Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"sadarku" poems
Aku Tertidur. Sudah lama tertidur. Hampir saja kau bangunkanku atau mungkin sudah kau bangunkan... Entahlah, aku tidak yakin Kamu yang tidak jelas. Membangunkanku, lalu pergi; membuka mataku, lalu pergi; mengusir alam bawah sadarku, lalu pergi; membangunkanku, lalu pergi. Tak sudi aku bangun tanpa teman Tak sudi aku bangun dengan haus begini Makanya, Aku kembali tidur. Biar kuberi tahu, aku tertidur - kembali. Sudah lama tertidur. Dan kali ini, sakit tidurku...
0
Sep 3, 2014
Sep 3, 2014 at 10:40 AM UTC
Tertidur
di ruang 3x3 meter kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat masam terkecap, pahit tersisa buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir menggetarkan diri menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku didekap dibekap kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut semakin hari, semakin menjadi-jadi amarah yang tak terbendung perkara hati bukanlah sebatas ruang bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan debaran  demi debaran candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk bagai lorong tanpa ujung pikiranku melayang masuk ke masa lampau amarah dan kebencian mengombangambingku belum reda kesalku kutuk bertaburan dari bibirku ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku apa warasku pergi? apa warasku pergi? apa warasku pergi? benci ini tak perlu lagi disiram terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat apa bedanya kamu dan aku? aku tidak mau sepertimu bukan pilhan pasif, dengan sadarku warasku ada aku pemenang petak umpetnya!
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:56 PM UTC
W A R A S
Bandung begitu kelabu, dadaku kosong rentang fokus kabur entah kemana ada kacau yang meruang di tubuhku tersisip kicau yang kian gaduh kepalaku terus menerus menimbang mempertanyakan perkara ranah juang bolak balik singgah pada keraguan lalu sebentar mampir pada keyakinan ia, aku, terpicu keras sekali kilas balik membeludak dalam benak beririsan dengan manisnya kenyataan yang juga selalu menjagaku erat aku benci terpicu seperti ini, guru geografi pernah ajarkan ketika panas bertemu dingin, terjadilah puting beliung ada puting beliung yang meruang di tubuhku lalu hembusan nafas mengembalikan sadarku cepat-cepat harus kukerdilkan imajinasi ya Bapa di Sorga, bebaskan aku dari kekang gelisah aku hanya ingin melepaskan apa yang perlu dilepaskan aku lelah mengunci diri dalam kegelapan
0
Mar 2, 2020
Mar 2, 2020 at 1:44 PM UTC
Residu Rasa
Kenanganku dalam bayangan itu sederhana Seolah semesta tak ingin aku disakiti Memberi kejutan dibawah sadarku Kamu pasti tahu pangeran beruangku Dia memegang tanganku Dan tidur di dekatku Seolah aku ini orang yang berharga untuknya Entah kenapa malah pangeran beruang Bukan pangeran kimia yang muncul Mungkin semesta memang suka bercanda
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:37 AM UTC
Mimpi tentang pangeran