Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Sajak-sajak ini bukan untuk memujuk kamu kembali
hanya sekadar aku habiskan sisa hati
memang aku menangis
memang aku meraung
tapi untuk kembali bersama kamu.. aku tak mahu.
sungguh hebat benar pengaruh kamu sehinggakan jika aku terlihat sahaja kenderaan jenis kamu di atas jalan sudah mampu mengubah jiwa berselerak kembali tenang seolah yang aku tenung itu ialah kamu.
warnanya kelabu
tiap minggu ketiga paginya, rutin aku adalah sama
ke pasar pagi mencari bunga untuk menggantikan bunga lama yang sudah layu
waktu kamu ada dulu, aku tukar cara aku sepenuhnya
bekas kaca bertukar baja, setangkai mawar bertukar benih
aku biarkannya hidup dan membesar semewah janji kamu
tapi seperti biasa rezeki bukan milik aku
intan yang aku sayang pergi ke tangan orang
jadi aku kembali menyambung cara biasa aku
cuma kali ini bukan selepas minggu ketiga
terlalu lama, empat tahun selepasnya
kembali membeli setangkai dan tunggu layu
masih sengaja aku simpan benih yang kini sudah menjadi pokok
kalau kalau kamu kembali menyiramnya seperti yang dibuat kamu setiap pagi dulu.
sayang, mereka tidak seindah kamu.
Zharfa Zhafirah Nov 2017
Dirimu menawan meski dalam gelap
Tubuhmu pilu
Bibirmu sendu
Matamu sembilu

Kau berdiri membeku
Diruang gelap bernama kenangan
Meninggalkan kekasih yang terlupakan
Hingga yang terlupakan merasa luka

Kini luka melawan waktu
Memakan rindu yang kelabu

Dan kekasih,
Kita tak akan seperti dulu
Kini aku telah menutup pintu
Tak bisa kau sentuh

— The End —