Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"penutup" poems
Palembang, 11 Juni 2012 Debu ini sudah lengket, tak bisa hilang Meski ku usap dengan kain dari ulat sutra Angin sudah terlanjur tertiup Aku tak sempat lagi tuk pakai penutup Petir sedari tadi mengamuk Aku hanya bisa bersembunyi di bawah selimut Banjir belum juga surut Hujan tak pernah berhenti sedetikpun Lampu belum juga padam Padahal lilin dan api telah aku siapkan Aku sudah siap menekan tombol Stop Padahal lagu masih panjang untuk dinyanyikan Aku belum juga tertidur Padahal aku sudah menentukan mimpiku Aku masih terjaga menunggu pagi Meskipun malam belum akan berakhir
0
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 10:45 AM UTC
Menyesal
Setiap yang datang pun aku rasa bagaikan yang terakhir yang akan menjadi penutup karangan pendek hidupku Pasti aneh rasa jika ketemu yang satu itu kerana aku tak pernah kecap rasa aneh itu untuk kesemuanya
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:29 AM UTC
Sampai Masa
Tubuhku berisi daging dan darah yang mengalir; tapi yang kurasakan hanya kehampaan yang mendalam. Aku tidak bisa merasakan sedih, walau kulit tergores dan darah mengucur cepat. Hanya kekosongan yang menggali dan membolongkan dadaku. Aku tidak bisa merasakan manis, walau mulutku dipenuhi makanan penutup lezat. Hanya kepahitan yang menetap di lidahku seperti mengunyah obat tablet mentah. Aku takut. Aku takut menjadi hantu. Aku ingin menjadi manusia lagi. Aku ingin merasakan sesuatu.
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:02 AM UTC
Hampa
Bulan mencela berselimut awan Gelap cakrawala di penutup malam Dan di jarinya selipan resah dan asa Hamba yang pasrah merindu hawanya Di bawah sunyi sesak derungan cahaya Hatta jiwanya pun meronta-ronta "Tuan, bila tak mampu bersambung jiwa dan rasa Sekurangnya pernah kita bersorai bersama Dan semoga hati kita sampai bertukar cerita Kala nanti waktu menjemputku sia-sia."
0
Sep 12, 2025
Sep 12, 2025 at 11:24 AM UTC
Lenguh
Mana mungkin aku marah Pada jalan-jalan yang memang telah kita lewati Untuk gunung-gunung dingin yang ditawarkan Sepatumu sudah sesuai, jaketmu sudah lengkap Mana mungkin aku mengeluh Pada jalan-jalan lain yang ada di hadapan Untuk lalu lalang siapapun yang akan datang menjemputmu, atau aku Tas mu sudah tersandang, bajumu sudah cantik Kita berangkat, tapi kali ini stasiunnya berbeda Sengaja, kataku Penutup jendela bus yang kutumpangi dibiarkan menutup, kau juga sama Kata penulisku untuk sesuatu, Kabar-kabar baik katanya Mana mungkin aku tak mengikutinya, besok kita bangun, sepagi mungkin Apakah kita berhenti di stasiun yg sama? BA 31 Mei 2022 18:19 WIB
0
May 31, 2022
May 31, 2022 at 7:20 AM UTC
Beberapa mungkin