Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"awal" poems
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu tak bisa digambar, tak bisa ditulis yang terlupakan, yang tertinggal yang terbuang, tak berharga meski ku coba tuk tulis sendiri kau hapus begitu saja, dan kau buang nama ku tak pernah kau sebut mungkin karena kau lupa mungkin karena kau tak suka aku Erikaa kau bisa panggil ku apa saja sesukamu tapi jangan, jangan kau tak menyapaku ku baca statusmu diam-diam, dari akun temanku, teman baikku kau benar suka dia? haha tentu saja! kau kembali ke kampung halaman, besoknya kau pergi lagi menjemputnya oh betapa beruntungnya dia dicintai malaikat sepertimu jika kau menikah, apa ada kau akan mengingatku? mengingat kekonyolanku? menertawai kebodohanku? kini semuanya ku buang, semua tentangmu senyummu, candamu, tapi ku mohon, izinkan aku menyimpan foto-foto mu bukan foto dirimu, tapi foto mu, pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto No! Akan ku hapus semua! Terima kasih tuk selama ini. Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku Terima kasih telah 99.5% membenciku sehingga aku sadar akan kedudukanku Terima kasih sudah 100% mencintai dia aku yakin kau takkan menyakitinya ""Selamat G----- F--------- F-------- Semoga kamu BAHAGIA""
0
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
love 0.5%
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap. Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap. Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja. Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari.. Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat.. Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!! Maka telah tertutuplah pintu taubat.. Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi.. Bismillahirrahmanirrahim.
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:14 PM UTC
MUHASABBAH
Palembang 2 Januari 2012 Mark, Kamu adalah satu-satunya orang yang buat ku kesal sepanjang akhir tahun Membuatku selalu ingin menangis, Bila ku dengar suaramu, Bila ku lihat raut wajahmu Tetapi Mark, Kamu juga orang pertama yang hadir di awal tahun baru Membuatku tersenyum bahagia Membuatku menangis haru
0
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:54 AM UTC
Untuk Mark
Pukul satu, kakiku melangkah ke sudut warung kecil itu Sunyi, lalu ku pilih tempat duduk di ujung sana Setelah memesan kopi, pilot ku menggores kertas Yang sama putihnya dengan kulitmu Tak lupa kubakar ujung rokokku Yang namanya sehangat pelukanmu Lalu kuhembuskan kepulan asap tembakau Menguar sama harumnya dengan tubuhmu Sepekat nikotin di pembuluhku Ku tulis kisah kita, dari awal mula hingga akhir bersua Yang terdampar di sudut kenangan dan rindu, dan kupaksakan masuk ke dalam loker kerjaku Sehingga lupa ku adalah tabu, dan memoir adalah ***** Dirimu ku lukis dalam surat ini; "Di hingar bingar kota, dimanakah kau berada? Jika lelahmu beradu, dimakah kau berteduh? Aku disini kasih, Surabaya tempatmu lari Menolehlah jika kau ada di sudut persimpangan Mungkin, aku disitu mencari dan mencari Sisa-sisa cintamu jika itu memang terjatuh Menadah air matamu, jika itu memang tercecer. Temui aku, jika berkenan menjumpa nostalgia" Kuhembuskan uap-uap tar yang menguning Menerawang di bohlam remang-remang. Ketika kabut itu pergi, begitu pula aku Saat api ini padam, redup juga jiwaku Pukul tiga aku beranjak, Bayar dan pergi Surat itu kutinggalkan di atas meja.
0
Apr 7, 2016
Apr 7, 2016 at 2:05 AM UTC
Secarik Surat Cinta dan Sebatang Rokok Surya
Dulu terlihat manis dan suci Ucapan manja masih menghiasi Setelah dini menghampiri Betapa indah merasaakan cinta sejati Awal penuh kebahagiaan Hidung mancung dipadu tawa Mata indah penuh cahaya Kerlap-kerlip penuh cahaya Saat pertama aku melihatnya Ku jatuh hati padanya Ingin ku bahagia bersamanya Selalu indah selamanya Tapi, dia telah bahagia Bahkan tak tau aku di sini Menunggu datangnya cinta Walau hanya sebercak tinta Biar tersimpan dalam hati Hingga kita bertemu nanti Biar ku rangkai dulu jadi lirik Oh Tuhan,,, aku punya Cinta Dalam Hati
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:57 AM UTC
** Cinta Dalam Hati **
Awal malam lewat sarapan     Lewat pagi mengawal diri Kata bujang tiada harapan     Namun cinta cuma mencuri Kayak ikan, sambal ditumis     Tebang kaktus tetap berduri Sakit hati, pria berkumis     Minah KL mana peduli
0
Feb 2, 2023
Feb 2, 2023 at 5:19 PM UTC
Pikiran Subuh
Pertengahan tahun aku kenal dia Tepat saat kenaikan kelas 9 Ku berteman dengan nya Hingga kami menjadi sahabat Ku beri dia segalanya Termasuk contekan Saat ada masalah sama guru Aku membelanya Hingga awal bulan tahun kedua Kami terus bersama Seiring waktu berjalan Ku masih baik dengannya Ku selalu menjaga perasaannya Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua Aku konflik dengannya Ternyata sahabatku selama ini Seorang munafik yang berkata lebay Ku sedih, ku kecewa, ku marah! Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi SELAMANYA
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:10 AM UTC
CURHAT
Jakarta, Selasa 8 April 2008 Kerlip indah di malam Awal hidup bahagia Melukiskan kata cinta Indah cinta tercipta Bagai bintang di surga Cinta ku indah di atas Bintang yang bercahaya terang Membawa kasih cinta Menebarkan padanya Cinta ku suci padanya Surga-Mu indah penuh bintang Membawa kasih cinta Tuk sampaikan padanya Bercahayalah tenang Hingga akhir jiwa ku Hingga hati kan terluka Indah cinta terlukiskan Bagai bintang di surga
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:02 AM UTC
Bintang
Matahari mungkin bosan Bintang mungkin terlalu ramai Bulan mungkin kurang hingar-bingar Aku mungkin tidak tahu Mereka bukan Tuhan, dan aku Adalah hantu dalam tanah; Tak tahu apa-apa akan yang lampau Dan yang akan datang kemudian Seandainya lebih dahulu aku memahami Kalau kita saling mencintai senja, Alangkah baiknya bila di awal Kita mengurungkan niat suci yang menggelora Untuk dapat menjadi bulan (Yang ternyata terus mengejar dalam senyap, Namun, Tak sekalipun dapat ia gapai kasih dari petang.) Alangkah baiknya bila dahulu Kita terbenam bersama-sama Dalam genangan nila dan lembayung Itu jauh lebih indah. (Terbenam, bukan gugur.) Tapi, sudahlah, Matahari mungkin bosan Bintang mungkin terlalu ramai Bulan mungkin berserah pada gemerlap Dan aku tak tahu apapun Tentang kuasa Tuhan.
0
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 10:15 AM UTC
Mungkin Terlambat Terbenam
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009 Tahun baru t'lah berlalu Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku Terasa sedih awal kehancuran Yang kan menimpa awal hidupku Bulan pertama t'lah berlalu Terlihat kesibukan dalam hidupku Hingga ku lupakan kewajibanku Amarah pun datang dari Ibu Ku merasa bersalah.. Tapi... Tak terasa ada salah Bulan ini penuh derita Februari sumber derita Ku harap di esok kelak Ku bisa terlepas dari derita Ku tak ingin menderita Ku rela awal ini saja menderita Created by. AP
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Awal Februari Derita
Aku ingat awalnya Mimpi itu aku simpan Mimpi itu aku timbun Aku tidak berasumsi Aku tidak berekspektasi Tapi kau datang Di malam yang tidak kusangka Mencari celah untuk masuk Mencari cara untuk dekat Ya, kamu waktu itu Saat awal mula tahun ini Secepat angin ku ada di pelukmu Ku terbaring di kasur Ku merasa hangatmu Ku ada di sisimu Ku memilikimu Mungkin memang benar, kata Kafka waktu itu "He who seeks does not find, but he who does not seek will be found." Memang mungkin, tak perlu susah payah tak perlu menunggu apalagi mencari Karena bila takdir Ia akan datang sendiri
0
Sep 24, 2016
Sep 24, 2016 at 8:16 AM UTC
Mencari & Menemukan
Dia ingin bermain kata-kata ternyata. Sampah! Mari kita permainkan dia bersama kata-kata! Akankah takut siapa yang tahu jika tidak pernah kita coba! Kita perlu membencinya! Membenci kebohongan busuk akal manusia. Mari kita bermain kata-kata! Siapa yang takut jika ia sering di cerca oleh pertanyaan mengapa! Baiklah, bunyinya seperti ini. Kau busuk akal rupa juga canda tawa tidak pernah ada artinya. Kalimat yang kau lontarkan tidak pernah bermakna lantas apa arti jika harus hidup tak bisa bebas dan merdeka! Bebas dan merdeka hanya kata-kata, tindakan ada setelahnya, apa yang kau perbuat setelah bermain lantas kau bereskan semua permainan yang ada! Kau dalang permainan yang sejak awal kau ingin menang di dalamnya! Masih ingin bermain? Masih ingin bermain atau kau tak punya lawan main? Seperti apa kata-kata kita cipta seperti apa kau punya wewenang kuasa! Lupa cara, buta aturan semua kau yang pegang! Itu ujaran kebencian katanya!
0
Feb 11, 2021
Feb 11, 2021 at 4:33 AM UTC
Ini ujaran kebencian katanya!
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir. - terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega. - ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa. - setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain. - selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu. prdks.
0
Sep 25, 2017
Sep 25, 2017 at 8:52 AM UTC
sajaksajakrasa
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir. - terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega. - ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa. - setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain. - selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu. prdks.
Continue reading...
6
Halo Tuan, Masih ingatkah waktu kita tersesat? Dilabirin Waktu bersama Kau seolah paham dengan alurnya Menuntunku Aku tersenyum dari belakang Mengikuti tapak kakimu Ditengah jalan, kau berhenti “Aku sadar” katamu. Mari kita berpisah Dan jika memang benar alurnya, Kita akan bertemu di ujung labirin ini Aku berhenti dan menabrak punggungmu “Mengapa?” “Apa?” Aku masih tidak bisa berpikir jernih Hanya kalimat tanya yang ku pikirkan Kau tau aku tak paham dengan labirin ini kan? Dan kau suruh aku berjalan sendirian, Dengan hadiah “jika benar kita akan bertemu di ujung labirin” Tidak Tuan, lebih baik kita tak bersama dari awal Akan sangat mudah bagiku untuk memahami alur ini jika aku sendiri saja Terimakasih untuk setengah perjalanan ini Dan untuk ujung labirin, Ku harap aku menemukan ujung labirin lain, Dan kau pasti tau alasannya.
0
Feb 14, 2019
Feb 14, 2019 at 10:53 AM UTC
Tuan Labirin
Coooool Waters on a Hot Day Each Moment True Raw Life... Tearing Flesh Soothing  Wisdom How Beautiful!! Each moment AWal Flower Of Presence Imprint Veil of Lifes Grace
0
May 13, 2016
May 13, 2016 at 10:47 AM UTC
Emergenetics
saya mati dibuat matanya dari awal jumpa pertama, mata itu beda tatapnya mata itu punya bisa ya, tuan? buat jiwa mati rasa sedemikian rupanya. mata itu buat rasa selalu berdalih, sekalipun hamba tahu tatap bukan penuh maksud tapi rasa terus berdalih, semakin berdalih semakin tumbuh rasanya imajinasi semakin keras kepala, rasa makin liar boleh mata buat hamba seorang tuan? boleh, kah? karna raga dimakan waktu, tapi rasa tak habis-habis saya lelah karna tatap itu, saya mati.
0
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 6:27 AM UTC
Mata (1998)
You love yourself most and you think your faith is complete. Do you know? you are being cheated and you are the cheat. Don't you know that Allah and his Apostle should be dearest Then only you will have the delight of faith sweetest.
0
Nov 26, 2014
Nov 26, 2014 at 11:00 AM UTC
Message On 12 Rabi Ul Awal
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam. - yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam. - perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu. - mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan. - dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara. - menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya. - sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir. - bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari. prdks.
0
Apr 2, 2018
Apr 2, 2018 at 9:10 PM UTC
sajaksajakrasa
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam. - yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam. - perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu. - mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan. - dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara. - menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya. - sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir. - bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari. prdks.
Continue reading...
9
Selalu sulit Mencoba warna baru yang belum pernah kau pakai Tapi tentu saja Tak lebih sulit dari membuat warna-warna darahmu Menjadi sebuah kata awal
0
Aug 1, 2016
Aug 1, 2016 at 8:27 AM UTC
Awal
Dari 1000 langkah bersama, Ku tau artinya Kita bukan selangkah Tapi setujuan Kau ingin melalui B dengan tujuan C Aku ingin melalui A dengan tujuan C Aku baik baik saja Aku percaya, berbeda bukan berarti salah Kau selalu membenarkan argumen Mengagungkan apa yang kau yakini Mengucilkan yang berbeda denganmu Tidak bisakah kau akui saja? Aku benar dengan pandanganku Dan kau juga benar dengan pandanganmu Tidak bisakah kita redam ego Dan melangkah sejajar? Bukankah tujuan kita di awal seperti itu?
0
Aug 21, 2019
Aug 21, 2019 at 12:00 PM UTC
Kita, Selangkah?
waktu adalah yang paling jahat, dia akan tetap berjalan; tanpa peduli siapa yang meronta inginkan ia pincangkan jarumnya, atau siapa yang inginkan matahari terbit datang lebih awal. tetapi waktu pula yang paling dermawan, berikan penawar ke setiap luka yang tak bisa disembuhkan tangan.
0
Oct 7, 2016
Oct 7, 2016 at 8:30 AM UTC
waktu
Terang bulan, padahal ini tertulis di pukul enam yang masih berembun setelah fajar Ntah bagaimana yang muncul adalah terang bulan. Bukan mengenai kisah anak-anak yang dipaksa meminta-minta, menjual kerupuk tiga ribuan. Hari ini terang bulan muncul lebih awal, dua belas jam lebih awal. Siapa yang tau isi kepala yang ditutupi rambut hitam orang-orang? Seperti apa terang bulan yang ada di dalam pikirannya? Terang bulan diisi dengan ketakutan-ketakutan bertambahnya angka pada umur. Merasa ada yang salah dengan putaran waktu, Ia belum siap ternyata. Sementara hari tidak menunggu apapun, bahkan detiknya. Terang bulan tidak benar-benar ada, ia hanya muncul saat orang-orang sedang bahagia yang serupa. Selebihnya adalah sabit di ujung bulan yang kadang muncul sekadarnya. B_A 11 Maret 2020
0
Mar 10, 2020
Mar 10, 2020 at 8:11 PM UTC
Bukan Terang Bulan
Tepat di hari kedua sebelum akhir Agustus, entah repetisi yang keberapa kali--aku bertanya pada aku. Sedang aku meninggalkan apa yang aku tunggu, sebagian lain dari aku membiarkan apa yang datang menuju. Tepat di peralihan pagi dan khotbah Jumat, ia datang lagi. Yang harusnya kubiarkan pergi sendiri dengan maunya Ntah akan kusambut kembali atau nanti menjadi babak tercanggung. Ntah, kali ini jawaban entah telah ditolak sepersekian lebih awal sebelum ditanyakan. Aku menolak mengikhlaskan apa yang aku sendiri tidak tau apa inginnya. Melalui percakapan rutin beberapa kali sehari, seminggu dan sudah masuk separuh tahun. Tepat menuju penghujung hari, aku membiasakan apapun ia boleh lakukan. Aku biarkan semaunya menghirup-hirup apa yang sudah dilewati. Agar jika pada bagian akhir yang awal nanti ia tak salah langkah, kembali kesini atau mengantar kabar lain yang lebih ia senangi. 30 Agustus 2019 B_A
0
Aug 30, 2019
Aug 30, 2019 at 1:17 AM UTC
-
Allow me to sift awal And pick up tiguriwin To give you atig Your beauty is an irwan From the great mother, Aphrodite. You are tisit That reflects the face agrram. Your eyes are islmammayn. Your hair is izenzaren. Of the sun tamqrant. Your lips are the leaves of flilo Your teeth are taqqayin. Your tongue iHuch On behalf of your ul. Your voice is tamawayt. Your neck is turtit. Full of tamemt. Your chest is abrid that leads to aghbalu Where I would like uddum.
0
Jan 25, 2018
Jan 25, 2018 at 6:24 AM UTC
Allow me to sift awal