"menyiksa" poems
Malam
Belahan rindu memebelai malam sunyiku..
Tak dapat kutolak..
Bagai tetes hujan yang hanay dapat ditunggu hingga selesai
tak dapat ku hentikan..hanya dapat kunikmwaktu yang hanya
Pagi
Malam tadi aku ingin secepatnya menyelesaikan..
Menyelesaikan segala kesunyian yang dialandasi oleh
malam penuh kerinduan..
Berharap pagi dapat menopang rindu ini..
tapi ternyata pagi pergi meninggalakanku bersama rindu-rindu
yang menyiksa..
Dan melimpahkan segala kerinduan ini kepada siang..
Siang yang membakar hampa sunyiku...
pagi..
Tak dapat menyelesaikan rindu ini..
Siang pun begitu..
waktu hanya membuatku kecewa melewatinya..
Sore..
membawa pelangi indah nan menyejukkan mata..
Tanpa hujan yang mendahuluinya..
May 5, 2017
May 5, 2017 at 1:22 PM UTC
rasa-rasanya sudah mati,
namun raga tetap berwujud,
jika sudah mati kenapa tidak dikubur jauh-jauh?
kenapa malah menyiksa manusia lain dengan jiwa yang sudah mati dan membusuk hingga menusuk dan menyakitkan hidung orang lain dengan bau busuk?
sekarang kami yang perlahan mati dengan bau busuk kalian,
lalu,
salah siapa jika kita semua mati?
lalu,
siapa yang akan mengubur kita jauh-jauh?
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 8:57 AM UTC
kamu manis
menyiksa batinku secara sporadis
mulai berpikir
hey! kurasa kamu ciptaan tuhan paling melankolis
Aug 11, 2019
Aug 11, 2019 at 12:33 PM UTC
Jikalau bisa
Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta
Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar
Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur
Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?"
Tanyakan pada nyanyian malam
Yang dilantunkan angin membelai rambutmu
Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan
Yang mangecap dingin kening dan bibirmu
Tanyakan pada rintik hujan
Yang menemanimu melewati sore
Yang mengajarimu melupakan malam
Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang.
Rayulah bulan dan bawalah pulang
Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam
Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu,
Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu
Namun malam tak perlu bulan
Ketika seribu lilin berpendar sendu
Samar melampiaskan jingga
Menyala atas bara apimu
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Maafkan aku suka
Lembut namun menggoda
Senyum manis kutatap lama
Ingin kumiliki walau sementara
Maafkan aku suka
Tak biasa dan tanpa sengaja
Indah walau sedikit memaksa
Beda tipis cinta dan keras kepala
Maafkan aku suka
Harumnya membuat terlena
Kucoba lupa namun tak kuasa
Wanginya mengajak berdansa
Maafkan aku suka
Sosoknya menjadi candu seketika
Selalu kucari entah ke mana
Selalu terbayang kapan saja
Maafkan aku suka
Di atas kertas tampak nyata
Kalian tak mengerti tak mengapa
Walaupun menyiksa
Dia tak perlu membalas suka,
Apalagi cinta
Feb 7, 2018
Feb 7, 2018 at 12:36 PM UTC
Andaikan aku dirimu
Akan kulangkahkan kakiku keluar pintu
Melayang seringan bunga kertas
Kan kupenuhi hari-harimu dengan warna indahku
Andaikan aku dirimu
Akan kujelajahi setiap sudut kota
Kutelisik namamu di papan-papan pengumuman
Kucari wajahmu dalam setiap poster iklan
Kan kuceritakan padamu hargamu bagiku
Sambil mengantarmu pulang ke rumah
Andaikan aku dirimu
Aku akan berkawan dengan malam
Kutangisi bintang-bintang jauh yang berpendar lemah
Kemudian kupeluk rembulan dengan erat
Kurayu agar ia mau menyinari jendela kamarmu
Dan sinar lembut sewarna perak menerpa wajahmu
Indah menemani kau yang terlelap
Andaikan aku dirimu
Jikalau nanti kau tak melihat diriku
Aku sedang mencari pulau yang tak dikelilingi air
Biar kuisi dengan lautan kembang api
Agar kau menyaksikan letupan-letupan rindu penuh warna
Merasakan jarak indah yang menyiksa
Jan 31, 2018
Jan 31, 2018 at 10:21 AM UTC