Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"rutinitas" poems
Aku menyusuri jalan, kembali ke tempat itu, memesan kopi yang sama, mengulangi rutinitas kecil yang entah kenapa terasa menenangkan. Kadang aku terjebak hujan, di perjalanan berangkat, atau saat hendak pulang. Tapi aku tak benar-benar sendiri, selalu ada kisah-kisah kecil yang menemani, seperti sore itu: sebuah keluarga kecil menepi di tengah derasnya hujan, anak mereka bersembunyi di antara dua tubuh yang hangat. Aku terdiam, menunduk, berdoa dalam hati: “Semoga rezekimu dilapangkan Dek. Semoga orang tuamu suatu hari bisa membawamu pulang dengan nyaman tanpa perlu basah seperti ini.” Aku jadi ingat, aku pun pernah berdiri di tempat yang sama. Hujan membasahi tanah yang sebelumnya tandus, bersama seorang anak sekolah, dan beberapa orang asing yang memilih meneduh, diam-diam berbagi waktu di bawah atap yang sama. Kala itu, jas hujan ada di sepedaku, tapi aku tetap memilih tinggal. Entah kenapa, terasa penting: melihat hujan membasahi tanah yang dulu kering. Karena aku percaya, kering tak selamanya, dan kita semua di waktu yang sama, sedang bertumbuh.
0
Apr 29, 2025
Apr 29, 2025 at 2:55 AM UTC
Ketika Waktu Menumbuhkan Semua yang Pernah Kering
Trotoar yang basah karena es yang mencair, Ungkapan penyesalan beserta cacian terlontarkan. Seseorang memilih hidup di masa lalu, Seseorang yang ingin merubah semuanya, Seseorang yang ingin mencari tujuan, Kita semua punya dosa masing-masing bukan "Kami tertawa kami sepakat ini semua baru permulaan." Beberapa pria sulit menceritakan hal buruk yang terjadi pada dirinya, Beberapa dari kita terjebak dalam rutinitas yang tidak pernah kita sukai, Pola yang berulang setiap pekan. 21 yang menyebalkan, namun penuh pelajaran Kami melempar dadu yang sama berkali-kali dan menebak angka yang salah, Kami anggap ini skakmat kehidupan Menunggu dimakan atau membalas menyerang. 2025 reydmh
0
May 19, 2025
May 19, 2025 at 3:23 PM UTC
Pagar besi & botol hijau
seperti biasa.. suatu rutinitas yang kupikir tidak akan berubah hari kemarin, sekarang, ataupun esok aku melihat mu duduk di kursi yg sama di samping jendela yang sama lelah, tertidur lalu terbangun lalu bersandar dan menatap langit luar menantikan sebuah perhentian tapi hari ini kamu berbeda aku menangkapmu melirik padaku lalu membuangnya kearah yg lain tersipu malu.. dibalik rambutmu kamu menyembunyikan senyummu aku pun mulai menerka-nerka sesuatu yang kupikir tidak biasa bertanya dalam hati "kamu ini kenapa?" ya. kita memang selalu bersama namun tidak pernah bercengkrama "apakah ini saatnya kita untuk saling mencairkan suasana?"
0
Feb 28, 2020
Feb 28, 2020 at 6:24 PM UTC
Tanpa Judul