"sujud" poems
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2007
Ya Allah …
Segala puji bagi-Mu
Untuk hamba sujud kepada-Mu
Berdoa meminta ampunanmu
Dari khilaf yang terus muncul
Ya Allah …
Bila hamba berdosa
Tunjukkanlah jalan-Mu
Bukan hamba yang kau siksa
Namun, syaitan-syaitan yang terkutuk
Ya Allah …
Hamba ingin hidup kekal
Menikmati dunia hingga akhir hayat
Merasakan indahnya kebahagiaan
Sekalipun hamba berdosa
Hamba siap menuju akhirat
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:15 AM UTC
Yang jalang meloncat telah tiba & kita merangkak menjauh sutera & kau melihat pada selangkang merebak dedaunan riba.
Kini menjalin kepada alang-alang, merayu kepada segala buangan.
Yang terbuang kemudian terjerembab ke-Esa-an/ pertolongan/ makian/ gelak ketidak sudian.
Semua bajing meloncat-loncat kala malam tiba & aku tidak menemui dirimu menjalin asmara, pada bantal dan kerangka bunga & batok-batok kelapa bersumpah pernah bersimfoni di gedung tua bangka.
Katakan semua yang terlihat menemukan artinya, berbalik dan melenggok tiada suka. Aku merusak gelanggang samudera, dan menemukan orang-orang bercumbu di dalamnya.
O Gayung merambah kepada sujud-sujud La beruja. Melirik kepada hampa & tau kah, dirimu mencintai duka.
Semua manusia kemudian melambat
Gedung-gedung berselimut jas pekat
/kini duka melihat rembulan siang
Merajut benang & diam-diam melempar bebatuan.
3/7/19
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 10:59 AM UTC
dengan apa aku harus mencintaimu?
bertahun-tahun aku habiskan untuk
mencari namamu
entah pada do'a yang mana atau
pada ayat ke berapa
dengan apa aku harus mencintaimu?
bertahun-tahun aku lewatkan demi
menemukanmu
entah pada sunyi yang mana atau
pada sepi di mana
dengan apa aku harus mencintaimu?
bertahun-tahun aku arungi dengan
menyusuri jejakmu
entah pada dzikir yang bagaimana
atau sujud yang mana
dengan apa aku harus mencintaimu?
bertahun-tahun aku membayangkan
wajahmu pada
setiap entah dan setiap langkah yang
ngungun lalu
aku bertanya:
dengan apa aku harus mencintaimu?
Aug 3, 2017
Aug 3, 2017 at 9:39 AM UTC
"Bahwa bukan kesedihan yang nyala
Di ruang mata, melainkan hakikat rela"
(Kisah Soe Harry, 2 - Astrajingga Asmasubrata)
aku datang padamu dengan surah yasin
dan rasa ingin
bertemu yang tak bisa dicukupkan oleh
simpuh sujud
seorang anak yang imannya sedang
runtuh. ayat
demi ayat menjelma percakapan kita
tentang hakikat
hidup dan mati: tentang hidup adalah
seluruhnya ibadah
dan mati adalah nikmat tertinggi. mad
dan waqaf menjelma tempatku berhenti:
tempat aku
meluruhkan air mata saat terbayang
wajahmu yang
tak bisa lagi kupandangi. aku bertanya
seberapa rindukah
tuhan padamu tetapi tak ada jawaban
meski telah aku
cari di setiap lembar yang sebentar lagi
menuju akhir.
aku bertanya akankah kau bangun untuk
sekadar menyapaku
tetapi tak ada jawaban meski aku telah
sampai di ayat
kun fayakun.
Aug 3, 2017
Aug 3, 2017 at 9:47 AM UTC
as written, by a non-convert, but rather by a fervent observer, outsider.
if ever a belief -
namely a firm grasp of emotions,
and in that: against
frivolous ambitions
and flag-on-a-pole sways
to the four winds:
or as in islam -
to listen (takbir)
to obstruct ******
urges (thoughts,
in the process of prayer)
(al-qiyyam) -
to shower respect and
in that: also odes
akin to the sufism (ruku)
evidently the more extreme
version of the japanese
"handshake" -
to then blessing one's
abode, i.e. the earth
(sujud) -
and lastly: to be tutored
(julus) -
and isn't that a mighty
fine pentagram of
the loss of the four senses
and the remaining one.
in evolutionary terms?
to me, god is a being
that evolves by becoming
more and more non-existent -
the shrinking forever,
or a needle's puncture into
"reality" -
what with
man's hustle & bustle
of skyscrapers, cars and
peanut butter.
p.s. as the title implies:
ruku (90°) vs. eshaku (15°) vs.
keirei (30°) vs. sai-kerei (45°);
next thing you know,
i'll be doing the 1-80(°)
and talking into my ***
Jul 20, 2017
Jul 20, 2017 at 12:22 PM UTC
unlike man with a petition: i prefer to hunch myself to craft a shadow like a crow: rather than kneel... because my "prayer" constitutes a ? rather than an question... i rather stand tall and hunch to inquire, as any inquisitor might... kneeling? worthy of a nation of eagle-worshiping and peasants; bogus-deity-scaffolders; typically with the genesis ex: egypt. i craft a shadow from a strong frame, bowing... i bow before god, rather than kneel, rather than takbir, al-qiyyam, ruku, sujud, julus: is there anyone actually listening to learn? called the "lesser" hand-shake.
make a cameo of me on
the part:
where i don't have
to film it; mmm'kay?
i'm a cyclops,
but i have a third eye that's
missing...
i'm looking,
and i'm looking:
but there's the persistent
third party:
sources.
if only modern technology
didn't give birth
to man's artificial third eye...
people are spotted all around
with their third eyes..
who the **** is going
to blink twice when
the person having blinked...
has blinked?!
i'm happy with two...
keep the third;
i can only be so bothered
to enter the cyclops dimension.
seriously? seriously?!
the ******* sirens singing
chopped your 'ed off or
something?
******* tea-bag worth
of intellect... munchkin
Barabbas.
these days it ought to be
called mathias vs. polyphemus
rather than david vs. goliath...
and to think: the drunk me sees
more clearly than my sober
contemporaries...
that's ******* sad...
sad as sad can be:
without an urn worth of sand
to call crematory ash.
this world is not worth being
attached to, even with the remains of
Roo-m'é.
Feb 11, 2018
Feb 11, 2018 at 8:32 PM UTC