Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Malam hari kau berteriak 'tolong' dari matamu aku tahu kau butuh sesuatu untuk kau jadikan alasan untuk terus berjuang Malam hari itu, kau bungkam kau memaksakan diri untuk tersenyum tertawa alunan suara tak pernah berbohong, sayang matamu yang sayu itu menangis, sayang... Ada apa? Malam hari itu aku berpikir Ada apa? Ada apa? Kamu tahu? Kesedihan seseorang yang disayang itu menular bak penyakit yang arogan mengerogoti badan? Kamu tahu? Aku tertular? Dan aku bahagia, setidaknya aku masih punya hati untuk merasakan duka bersama.
0
Aug 7, 2017
Aug 7, 2017 at 1:18 PM UTC
Aku dan Pemuda itu Bungkam
Malam hari kau berteriak 'tolong' dari matamu aku tahu kau butuh sesuatu untuk kau jadikan alasan untuk terus berjuang Malam hari itu, kau bungkam kau memaksakan diri untuk tersenyum tertawa alunan suara tak pernah berbohong, sayang matamu yang sayu itu menangis, sayang... Ada apa? Malam hari itu aku berpikir Ada apa? Ada apa? Kamu tahu? Kesedihan seseorang yang disayang itu menular bak penyakit yang arogan mengerogoti badan? Kamu tahu? Aku tertular? Dan aku bahagia, setidaknya aku masih punya hati untuk merasakan duka bersama.
ya kalo ngerasa toh maafkan aku tidak sengaja... Kamu punya teman kamu punya keluarga yang bisa mendengarmu. Kamu harusnya lebih kuat. Kamu punya latar belakang yang bisa membuatmu berbuat seenaknya. Kamu menutup mata pun bisa bahagia. Aku tidak.
atta
Written by
23/F
Aug 7, 2017
Aug 7, 2017 at 1:18 PM UTC
Request permission to use this poem