Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"obrolan" poems
Dia yang memberikan irama obrolan begitu hangat di penghujung fajar, Aku terlarut di dalamnya Aku meminta lagi irama itu di fajar selanjutnya Aku adalah oasis yang membantu melepaskan dahaganya, kala ia berkelana di gurun nan tandus Namun setelah segar kembali ia menyumbat mata air dengan pasir Lalu ia berkelana kembali Tuk mencari oasis selanjutnya, tuk menyumbat yang lain-lainnya Dia lalu kembali ke jalan berkerikil menuju rumahnya Dikala ia harus memilih di antara menyimpan kucing yang ia temukan di dalam sebuah peti emas di pinggir jalan Atau dia akan pergi dengan peti emas dan meninggalkan kucing itu tak bertuan
0
May 6, 2017
May 6, 2017 at 11:12 AM UTC
All I Ask
mungkin akan menjadi cerita ter-lusuh yang pernah aku tulis ----- ingat ketika aku dan kamu di padang rumput yang menguning? lalu kita sama-sama terpukau dengan pemandangan di depan mata waktu itu kita sama-sama tidak berusaha memotretnya karena masing-masing kita hanya fokus mencari ide untuk memulai percakapan mungkin saat itu aku sudah terpikir sesuatu untuk aku mulai tapi lucunya, malah kamu yang memulai percakapan waktu itu kamu bertanya tentang kehidupanku semester ini baik atau tidak baik seperti biasa aku mengumpat, sungguh, tidak baik hidupku satu semester ini kamu tertawa, entah menertawakan nasibku atau reaksiku kamu tertawa seakan aku baru saja memberi lelucon terlucu abad ini mungkin kalau kamu bukan kamu, aku sudah marah tapi aku justru suka dan jujur, aku bisa saja bersyukur mempunyai nasib seburuk itu hanya untuk mendengarkanmu tertawa setelah itu giliranmu bercerita aku sudah bisa menebak, ceritamu pasti seputar hal yang tidak penting dan memang benar..... tapi aku tetap mendengarkan, karena pupil matamu melebar tanda kamu suka dengan hal yang kamu ceritakan dan aku suka ketika kamu semangat dalam meceritakannya aku mendengarkan -//- waktu berjalan, obrolan kami mulai masuk dalam topik yang rumit tentang penciptaan, tentang dunia, tentang alasan kami hidup biasanya otakku mulai memanas ketika membicarakan hal ini dengan lawan bicara yang lain tapi denganmu, aku mengidamkan lebih seperti perpustakaan yang disinari lampu kuning hangat dan kutu buku yang tersenyum membaca tumpukan buku harum setelahnya...
0
Jan 5, 2020
Jan 5, 2020 at 11:23 AM UTC
catatan waktu itu1
mungkin akan menjadi cerita ter-lusuh yang pernah aku tulis ----- ingat ketika aku dan kamu di padang rumput yang menguning? lalu kita sama-sama terpukau dengan pemandangan di depan mata waktu itu kita sama-sama tidak berusaha memotretnya karena masing-masing kita hanya fokus mencari ide untuk memulai percakapan mungkin saat itu aku sudah terpikir sesuatu untuk aku mulai tapi lucunya, malah kamu yang memulai percakapan waktu itu kamu bertanya tentang kehidupanku semester ini baik atau tidak baik seperti biasa aku mengumpat, sungguh, tidak baik hidupku satu semester ini kamu tertawa, entah menertawakan nasibku atau reaksiku kamu tertawa seakan aku baru saja memberi lelucon terlucu abad ini mungkin kalau kamu bukan kamu, aku sudah marah tapi aku justru suka dan jujur, aku bisa saja bersyukur mempunyai nasib seburuk itu hanya untuk mendengarkanmu tertawa setelah itu giliranmu bercerita aku sudah bisa menebak, ceritamu pasti seputar hal yang tidak penting dan memang benar..... tapi aku tetap mendengarkan, karena pupil matamu melebar tanda kamu suka dengan hal yang kamu ceritakan dan aku suka ketika kamu semangat dalam meceritakannya aku mendengarkan -//- waktu berjalan, obrolan kami mulai masuk dalam topik yang rumit tentang penciptaan, tentang dunia, tentang alasan kami hidup biasanya otakku mulai memanas ketika membicarakan hal ini dengan lawan bicara yang lain tapi denganmu, aku mengidamkan lebih seperti perpustakaan yang disinari lampu kuning hangat dan kutu buku yang tersenyum membaca tumpukan buku harum setelahnya...
Continue reading...
32
Dari dalam diri Dali dan Dada datang menghampiri ke daftar orang-orang mati. Meyakinkan manusia manapun yang mau mendengar musik merdu melodi mimpi. Yang lalu lalang bergentayangan malang di terang liang lawang-lawang. Luapan oli di lobang lintasan lalu lintas layaknya di lorong-lorong lupa. Obrol diobral, diobok-obok oleh organisasi olahraga oportunis yang jadi objek operasi. Jalanan yang jelas-jelas jelek jangan dijadikan juga sebagai jaminan judi dan jamban di jaman sekarang. Sebab itu saudara sekalian sudah sanggup kah simpanan saudara selamat sampai sasaran?
0
Sep 18, 2018
Sep 18, 2018 at 3:01 PM UTC
Dada Manusia yang Lupa Obrolan Jalan Saudara
Obrolan ceria menyambut pagi Memaksaku menguap untuk terakhir kalinya Suaramu bergetar lembut melalui sambungan telepon Kau menceritakan mimpi semalam Sambil menyanyikan sebuah lagu Tak kau biarkan dunia melihatmu bersedih Walau aku tahu, Semalam tak sedikitpun kau mampu pejamkan mata Derik jangkrik bertukar dengan kicau burung Namun aku tak ingin apapun menukar dirimu Kau adalah malaikat kala mimpi burukku Kau layaknya bintang di siang hariku, Surya pada malam-malamku Kau nyanyikan sebuah lagu cinta Suaramu menghangatkan sejuknya embun Nafasmu menghidupkan diriku Memberi warna pada duniaku Membirukan langitku yang selalu hitam Memerahkan hatiku yang biru Kita akhiri percakapan hari ini Kau menutup panggilan telepon dan melanjutkan harimu Aku meresap sisa-sisa suaramu yang menggema dalam kepalaku Kubawa suara itu dalam doa-doaku Semoga suara itu masih bisa kudengar lagi nanti Semoga masih ada lagu cinta untukku
0
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 1:40 AM UTC
Lagu cinta
ah bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kerna tak ada bait kata bisa melukis senyummu tak ada puisi indah dapat menceritakan bagaimana matamu bersinar cemerlang saat kau jatuh cinta, dan tak ada tulisan yang bisa membuat tafsiran fikiranmu yang sesak. kamu sempurna, aku sahaja yang biasa buat kamu. . . malam itu kita sibuk berbahas soalan, tapi... tak kau habiskan cerita tentang kisah cintamu yang berakhir kejam, tentang amarahmu terhadap ditaktor dan bencimu pada korupsi, dan tentang bagaimana angin rindu entah dari siapa yang tak lagi menyapa pipimu... "kamu cantik" cara kau memutus obrolan kita, "kamu pintar!" bilangku sebagai jawapan pada pujian itu . . seperti kecewa dengan semesta yang tak pernah ramah denganmu "dunia ini sibuk, ya? porak perandanya tak habis" kau soalkan dunia kepada ku seperti sengaja... . aku yang mentah soal dunia dan kamu seolah tahu selok beloknya fikiranmu kacau banyak soalan tak berjawab ada cerita yang tak kau bilang pada dunia ada luka yang tak tersembuh dengan cinta ada rindu yang tak disentuh dan ada nama yang tak ingin kau sebut riak muka mu aku tahu, kamu sedang tak aman tapi kau temukan nyaman denganku aku yang sifatnya sementara . ah.. bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kamu terlalu bijaksana buat ku kau bukan lawanku... dan aku cuma ingin menyentuhmu mengubat jiwamu.. ah.. bukan, aku ingin merinduimu! meski kita tak lagi pernah bertatap mata . . . semoga kita ketemu ya?
0
Aug 30, 2022
Aug 30, 2022 at 10:33 AM UTC
bukan puisi buatmu tapi kisah dongeng malam buat kamu