"ditinggal" poems
Palembang, 31 Desember 2011
Ku tak berharap malam ini akan spesial
Mengingat kembang api tak mau memperlihatkan sinarnya
Terompet pun enggan mengumandangkan suara nyaringnya
Apalagi, arang bersumpah takkan membara malam ini
Jahat sekali mereka padaku
Aku sudah mengira malam ini akan menjadi bosan
Ditinggal sendirian di rumah
Dilarang pergi ke rumah teman
Ditambah modem tak mau konek
Jahat sekali kalian padaku
Baiklah
Aku hanya bisa bermimpi saja
Mendengar gemuruh kembang api
Melihat cahaya indahnya
Menghirup wangi jagung bakar
Menyantap ayam panggang
Dan ketika aku kenyang, aku tertidur
Esok pagi
Yang ku temui hanya sepi
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:39 AM UTC
Palembang, 31 Agustus 2012
Bulan
Bulat
Kuning
Terang
Di dunia yang gelap,
segelap hidupku
Bulan
Sendirian
Berlari
Mengejar mentari
Membutuhkan sinar,
sama seperti aku
Aku masih bisa mendengar lagu di udara
Hingga mentari tiba
Bulan pun hilang,
seperti akal ku
Aku ditinggal sendiri
Dan lagu pun berhenti
Sep 1, 2012
Sep 1, 2012 at 8:45 AM UTC
jangan amuk datang di sela hening, hujan
resah masih melaut di tengah jalan
jangan angin bisikkan hina, hujan
pijak hawa kenyang makan terpaan
burung tak bisa terbang jadi makanan hewan
atap masjid berhamburan masih kumandang azan
jangan rintik sendiri di atas pasang
cari sampai gersang tak dapat sayang
deras tepi jalan teduh sendiri
linang sampai malam ditinggal mati
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:53 AM UTC
Setia ku hingga akhir waktu
Cinta ku tak mati meski hancur
Kasih ku tak habis slalu merindu
Diriku kan mati ditinggal mu
Suara hati ini bisu
Jejak langkah ini lumpuh
Tapi tetap kepakkan sayap
Menuju surga hidup kebahagiaan
Lagu cinta hilang
Berasa hening kali ini
Suara indah berhenti
Hatipun bersedih
Luapan cintaku tak berakhir
Sampai nanti, sampai aku mati
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:50 AM UTC
Aku pernah diajak pulang.
Senyumnya seperti figura kecil di ujung ruang,
Sentuhannya familiar seperti mainan usang.
Aku tidak mau diajak pulang.
Tangannya hangat seperti teh yang baru dituang,
Tatapannya halus seperti selimut yang sudah dibuang,
Tapi sekarang belum saatnya pulang.
Aku ditinggal pulang oleh mama.
Katanya dia tidak bisa berlama-lama,
Katanya dia masih orang yang sama,
Yang walaupun raganya sudah tidak bisa diajak bercengkrama,
Balut hangat cintanya akan selalu jadi rumah.
Feb 2, 2021
Feb 2, 2021 at 12:45 PM UTC
di ruang 3x3 meter
kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat
masam terkecap, pahit tersisa
buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir
menggetarkan diri
menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi
dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku
didekap
dibekap
kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut
semakin hari, semakin menjadi-jadi
amarah yang tak terbendung
perkara hati bukanlah sebatas ruang
bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan
ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan
debaran demi debaran
candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk
bagai lorong tanpa ujung
pikiranku melayang masuk ke masa lampau
amarah dan kebencian mengombangambingku
belum reda kesalku
kutuk bertaburan dari bibirku
ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku
apa warasku pergi?
apa warasku pergi?
apa warasku pergi?
benci ini tak perlu lagi disiram
terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya
betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa
kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat
apa bedanya kamu dan aku?
aku tidak mau sepertimu
bukan pilhan pasif, dengan sadarku
warasku ada
aku pemenang petak umpetnya!
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:56 PM UTC
Semenjak beliau ditinggal, yang beliau tahu hanya semua lelaki itu brengsek.
Lalu doktrinnya ia lungsurkan padaku.
Apakah aku salah sekedar menuruti kata ibuku sendiri?
Jadi brengsek atau jadi korban si brengsek.
Atau brengsek adalah penyakit genetik?
Oct 13, 2017
Oct 13, 2017 at 6:54 AM UTC