300519 | 15:23 PM di ujung laut panti semawang sanur, anginnya kenceng bnget, matahari cerah menembus kacamata hitamku, anginnya jernih biru muda dan hijau toska kalem, bisa kelihatan pasir yang teraduk-aduk dan beberapa rumput laut kering yang terbawa ombak, aku dikelilingi banyak kapal parkir. Monolog by Pamungkas on repeat. Sedang menikmati sakitnya, hubungan yang terurai. Aku terus bertanya, meskipun kelakuannya buruk, kenapa belum juga lukaku sembuh. Bersyukur atas cantiknya laut pada Bapa.