Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Fai
Fai
25/F/Indonesia Its our world. Enjoy it! / somewhere on the earth to make you feel my words
Rabu ke rabu Abu semakin kelabu Mengapa aku bersendu? Aku yang kecewa dan mengecewakan Semoga kelak kau semakin berharga Begitu pun aku Sehingga jika diizinkan bertemu kembali, kita mampu bersinar bersama
0
May 31, 2022
May 31, 2022 at 1:41 PM UTC
End of May
Tentang malam yang berhembus sunyi Tetapi juga sangat berisik Terutama di hati dan pikiran ku …. Saling menyakiti adalah kita Saling menyayangi juga itu kita Tapi saling berkomitmen, apakah ada kita di ciptanya?
0
Mar 20, 2022
Mar 20, 2022 at 1:57 PM UTC
Ada kita
Menuju malam sabtu, lagi lagi aku menghela napas Melihat caramu menatapku, itu membuatku sakit Mendengar suara mu saja aku muak Bagaimana kau melangkah Bersenandung kala di motor Menyapa mereka yang kau bilang teman Memuakkan Kau tau? Bahkan saat menggenggam tanganku, rasanya seperi kau mencekik hatiku Sesak Kau; Tertawa hingga berurai air mata Aku; Menangis tanpa melepas air mata Kau lihat kan perbedaannya? Apa memang aku yang harus bersakit? Apa aku layak menerima ini? Apa yang sudah ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku mendapatkan rasa seperti ini? Tolong jawab aku
0
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 1:30 PM UTC
Jeritan
Hari ini aku merasakannya Aku kira tidak akan secepat ini Ternyata aku keliru Terbesit rasa untuk berbagi Berbagi ruang dan waktu Berbagi tawa Berbagi kesedihan dan kekecewaan Aku yang tak ahli dibidangnya Merasa diperbudak Akal sehat ku tersisihkan Padahal, sebelumnya aku seorang rasional Batin bersorai bersama aku yang keliru Menelan pahitnya kata yang tak terucap “Apa aku mulai merindukannya?” Aku tidak tau pasti Tapi yang penting, aku sudah memasukkanmu kedalam jurnal pikiranku Dan itu berarti kau akan menjadi orang penting bagi ku
0
Nov 7, 2019
Nov 7, 2019 at 7:30 PM UTC
Keliru
Silau mobil menabrak kelopak mataku Bersandar pada jendela kenangan Sambil tangan berpeluk pada ruang hampa Aku melewati bekas tapakan kita, lagi Aku langsung mengembara melewati waktu Masa itu, kita duduk berdampingan Sangat jelas diingatanku Didalam bis, kita mengobrol Kau duduk bersandar di bangku mu Dan aku yang bersandar di jendela Kau hanya fokus padaku Menatap ku dengan sabar sambil mendengarkan cerita ku Bahkan, kalau boleh jujur, pada masa sekarang pun aku masih ingin tatapan itu, lagi Bagaimana kau tersenyum melihatku berimajinasi Menyambut segala harapanku Tuan, aku ingin melihatmu lagi Adakah celah kesempatan itu? Masihkah kau sama seperti isi memori ku?
0
Sep 6, 2019
Sep 6, 2019 at 10:40 AM UTC
Tuan, Rinduku Mengusikku
Dari 1000 langkah bersama, Ku tau artinya Kita bukan selangkah Tapi setujuan Kau ingin melalui B dengan tujuan C Aku ingin melalui A dengan tujuan C Aku baik baik saja Aku percaya, berbeda bukan berarti salah Kau selalu membenarkan argumen Mengagungkan apa yang kau yakini Mengucilkan yang berbeda denganmu Tidak bisakah kau akui saja? Aku benar dengan pandanganku Dan kau juga benar dengan pandanganmu Tidak bisakah kita redam ego Dan melangkah sejajar? Bukankah tujuan kita di awal seperti itu?
0
Aug 21, 2019
Aug 21, 2019 at 12:00 PM UTC
Kita, Selangkah?
Disela musik yang teburai, Terdapat rasa yang menyatu Sambil bernyanyi terdapat dua pasang mata yang bercahaya Saling tarik menarik Menjaga agar tetap satu frekuensi Sangat lucu melihat ini semua Bagaimana musik dan nyanyian dapat menutupinya Padahal, pipi keduanya telah bersemu Bibir keduanya tak henti melengkung ke atas Ditambah, sudah saling mengenal Sungguh kurang apalagi?
0
Aug 15, 2019
Aug 15, 2019 at 11:47 AM UTC
Sempurna, kan?
Bersama suara tawa Terdengung hasrat hati sedikit kata Dia yang berbaik hati Dan saya yang bersakit sakit Merangkak dibawah kebaikannya Menggumam kala dia tertawa Gapai senyumnya yang tak kasat hati Bahkan, rela tenggelam dalam pasir khayalnya Hm, apakah ini saatnya? Pengakuan akan hasrat hati sebenarnya? Mengenai rasa dan karsa Di akhir petang ini, Bersama riakan air dan sapaan ombak Bahkan ditemani oleh anak kepiting lucu Dan lembayung surya sebagai saksi Saya, sang khalayak yang tengah berdiri Memintanya untuk berhenti Baik dalam melangkah, ataupun berlari Karena saya akan mencari sisi ujung lembayung surya yang lain Dan dia tak perlu tahu jika memang tak ingin Terima kasih
0
Aug 7, 2019
Aug 7, 2019 at 11:56 AM UTC
Ujung Lembayung Surya
Saat itu dia melihatku, Aku....hanya bisa melihat sekitar Kau tau kan bagaimana rasanya? Sangat malu hehe “Tunggu disini, aku akan mengantarmu” Dia pergi dengan kikuk, mengambil kendaraan Meninggalkanku yg kikuk juga Kenapa sih dunia ini Kenapa kami jadi sama sama kikuk Sama sama malu Sama sama kaget “Hhhh” helaan napasku terdengar “Kenapa?” Tanyanya Aku kaget “gapapa hehe” “Lucu sekali” katanya sambil menampilkan senyum khasnya Bagaimana ini?! Rasanya duniaku teracak Luruh bersama senyumnya Tolong aku.....
0
Aug 3, 2019
Aug 3, 2019 at 3:40 PM UTC
Bersama Kecanggungan, lagi
Tiiin. Lalu lalang kendaraan Aku masih disini berdiri, dengannya Apa aku menunggu sepi? Tidak Aku juga tidak tau sedang apa. Haha Tiba tiba kulitku tersengat Bukan. Bukan terkena listrik Ia memegang tanganku dan menarikku Mengikutinya Kami melangkah menyusuri jalanan Tiba tiba, dia melepas tanganku Dia terlihat.....kaget? Dia kaget, bagaimana denganku? Haha lucu sekali dia ini Aku jadi suka Tapi, tunggu.... Ini aneh Tanganku yang ditariknya, Namun mengapa seakan seluruh pusat perhatian ku yang ditariknya? Sengaja ya? Dia ini haus akan perhatian ya? Bilang saja padaku, biar aku perhatikan hehe
0
Aug 3, 2019
Aug 3, 2019 at 7:15 AM UTC
Bersama kecanggungan