Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Berderap tegap nyaring bersuara
Saat pertama ku pajang jakun menutup pundak dan dada
"Universitasku universitas Indonesia. "
"Terangkum dalam frasa 'buku pesta dan cinta'"

Sayang hanya dalam nyanyian belaka
Isi kisahku hanya buku, tanpa pesta dan cinta

Jangan kurang jangan lebih jua
Pesta dan cinta punya takar unik pas tuk dicoba
Seperti kopi kelebihan kekurangan gula
Ada takaran pas 'tuk tiap lidah yg meminta

Kisah uiku kisah pesta
Pesta merayakan kebahagiaan,  kejayaan,  atau mungkin lepasnya keperjakaan
Kisah uiku kisah cinta
Cinta teman sebaya,  cinta maba alat pelampiasan atau cinta kakak tingkat kece mempesona
Jika kisah uimu belum ada pesta dan cinta
Maka jangan paksa diri menyeret kaki lepas dari skripsi dan tugas yang ada

**Entah malang atau baik nasib akhir kisahnya
Jangan mau lulus jika belum mencoba
Dalam lagu mars universitas indonesia,  terdapat kalimat "buku,  pesta dan cinta" yang melambangkan kehidupan mahasiswa UI selama diperkuliahan.  Namun terkadang,  tidak semua bisa merasakan ketiganya.  Ada yang hanya membaca buku,  ada yang hanya berpesta, pula ada yang hanya pergi kuliah mengemis atau menebar cinta.  Adalah baiknya,  jika sebelum lulus nanti,  kita dapat merasakan ketiganya.  Entah baik atau buruk perjalanannya,  setidaknya kamu takkan penasaran karena tidak pernah mencoba.
Sundari Mahendra May 2017
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat
Tak boleh ada  masalah dan persoalan yang didapat
Aku memberi yang dibutuhkan
Walau kadang agak dipaksakan

Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing
Melalui waktu-waktu susah kau ku bina
Mengarungi saat-saat penting kau kutemani
Tak ada saat dimana kau kutinggalkan

Masuk masa perkuliahan kau dapatkan
dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu
Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi
itulah yang aku ingatkan

Masa-masa kuliah kau jalani
Walau banyak protes sana sini
Karena inginkan sesuatu yang lebih lagi
Kau salahkan kami

Lulus sudah kuliahmu nak...
Kau sandang gelas sarjanamu
Pakailah itu sebagai modah untuk hidupmu
Memasuki dunia kerja yang baru
a daydreamer Oct 2018
Saat dunia menuntutmu, yuk duduk sebentar.

Mungkin kamu lelah dengan tuntutan orang tua mu yang bercita-cita supaya kamu mendapatkan nilai tinggi, atau beban tanggung jawab yang memberatkan pundakmu, atau tuntutan duniawi yang selalu membuatmu resah dengan masa depan, atau melihat kanan kiri ke mereka yang sudah berlari kencang di depan.

Mungkin kamu takut, apa yang akan terjadi di masa akan datang? Apa kamu akan lulus tepat waktu? Apa kamu akan mendapat kerjaan? Apa kamu akan mendapat pasangan?

Sudah, kamu sudah berusaha keras.

Yuk, duduk dulu. Sini bersinggah denganku sambil minum kopi hangat dan menikmati malam yang dekat.

Saat mentari tiba, ayok kita mencoba lagi bersama.
onlylovepoetry Jul 2018
Friday Night K-nulcking Under III

<•>

it is a (my) three day weekend
it is now
Saturday late morning

Friday night we went to Joe’s Pub,
you could look it up,
to hear marvelous stories and marvelous singing

then
full stop

homeward bound (apologies Paul),
we swap Lulus for p.j.’s,
and alliterative alternatives

after having bathed and showered
alternatively alternatingly debatingly
the meritocratic merits of bathing methodologies
and our respective but not respectable
technological techniques and sundry technicalities
are peaceable declared tied

we have not left the confines
of public globalist bedding since thenning,
and no plans for departeeing
not even for meals
or anythinging

(ok, barbecue chicken not cool to eat in bed)

multitasking multiplayering
music, poetry, Sunday NY Times,
action movies non-stop,
even napping,
anything
i want,
as I am the only worker bee
celebrating a workless Mondayee

periodically and often, I kiss the
knuckles on either of her hands

and we laugh at my joking insistence
for she vociferously denies,

most badly connives,
that she is
(with a pronounced hard K)
K-nulcking under
to my every demand
as she is equally guiltily
and capable of excellent excessive
leadership in the art of slumbering parteeying,
ergo all good

we still have Monday to resolve an unraging debating,
this unurgent knuckle biting questioning

who is the K-nulcker
and
who is the K-nulckee

~~~

for US citizens only:

We approve this message^
stephanie Jul 2020
(Disclaimer: gue udh lama ga nulis jadi maaf ya kalo aneh he he he)

6 tahun. Itulah lama kita berteman.


Umurmu 14 tahun ketika kamu menyapaku dan mengajak berkenalan di ruang kelas 8B. Namamu bagus, Thevin. Tapi entah mengapa orang disekitarmu memanggilmu Ncek. Akupun mulai mengenalmu sebagai Ncek, teman pertamaku di kelas itu. Entah apa yang membuat kita menjadi akrab; aku yang sering memintamu untuk menemaniku berjalan ke Citraland sampai kamu jatuh sakit, atau kamu yang sukarela mengambil novelku yang dibuang ke tempat sampah oleh Pak Eko.

Umurmu 16 tahun ketika kita kembali berteman. Diujung masa SMP (dengan bodohnya) kita bertaruh untuk tidak berbicara lagi setelah lulus. Namun lewat Aji, kita memutuskan untuk berteman lagi, bahkan jauh lebih dekat dari sebelumnya. Kamu melindungiku dari patah hati dan aku mendengar kisahmu mengenai hatimu yang patah.

Umurmu 19 tahun ketika persahabatan kita terasa retak. Aku yang terlalu rapuh dan kamu yang menjaga aku dan dia secara bersamaan membuat semuanya semakin mustahil. Sahabatku menjadi sahabatnya; hal itu terngiang-ngiang didalam kepala. Aku memutuskan untuk menjadikanmu musuhku, orang yang sepihak dengannya. Padahal kamu hanya ingin menjadi sahabat yang baik bagi kami berdua.

Sekarang, umurmu 20 tahun. Kamu bukanlah orang yang sama seperti Thevin yang mengajakku berkenalan 6 tahun yang lalu, namun rasanya kamu masih familiar. Kamu terasa seperti kota Jakarta yang terus berubah namun aku tau aku akan selalu pulang ke rumah.

Dirgahayu Thevin. Selamat datang di masa dewasa.

Dimana kamu akan tertawa lebih keras bersama teman-temanmu. Bercerita lebih banyak kepada ibumu. Berusaha lebih sabar menjaga kedua adikmu. Berbicara lebih dalam bersama ayahmu. Menangis lebih banyak karena masalah yang menimpa. Memaafkan diri lebih dari menyalahkan diri.

Semoga tahun ini seorang Thevin dapat lebih mengenal dirinya sendiri!
This love. Consumed by reality. I've lost all gravity. I won't tip my hat that easy. Too many sleezy greasys getting their hair lubed up too easy. Where's the mechanic to repair this despair and iron our lulus affairs, I'd like to smoke a cigar with the mayor and ask him of his cares. We can only hope that one day their wealth is shared. Life is just not fair that's why dance and prance and glance at a new stance of romance. We won't find the *** of gold until we take a chance. Tear up the pants. Take a second glance and look all around you, this is Paradise, climb a tree to see wise, come over at 3 I'll make you some rice, don't dare to act twice, once is enough to hear the Volcanoe rawr. The little weezles implore to conquer a new score, sit back relax and just soar.  I weep to sleep. Let's trash the creep. The hills to steep but this riselience is summit deep. The old Hatter takes her needle to sow and reep, classic skills to perceive so neat, you mustn't forget to wash your feet. Save your brilliance for in between the sheets. **** the Twitter birds tweets, too much blabber, not enough gladier., walkity walk walk, put a boot in your talk talk. A chicken goes boc boc, so shut it before you get **** socked

— The End —