Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Kuharap renggang antara kita hanya sejauh epsilon, sayangku.
Tak ada sela bahkan tuk menilik pelupuk mata masing-masing.
Dan jika limit epsilon menuju nol
Maka ini tenggat kita, sayangku
Bekukan ponsel pintarmu
Abaikan saja waktu menyiram tanaman petang ini
Lebih-lebih biarkan jemuran dibasahi gerimis
Kita tak punya banyak waktu, sayangku
Mari nikmati
Sedemikian sehingga gairah renjana menemani percakapan masa lalu kita
Daniel,

Waktu panorama nyata cerah merona
Aku termenung dungu
Malu, cemas tak pernah begini
Atau entah pernah namun kulupa

Kala aku berlari menuju hilang
Cerah itu muncul, kupikir selesai semua
Berpapasan sosokmu, membelai pipimu
Ku tak becus
Yang terasa dijiwa makin bermakna
yang ada dihati makin berarti

Tak harap lebih berjumpa denganmu
Dimimpiku
Dipelaminan
Atau dirumah kita nanti
Rasa cintamu sudah cukup
Sungguh,
Terima kasih

Buatmu, 2017.
Samuel itu bukan pacarku, dari dulu aku bermimpi ingin memiliki pacar bernama samuel wkwk
Sissy Gunawan Jan 2014
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang,"
Begitu katanya
"Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang,"
Begitu pula katanya

Aku tetap tak mengerti
Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini
Terlalu sempit untuk diketahui
Terlalu sulit untuk dijelajahi

Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit?
Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri?
Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit?
Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip?

"Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku,"
Ujarnya kemudian
Secangkir teh diteguknya perlahan
"Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu,"*

Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu
Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu

Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya
Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya
Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak
Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak

Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu
Yang meraup beribu untung tak kenal waktu

Diam-diam aku bertanya juga

Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu?
Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu?
Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu
Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu

Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya
Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya
Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa
Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa

Seperti yang saat ini banyak terjadi,
Seniman dan Koruptor.
Aridea P  Oct 2011
Cinta Kasih
Aridea P Oct 2011
Cinta…
Betapa sayang ku lebih
Kau tak tau berada di sini
Bahwa sayangku tersembunyi

Cinta…
Lama sudah ada di sini
Kau tak dengar jeritan ini
Lirikmu yang selalu mewakili

Kasih…
Lebih indah saat ku bermimpi
Tapi, tidak pernah terjadi
Aku, hanya duduk sendiri

Kasih…
Lamunanku tertuju padamu…
Tak sadar aku inginkan kamu
Dan selamanya aku Cinta kamu Kasih…


by. Aridea Purple
Fatin  Oct 2017
keliru
Fatin Oct 2017
melihat kamu meluru laju dan melambai
biarpun jauh, hatimu aku baca
lantas aku bilang maaf
pantas dan cepat aku meluah
jelas setiap rasa aku khabarkan

sayangku,
hakikat dunia tiada siapa mahu sunyi
namun aku harus gagahi jua rasa ini
andai ada hari kita tidak bersua seperti ini lagi
dalam tidur aku sentiasa ku rasa dakapmu
dan dalam setiap hariku, sentiasa indah dengan wujud imaginasi aku tentang kamu

sayang,
bukan kah amaran dunia pada kita sudah jelas?
tentang rindu yang tak bersahutan
cerita perasan yang sentiasa dan selamanya tak pasti
dan sentiasa aku pinta kamu
untuk terus percaya aku

lalu lembut tanganmu menyapa aku
meminta aku berhenti

entah kenapa
dalam diam dan biacaraku berhenti
aku rasa nyaman dalam dakapmu

mungkin ada pekara yang patutnya aku diamkan

--mungkin ragu aku adalah sama resah hatinya

mungkin.
?

-f 1030pm oct 2nd
Sayangku arjuna,
Kita tidak boleh bersama.
Bukan karena aku tak cinta.
Bukan karena kamu tak sempurna.
Atau aku tak bahagia.

Maaf arjuna,
"Tuhan kita berbeda."

Kata mereka sih begitu.
Padahal di agamaku, hanya satu.

Lalu aku bertanya tanya,
Memangnya Tuhan ada berapa ya?
Apakah hanya lima?
4200 allah, kata wikipedia?
Atau sebanyak bintang di sorga?

Tuhan yang lain itu apa?
Imajinasi fana?
Tahayul belaka?
Cerita mereka?

Arjunaku sayang,
Coba jawab aku yang tak paham.
Tuhanku yang gila?
Tuhanmu yang sinting?
Atau manusia yang sok waras?

Bukankah manusia mengelu-elukan sorga!
Kok enggan mati duluan?
Pernah ikut serta mini exhibition ReKreasi bersama kawan lainnya di Paviliun Puisi pada Januari 2018.
Sundari Mahendra Nov 2017
Hai kamu...ya kamu...
Kucingku melihatku maju mengendus
Hmmm....kamu mau disayang kah
Kataku sambil mengelus-elus kepalanya

Errrrr....tertanda gembira
Baiklah sayang aku terus membelai
Errrrr....kepalanya menengadah
Baiklah ku cium kepalamu

Hitam warnamu tapi tak sehitam hatimu
Sungguh kau laksana anak yang baru
Mengerti sedikit, bergerak sedikit
Tidak marah atau membuat kesal

Kucingku....bicara dari hati ke hati
Mengerti mengapa aku menyayanginya
Merasakah setiap usapan dan kata2 sayangku
kepadanya....
Elle Sang  Sep 2018
Untitled
Elle Sang Sep 2018
Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Seperti mendapatimu belum sepenuhnya sadar di sampingku, lalu mengecup lembut keningmu.
Tak peduli waktu yang terus memburu,
jarak yang tak terlipat oleh rindu yang demikian banyaknya.
Namun sayangnya.. hidup tak bisa sesederhana itu

Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Bersandar kapanpun yang ku inginkan tak perlu lebih dulu mengundang temaram,
Mendekat kapanpun bibirku rindu di kecup,
Memeluk kapanpun aku rindu detakmu yang cepat.
Namun sayangnya, ingin tak bisa semuanya terpuaskan.

Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Siap sedia di sampingmu membisikkan bahwa kamu tak pernah sendirian,
Kamu tak akan ku biarkan gundah tanpa kawan.
Namun sayangnya, kita bukan ikatan pasti.

Maka sayangku, dengan segala kerumitan dan keadaan yang tidak menguntungkan inginku
Aku berusaha tetap mencintaimu
Dengan keberadaanmu yang jarang aku jadi menghargai setiap pertemuan,
Dengan temaram yang menyenangkan aku mencoba berteman dengan gulita.

Dengan ikatan yang tak pernah ada aku berusaha setia
Bukankah itu intinya?
Aku tak akan pernah mencintaimu dengan terpaksa
Kamu tak merantai kaki-kakiku,
Kamu tak menutup mataku,
Aku bisa pergi kapanpun yang aku inginkan.

Namun lihatlah sayang, aku tetap tinggal di sisimu.

— The End —