, padahal hancur di dalam. Ketika kini kulihat tawamu yang terlalu keras, aku tahu bahwa kau sedang tidak baik baik saja. Kau memang ahli bermain peran, tapi tidak di hadapanku. Cobalah hidup jujur terhadap apapun yang kau rasa. Tuhan tidak menciptakan apapun untuk sia-sia. Hidup tidak melulu soal bahagia, tapi juga sebaliknya. Itu kemutlakan yang tak bisa kau tolak. Seperti sekarang, jangan selingkuhi perasaanmu sendiri, menangislah. Sungguh, tidak ada yang salah dengan jatuhnya airmata. Airmata bukan penanda lemah, sebaliknya itu pertanda agar kau tidak lengah. Setiap kita memiliki lukanya sendiri sendiri. Juga, memiliki cara sendiri sendiri untuk memulihkannya. Airmata adalah cara lain kau berbahasa dan mengungkap rasa, ketika kau tak sanggup mengolah kata. Biarkan luka terbawa oleh setiap tetes airmata yang menitik sukarela. Terkutuklah mereka yang percaya ‘anak hebat tidak menangis’ lalu menurunkan kebijakan yang tidak bijak itu pada anaknya. Mereka pasti mati rasa. Izinkan aku menemanimu, tanpa banyak bicara, memberi petuah yang menjemukan, atau bertingkah konyol agar kau tertawa. Aku hanya akan duduk di sampingmu, menemani selama kau mau. Dan sesekali memberi genggaman, untuk menguatkan. Note: bahkan airmata adalah buah tawa, saat aku bahagia bisa menemanimu dan mendengar cerita kegiatanmu seharian.
0
Mar 4, 2015
Mar 4, 2015 at 2:40 AM UTC
Tear
Palembang, 21 Oktober 2012 Aku berjalan, menyusuri lorong gelap dan dingin Menatap lurus pada satu tujuan Pintu berukiran abstrak Tanpa kunci aku bisa masuk dengan mudahnya Tanpa kode aku lolos dari tes keamanan Aku terus berjalan, menapaki lantai yang lembap Menuju suatu benda tinggi besar yang datar Aku berhenti. Berdiam diri cukup lama Terpaku tanpa mampu berkata Aku berdiri di depan cermin Aku melihat diriku Lihat Dia! Dialah aku yang haus akan cinta Dialah aku yang menadah kasih sayang Aku berlutut dan meminta Bawa dia ke sini Tuhan Ke hatiku Aku masih terdiam terpaku Menyaksikan apa yang ada di hadapanku Berpikir, betapa bodohnya aku Aku berbalik tanpa berkata sepatah pun Dan pergi meninggalkan aku yang masih terperangkap di cermin itu Masih bisa kuubah, ucapku pada diriku Takkan ku biarkan penderitaan menyentuh hidupku, sedikitpun Aku akan berbalik dan melupakan semua Melanjutkan perjalanan hingga tugasku usai
0
Oct 21, 2012
Oct 21, 2012 at 12:49 PM UTC
Cermin Tarsah
Dulu terlihat manis dan suci Ucapan manja masih menghiasi Setelah dini menghampiri Betapa indah merasaakan cinta sejati Awal penuh kebahagiaan Hidung mancung dipadu tawa Mata indah penuh cahaya Kerlap-kerlip penuh cahaya Saat pertama aku melihatnya Ku jatuh hati padanya Ingin ku bahagia bersamanya Selalu indah selamanya Tapi, dia telah bahagia Bahkan tak tau aku di sini Menunggu datangnya cinta Walau hanya sebercak tinta Biar tersimpan dalam hati Hingga kita bertemu nanti Biar ku rangkai dulu jadi lirik Oh Tuhan,,, aku punya Cinta Dalam Hati
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:57 AM UTC
** Cinta Dalam Hati **
Palembang, 3 November 2011 Aku bersabar . . . Tetap berusaha dengan penuh harap Supaya bisa melihat wajah mereka Mendengar suara mereka Menyaksikan kekompakan mereka yang sangat aku cinta Aku tidak menangis . . Hampir, tetapi ku hapus air mata dan ku pasang senyum bahagia ku tersenyum sesekali, tertawa bersama mereka Aku tidak mengerti bahasa mereka Tapi aku mengetahui yang mereka bicarakan Aku tidak pernah bertemu mereka Tapi aku bisa merasakan mereka sangat dekat Aku tidak mengenal mereka Tapi aku sangat mencintai mereka Dari dulu hingga sekarang rasa ini tak akan berubah Meskipun aku belum beruntung Doa membantuku memberitahu-Nya Bahwa aku sangat merindukan mereka Sekarang,,, Aku sedang memandang mereka Merekam setiap kata, gerak, dan ekspresi mereka Hal terindah yang pernah aku rasakan Terima Kasih Tuhan, , , Hadiah ku datang Created by. Aridea P
0
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 11:57 AM UTC
Hadiah Ku Datang :)
Jakarta, Kamis 17 Mei 2007 Aku... yang selalu setia menunggu Walau tiada harapan untukku Namun... aku berharap semua terwujud Demi... waktu yang terus bergulir Adakah Engkau kasihan padaku... Tuhan Setiap hari... settiap waktu.... Aku... memohon... meminta pada-Mu Dengan tetesan air mata mengalir Apakah aku sanggup menunggu harapan Bila Kau pun tak memperdulikan Aku akan tetap menunggu di sini Harapan yang tak kunjung menghampiri
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:45 AM UTC
Menunggu Harapan
Di malam bulan terpotong jadi tawa, angin membelahku jadi tiga bujursangkar. Satu untuk diriku sendiri, satu untuk bibir kemaraumu, dan yang lain, mungkin, untuk dua anjing lapar yang Tuhan pelihara dalam diriku dan dirimu. Di situ, di rimbunan gelap yang padat dan waktu yang mengering, ingatan mempertemukan kita walau sebentar. Kau berlari membawa kotak yang di dalamnya mungkin adalah namaku, dan aku berlari di belakangmu menjauhi danau. Sayap-sayap yang tidur, kepala yang dinaungi tali-temali, dan jejak-jejak bernafas rapat. Bagimu, dunia mungkin masih adalah tabir yang kaku. Oh. Burung-burung dalam kepala! Itu kekakuan yang liris membunuhku. Malang, 3 April 2013
0
Jun 28, 2013
Jun 28, 2013 at 2:48 AM UTC
Aku, Kau, dan Dua Anjing yang Tuhan Pelihara Dalam Diriku dan Dirimu
Jakarta, Minggu, 13 Mei 2007 Dulu sebelum aku dan kawanku merasakan dunia Ku lewati dulu masa-masaku yang suram dan kelam Namun... setelah Tuhan menegurku Ku tinggalkan semua kebiasaan burukku Aku dan kawan-kawanku Tersentak akan suara adzan itu Kami pun mencoba menjadi orang yang beriman Kami pun terus melewatinya Sampai... kami telah menemukan rasa dunia Kami telah menjadi orang yang berkarya dan beriman Namun... kami pun tak pernah melupakan masa dulu Yang penuh kesengsaraan Semua... itu kami ungkapkan dalam sebuah lagu Yang berisi tentang suka-duka yang kami lewati dulu Semoga... cara kami ingin berbagi cerita Akan sukses dan dapat di terima semua orang
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:48 AM UTC
Kisah Ku
Ya Tuhan Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka Ya Tuhan Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri Ya Tuhan Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku Yang akan melindungiku dari bahaya apapun Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar Ya Tuhan Aku membutuhkannya sekarang
0
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 11:13 AM UTC
jodoh seperti Ayah
Jika malam berbicara mengenai cintanya terhadap rembulan Tak perlu kau berkata lagi melalui isyarat ataupun senandung Cukuplah diam dan resapi setiap kecupan diantara angin malam Dan jangan ganggu bintang karena mereka nyaman dan tenang dalam kejauhan Biarlah malam yang melengkapimu Menjagamu dalam tidurmu Pengantar untuk segala mimpimu Semoga Tuhan bersamamu sampai fajar berikutnya
0
Sep 15, 2016
Sep 15, 2016 at 5:13 AM UTC
Malam
Allah.. Allah adalah Tuhanku Oh Allah.. Dzat Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain Allah Kaulah Yang Maha Menciptakan Kau ciptakan surga bagi orang yang beriman Kau berikan rahmat kepada hamba-MU yang bersungguh-sungguh Ya Allah! Ya Tuhanku! Hambamu bukanlah teroris Hambamu hanya menyembah kepada-MU Ya Allah! Tuntunlah aku ke jalan yang benar Ya Allah! Dalam gelap kau bangkitkan aku yang putus asa -Kediri, 22 Maret 2018-
0
Mar 26, 2018
Mar 26, 2018 at 12:00 AM UTC
Allah Tuhanku
Palembang, 30 Desember 2013 Ini terjadi lagi, tuk yang kesekian kali Jiwaku terbentur batu, keras sekali Retak, hampir pecah berapi Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati Menjadi mayat tak berhati Tak mampu berfikir lagi Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini Meski kaki ini tak mampu berdiri Nafas ini tak mampu berhembus lagi Hanya satu yang aku yakini Keajaiban yang benar ada di dunia ini Rencana indah Tuhan yang lain Yang tak pernah bisa dihindari Hidup tidak selalu buruk atau baik Perubahan kecil sangatlah berarti Tuk hidupku yang sunyi Aku memang sendiri Tapi ku tak ingin sembunyi Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi aku yang memilih aku yang jalani Ini bukanlah janji Ini adalah curahan hati Keinginan yang tak mampu ku raih Namun ku jua tak lelah berlari Meraih keingnan di hidup ini Jika kalian membaca ini Tolong, hargai dan temani Aku di sini sendiri ...
0
Dec 30, 2013
Dec 30, 2013 at 2:09 AM UTC
Curahan Hati
Ini aku Gadis remaja yang sedang jatuh cinta Yang jatuh cinta kepada mu Yang bermimpi bisa memiliki mu Aku yang mengenal mu tak sengaja Yang mengagumi mu dengan seribu alasan Yang mengklaim mu sebagai makhluk istimewa Ciptaan Tuhan yang ku harap adalah jawaban Aku yang merasa bodoh di hadapan mu Yang salah tingkah ketika berbicara dengan mu Yang tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan mu Yang selalu gugup bertemu dengan mu Aku di sini.. yang berharap bisa lebih mengenal mu Yang berharap bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 9:49 PM UTC
Semua Tentang Aku
Kamu benar, aku gentar Kamu malu, aku palsu Lalu, siapa yag palsu karna malu? Hukumkah yang membuat kamu harus berbelok di setiap persimpangan? Aku tahu kamu letih memilih arah Kamu buka Tuhan yang sedang bermain teka-teki kehidupan Berhentilah dengan idealisme mu Berhentilah sejenak Duduk disampingku Menikmati senja ini.
0
Mar 31, 2014
Mar 31, 2014 at 10:54 AM UTC
Kamu dan kehidupan