"kasar" poems
Ya Tuhan
Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku
Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan
Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka
Ya Tuhan
Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku
Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri
Ya Tuhan
Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku
Yang akan melindungiku dari bahaya apapun
Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar
Ya Tuhan
Aku membutuhkannya sekarang
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 11:13 AM UTC
Jumat, 6 Agustus 2010
Tak lagi kini kata syukur pada diriku
Tak ku sadari begitu bencinya Dia
Hingga kini ku diberi kesempatan
Yang tak ku sadari adalah cahaya-Nya
Tak lagi kini ku terpanggil untuk-Nya
Tak tahu aku ada apa dengan raga
Dan jiwa pun kini ku tak tahu di mana berada
Hanya ocehan kasar yang terucap
Tingkah laku yang berdosa saja
Perenungan yang membawa hasil
Namun tak sanggup aku berkata maaf
Sudah terlambat dan telah berlalu
Ku hanya bisa menangis sedu
Dan menanggung perasaan malu
Ku harap kali ini
Ku mampu memanfaatkan waktu
Demi hatapan dan tujuanku
Mengembalikan kata syukur pada diriku
Dan ku ucap syukur itu setiap waktu
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:44 AM UTC
Palembang, 27 Maret 2017
Hari ini aku tak ingin berhenti menulis
Bagiku menulis itu sangat berarti
Aku bisa mencurahkan isi pikiranku tanpa aku harus berucap
Ucapanku terkadang tak didengar orang, kau tahu?
AH, bukan!
Ucapanku bahkan tak pernah didengar orang
Aku hanya batu, yang hanya dilangkahi orang setiap kali berjalan
Hari ini mentari bersembunyi di balik awan mendung
Namun panas teriknya masih bisa ku rasakan dikulitku
Aku hanya bisa berteduh di bawah atap kamarku
Padahal jiwa ini ingin sekali menari di bawah mentari
Padahal kaki ini ingin sekali tenggelam di pasir pantai yang kasar
Ingin sekali rasanya membawa diri ini ke air laut biru nan luas
Aku ingin sekali mengapung di air garam yang bening
Namun yang kulakukan hanya mengetik tulisan tak berarti
Hujan mulai turun
Apa daya aku hanya bisa menunggu
Aku terkurung di dalam dunia sendiri
AKu belum berani tuk berkelana sendiri
Mar 27, 2017
Mar 27, 2017 at 1:11 AM UTC
gelap malam membuka mata
hening pikir ku meraba cinta
begitu banyak lembut dan kasar
setajam sembilu selembut sutra
angin bertiup menghempas debu
debu kasar debu halus
cinta kasih yang ku tuju
tibalah aku pada dirimu
Nov 14, 2018
Nov 14, 2018 at 6:59 AM UTC
Ayo, pergi bersamaku.
Aku akan mengajakmu pergi
menikmati angin malam
sambil melihat gemerlap cahaya
dari gedung tinggi ibu kota
Ayo, pergi bersamaku.
Kita akan menyanyikan lagu indie
sambil berteriak lirik yang salah,
menatap jalanan besar yang kosong
dan tertawa bersama
Ayo, pergi bersamaku.
Aku akan mengajakmu menikmati senja
jauh dari kerumunan ibu kota
diantara rerumputan liar
dan kehangatan sentuhan
telapak tanganku yang kasar.
Ayo, pergi bersamaku.
Aku akan membelikanmu
baju bekas dengan brand ternama
dan memakaikanmu kacamata hitam
untuk perjalanan yang panjang nantinya
Ayo, pergi bersamaku.
Sini, ke mobilku.
Tapi, kenapa kamu hanya menatapku?
Oct 28, 2018
Oct 28, 2018 at 2:35 PM UTC
Na fada muku gaskiya
kowa sai ya dau aniya
Don gyara hayaniya
sai mu dandana jar miya
babu sauran magiya
ko mu dandana farar fiya
amma banda fariya
tun da mun kife rariya
waye zaya zagaya
ya riko mana ragaya
sai dai kai kai daya
Tinubun mu guda daya
wanda shi zai waiwaya
yan baya su sha miya
babu mai tako kaya
ko ya dauko duniya
Wai a kasar mu gaba daya
wa ne ne mai aniya
ta jan ragama daya
to ku amsa gaba daya
Tinubun mu shi daya
wa ne ne mai juriya
ta rike nijeriya
Tinubun mu shi shi daya
wa ne ne a tsakiya
wanda kowa na bibiya
Na ce Tinubu ne guda daya
wa ye zai yafiya
yafiyar yan mamaya
Tinubu ne shi daya
Jan 10, 2023
Jan 10, 2023 at 6:00 PM UTC
yang dulu hangat, sekarang dingin
yang dulu manis, sekarang pahit
yang dulu mementingkan, sekarang membuang
yang dulu peduli, sekarang menyalahi
yang dulu lembut, sekarang kasar
yang dulu baik, sekarang keji
yang dulu cinta, sekarang benci
Sep 28, 2023
Sep 28, 2023 at 3:23 PM UTC
pahalı
küfürlerim var hayata
konsinye bıraktığım
biraz da
tebessüm
dudak uçuklatan
karı, kız
aşk, sevda
fasarya desem
hortlar falaka
şişik şişik dolaşırım
nevizade şuhu’nda
loştur ambians içerde
ve hatırlar dudağını
son içtiğim sigara
şaraplanır
ilikleri gecenin
vantuzlarım her yudumda
pembeleşir yanak
kasar baldırını sevda
ve...
lapa lapa düşer yıldız
boşalırız sonsuzluğa..
Feb 17, 2019
Feb 17, 2019 at 7:27 AM UTC