"jalanku" poems
Palembang, Jumat 13 Januari 2012
Aku Menangis
Terkadang aku ingin menangis
Aku tak tahu mengapa
Mungkin karena aku sedang merindukan seseorang
Ataukah aku menangis karena bahagia?
Ataukah aku menangisi hidupku saja?
Yang sangat rumit dan penuh derita?
Ataukah aku sedang merindukan keluargaku di rumah?
Aku tidak tahu
Aku yakin inilah jalanku
Aku harus tegar
Dan menunggu keajaiban datang
May 25, 2012
May 25, 2012 at 2:04 AM UTC
✫ · + . ✵
.
· .•°•Trepidation•°•.
. ˚ *
. . ⋆ * ˚
. ⊹
Bunga-bunga menjauh dari jalanku
Membiarkanku seakan kehilangan ragaku
Duri menghiasi setiap jalan
Sinar matahari memudar di sela-sela dedaunan
Burung-burung merintih dalam pedih
Biarlah ketakutan mengambil kesempatanku
Kesempatan untuk kembali ke jalanku
Jalan yang tak mungkin kutemui lagi
Di kegelapan aku mencoba menyisir cahaya
Menyisir cahaya dan kudapati rontokan bintang
Aku takut..
Aku takut pada malam
Malam yang semakin pekat
Kemana aku akan berlari?
Lututku berdarah menapaki jalan tanpa arah
Semua ini tampak seperti ilusi bagiku
Menemukan jalan yang benar adalah delusi
Tak ada rasa sakit, tak ada kesenangan
Namun kesenangan itu hanyalah angan-angan
Aku tak ingin menyerah
Walau kurasa hatiku berdarah
Bila dunia ini berhenti
Siapapun takkan bisa mengunciku lagi
Selamatkan aku...
Keluarkan aku dari sini
Seperti apa akhir dari jalan ini?
Aku takut...
Keluarkan aku dari sini
Ku mohon peganglah tanganku
Di dalam hatimu, di dalam mimpimu
Bangunkanlah kembali bintang-bintang
-Kediri, 17 Maret 2018
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:23 PM UTC