"tolong" poems
Jika aku berdosa Tuhan
Hati tak ingin disalahkan
Karena jiwa yang serakah
Telah terbelah menjadi dua
Ingin hati terbang ke Surga
Apadaya terbelenggu senja
Mentari panasi dunia
Bagai raga ku yang mulai gersang
Tuhan... Tolong...
Teriakan ku memohon
Hujanilah raga ku yang gersang ini
Beri tanda jiwa yang asli
Jiwa keras bagai karang
Terhempas ombak baru mengalah
Jiwa lembut bagai awan
Terhempas angin baru tersadar
Sadar akan 2 jiwa yang terbagi
Begitu berbeda bagai langit dan bumi
Amat berbeda bagai air dan api
Ku sadari, aku manusia yang Munafik
Created by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:39 AM UTC
Kudengar adzan berkumandang
Ah! Subuh datang
Membangunkanku dari istirahat malam
Mengecoh mimpi indah malam itu
Belum, kubelum siap bangun
Tapi semesta mendoktrinku
Kuharus bangun dan terjaga
Kuiyakan saja mereka
Sesaat pagi tiba
Kelembutan angin memuaskanku
Segar aroma udara memenuhiku
Pipit mericau ramai
Sesal tak ada dalam benakku
Hanya puas dan sentosa
Kutak menyesal bangun subuh
Aku ingin pagi ini bujur
Tiba-tiba sengat datang
Tolong! Tolong aku
Siang datang mencuri pagiku
Aku mulai belingsatan
Panas matahari mengantup
Aku bergidik
Meratap
Siang jahat!
Aku kutuk siang
Namun ia tak mau pergi
Ia malah semakin menjadi-jadi
Aku hilang kendali
Aku marah
Kembalikan pagiku!
Aku memohon pada siang
Aku menangis
Bahkan aku bersujud
"Siang, aku rindu pagiku"
Aku rindu ricauan pipit pagi itu
Aku kehilangan angan-angan
Novita Olivera.
Apr 30, 2016
Apr 30, 2016 at 1:19 PM UTC
Palembang, Rabu 26 Juli 2011
Aku sayang dia
Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya
Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah
Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya
Dia selalu ada di setiap ku butuh
Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku
Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku
Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun
Yang pertama, tak bisa terganti
Sekali sayang, dan akan terus selamanya
Perasaanku tak tercurah tanpanya
Berhari-hari aku bersamanya dengan setia
Namun di hari itu aku kecewa
Yang aku sayang yang terus aku jaga
Dia mati di kala waktunya belum tiba
Aku kecewa ketika mereka membunuhnya
Aku marah, aku kesal
Aku minta mereka mengembalikannya
Tapi yang ku dapat hanya heningan
Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa
Aku sudah tahu jawaban mereka
Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak
Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan
Mereka tidak peduli dengan perasan orang
Ku hanya ingin pertanggungjawaban
Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku
Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang
Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang
"Pena Ungu ku tinggal kenangan"
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:40 AM UTC
Palembang, 30 Desember 2013
Ini terjadi lagi,
tuk yang kesekian kali
Jiwaku terbentur batu, keras sekali
Retak, hampir pecah berapi
Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati
Menjadi mayat tak berhati
Tak mampu berfikir lagi
Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini
Meski kaki ini tak mampu berdiri
Nafas ini tak mampu berhembus lagi
Hanya satu yang aku yakini
Keajaiban yang benar ada di dunia ini
Rencana indah Tuhan yang lain
Yang tak pernah bisa dihindari
Hidup tidak selalu buruk atau baik
Perubahan kecil sangatlah berarti
Tuk hidupku yang sunyi
Aku memang sendiri
Tapi ku tak ingin sembunyi
Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi
aku yang memilih aku yang jalani
Ini bukanlah janji
Ini adalah curahan hati
Keinginan yang tak mampu ku raih
Namun ku jua tak lelah berlari
Meraih keingnan di hidup ini
Jika kalian membaca ini
Tolong, hargai dan temani
Aku di sini sendiri ...
Dec 30, 2013
Dec 30, 2013 at 2:09 AM UTC
Hidup ku ini bukanlah permainan!
Yang bisa dimulai dan dihentikan kapan pun
Perasaan ku juga bukanlah medan perang!
Yang terus saja tertindas
Kau buat lemah!
Kau buat aku tak berdaya
Hati ku ini adalah emas
Yang apabila hilang, aku akan jatuh miskin
Miskin iman karena kehilangan arah
Miskin materi karena pikiran ku tak jalan
Aku ini bukanlah babu!
Yang selalu menuruti apa mau mu
Aku ini hanyalah pekerja lepas
Yang tak mau terkekang manghadapi mu
Aku ini hanyalah pasien rawat jalan
Meski sakit parah tapi tetap berjuan untuk hidup
Kau kira aku ini apa?
Kau membuat ku menjadi korban terparah
Aku pecundang di antara manusia
Mengapa kau tidak pergi saja dari hidup ku?
Hey, aku ini bukan papan catur 'tuk dipandangi
Aku juga bukan sarung tinju tuk menuruti mu
Lepaskan aku!
Ku mohon lepaskan aku
Aku tak ingin lagi menangisi hidup ku
Ku ingin berhenti mengasihani hidup ku
Tolong, damaikanlah hidup ku
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 11:52 AM UTC
Palembang, 14 April 2013
Jika kamu tidak menyukaiku,
tolong agar bagaimanapun tuk mencintaiku
Jika kamu tidak menginginkanku di sini,
maka rindukan aku
Jika kamu ingin melupakanku,
maka ingatlah aku selalu
Jika kamu tidak ingin mengetahui tentang diriku,
maka pikirkanlah aku
Jika kamu berharap tidak pernah mengenalku,
maka ijinkanlah aku hadir di mimpimu
Jika kamu menginginkanku tiada,
maka hiduplah bersamaku
Jika kamu sangat amat membenciku,
Aku akan sangat lebih mencintaimu
I Love You, Someone
Apr 14, 2013
Apr 14, 2013 at 11:24 AM UTC
Jakarta, 28 Mei 2009
Suatu malam aku gelisah
Menunggunya tuk hadir di sini
Dia yang sangat ku cinta
Pangeran dari Kerajaan Inggris
Ya Tuhan
Maafkanlah aku
Aku t’lah mencintai orang yang salah
Tolong bangunkan aku
Aku diam seribu bahasa
Aku menangis, “Aku hanya bermimpi!”
Lalu ku lihat seorang pria
Berdiri di depanku
“Ya Tuhan, aku bermimpi lagi”
Dia menyentuh tanganku
Sekali lagi...
“Ya Tuhan, ini nyata!”
Aku memeluknya
Dan kemudian aku benar-benar sadar
Inilah kenyataannya
Pangeran dari Kerajaan Inggris
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:52 PM UTC
Teriakan demi teriakan
Kami... menangis...
Sakit... sakit...
Kenapa? Mengapa?
Setiap detik hati kami
Selalu resah dan gelisah
Terbelenggu, kami terbelenggu
Apa salah kami? Apa yang jadi dendam?
Anak cucu kami
Tak bersalah? Tak tahu menahu?
Tapi mengapa?
Kau binasakan mereka?
Kau hancurkan kami?
Mengapa kami, tempat tinggal kami?
Kenapa? Mengapa?
Tolong... tolong... Tuhan
Apa rencana-Mu?
Apa yang Kau inginkan?
Kami sabar, kami diam!
Seakan menunggu ajal datang
Kami diam, kami takut
Suara ledakan hancurkan hati kami
Kenapa? Tak ada pembelaan?
Mengapa? Harus ada perang?
Kami lemah kami tak berdaya!
Kami hanya bisa menunggu!
Entah apa yang ditunggu.
Ajalkah...
Damaikah...
Ataupun derita...
Ya Tuhan kami...
Mengapa ini terjadi??
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:58 AM UTC
Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau mulai memberi nasihat, kau tak melakukan apa yang kuminta.
Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau mulai bilang aku tak perlu merasa begitu, kau menginjak-injak perasaanku.
Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau merasa harus berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalahku, kau telah mengecewakanku, memang aneh kelihatannya.
Dengar!
Yang kuminta hanya kau mendengarkan bukan bicara atau berbuat—hanya dengarkan aku.
Nasehat itu murah; 60 sen akan memberimu rubrik nasehat yang ada di koran. Dan itu bisa kulakukan sendiri. Aku bukan tak berdaya, mungkin kecil hati dan bimbang, tapi bukan tak berdaya.
Ketika kau lakukan sesuatu untukku yang bisa dan perlu kulakukan sendiri, kau menambah ketakutan dan kelemahanku.
Tapi saat kau terima kenyataan bahwa aku merasa apa yang kurasa betapapun tak masuk akal, aku bisa berhenti mencoba meyakinkanmu dan memahami apa di balik perasaan yang tak masuk akal.
Dan ketika semuanya jernih jawaban menjadi jelas dan aku tak butuh nasehat.
Perasaan-perasaan yang tak masuk akal menjadi sebaliknya saat kau memahami ada apa di balik semuanya.
Mungkin karena doa itu manjur, terkadang, untuk sebagian orang karena Tuhan tak bersuara, dan tak memberi nasehat atau mencoba memperbaiki sesuatu. Tuhan hanya mendengarkan dan membiarkanmu menyelesaikannya sendiri.
Jadi, tolong dengar dan hanya mendengarkanku. Dan bila kau mau bicara, tunggulah giliranmu, dan aku akan mendengarkanmu.
Mar 5, 2015
Mar 5, 2015 at 3:22 AM UTC
Senyum itu, dari mana datangnya
Tolong beritahu aku rahasianya
Agar nanti bisa kulakukan lagi
Biar mereka tahu, manisnya kau kala itu
Senyum itu, bisakah lebih lama?
Maafkan aku ini ingatannya lemah
Jadi tolong tersenyumlah lebih lama
Biar aku ingat, manisnya kau kala itu
Senyum itu, di hari yang sunyi tanpa kabar
Apakah senyum itu ada di kala hujan?
Aku ingin tahu, jadi bisikkan padaku
Di mana senyum itu saat malam menuju Minggu
Senyum itu, semanis kala itu
Tapi, siapa yang dituju senyum itu
Mungkinkah senyum semanis itu
Menyisakan pahit yang teramat pahit?
Tetaplah semanis itu, kalaupun pahit
cukup aku yang tahu
Tetaplah semanis itu, aku masih ingin
membagi malamku padamu
Sep 1, 2017
Sep 1, 2017 at 1:06 PM UTC
Jakarta, 9 April 2009
Cintanya tercipta untukku
Aku siap memberikan cintaku padanya
Aku sangat mencintainya
Ini hatiku berbicara
Tolong dengarkan...
Aku kehilangan akal
Aku menjadi hilang
Karena hidupku terlalu rumit
Gadis malang, hidup yang malang
Jan 20, 2012
Jan 20, 2012 at 8:52 AM UTC
Rasanya tubuhku seperti ditikam jutaan kali
Ragaku,perlahan mati
Rasaku hancur tak bertepi
Dan kau si bajingan,yang ku dambakan
Yang selalu ku beri pujian
Yang detik ini masih pertahankan
Tapi malah membunuh ku secara perlahan
Aku benci hadirmu yang selalu membayangi diri
Disaat ku mulai melangkah kan kaki
Sejauh mungkin, melupakan kau
Dan rasa kita yang perlahan mati
Tolong,untuk kali ini
Jadilah bajingan yang sedikit punya rasa baik hati
Bantu sedikit aku memulihkan raga ini
Bantu aku sedikit percaya diri
Bahwa kau memang sudah sepantasnya tak di sisi
Pergilah jauh dan tak perlu lagi kau kembali disini
Rasaku sudah mati
Sejak kau memilih berlalu pergi
Aku benci
Tapi aku mencintai
Jun 9, 2019
Jun 9, 2019 at 11:09 AM UTC
Ya
Langit ini terlalu indah untuk dilihat saja
Tanah ini terlalu luas sebagai sebuah pijakan
Bisakah aku melihat sisi langit lainnya?
Bisakah aku mengenal sudut pijakan lainnya?
Aku juga ingin bertemu dengan senja di langit utara
Apalagi saat fajar mengintip di langit selatan
Aku tidak dari timur
Ataupun barat
Aku ditengah.
Ditengah tengah kebingungan
Aku hanya ingin mengenal tanah di sudut barat daya
Di sisi tenggara
Menyapa tanaman dan makhluk hidup lainnya
Salahkah aku?
Aku hanya makhluk yang serba ingin tahu
Tolong, jelaskan padaku mengapa ini salah
Mengapa ini dilarang?!
Aku juga ingin menikmati sinar sang surya dari sisi yang berbeda
Apakah aku terhukum?
Aku bukan peminta
Apalagi pengemis
Tapi kali ini, bisakah kau jelaskan padaku?
Apa? Mengapa?
Nov 7, 2018
Nov 7, 2018 at 12:35 PM UTC
Setelah kesekian kalinya,
Dia berusaha
Di sudut nyala lilin kecil
Dia dapat kembali menangis
Terisak hingga kelelahan
Mengeluarkan semuanya
Dan jatuh tertidur
Wahai puan,
Berapa lama topengmu itu kau gunakan?
Tak apa jika kau ingin bersedih,
Tak apa jika kau ingin marah,
Tak apa jika kau merasa dunia ini tak adil
Jangan mengunci dirimu,
Terdapat langkah kaki yang ingin menemanimu diluar sana
Persilahkan lah
Untukmu,
Tolong jangan memenjarakan diri sendiri
Dec 13, 2018
Dec 13, 2018 at 10:10 AM UTC
Bangsa pribumi di era modern
Memaksa batin untuk jadi keren
Sudah lewat aku di zaman batu
Ku langkahkan kaki di zaman baru
Aku tidak tahu cara naik bus
Yang aku tahu adalah kursi bertikus
Oh jarak..
Jarak yang membuatku berpisah
Aku rindu suasana desa yang indah
Oh jarak..
Sampai kapankah aku gelisah
Aku gundah tidak tahu arah
Oh jarak..
Selamatkanlah aku
Selamatkan aku dari rasa putus asa
Aku takut..
Aku takut pada gedung besi berasap
Aku takut pada mesin yang berjalan
Aku takut pada benda panjang beruap
Siapakah aku disini?
Siapapun tolong bantu aku
Siapapun keluarkan aku dari sini
Siapapun tuntunlah aku
Oh Tuhanku..
Berikanlah Petunjuk-Mu
Tidak ada yang lain selain Diri-Mu
Aku disini hanya pencari Ridho-Mu
-Kediri, 19 Maret 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:39 PM UTC
Malam hari kau berteriak
'tolong'
dari matamu aku tahu kau butuh sesuatu
untuk kau jadikan alasan untuk terus berjuang
Malam hari itu, kau bungkam
kau memaksakan diri untuk tersenyum
tertawa
alunan suara tak pernah berbohong, sayang
matamu yang sayu itu menangis, sayang...
Ada apa?
Malam hari itu aku berpikir
Ada apa?
Ada apa?
Kamu tahu? Kesedihan seseorang yang disayang itu menular bak penyakit yang arogan mengerogoti badan?
Kamu tahu? Aku tertular?
Dan aku bahagia, setidaknya aku masih punya hati untuk merasakan duka bersama.
Aug 7, 2017
Aug 7, 2017 at 1:18 PM UTC
Menuju malam sabtu, lagi lagi aku menghela napas
Melihat caramu menatapku, itu membuatku sakit
Mendengar suara mu saja aku muak
Bagaimana kau melangkah
Bersenandung kala di motor
Menyapa mereka yang kau bilang teman
Memuakkan
Kau tau? Bahkan saat menggenggam tanganku, rasanya seperi kau mencekik hatiku
Sesak
Kau; Tertawa hingga berurai air mata
Aku; Menangis tanpa melepas air mata
Kau lihat kan perbedaannya?
Apa memang aku yang harus bersakit?
Apa aku layak menerima ini?
Apa yang sudah ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku mendapatkan rasa seperti ini?
Tolong jawab aku
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 1:30 PM UTC
Saat itu dia melihatku,
Aku....hanya bisa melihat sekitar
Kau tau kan bagaimana rasanya?
Sangat malu hehe
“Tunggu disini, aku akan mengantarmu”
Dia pergi dengan kikuk, mengambil kendaraan
Meninggalkanku yg kikuk juga
Kenapa sih dunia ini
Kenapa kami jadi sama sama kikuk
Sama sama malu
Sama sama kaget
“Hhhh” helaan napasku terdengar
“Kenapa?” Tanyanya
Aku kaget “gapapa hehe”
“Lucu sekali” katanya sambil menampilkan senyum khasnya
Bagaimana ini?!
Rasanya duniaku teracak
Luruh bersama senyumnya
Tolong aku.....
Aug 3, 2019
Aug 3, 2019 at 3:40 PM UTC
Terlanjur kutitipkan hatiku
Jiwaku hangat dalam genggamanmu
Tolong jagakan sebentar lagi
Aku ingin kembali
Telah kubagi separuh anganku
Kau susupi setiap ingatanku
Tanpa sadar kulembutkan hatiku
Aku ingin kembali
Maafkan aku yang pergi
Tanpa selamat tinggal
Maukah kau ucapkan selamat datang
Karena aku akan kembali
Jan 3, 2018
Jan 3, 2018 at 11:25 AM UTC
hello, I miss you very much.
but later on, you ignored me.
you left me on read.
I know you're so busy but hey?
oh. nevermind, I'm sorry if my existence and my texts disturb you.
I know, life is being hard. to me, not to you. and I need you to cheer me up but?? I want nothing. I just want you, your attention, like usual. but you came up with this. your ignorance. and that's hurts.
I never ask for money, free treats, jewels, or anything else. I just want you. I know, I'm not-so-called-a-pretty-and-hottie-girl. I'm showing you my real side. like, my love for you. lol. so cheesy.
If you're wondering out up to the sky, remember. Don't ever forget, that I'll always by your side. behind ya. I got your back. When the world's trying to bring you down, I'm here. I'll always be here for you, cheering you up, helping you with these burdens called "tugas-dari-guru-guru-terlebih-yang-killer" ehe. I'll stand by your side, I'd never leave you, trust me. Some of people may think "janji ada untuk dilanggar" but not for me.
I...I'm sorry for everything. Sorry for those times when you were burned up because of me. I'm sorry for disturbing you, just. sorry, sorry, and sorry. sorry for my weakness.
Tolong, maafin kekuranganku, keburukanku, dan lain-lainnya, ya. Aku lagi berusaha untuk menjadi lebih dewasa, tentunya.
I don't know if you read this or not, I'm just sharing my thoughts 'anonymously' here. I can't say nothing beside "I miss you" and type this ( a not so called ) long *** paragraph.
Have a blast friday, baby. My precious human.
Feb 2, 2018
Feb 2, 2018 at 7:51 AM UTC
Aku rasa aku naif bila percaya memiliki sepanjang masa bersamamu,
Suatu saat kau akan pergi, hal ini kusadari
Bahkan sejak waktuku denganmu masih terlalu sedikit.
Namun aku tidak mau mengirit, aku mau menghabiskan selamanya samamu.
Hatiku, perih, sendiri
Tertinggal -
Maka aku memintamu, tolong bawalah aku selalu
Kalau tidak,
Aku takut rinduku semakin berat
Sehingga tidak dapat diobati.
Feb 24, 2021
Feb 24, 2021 at 6:02 PM UTC
Bulan malam ini hampir mirip dengan senyumku. Melengkung, tidak sempurna, hanya setengah saja.
Kalau bulan memiliki fase yang pasti, aku rasa aku tidak seperti bulan. Namun, malam ini berbeda,
aku ingin menyamakan diriku dengan bulan sabit yang sedang kita tatap melalui tempat yang berbeda.
Hey, bulan! Tolong buat lengkungan yang indah, sebab, dia bisa melihatmu, dan aku sedang berkamuflase menjadi kamu!
Jangan sampai matanya mengecil untuk memperjelas lengkungmu,
jangan sampai jidatnya mengerut heran karena sinarmu tidak seterang biasanya.
Hey, bulan! Aku sedang berkamuflase menjadi kamu! Pastikan dia melihat bulan yang indah malam ini, karena dia ingin aku baik-baik saja.
Sep 21, 2021
Sep 21, 2021 at 3:36 PM UTC
Lilin telah nyala
Musik telah berirama
Inikah saatnya?
Tanpa diminta ia datang
Aku yang tak menutup pintu, pasrah
Ia berjalan di alur kerangka kepalaku
di setiap sudut batinku
Abu abu, tapi bahagia
Lilin padam
Musik berhenti
Tapi mengapa dia tak pergi?
Tolong, waktu mu sudah habis
Kau bisa pergi, jejak abu
Jangan takut
Aku tidak lupa dengan keabu abuannya
Aku hanya tak bisa berpikir
Mengapa dia memilih menjadi jejak abu?
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 2:20 PM UTC