Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Menuju malam sabtu, lagi lagi aku menghela napas Melihat caramu menatapku, itu membuatku sakit Mendengar suara mu saja aku muak Bagaimana kau melangkah Bersenandung kala di motor Menyapa mereka yang kau bilang teman Memuakkan Kau tau? Bahkan saat menggenggam tanganku, rasanya seperi kau mencekik hatiku Sesak Kau; Tertawa hingga berurai air mata Aku; Menangis tanpa melepas air mata Kau lihat kan perbedaannya? Apa memang aku yang harus bersakit? Apa aku layak menerima ini? Apa yang sudah ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku mendapatkan rasa seperti ini? Tolong jawab aku
0
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 1:30 PM UTC
Jeritan
Menuju malam sabtu, lagi lagi aku menghela napas Melihat caramu menatapku, itu membuatku sakit Mendengar suara mu saja aku muak Bagaimana kau melangkah Bersenandung kala di motor Menyapa mereka yang kau bilang teman Memuakkan Kau tau? Bahkan saat menggenggam tanganku, rasanya seperi kau mencekik hatiku Sesak Kau; Tertawa hingga berurai air mata Aku; Menangis tanpa melepas air mata Kau lihat kan perbedaannya? Apa memang aku yang harus bersakit? Apa aku layak menerima ini? Apa yang sudah ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku mendapatkan rasa seperti ini? Tolong jawab aku
Fai
Written by
25/F/Indonesia
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 1:30 PM UTC
Request permission to use this poem