Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Yulia Surya Dewi  Mar 2018
Jarak
Yulia Surya Dewi Mar 2018
Bangsa pribumi di era modern
Memaksa batin untuk jadi keren
Sudah lewat aku di zaman batu
Ku langkahkan kaki di zaman baru
Aku tidak tahu cara naik bus
Yang aku tahu adalah kursi bertikus

Oh jarak..
Jarak yang membuatku berpisah
Aku rindu suasana desa yang indah

Oh jarak..
Sampai kapankah aku gelisah
Aku gundah tidak tahu arah

Oh jarak..
Selamatkanlah aku
Selamatkan aku dari rasa putus asa

Aku takut..
Aku takut pada gedung besi berasap
Aku takut pada mesin yang berjalan
Aku takut pada benda panjang beruap

Siapakah aku disini?
Siapapun tolong bantu aku
Siapapun keluarkan aku dari sini
Siapapun tuntunlah aku

Oh Tuhanku..
Berikanlah Petunjuk-Mu
Tidak ada yang lain selain Diri-Mu
Aku disini hanya pencari Ridho-Mu


-Kediri, 19 Maret 2018-
lullabies Mar 2017
Malam ini terasa dingin
Sedingin pandangmu terhadap aku
Namun itu kata orang
Tapi aku tak merasa
Yang terpenting atas segalanya
Adalah kamu selalu dalam jarak pandangku
Jika tidak aku mati
Padahal kamu tak memandangku
Walau tak ada yang istimewa
Bagiku kamulah keistimewaan
Moonity  May 2018
Ruang Senggang
Moonity May 2018
Kadang jarak membuat cinta merekah
Kadang pula membuat lupa
Tentang kepada siapa cinta itu bersandar
Dan apa perasaan itu sendiri

Segalanya itu memiliki batas
Kau membutuhkan jarak untuk saling menghargai
Pun untuk saling rindu
Joshua Soesanto Jun 2014
menelan secercah jejak, jarak.
ku banting kembali kepala
terlihat senyum..
bergeludak

kopi brewing cerita blues
harmoni harmonica pecahkan riak malam
rasa cafe pinggiran kemang
hanya berpandangan, memungut senyum yang terbuang

hentakan arus 3/4
pikiran berbicara pada otak
rangkaian sajak mulut berteriak..
kata-kata pembuka, ledakan!

setelan 60'an, rokok ditangan
seruput pelan-pelan, hey fancy! kenapa sendirian?
bandana rock n rollan, Otis Spann berkumandang
hisap rokok asap dibuang, mata terkadang melihat keluar

halusinasi kafein kalimantan
sejenak melihat lesung tipis
menunggu sendirian
sesosok yang tak kunjung datang.
Fahali Machi Mar 2012
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu.

jangan pernah melihat mata mereka,

karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik

ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak,

karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta,

simpan di lubang kesepianmu

yang dalam

ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol.

jangan pernah berbicara jujur.

jangan pernah.

karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu.

kalau mereka melepas tanganmu,

dan menjatuhkan mu,

dan kau jatuh…

kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang

bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa..

kau tahu….kadang..

tawa tersedih adalah yang terkeras.
KA Poetry  Dec 2017
Ruang lintas.
KA Poetry Dec 2017
Waktu adalah sahabatku
Jarak adalah musuhku
Bersamamu adalah saat kesukaanku
Berjarak denganmu adalah keengananku

Terlintas di benak ingin membuat mesin waktu
Melintasi waktu
Teleportasi menuju duniamu
Menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu

Berbicara segala hal
Mendengarkan segala hal
Mencintai segala hal tentangmu
Bersenggama selamanya denganmu

Tuhan telah menurunkan malaikat di hidupku
Setiap malam kubisikkan doa-doa ku kepadaNya agar diriku layak
Setiap hal di dirimu membuat segalanya sempurna untuk menjadi layak
Tuhan, jaga malaikat ini untuk tetap disisiku.
06/11/2017 | 23.56 | Indonesia
B'Artanto  May 2019
Balada
B'Artanto May 2019
Ternyata benar,
jarak dan ketidakhadiran fisik adalah alasan mengapa kita menyukai apa yang tidak disukai.

Terkadang paksaan adalah bagian dari hal terindu yang diinginkan manusia;
Bagaimana tidak?
Sejak kapan kau menyukai teh hangat?
Tumis sawi-sawian, bahkan sayur berkuah santan?
Jawabannya sejak kita memiliki jarak dengan ibu.

Saat ketidakmampuan kita untuk melihatnya megiris bawang setiap pagi sehabis subuh
Suaranya yang memekik dari ujung ke ujung.

Kita tidak benar-benar menyukai beberapa hal diatas, kita hanya memaksakan momen agar kita merasa berada pada masa lalu.

Kemudian semakin bertambahnya angka-angka, kita lupa
Jengukan anak-anak adalah vitamin yang ia perlukan
Karena pulang yang sebenar-benarnya adalah saat kita melihat ibu.

B_A
14-15 Mei 2013
do i  not ever come to you ..?
although only a jiffy night ..?
dark current visible universe embroider ..
when the earth and the moon would not come together ..

don't you know ..?
and why we do not accept each other ..?
though i still want to be together during the yearnings ..?

differences that make us fall in love ..
measurable distance, treated flavor ..
lest you get hurt ..
i'm always right there ..*

┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈

apakah aku pernah tiada datang kepadamu..?
meskipun hanya sekejap malam..?
saat gelap semesta terlihat menyulam..
saat bumi dan rembulan tiada mau bersatu..

tidakkah engkau mengetahui..?
dan kenapa kita tak saling menerima..?
meski aku selama berdegup masih ingin bersama..?

perbedaan  yang membuat kita saling jatuh cinta..
jarak yang  terukur, rasa yang terobati..
jangan sampai engkau terluka..
aku kan selalu ada..
wind and fire  nor outages and charred..
Mousamous Apr 2018
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam.

- yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam.

- perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu.

- mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan.

- dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara.

- menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya.

- sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir.

- bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari.

prdks.
ps: hanya rasaku yang membuatku tertawan dalam usaha, bukan rasamu, apalagi ikatan aneh nan lemah namun menyakitkan. terima kasih telah sejenak menjadi muara untuk riak kecil ini. bagiku, kau sebatas cerita dalam senyapku.
Diadema L Amadea May 2018
ada udara dingin menyeruak kedalam sepi yang tak mau beranjak

dan disini,
saya coba melawan rindu yang sulit jinak
sebab diantara kita terbentang jarak
sembari menulis sajak
HAHAHHAHAHHAHAHHAHAHAfak.
D  May 2019
Suara Tanpa Rupa
D May 2019
Yang bermula dengan suara,
Berakhir juga dengan suara.
Disaat kita harus sepakat bahwa semuanya mesti disudahkan
Sedunia tak henti-hentinya mencekokkanku dengan bayangnya
Karena belum genap 24 jam sejak kesepakatan bahwa semuanya sudah,
Ku dengar suaranya dimana-mana,
Kali ini, lagi-lagi, tanpa rupa

Disaat dunia mendengarnya bercerita tentang gadis manis berduduk seorang diri,
Atau tentang bagaimana akal serta tubuhnya dikupas habis oleh hidup sehingga dia tak punya pilihan selain menerima bahwa ia dan mutlaknya semua manusia adalah tunggal; adalah sendiri; adalah harus menelan, memahami, lalu (jika beruntung) mencintai kesendirian itu sendiri
Atau sekiranya tentang bagaimana ia mengibaratkan air mata bagai tanda suatu yang kuat, yang tak malu, yang berteriak, yang patut diwadahkan jika bisa;
Lalu disimpan, bukan dilihat untuk sekedar menyenangkan diri bahwa kita ditangisi
Namun sebagai tanda bahwa pada dasarnya semua manusia akan berserah diri

Tak ada habisnya menganalisa karya—ataupun jiwa—yang memang dari lahir sudah pamungkas
Karena disaat bongkahan karyasuara itu berisi wejangannya untuk mereka yang mencari
Suara itu bercerita kepadaku tentang hal-hal yang agaknya butuh dua kali hidup dan dua kali mati untuk menemukan inti;
Seperti perempuan
Seperti keyakinan
Seperti kesendirian dalam kehidupan dan kematian
Seperti jarak dan waktu yang superfisial disaat kita sadar akan Tuhan

Dimalam itu,
Dimalam saat aku menyadari bahwa ada hal-hal yang jawabannya tak bisa kucari dalam prosa Sang Nabi atau puisi Jalalludin Rumi,
Ia berkata,
“Tak akan—sampai mati—ku mencampuri urusan akal perasaan dengan keyakinan yang sebetulnya sudah ada sebelum apapun.”
Disaat itu juga aku memutuskan untuk mundur sepuluh langkah,
Karena disaat kalimat itu kelar terlontar,
Adalah bukan suaranya yang kudengar,
Namun Ibunya.
Ibu, sama halnya dengan keyakinan, sudah ada sebelum apapun.

Malam ini aku pamit.

— The End —