Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"sela" poems
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
*ada kalanya dimana aku akan duduk tersungkur di pojok ruangan memandangi selembar foto dirimu tersenyum bahagia disebelahnya kau sangat cocok bersamanya bahkan, tangan yang dulu rasanya pas disela-sela tanganku itu terlihat lebih cocok bersamanya dibandingkan denganku sudah beberapa kali aku mencoba untuk merelakanmu tanpa pernah memilikimu ikatan batinku terlalu kuat tidak bisa begitu saja aku melepasnya 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar, bukan? aku sudah tidak menunggumu pulang lagi karena aku tahu kau tidak akan pernah pulang lagi kepadaku dan aku harus belajar melepasmu*
0
Aug 14, 2014
Aug 14, 2014 at 8:53 PM UTC
tanpa judul
Aku berdosa, Telingaku bunuh diri. Sudah baru-baru ini Aku sepenuhnya tuli Aku tak tahu lagi   Apa kata dedaunan Pada tanah yang terantuk lemas dibawah Atau ceracau yang diteriakkan Bunga keparat Untuk mayat dingin si kumbang. Bahkan di restoran tua Yang setiap sela kayunya berdarah dingin, Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan Semuanya hanya tertawa hening lalu mati begitu saja. Dan meskipun duduk menghadapmu Aku masih tak dapat mendengar Suara mengaji jam setengah mati Yang kerap menceritakan Dongeng gelap kita Dari lampau sampai me— La lala la la       lala la lala La la la la la lala            La la la lalala la la La —Lampaui Pemakaman hati yang mati dipancung Di pekarangan rumah tiap senja gulana Yah, baru-baru ini aku tuli Bisu lagi, Mampunya cuma mengumpat dalam tulis. Dan dihadapkan denganmu, Sesekali dalam terkadang Aku anehnya dapat mendengar Serintikan isak tangis yang Sama sekali tidak kita cucurkan Lalu ini semua salah siapa, Kalau aku baru tuli Lalu kamu sudah bisu? Apa memang ini dosaku? Di palangnya tertulis; Nama: Siapapun yang menangis Di sela-sela pengakuan dosa Kematian telinga gila Dan kelumpuhan bibir hambar Kita tiba-tiba melongo, Tuhan tertawa Sabar lagi bahagia, Mengisyaratkan untuk Sudah, ya, Simpul mati saja senyum satu sama lain.
0
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Pengakuan Dosa Penyair Tuli Pada Sebuah Film Bisu
pengecut itu hidup di sela huruf-huruf yang diukir oleh jari mahirnya sambil bersahut bunyi dengan si gadis di medio sunyinya malam. pengecut itu dalam senyap ia merayap ke pucuk harapan seorang gadis dengan senyuman kecut. sibuk sembari mabuk si gadis membingkai peti mati berbaring harapan si gadis dorman tak tersemai karena buaian sang pengecut perlahan menjadi kata tanpa arti, janji tanpa bukti. teruntuk: sang pengecut yang pucat pelasi kala bertemu namun terlampau berani di balik ruang semu
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 10:07 PM UTC
di ri ku • di ri mu
Jumat, 1 Oktober 2010 Terima Kasih Opa... Kau luangkan sedikit waktumu Untukku di sela waktu istirahatmu Terima Kasih Opa... Tak pernah engkau marah padaku Meski ku pulang terlambat Atau terlambat bangun di pagi hari Terima Kasih telah menjaga ku Selama ku di perantauan ini Ku pikir hanya mengandalkan raga ini Namun ku pasti tak mampu tanpa bantuan mu Beribu-ribu Terima Kasih untuk mu... Opa Created by. Aridea .P
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:45 PM UTC
Terima Kasih Opa
*Kuharap renggang antara kita hanya sejauh epsilon, sayangku. Tak ada sela bahkan tuk menilik pelupuk mata masing-masing. Dan jika limit epsilon menuju nol Maka ini tenggat kita, sayangku Bekukan ponsel pintarmu Abaikan saja waktu menyiram tanaman petang ini Lebih-lebih biarkan jemuran dibasahi gerimis Kita tak punya banyak waktu, sayangku Mari nikmati Sedemikian sehingga gairah renjana menemani percakapan masa lalu kita*
0
May 17, 2016
May 17, 2016 at 9:11 PM UTC
Epsilon
jangan amuk datang di sela hening, hujan resah masih melaut di tengah jalan jangan angin bisikkan hina, hujan pijak hawa kenyang makan terpaan burung tak bisa terbang jadi makanan hewan atap masjid berhamburan masih kumandang azan jangan rintik sendiri di atas pasang cari sampai gersang tak dapat sayang deras tepi jalan teduh sendiri linang sampai malam ditinggal mati
0
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:53 AM UTC
senandung hujan
Aku mengingatmu di sela waktuku bertualang di setiap spasi dalam kalimat 'kita' aku mengingatmu. Kau buatku menetap tanpa alasan. Lantas pergilah aku bertualang; pergi terbang ingin kau tau kau tidak mengekang ingin kau tau aku bisa, kapan saja, terbang. Tapi di setiap kepakan sayap, aku merindu. Di labuhanku yang berganti-ganti, aku menemukanmu. Duduklah kau rapih, sambut ku yang selalu pulang.
0
Jun 24, 2015
Jun 24, 2015 at 4:13 AM UTC
Terbang Lalu Pulang
teruntuk atau kepada engkau atau kamu tersayang atau terkasih taukah kamu? bulan berdesir pelan menyelusup ke sela- sela kabut hitam malam yang pekat aku tak sendiri, ada sepi yang mememani aku mengisahkan padanya perihal perih tapi tidak sakit, tentang rindu yang tak berujung temu aku ingin memberitahunya aku senang jika ia mendengarkan cerita- ceritaku aku akan menunggu biar waktu yang akan membawamu disini aku memelukmu dengan mantra sakti yang aku miliki
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 7:17 PM UTC
pertemuan
Jawa Barat, Malam ke-22. Diantara sela sela dini hari; Diantara lantai kayu, atap lapuk, dan dinding rotan, Aku merindukanmu.
0
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 7:22 AM UTC
Diantara
Uhrde' eahai’ el. EaShe'sheti... EaShe'sheti Eye... I're... Selah... Selase'eye'... Esh'real... Esh'uriel... Eshurd-ay-I... Jamowhe'... Ashanti E'yai... Ashanti Ashanti Ashanti I... This daylight does not live in a box of dreams. Selam Malen Kaye'm. For surely the angel of light worships the dream. Sela amo' I.... Ashanti I. The color of feather. Selah. In truth (light) of light… darkness falls. Crimena is not committed until pentance is revealed. The spirit of Peter (Pentecost) weighs the salvation of Selah. Selahse' 'I" Our King worships life work for substance at the tree of life. Shanti Lyre'… Ashanti Lyre’ A shanti... 'I' The Prayer of Shame... Our Change. Azhasurea 'I' Azhasuras. For the measure of man has not chalice; the chaste' is not measured in another eye. It is the spy Gabriel in the urn of the grail. Uriel… Gabriel… Michiael… Samiael… Matisyaweih… Ehyre’ Eshre’I el… Eshurdae'i… Danae'l… Eshurdae'i el Selah Sela' se' amare' ah. Amen. There are two at two chali'. There are two at two chalices. Chali. Cali'. Californiael. The me'rcha'nt of war is walking backward out of the grail for chalice. Shall I. Make Michiael a sword. Or shall I make Michiael. Ashanti I. Amen. California= Caliphas. Chi'el. Ashure'Ire'. My sword. The earth found underneath the Prophet Daniel.
0
Jun 14, 2014
Jun 14, 2014 at 2:22 AM UTC
The Lion's Sin
Gelapku membisiki Ada iblis Dalam dirimu Dan ia tidak bisa mati Kau diikuti Dari pekatnya malam Di sela-sela lampu jalan Kau lalu dirasuki Kenapa iblis, bukan setan, Tanyamu Gelapku membisiki, Karena ia kini kaujadikan raja Kau tak yakin pada gelapku Pada yang akan kau lakukan: Akan mati, atau terus hidup Kau tak merasa disusupi Ada iblis dalam dirimu Dan ia kekal rupanya Sekarang yang mencintaiku Kau atau iblismu? Siapa nama Sang Iblis? Tanyamu pada sayup gelap Gelapku membisiki: Namanya Harap, ia mengindahkan borok
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 3:40 AM UTC
Harapmu Mengindahkan Borok
one up man ship, there is that in fair play, I don't know, I never ventured any good might come from pulling down a stronghold, non confron totally nonconfron peeeaaace out is it tec or did the sttererer get a ne w keyboard and the old is better Okeh, april is earth month and we are into it, lots of petroglyphic links to stupid pothead oh yeah we did imagine that one time, we no just me, we agreed at that moment life had a point and we made it that was cool. oh, the deals always tickle, this is disney whatifery I do believe, this exact once was there a sela ha aah all that Iroquois mohawk talk, here is where we imitate socrates, know nada, live in the world, or in the words that all ways take my bread I cast upon still waters, aiaiai we say we know why ai think you know you know may and you know can you know take, I know give life is good I may say, so may bread, cast on all waters may be yours, gnoshit. Y'gottssa eatit.
0
Apr 10, 2021
Apr 10, 2021 at 10:58 PM UTC
Regarding what I should eat and do
Lunas sudah selepas kutelusuri segenap frekuensi relatif tak bersisa aksiku menghadang dirimu. Bukan khayal angsa anggunku satelit jiwa kala lampau heranku dibuatnya gamblangnya usaikan cerita. Benarkah kesembronoanku? Dambaku, kau tanya nalarmu. Buram rekamanku namun tak lagi ada inginku berceloteh per kau lempar ke kolong tak beri sela kompromi. Mustahil pudarkan rasaku, hanya pikiranku, luruh binasa. Setakar janjiku, ini kali terakhir aku datang padamu. Makasih ya Kini, aku berhenti mengugat walau tanganku bergetar pelak Tuhan buat yang baik menyeruak kutenang, tak lagi koyak, toh jika baik, kembali dipersatukan kelak. demikianlah. akhirnya kulepas juga genggamanku.
0
May 21, 2019
May 21, 2019 at 5:38 AM UTC
"Apalagi?"
Carilah di antara benci dan cinta Di sela-sela malam menuju pagi Di belakang tirai megah pentas kehidupan Akan kau dapati diriku Kumpulkan semua amarah dan kecewa Ambil jari kelingkingku, tautkan milikmu Sembari ucapkan omong kosong dan ilusi Akan kau dapati diriku Berbaringlah di lantai, pejamkan matamu Sibaklah kemelut seribu bayangan hitam Terbanglah bersama awan lara bersayapkan derita Akan kau dapati mimpiku
0
Mar 19, 2018
Mar 19, 2018 at 12:12 AM UTC
Segenggam Rasa Malam
Jawa Timur, Malam ke 22. Diantara sela-sela lampu kota Madiun; Diantara suara bising motor, diantara kelap-kelip kelab malam, dan diantara gelapnya malam. Sungguh, dimanakah kita jika masih bersama? Sungguh, pengecut mana yang berani mengungkapkan kesalahanya? Sungguh, dimanakah cinta saat kita berdua membutuhkanya?
0
Dec 22, 2018
Dec 22, 2018 at 12:06 PM UTC
Diantara (2).
Mermerna prostorija. U njoj stojim u redu da platim clanarinu za biblioteku. Ispred mene i iza mene nalaze se ljudi, bezlicni, u crnim odevnim kombinacijama. Reklo bi se dosli su na sopstvenu sahranu. Dolazim na red- promena smene nastupa - naglim okretom ka salteru susrecem se sa gorilom osrednjeg rasta crne boje. Ona se uplasila od mene! Uznemirena napusta radno mesto- cak uvredjena! zbog cega ne znam. Koleginice je mole da vrati se na salter- a ja do tada samo znam kako sa psom- pa probam nesto od toga - shvatam da gorila sazvakace me. Gorila se smirila nekako. Ja sela da ucim.
0
Mar 28, 2015
Mar 28, 2015 at 7:02 PM UTC
gorila
When the Darkness Comes Quietly When the shadows press against my chest, and my breath feels borrowed, I remind myself: I have been here before and still, I rose. Anxiety whispers, depression lingers, but neither has ever stolen the quiet flame inside me. I am not the storm, I am the girl who survives it. I am not the silence, I am the breath that breaks it. Even here, even now, when the night feels endless, I am still here, still breathing, still held by God. And that is enough. — Sela 🌙
0
Sep 22, 2025
Sep 22, 2025 at 1:48 PM UTC
When The Darkness Comes Quietly
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
diam ya, Jangan beritahu semesta, Aku cuma berbisik disini, Di sela-sela hujan pagi ini Kalo aku sayang kamu.
0
Aug 1, 2019
Aug 1, 2019 at 11:04 AM UTC
Ssstt
Tawa renyahmu di sela-sela bisikan lembut Menghangatkan malam yang dingin Ingin kumiliki sepasang sayap di belakang pundakku Agar bisa kubawa tubuhku ke hadapanmu, kapanpun kau katakan rindu Kupasrahkan seluruh ragaku atas senyummu yang menyihir Kurelakan setiap jengkal kata yang kuucapkan, setiap detik yang kulewatkan, setiap nafas yang kuhembuskan, setiap detak dari jantungku, Untuk kau kuasai Malam-malam yang membelaiku dengan lembut Memberiku alasan untuk terlelap dengan nyaman Namun kau datang meretas mimpiku Suaramu selembut angin memetik dedaunan musim gugur, menggema dalam kepalaku Senyummu semanis madu mengaliri relung-relung hatiku Sentuhanmu sedahsyat guntur menggelegar Memaksaku terbangun seketika dan menyadari Kaulah mimpi yang tak ingin kusudahi Kau menumbuhkan taman bunga di tengah padang pasirku Kau memaksa bulan muncul di saat pagi hariku Kau memutar badai pada lautku yang tenang Kau memancing senyum saat hari-hari kelam Kau bara apiku yang terus meradang Kau kicau merdu yang menyambut sejuknya pagi Kau bintang-bintang yang menutup dinginnya malam Kau cinta yang mengisi hatiku hingga memerah
0
Aug 28, 2018
Aug 28, 2018 at 9:26 AM UTC
Mimpi Yang Tak Ingin Kusudahi
I had ridden back from work that Saturday midday with Milka's brothers and we parked our bikes in the farmyard and Yaakov said want to come in for a coffee? Sela said and see Milka while you're there he laughed and we all went in the farm house and their mother fussed and asked me what I would like and treated me like a son   and said sit down Benny and so I sat and waited for the boys to change out of their work clothes I have made a fruit cake Benny would you like some? their mother asked that'd be nice I said and watched as she moved about in the kitchen is Milka about? I asked she's out with her dad they've gone to market o ok I said they'll be back soon she said she handed me some cake on a plate and mug of coffee Milka likes you her mother said but I told her to take things steady as she's only 16 and there's plenty of time ahead of her I looked at Milka's mother as she fussed about in the kitchen putting a *** on the stove clearing away others yes plenty of time I said trying not to think how Milka and I nearly got caught in bed the other week when I was alone in the farmhouse with her she has all these fancies about her how much she wants children where she wants to live and so on the mother said I told her Benny's only a young man yet he doesn't want all that at his age I ate the cake nodded and thought of Milka rushing to get dressed in her room while her mother talked with a farmhand in the farmyard or the time at my place one Friday during my lunch hour at my house while all others were out she lying there on my single bed and I kissing her from neck down plenty of time Milka's mother said they've no sooner left dolls behind and they want real babies she smiled and I smiled then ate the cake and sipped the coffee while Milka's mother put some things away trying to think of other things other than Milka lying there completely bare.
0
May 30, 2014
May 30, 2014 at 1:35 AM UTC
ONE SATURDAY MUSING ON MILKA.
I had ridden back from work that Saturday midday with Milka's brothers and we parked our bikes in the farmyard and Yaakov said want to come in for a coffee? Sela said and see Milka while you're there he laughed and we all went in the farm house and their mother fussed and asked me what I would like and treated me like a son   and said sit down Benny and so I sat and waited for the boys to change out of their work clothes I have made a fruit cake Benny would you like some? their mother asked that'd be nice I said and watched as she moved about in the kitchen is Milka about? I asked she's out with her dad they've gone to market o ok I said they'll be back soon she said she handed me some cake on a plate and mug of coffee Milka likes you her mother said but I told her to take things steady as she's only 16 and there's plenty of time ahead of her I looked at Milka's mother as she fussed about in the kitchen putting a *** on the stove clearing away others yes plenty of time I said trying not to think how Milka and I nearly got caught in bed the other week when I was alone in the farmhouse with her she has all these fancies about her how much she wants children where she wants to live and so on the mother said I told her Benny's only a young man yet he doesn't want all that at his age I ate the cake nodded and thought of Milka rushing to get dressed in her room while her mother talked with a farmhand in the farmyard or the time at my place one Friday during my lunch hour at my house while all others were out she lying there on my single bed and I kissing her from neck down plenty of time Milka's mother said they've no sooner left dolls behind and they want real babies she smiled and I smiled then ate the cake and sipped the coffee while Milka's mother put some things away trying to think of other things other than Milka lying there completely bare.
Continue reading...
112
Akhir memaksa hadir di sela-sela kisah yang sementara kita bangun dengan asa—tanpa aba-aba. Bersamanya getir, menetapkan takdir dari apa yang tak pernah kau dan aku amini sebelumnya. Mengaburkan fungsi intuisi, hilang arah semua kata demi kata dalam kepala. Membekukan imaji, runtuh semua rasa dan karsa. Ditengah terombang-ambingnya alur cerita yang kita garap, kau tetiba menyerah dan berhenti berharap. Menanggalkan semua mimpi dan asa, biar berserakan di atas meja tanpa perduli akan masa depan cerita. Meninggalkan aku, yang pernah menjadi ruang bagimu menuangkan ide perihal apa saja yang kau cinta. Adalah karenamu, duniaku kembali berputar. Adalah karenamu, aku belajar menulis tentang rasa. Adalah karenamu pula, aku mencoba mengartikan perihal cara mengikhlaskan. Dan mungkin itu sebabnya—tanpa sadar, kau juga mengajarkan soal kedatangan dan kepergian. Hadirmu menghentakkan semestaku untuk bergerak dan mesti beradaptasi. Tanpamu semestaku berusaha untuk terus berjalan tanpa harus kembali berhenti. Aku mencoba bertanggungjawab atas apa yang telah kita mulai. Mencoba menantang badai meski hanya berteman bayangan diri sendiri. Peran menulis naskah cerita kini sepenuhnya milikku, yang dulunya adalah tugas kita bersama. Terus melanjutkan dan memikirkan penyelesaiannya—meski tak ada lagi peleburan ide kita didalamnya. Semua yang rumpang akan rampung, sedih akan berbalas bahagia pada akhirnya. Waktu adalah saksi, upaya dan sabar akan menjawabnya. Belajar bangkit dari keterpurukan, hadapi dan rangkul baik segala kenyataan.
0
Feb 22, 2021
Feb 22, 2021 at 10:02 AM UTC
RAMPUNG
Akhir memaksa hadir di sela-sela kisah yang sementara kita bangun dengan asa—tanpa aba-aba. Bersamanya getir, menetapkan takdir dari apa yang tak pernah kau dan aku amini sebelumnya. Mengaburkan fungsi intuisi, hilang arah semua kata demi kata dalam kepala. Membekukan imaji, runtuh semua rasa dan karsa. Ditengah terombang-ambingnya alur cerita yang kita garap, kau tetiba menyerah dan berhenti berharap. Menanggalkan semua mimpi dan asa, biar berserakan di atas meja tanpa perduli akan masa depan cerita. Meninggalkan aku, yang pernah menjadi ruang bagimu menuangkan ide perihal apa saja yang kau cinta. Adalah karenamu, duniaku kembali berputar. Adalah karenamu, aku belajar menulis tentang rasa. Adalah karenamu pula, aku mencoba mengartikan perihal cara mengikhlaskan. Dan mungkin itu sebabnya—tanpa sadar, kau juga mengajarkan soal kedatangan dan kepergian. Hadirmu menghentakkan semestaku untuk bergerak dan mesti beradaptasi. Tanpamu semestaku berusaha untuk terus berjalan tanpa harus kembali berhenti. Aku mencoba bertanggungjawab atas apa yang telah kita mulai. Mencoba menantang badai meski hanya berteman bayangan diri sendiri. Peran menulis naskah cerita kini sepenuhnya milikku, yang dulunya adalah tugas kita bersama. Terus melanjutkan dan memikirkan penyelesaiannya—meski tak ada lagi peleburan ide kita didalamnya. Semua yang rumpang akan rampung, sedih akan berbalas bahagia pada akhirnya. Waktu adalah saksi, upaya dan sabar akan menjawabnya. Belajar bangkit dari keterpurukan, hadapi dan rangkul baik segala kenyataan.
Continue reading...
10
✫  ·    + . ✵    . ·    .•°•Trepidation•°•. .      ˚  *           .  . ⋆ *   ˚     .  ⊹ Bunga-bunga menjauh dari jalanku Membiarkanku seakan kehilangan ragaku Duri menghiasi setiap jalan Sinar matahari memudar di sela-sela dedaunan Burung-burung merintih dalam pedih Biarlah ketakutan mengambil kesempatanku Kesempatan untuk kembali ke jalanku Jalan yang tak mungkin kutemui lagi Di kegelapan aku mencoba menyisir cahaya Menyisir cahaya dan kudapati rontokan bintang Aku takut.. Aku takut pada malam Malam yang semakin pekat Kemana aku akan berlari? Lututku berdarah menapaki jalan tanpa arah Semua ini tampak seperti ilusi bagiku Menemukan jalan yang benar adalah delusi Tak ada rasa sakit, tak ada kesenangan Namun kesenangan itu hanyalah angan-angan Aku tak ingin menyerah Walau kurasa hatiku berdarah Bila dunia ini berhenti Siapapun takkan bisa mengunciku lagi Selamatkan aku... Keluarkan aku dari sini Seperti apa akhir dari jalan ini? Aku takut... Keluarkan aku dari sini Ku mohon peganglah tanganku Di dalam hatimu, di dalam mimpimu Bangunkanlah kembali bintang-bintang -Kediri, 17 Maret 2018
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:23 PM UTC
Trepidation
'fah masa bla bla bla bla.. bangsct.' 'cowo emang bangsct lu.. santuy, kita juga harus bangsct.' begitulah percakapan dua gadis belum bisa bercakap dengan manis di sela sela kuliah siang sembunyi bunyi dari pengawasan sang dosen terhalang dua ruang kelas pertanyaannya : satu, apakah semua laki laki seperti itu ? dua, apakah kami berdua harus ikut seperti itu ? ya betul sekali, dua pertanyaan tadi sangatlah retoris. pastilah jawabannya... tentu. gakdeng, saya berusaha melawak saja. dan untuk kamu, semoga tidak seperti itu ya sayang.
0
Sep 3, 2019
Sep 3, 2019 at 6:53 AM UTC
dosen sosio-antropologi pandai berdongeng