Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"ironi" poems
Hey buddy Engkau yang tak pernah mungkin kembali Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti Semua yang terlahir pasti akan mati Pada masanya 10 tahun penuh makna Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia Ya, indahnya dunia Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia' Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?' Ketika aku hanya ingin berhenti Berhenti dari segalanya Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara Engkau seakan tak rela Aku tak pernah ingin mengulang waktu Walaupun itu bersamamu Waktu yang begitu berat bagi hidupku Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu Malu dalam segala hal Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku' Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu Agar aku bisa membagi kisahku denganmu Aku yang sudah bisa pergi jauh Yang sudah banyak mengenal Medan baru Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu Dulu, saat aku jatuh Engkau selalu ada didekatku Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu Tapi, di usia rentamu Aku terlalu peduli dengan sibukku Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu Entah apa yg ada dipikirku Sungguh egois memang Tapi, apa mau dikata Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya Aku hanya bisa menjalankan Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
0
Jan 4, 2019
Jan 4, 2019 at 10:20 PM UTC
Memori
Hey buddy Engkau yang tak pernah mungkin kembali Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti Semua yang terlahir pasti akan mati Pada masanya 10 tahun penuh makna Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia Ya, indahnya dunia Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia' Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?' Ketika aku hanya ingin berhenti Berhenti dari segalanya Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara Engkau seakan tak rela Aku tak pernah ingin mengulang waktu Walaupun itu bersamamu Waktu yang begitu berat bagi hidupku Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu Malu dalam segala hal Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku' Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu Agar aku bisa membagi kisahku denganmu Aku yang sudah bisa pergi jauh Yang sudah banyak mengenal Medan baru Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu Dulu, saat aku jatuh Engkau selalu ada didekatku Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu Tapi, di usia rentamu Aku terlalu peduli dengan sibukku Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu Entah apa yg ada dipikirku Sungguh egois memang Tapi, apa mau dikata Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya Aku hanya bisa menjalankan Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
Continue reading...
44
det kilder i min rygsøjle, små dråber af farven kirsebærrød rammer gulvet ved mine fødder de former fine, perfekte cirkler hvor er det typisk ironi unik, enestående blev der hvisket af en ukendt stemme i skyggen lys på højde med solens stråler var placeret med retning mod mig stilheden laver en klapsalve, som fylder salen jeg bliver ført rundt i manegen af hvem, tja, hvem ved sårene uden skorpe bliver revet op de fine, perfekte cirkler bliver til et vandfald af varm, rød væske det tunge gardin falder ned, lyset mister sin ***** der mindede en om den smukke sommerdag og det sidste syn er gråhvide, bløde tabte fjer
0
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 5:37 PM UTC
sammensatte fjer
kvikke drenge med hurtige eksistenser huller i alle sokkerne, ar på kroppen - levn fra eventyr, spasmageri altid sprængfyldt med historier, latter cigaretter, solblegede t-shirts, plastre sort kaffe og solbriller og fast food ironi og skæve tænder og solbrun tynde ben og attitude venlighed, lær at slappe af, solvarm og søvnig tung bas, sodavand, nedtrådt græs, neonlys sommerregn på genbrugsjakker, afbleget hår, mørke og livsglade øjne drillende blik, hurtige fødder, beskidte negle fragmenteret væremåde men meget entydig efterladt følelse
0
Nov 23, 2015
Nov 23, 2015 at 1:07 PM UTC
at gå op i en højere enhed
Komedi yang kamu sukai Haha hihi hangat ironi Satir paling getir diantara syair-syair Yang gamang dan anyir Ayat paling menyayat diantara nubuat-nubuat Kala nanti kamu dibaiat Di halaman, mengepul gelembung Berisi suara, jerit menderit Masygul berlarat-larat Sunyi senyap, tak berharap tertangkap Seloroh yang kerap kau kudap Tragis, tentu saja Pantas, hatimu melecur Panas cerita yang kau ulur Mampukah dikebiri? Jangan-jangan kamu puas melacur Mengangkangi memori yang hancur Kesana kemari Menjilat rupa tak terhingga Menggigil dalam persona mempesona Tak seperti banyak cerita Kamu hanya memamah hampa Tiada terkira Hingga kamu Lupa cara bahagia
0
Oct 9, 2017
Oct 9, 2017 at 11:14 AM UTC
Sandiwara
hvorfor sove når man kan lave skolearbejde???!??     lad os blot synke i dette mudder af ligegyldighed og                                          falde ind i vanernes vold, kan man undslippe? kan man forsvinde fra Det Skemalagte Liv?        et klip-selv-ud liv, masseproduceret lige præcis til dig og dine behov                             skal vi ikke sige det i hvert fald. det er    n e m t             nemt                                   konformt, kedeligt, gråt
0
Sep 9, 2015
Sep 9, 2015 at 5:04 PM UTC
masseproduktion af blomstrende hjerner (dyb ironi)