"menyayangi" poems
Palembang, Kamis 6 Januari 2011
Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati
Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati
Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu
Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya?
Jatuh cinta...
Cukup umurkah aku tuk mengenalnya?
Aku takut itu akan berujung penyesalan
Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah
Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri?
Cinta... Cinta... Cinta...
Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini?
Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi
Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti
Dan mudah-mudah lainnya...
Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta
Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal
Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku
Supaya penyesalan, penantian, semuanya!
Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas
Cepat katakanlah cintamu
Mungkin itulah yang ku tunggu
Mungkin? Ya, bisa iya
Bisa juga tidak
I'm waiting all alone here
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 1:52 AM UTC
Jalan menuju hatiku
Bagaikan jalan berliku
Bagaikan jalan berbatu
Yang tikungannya tajam
Penuh rintangan
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bagaimana cinta bisa membutakan,
Membutakan kalian dari kebenaran Tempat kalian tikung menikung
tanpa memikirkan lagi pertemanan.
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bahwa cinta itu ada
Dan untuk mendapatkannya
Butuh banyak pengorbanan
Butuh banyak waktu
Jalanan jalanan ini pernah menjadi saksi sebuah kisah cinta
Kisah cinta tentang dua orang
Yang dulu saling menyayangi
Kisah aku dan kamu.
Mar 2, 2017
Mar 2, 2017 at 2:58 AM UTC
Aku tak mampu mencintaimu serupa sosok yang kau kasihi lalu
Tak mampu pula mencintaimu ibarat kau menyayangi belah jiwamu
Cintaku sebesar surya
Lamun cintanya seolah semesta
Maka izinkan aku menjadi langit yang membuatmu hirau akan buana
Terbanglah dengan tinggi
Rujuklah saat kau tak mungkin bernapas di bimasakti yang luas
Pulanglah ketika semua yang kau rasa gelita
Rindulah pada rumah yang tak suah kau cinta
Sebab aku mencintaimu tanpa khawatir
akan cintamu berlabuh pada siapa
Sep 16, 2018
Sep 16, 2018 at 8:06 AM UTC
kadang-kadang tensi
kerana aku ada
tiga puluh tiga
sebab menyayangi engkau.
susah nak lupa.
tapi nasib baik
akhirnya aku jumpa
tiga puluh empat
sebab untuk berhenti.
tapi bukan membenci.
Oct 11, 2013
Oct 11, 2013 at 8:26 AM UTC
Aku telah buat kesalahan.
Kusebut itu kau.
Kau; kesalahanku,
yang dengan sengaja kulakukan hanya demi keegoisanku.
Setiap kata 'aku sayang kamu' yang kau terima, tak pernah ada dalam ketulusan.
Setiap peluk yang kau rasakan, tak pernah ada dalam kenyamanan.
Semua kulakukan hanya agar kau percaya bahwa rasaku itu nyata.
Brengsek! Aku mengutuk diriku sendiri.
Meski kau hidup dalam kebohongan, aku selalu berupaya.
Membuka hatiku sedikit demi sedikit, hanya agar kau tak terluka.
Namun Tuhan Maha Adil, dan aku hampir melupa.
Saat aku berupaya, kau menggores luka.
Kau bertindak suka-suka, dan aku diam saja.
Sesekali kuangkat bicara, dan kau tutup telinga.
"Terserah" kataku. Dan kuakhiri semuanya.
Kini, berulang kali kau memintaku tuk kembali, tetapi enggan untukku mengulangi.
Kita hanya akan sama-sama menyakiti,
Dan menyayangi diri sendiri.
Jun 11, 2017
Jun 11, 2017 at 3:55 AM UTC
Hari ini tidak ada pukul tujuh lewat sepuluh
Semua langsung tergeser ke siang hari
Pikirmu menyayangi adalah hal yang sering ku lakukan?
Tidak,
Kemudian bagaimana dengan aku?
'Kau pantas mendapat lebih' katamu
Kita pulang saja ya, bersamaku.
16 Mei 2021
_BA_
May 16, 2021
May 16, 2021 at 7:50 PM UTC
Tentang malam yang berhembus sunyi
Tetapi juga sangat berisik
Terutama di hati dan pikiran ku
….
Saling menyakiti adalah kita
Saling menyayangi juga itu kita
Tapi saling berkomitmen, apakah ada kita di ciptanya?
Mar 20, 2022
Mar 20, 2022 at 1:57 PM UTC
Sekiranya sayang itu objektif,
Sudah tentu pilihannya itu kamu,
Namun sayang itu subjektif,
Dimana aku tidak perlu memilih,
Kerana dalam diam,
Diri ini sudah menyayangi kamu.
Nov 1, 2020
Nov 1, 2020 at 6:01 PM UTC