
9HollaYulia9
18/F/Kediri, Indonesia
Yulia Surya Dewi or commonly called Yulia by family, friends, and also the neighbors at home. Author was born on July 10, 1999, in Kediri City. In addition to writing, the author also enjoys reading. He is very happy when many people like his writing. Sin
I lost my emotions
When all loose lost
Contemplating
There's only me here
In a void not contained
Waiting for the light
To take me out
Kan I keep this sense of silence
Safe inside myself
Mar 26, 2018
Mar 26, 2018 at 9:58 AM UTC
Allah..
Allah adalah Tuhanku
Oh Allah..
Dzat Yang Maha Agung
Tiada Tuhan selain Allah
Kaulah Yang Maha Menciptakan
Kau ciptakan surga bagi orang yang beriman
Kau berikan rahmat kepada hamba-MU yang bersungguh-sungguh
Ya Allah!
Ya Tuhanku!
Hambamu bukanlah teroris
Hambamu hanya menyembah kepada-MU
Ya Allah!
Tuntunlah aku ke jalan yang benar
Ya Allah!
Dalam gelap kau bangkitkan aku yang putus asa
-Kediri, 22 Maret 2018-
Mar 26, 2018
Mar 26, 2018 at 12:00 AM UTC
Test test..
In the rain ..
I hear the rain moans
In the unfeeling night sky
Rainwater fell drowning sadness
As if telling me the pain of separation
These feelings continue to curl
Hiding in the recesses
My cries formed in my heart
Tears streamed down my cheeks
Your words pierce my heart
Like a blowing wind like a knife
You leave a wound in my heart
It was like the rain falling in front of me
It rained just in time
Rain ... please convey to him
He carved the wound
Carving a wound is like carving a tattoo
-Kediri, March 22, 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:58 PM UTC
Kau melompat kesana kemari
Kau melompat tanpa tahu perasaan ini
Kau melompat tanpa etika
Kau melompat hilang seketika
Kau bukan jelmaan pangeran
Akan tetapi hadirmu membuat orang terheran
Sekolahku adalah tempatmu
Hijau pohon dan rumput sudah menyatu denganmu
Aku mual dengan serba hijau
Karena sayur hijau bukanlah kesukaanku
Akan tetapi pohon hijau adalah istimewa
Pohon hijau tempat berteduh hati yang merana
Oh kodok..
Mengapa tembok sekolahku juga hijau?
Oh kodok..
Aku semakin sulit menemukanmu
Teyot teblung teyot teblung
Sekolahku hijau nan sejuk
Teyot teblung teyot teblung
Adiwiyata adalah gelar sekolahku
-Kediri, 21 Maret 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:53 PM UTC
Bangsa pribumi di era modern
Memaksa batin untuk jadi keren
Sudah lewat aku di zaman batu
Ku langkahkan kaki di zaman baru
Aku tidak tahu cara naik bus
Yang aku tahu adalah kursi bertikus
Oh jarak..
Jarak yang membuatku berpisah
Aku rindu suasana desa yang indah
Oh jarak..
Sampai kapankah aku gelisah
Aku gundah tidak tahu arah
Oh jarak..
Selamatkanlah aku
Selamatkan aku dari rasa putus asa
Aku takut..
Aku takut pada gedung besi berasap
Aku takut pada mesin yang berjalan
Aku takut pada benda panjang beruap
Siapakah aku disini?
Siapapun tolong bantu aku
Siapapun keluarkan aku dari sini
Siapapun tuntunlah aku
Oh Tuhanku..
Berikanlah Petunjuk-Mu
Tidak ada yang lain selain Diri-Mu
Aku disini hanya pencari Ridho-Mu
-Kediri, 19 Maret 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:39 PM UTC
In a quiet night
I listen to the strains of fantasy melody
Takes me by the imagination
A song sounds like an ecstasy
Gave me a spiritual splash
Nine ten
A little different
I let my heart melt
In this place I'm worried
I hate the silence
But not on singing
Singing song of silence
I'm stuck with loneliness
Days without you are lonely
You are present consolation
You're a hero
You came a volunteer
It's not bringing you places
Yet you live in my heart
You are here at the right time
Liberate from the silence that killed me
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:29 PM UTC
✫ · + . ✵
.
· .•°•Trepidation•°•.
. ˚ *
. . ⋆ * ˚
. ⊹
Bunga-bunga menjauh dari jalanku
Membiarkanku seakan kehilangan ragaku
Duri menghiasi setiap jalan
Sinar matahari memudar di sela-sela dedaunan
Burung-burung merintih dalam pedih
Biarlah ketakutan mengambil kesempatanku
Kesempatan untuk kembali ke jalanku
Jalan yang tak mungkin kutemui lagi
Di kegelapan aku mencoba menyisir cahaya
Menyisir cahaya dan kudapati rontokan bintang
Aku takut..
Aku takut pada malam
Malam yang semakin pekat
Kemana aku akan berlari?
Lututku berdarah menapaki jalan tanpa arah
Semua ini tampak seperti ilusi bagiku
Menemukan jalan yang benar adalah delusi
Tak ada rasa sakit, tak ada kesenangan
Namun kesenangan itu hanyalah angan-angan
Aku tak ingin menyerah
Walau kurasa hatiku berdarah
Bila dunia ini berhenti
Siapapun takkan bisa mengunciku lagi
Selamatkan aku...
Keluarkan aku dari sini
Seperti apa akhir dari jalan ini?
Aku takut...
Keluarkan aku dari sini
Ku mohon peganglah tanganku
Di dalam hatimu, di dalam mimpimu
Bangunkanlah kembali bintang-bintang
-Kediri, 17 Maret 2018
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:23 PM UTC
Daun kuning berjatuhan
Angin dingin menghantarkan salam dari Tuhan
Aku melihat pepohonan yang menari
Semua tampak indah menyejukkan hati
Aku hanya diam..
Diam tak tahu harus kemana
Kabut putih menutup mataku
Mendorongku yang berdiri terpaku
Imajinasiku kabur
Aku akan jatuh
Dan...
Dimanakah aku?
Diruangan serba putih aku terbangun
Menatap dengan pandangan memudar
Siapakah kamu?
Gadis kecil berlari dan tertawa
Berlari menjatuhkan bunga-bunga
Membuka pintu diujung ruangan
Aku berjalan...
Berjalan membuka pintu yang sama
Wanita cantik berambut pirang
Cantik rupawan mengalahkan Godiva
Seorang gadis kecil memeluknya erat
Dia...
Dia yang selama ini kucari
Dia yang selama ini kunanti
Aku mencoba...
Mencoba untuk menyentuhnya
Jari-jarinya yang ramping menepisku
Aku berpikir dia membenciku
Namun tidak
tidak...
Dia berkata padaku,
"Kembalilah, ini belum saatnya"
Kematian bernegosiasi dengan kemungkinan
Kemungkinan untuk meraih kehidupan
Di alam bawah sadar
Aku akan kembali menemukannya
-Kediri, 18 Maret 2018
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:22 PM UTC