HePo
Classics
Words
Blog
F.A.Q.
About
Contact
Guidelines
© 2025 HePo
by
Eliot
Submit your work, meet writers and drop the ads.
Become a member
Gina Sonya
1 follower
/
988 words
Follow
Message
Block
Stream
5
Poems
5
Latest
Popular
A - Z
Favorites
6
Poems
(5)
Members
(1)
Gina Sonya
kamu
yang
aku
dan
dengan
untuk
akan
harap
lagi
tidak
manusia
mati
semua
namun
hari
bahwa
tanpa
beri
sampai
ini
matahari
datang
baru
mulai
hidup
tak
jadi
pagi
ada
ketika
berpikir
kehilangan
kepada
kami
dalam
sudah
begitu
mangkuk
atas
masih
mampu
cinta
cerita
setiap
bangun
demi
bersama
orang
lain
tahu
semoga
kalian
negeri
karena
ruang
kaca
cuma
api
satu
berlalu
kali
tempat
menjadi
pergi
mereka
perang
dunia
tanah
seluruh
dinding
sepi
punya
sebagai
bandit
anjing
berisi
takut
hukum
kepalamu
tidakkah
hatimu
nanti
berbagai
hidangan
sini
lontarkan
lakukan
kembali
jika
itu
hadapi
matamu
sanggupi
banyak
memberi
rumah
dari
membangun
jutaan
seperti
bisa
mengisi
bedanya
dendam
diri
menghadapi
ulang
tahun
kepingan
undakan
menemui
dirimu
bawah
balada
langkahmu
jatuh
muncul
berdatangan
bahagia
mengikuti
memberikan
menit
selalu
penuh
tenggelam
sang
surya
kehidupan
cepat
embun
gunanya
terikat
takdir
bela
hati
harus
bengis
jahat
uang
menyadari
bergulat
tengah
perjalananmu
pernah
menelusuri
hanya
berteduh
biarkan
sadari
surat
mengutuk
anggap
suara
rakyat
gonggongan
matimu
dikoyak
ketuk
palu
gedung
mau
maling
mengambil
hak
dosamu
terampuni
sedang
tuhan
digantung
malu
wahai
nuraninya
saru
dosa
mencabik
sepanjang
waktu
perlu
kutanya
pun
jawabanmu
pasti
busuk
tubuhmu
terkoyak
debu
tergantung
jiwamu
membusuk
neraka
menyambut
saat
memori
sebuah
fictogemino
tertata
rapi
piring
duduk
menghadap
meja
makan
kerutan
ujung
bibir
tahan
senyumku
lepas
bersamaan
pujian
upaya
hadir
berani
menanti
tata
sajikan
makanan
terbaik
menyambutmu
mohon
bukalah
sekali
lantunkanlah
tawa
hangatmu
untukku
warisi
melepas
penat
tanamkan
moral
jauhkan
aral
berharap
tambahkan
isinya
inginku
terus
abadi
puisi
serta
hal
ringkih
mudah
hangus
dilahap
oleh
terpaksa
berhenti
menyisakan
kenangan
bertambah
kobaran
sunyi
nyala
meretih
lirih
mimpi
buruk
membangunkan
menata
segera
berakhir
terkumpul
seiring
waktumu
terhimpun
babak
balik
punggung
lihat
bertaruh
berjuang
segenap
bantalmu
jalanmu
mulus
susah
sering
menyandung
menolak
sekarang
hadapanmu
bertarung
tetap
tangguh
makin
tangguhlah
mengiringi
tapak
pijakanmu
menemani
selamat
pemenang
keberadaanmu
pendar
menggiring
bernyanyi
seumpama
membangkitkan
teduh
mengusir
peluh
belakang
punggungku
menyimpan
pupuk
tekun
utuh
kalut
pikiran
bersamaku
seharusnya
berpendar
seharian
mirip
tentunya
meniru
siklus
terbit
milik
lembayung
menaungi
angkasa
meninggalkan
melarungkan
duka
melalui
tajuk
singgah
lebih
lalu
paham
betul
pedih
perih
antar
dinasti
jalani
cukup
pelajaran
tentang
keji
kelahiranmu
sepenuh
hancurkan
tulang
benulang
lawanmu
tebasan
setipis
angin
hasil
dapat
hanyalah
kota
kais
apa
kayu
ayahmu
runtuh
toko
wijen
daging
depan
rumahmu
ikut
kedua
tersayat
penglihatanmu
semu
keluargamu
airmu
melebur
sialnya
setelah
melanjutkan
pasca
seindah
negara
barbar
keringatmu
tetaplah
menutup
sisi
membuat
melumuri
tangan
darah
sekantung
mungkin
lah
dibunuh
memisahkan
kepadamu
berkelana
seorang
agar
mengoyak
rupanya
mengingkari
janji
sendirian
bertemu
pertama
direnggut
tersisa
darinya
buat
meringis
umurnya
seujung
jari
belum
celah
kerikil
alas
kakimu
mendorong
sana
cari
mengobati
membantu
saja
bersikeras
kain
pelindung
milikmu
kumuh
bulan
perjalanan
tempuh
kediamanmu
goyah
kehadirannya
tidur
kasurmu
menerima
malam
sulit
tertidur
membiarkan
menghancurkan
mengelilingimu
kemudian
meruntuhkan
pertahananmu
lantas
kasih
timbul
terdalam
nama
kemanusiaan
makhluk
sebutannya
bukan
hidupmu
layak
menikmati
berduka
pemakamanmu
bertabur
kuburanmu