Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"melodi" poems
Sifat jahat kembali lagi Hancur hidup ku saat ini Karena ucapan kali ini Dan aku pun menangis Gerah rasanya hidup ini Aku di sini hanya lirih Apa yang bisa aku akhiri Bila semua takkan terakhiri Akankah ku pergi lagi? Diam tanpa harus bicara lagi? Menangis di malam lagi? Dan mendengar lagunya kembali? Aku kangen Arlonsy lagi Aku ingat Arlonsy lagi Aku menangisi Arlonsy lagi Dan aku mimpi Arlonsy lagi Aku dengar suara dia Aku dengar melodi dia Aku dengar detak jantung dia Dan aku dengar segala tentang dia Aku menangisi dia lagi Aku rindu dia lagi Aku kenang dia lagi Dan aku ingin dia kembali
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:19 AM UTC
Aku Ingin Dia Kembali
Payudaramu Masih menatapku dengan murung Entah sudah berapa lama kupegang Mungkin ratusan ribu kali. Temaram yang dibentang Oleh lampu kecil di sudut kamar; Ranjang yang bermain melodi sendu Poster kusam mimpi hari depan Dan radio tua yang tak henti-henti Menabuh genderang yang telah hilang Semangat. Ah, siluetmu Yang bergoyang-goyang di tiup Angin asmara. Aku mencintaimu malam ini Lebih dari apapun, Bilang pada bulan Jangan berhenti bersinar Dan taburilah wajahnya Banyak-banyak cahaya bintang. Aku mencintaimu malam ini Lebih dari apapun, sampai pintu bilik di ketuk. (Batam, 17 Mei 09)
0
Apr 8, 2011
Apr 8, 2011 at 7:42 AM UTC
Ara
indahnya sebuah melodi, sebuah lagu yang berirama, sungguh merdu, sungguh syahdu. alangkah indahnya hidup ini, jika diibaratkan dengan sebuah lagu, setiap detik kehidupan, mempunyai iramanya yang tersendiri. alangkah indahnya cinta ini, seperti melodi lagu-lagu tanpa nyanyian, penuh dengan kesedihan, tetapi juga membawa kebahagiaan. tatkala perginya seseorang itu, ke dunia lain mahupun yang sama, sakitnya tidak diduga, seperti mengenggam serpihan kaca. kehidupan ini tidak dapat dibicara, dengan hanya kata-kata, ianya dapat dirasa, apabila dilalui.
0
Dec 1, 2012
Dec 1, 2012 at 4:32 AM UTC
melody
Pada hari yang baik di bulan yang baik ini; Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan; Di balik bulirnya seorang pujangga termenung; Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya: Wahai imaji hujan di masa lalu; Pernah kulupa namun mengapa belum kurela? Wahai melodi hujan di masa lalu; Kembali kau ketuk palung paling dalam; Kehalusan suara wanita yang pernah ada; Mengapa tak lenyap bersama kejatuhanmu? Apakah lagi-lagi aku berdiri pada persimpangan yang sama? Penuh kabut, memudar namun seyogianya belum sirna; Tahun demi tahun telah berlalu bersama kejatuhan hujan; Namun mengapa kesepian tak pernah berlalu? Walau kesedihan menolak segala kefanaan; Yang belum berubah menjadi sebuah kejadian; Yang menolak segala bentuk pengulangan; Apakah kekosongan merupakan bentuk realita tertunggal Yang selamanya akan terus berbahasa dalam kebisuannya? Mengapa masih aku mengaku yang tertabah; Jika musibah tak mampu melenyapkan; Segala terpaan angin rindu yang pernah berhembus? Jika segala ketakuan masih menjadi ada dalam tiada; Mengapa pernah juga kau lepas ikatan kita? Perlahan kata-kata itu meresap kepada perakaran; Sebolehjadinya ujung pena tak mampu memahami; Segala makna yang tersirat dalam rampaian puisinya; Bila kepergianmu adalah kesenduan dari berkat kehidupan; Ajarkanlah aku berdamai dengan segala bentuk prasangka; Yang datang bersama bayanganmu di kala hujan.
0
Jun 19, 2017
Jun 19, 2017 at 6:45 AM UTC
Sabda Hujan di Musim Semi
seluruh hidup, kau akan berdengung menyanyikan lagu selamat tidur ke telinga ini, dan di tempat tidur mati ini akan menjadi semua saksi.. suatu hari ku kan memuat sebuah memoar di dalam genggaman tanganmu..diiringi sebuah melodi terputus-putus dan bergetar.. mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..seperti sebuah daging yang diangkat dari sinar matahari mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..dan tulisan berakhir tanpa sebuah resolusi..sebuah revolusi sebuah kesudahan perlahan, meleleh, melebur melalui ruang dan waktu ke dalam diri lagi..kebutuhan sebuah realita akan menjadi hampa.. mereka berteriak kepada kehampaan “oh wahai kosmos, oh cahaya suci!”.. ia akhirnya belajar dari sebuah bayangan tidak hanya pada kegelapan dan kepada mereka yang tidak percaya pada sebuah proses, kelak akan menjadi akar yang busuk di dalam sebuah kandungan.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:47 AM UTC
Revolusi dalam Kandungan
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008 Ku terlahir di dunia Untuk hidup dan berusaha Ku kira, aku akan bahagia Namun ternyata tidak Ku berdoa . . . Ya ilahi … akulah dia Yang malas bekerja Yang tak mengejar masa depan Yang hanya duduk dengan lamunan Ku iri dengan gunung dan langit Lirik dengan melodi, hati dengan perasaan Karang dengan laut, angin dengan pohon Dan … kini ku sadari Akulah Manusia Bodoh
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:27 AM UTC
Manusia Bodoh
Jakarta, 5 Mei 2008 Saat ku ingkar janji Lagu mu hadir Dan aku sadari Aku pun bersedih Saat masalah datang Ku tak tau bagaimana Ku kenang lirikmu Yang indah dan ku merindu Melodi gitar dengan kunci Hasilkan nada yang harmonis Maaf, ku hanya mengagumi Sungguh hati ini cinta mati Maaf, ku hanya bisa menangis Sungguh, angan ku hanya mimpi Lagumu penyejuk hati Sadarkan aku dari ingkar janji
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:46 AM UTC
Ingkar Janji
Matahari bersembunyi dibalik langit kelabu dan tergantikan oleh awan mendung. Angin berhembus horizontal, mencium kulitku, dan meninggalkannya gemetar. Atmosfir yang hangat dan dekorasi cakrawala biru seketika berubah menjadi udara dingin yang mencekam. Melodi rintik air hujan dan kilatan petir mengambil alih langit kelabu kala itu. Aroma tanah yang terhantam rintik air hujan sedaritadi terus mengingatkanku terhadap apa yang telah aku lalui bersama hujan. Terdapat lagu dalam melodi rintik air hujan, akan terasa jika kamu sedang merindukan sesuatu. Kemeja milikmu masih aku kenakan. Bertanding dengan dinginnya atmosfir kala itu. Kamu menang. Aku hangat. Aku bisikkan beribu-ribu harapan dan rahasia kepada cakrawala mendung nan kelabu. Sampaikan pada hujan, aku berterimakasih.
0
Jun 19, 2019
Jun 19, 2019 at 6:48 AM UTC
Semesta Mendukung
Dalam kerlap kerlip dunia malam Debuman musik keras menggema dalam telinga Menggeliat diantara tubuh para adam Mengumbar buah dada Menebar wewangian erotis Menarik para lebah mendekat Jalang bukan sembarang jalang Mendesah indah hanya bermodalkan tubuh molek Selembar uang sengaja tersangkut dalam lingerine Senyuman diberikan Membuat libidoku tak terbendung lagi Mengoyak pakaian minim yang menghalang akses untuk menjelajah tubuhmu Kau mendesah lagi Melodi indah mengiringku menuju surga dunia Peluh yang menyatu malam itu menjadi saksi Betapa indahnya tubuhmu bak bidadari Kuhantam titik titik nikmat dalam tubuhmu Kau bernyanyi, nyanyian erotis terindah yang pernah kudengar Kutatap wajahmu, rona merah dan peluh menyatu Wajah sempurna Penglihatanku berkabut Sekelebat cahaya putih menyilaukan terlihat Ketika kita bersama menikmati indahnya surga dunia Benih benih janin tak sanggup kubendung lagi Kau pun mendesah lagi Ah, kau memang bukan sembarang jalang
0
Dec 30, 2016
Dec 30, 2016 at 10:38 PM UTC
MALAM
Ketika kerinduan mengumpul jadi satu Menciptakan letupan bernada Berdesir mengikuti melodi hati Mencari tahu siapa gerangan yang dirindukan Bulan menemani dalam sunyi Dewi malam memetik harpa Memainkan lagu kerinduan Jantung ini milikmu Hati ini untukmu Tak kan kubiarkan kau berpaling Wahai gerangan yang kurindukan
0
Dec 24, 2016
Dec 24, 2016 at 10:38 PM UTC
Merindu
Dari dalam diri Dali dan Dada datang menghampiri ke daftar orang-orang mati. Meyakinkan manusia manapun yang mau mendengar musik merdu melodi mimpi. Yang lalu lalang bergentayangan malang di terang liang lawang-lawang. Luapan oli di lobang lintasan lalu lintas layaknya di lorong-lorong lupa. Obrol diobral, diobok-obok oleh organisasi olahraga oportunis yang jadi objek operasi. Jalanan yang jelas-jelas jelek jangan dijadikan juga sebagai jaminan judi dan jamban di jaman sekarang. Sebab itu saudara sekalian sudah sanggup kah simpanan saudara selamat sampai sasaran?
0
Sep 18, 2018
Sep 18, 2018 at 3:01 PM UTC
Dada Manusia yang Lupa Obrolan Jalan Saudara
du er lænket til din sengs ynkelige undertrykkelse fars vuggeviser skygger for din livsglædes melodi for dæmonerne i dine drømme er kendte skikkelser djævelens afkom ser du i dit spejlbilledes selvportræt knuste glas afslører kærlighedens farve på din hud pillerne formår at trøste din angst bedre end jeg gør jeg kan ikke forklare dig mit livs kaotiske tragedier for først må du forstå din egen sørgmodige kamp så jeg skriver det i digte som du aldrig vil læse højt
0
Mar 3, 2015
Mar 3, 2015 at 4:02 PM UTC
fars vuggeviser
den hurtighed, der har omringet os er en, som vi alle forsøger at løbe i hælene på, omfavne og vise at vi elsker men vores Nike Free 4.0 bliver pludselig fyldt med bly mørkegrå, tonstunge, bindende blyklodser, der hiver og trækker kroppen ned i gruset, der smuldrer mellem fingrespidserne, alt imens hurtigheden får et kilometer langt forspring pludselig ligger vi der, pulsen falder ned til et punkt, hvor den dunker i takter, der bemærkes og føles noget lyd er omkring dig, præcis hvad det er, ved du ikke helt: det lyder dog bekendt, hvilket giver en blussende, varm fornemmelse i kinderne, og da hører du det - fuglekvidre en sammensætning af glade toner, der tilsammen udgør en melodi, som letter dig fra jorden de olivengrønne træer bliver tværet til siden, som om du kørte hånden over et vådt maleri, for du bevæger dig i bløde piruetter på tåspidsen, og mærker solens nuancer indeni langsomheden står ved din side og snurrer i cirkler sammen med dig, inderst inde, helt nede i maven, der ved du godt at noget er forandret, men det siger du ikke noget til.
0
Apr 26, 2015
Apr 26, 2015 at 3:37 PM UTC
snurretop
jeg danser i cirkler i 360 grader kraftigt farve bølger over mig den varme stilhed bliver højrøstet og hvad laver jeg her uvante gulve, der klistrer mig fast med klister, som sidder i 118 dage men det er jo spild af skridt kraftige farver, som forenes i ét langt mørke der strækker sig ud samtidig med, at det råber en melodi en kronisk sammenhæng af toner og jeg suger det ind, så det sætter sig på rygraden
0
Mar 14, 2015
Mar 14, 2015 at 9:08 AM UTC
-
HIM        HIM               HIKA                        AHIKA                                    HIMKA                           ■MELODI SA KA KA KA NUNU REMA, WANITA ADA KAMU, tuhan/KETAKUTAN■ HIM HIM HIKA AHIKA HIMKA ■ MELODI SA NUNU REMA, WOMEN THERE ARE YOU, God / FEAR
0
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 3:44 AM UTC
OKLASASADU