Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
arby 6d
Lari dan lompatlah setinggi yang kau bisa,
agar kau jatuh di tempat yang layak kau perjuangkan.

Bahkan jika bumi menarikmu dengan gravitasinya,
jangan ragu melawan, teruslah mendaki.

Selama harapan masih bersemayam di dada,
tak ada yang terlalu sepele untuk diperjuangkan.

Terlebih, jika itu membawa kebaikan,
maka berlarilah, melompatlah dengan keyakinan.
Lewati batas, tantang ketinggian,
namun ingat, kita manusia,
tak selamanya di puncak.

Karena itu, jangan lupakan daratan,
tempat di mana kaki berpijak,
dan jiwa menemukan keseimbangan.
arby Mar 23
Tempat yang sebelum Ramadan sepi kini ramai,
malam yang tadinya tenang kini lebih bising.
Aku tahu ini berbeda,
tapi kali ini, aku menghadapinya dengan lebih santai.

Aku hanya perlu mencari sudut lain,
di mana aroma kopi tetap menghangatkan,
angin masih berhembus pelan,
dan suasana tetap memberi ruang untuk diam.

Tak ada yang perlu tergesa,
tak ada yang perlu dipertahankan.
Ketenangan bukan soal tempat,
tapi bagaimana aku menikmatinya.

Jadi biarlah semuanya berjalan,
biarlah kota berdenyut dengan ritmenya.
Aku cukup duduk, menyeruput kopi,
dan menikmati malam seperti biasa.
ramadhan
arby Mar 9
Tidak usah berpura-pura,
kita memang punya cerita yang berbeda.
Kisah ini tak perlu dipaksakan,
seperti hutan yang tak lagi meneduhkan kota.

Aku;
tak sedang asri,
berpolusi,
tapi bukan berarti tak bisa tumbuh lagi.

Pohon-pohon memang pernah tumbang,
daunnya luruh bersama waktu,
tapi akar masih tertanam,
dan hujan selalu tahu caranya kembali.

Aku mungkin bukan hutan yang sama,
tapi hijauku tak pernah benar-benar hilang.
Di antara debu dan musim yang berubah,
akan selalu ada tunas kecil yang bertahan.
arby Mar 7
Ketika rindu lebih besar dari lelah,
kau biarkan malam memelukmu lebih lama.
Ketika kecewa lebih tajam dari kantuk,
kau temukan sunyi sebagai pelarian.

Bergadang bukan sekadar menunda pagi,
bukan pula kebiasaan tanpa arti.
Kadang ia jadi obat asmara,
kadang ia jadi ruang paling jujur bagi yang terluka.

Di balik layar, tawa dan kata berpendar,
menghidupkan rindu yang tak bisa dipeluk.
Di balik sepi, air mata jatuh tanpa suara,
melepas kecewa yang tak sempat diungkap.

Malam tak pernah bertanya kenapa,
tapi selalu menerima tanpa syarat.
draft from 2020
arby Mar 6
Malam tak bertanya,
angin tak memberi jawaban.
Aku duduk, segelas kopi di tangan,
mengamati dunia yang terus berjalan.

Asap kendaraan, langkah-langkah asing,
tawa yang tak kukenal,
mereka semua berlalu,
sementara aku menatapnya dan menghela napas panjang.

Ada getir di ujung lidah,
ada sunyi yang tak butuh suara.
Tapi di sela tegukan terakhir,
aku tahu, hidup hanya singgah dan tak berhenti di sini.
arby Mar 4
Aku sedang membangun
batu demi batu, langkah demi langkah.
Kupikir kau akan tetap di sini,
menjadi bagian dari yang nanti kita sebut “rumah.”

Tapi kau memilih jalan pintas.
Bukan karena lelah,
bukan karena bosan,
tapi karena ada tangan lain
yang diizinkan untuk menggenggammu.

Tak perlu alasan,
tak perlu pembelaan.
Kita sama-sama tahu,
ini bukan soal masa yang akan datang
ini soal siapa yang kau beri ruang.

Aku tak kehilangan apa pun.
Aku masih berdiri, masih melangkah.
Dan kau?
Semoga kau menemukan
apa yang dulu tak kau lihat dariku.
arby Mar 3
Riding my motorcycle,
music whispering through my AirPods,
the drizzle kisses my skin,
but I keep going.

Then the rain thickens,
thunder growls like a beast in the sky,
and I don’t speed up.
I let the storm catch me,
daring it to take me,
wishing, maybe, it would.

But deep inside, I fear it too.
Not the dying
but the thought of not going instantly.
A cruel hesitation,
a war between surrender and survival.

How pathetic, how fragile.
I was only going 20 km/hour,
while I Love You So by The Walters
played like a farewell,
or maybe, a reminder
that I was still here.
Next page