"awal" poems
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu
tak bisa digambar, tak bisa ditulis
yang terlupakan, yang tertinggal
yang terbuang, tak berharga
meski ku coba tuk tulis sendiri
kau hapus begitu saja,
dan kau buang
nama ku tak pernah kau sebut
mungkin karena kau lupa
mungkin karena kau tak suka
aku Erikaa
kau bisa panggil ku apa saja
sesukamu
tapi jangan,
jangan kau tak menyapaku
ku baca statusmu
diam-diam,
dari akun temanku,
teman baikku
kau benar suka dia?
haha tentu saja!
kau kembali ke kampung halaman,
besoknya kau pergi lagi menjemputnya
oh betapa beruntungnya dia
dicintai malaikat sepertimu
jika kau menikah,
apa ada kau akan mengingatku?
mengingat kekonyolanku?
menertawai kebodohanku?
kini semuanya ku buang,
semua tentangmu
senyummu,
candamu,
tapi ku mohon,
izinkan aku menyimpan foto-foto mu
bukan foto dirimu,
tapi foto mu,
pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto
No!
Akan ku hapus semua!
Terima kasih tuk selama ini.
Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku
Terima kasih telah 99.5% membenciku
sehingga aku sadar akan kedudukanku
Terima kasih sudah 100% mencintai dia
aku yakin kau takkan menyakitinya
""Selamat G----- F--------- F--------
Semoga kamu BAHAGIA""
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap.
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.
Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja.
Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..
Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..
Bismillahirrahmanirrahim.
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:14 PM UTC
Palembang 2 Januari 2012
Mark,
Kamu adalah satu-satunya orang yang buat ku kesal sepanjang akhir tahun
Membuatku selalu ingin menangis,
Bila ku dengar suaramu,
Bila ku lihat raut wajahmu
Tetapi Mark,
Kamu juga orang pertama yang hadir di awal tahun baru
Membuatku tersenyum bahagia
Membuatku menangis haru
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:54 AM UTC
Pukul satu, kakiku melangkah ke sudut warung kecil itu
Sunyi, lalu ku pilih tempat duduk di ujung sana
Setelah memesan kopi, pilot ku menggores kertas
Yang sama putihnya dengan kulitmu
Tak lupa kubakar ujung rokokku
Yang namanya sehangat pelukanmu
Lalu kuhembuskan kepulan asap tembakau
Menguar sama harumnya dengan tubuhmu
Sepekat nikotin di pembuluhku
Ku tulis kisah kita, dari awal mula hingga akhir bersua
Yang terdampar di sudut kenangan dan rindu,
dan kupaksakan masuk ke dalam loker kerjaku
Sehingga lupa ku adalah tabu, dan memoir adalah *****
Dirimu ku lukis dalam surat ini;
"Di hingar bingar kota, dimanakah kau berada?
Jika lelahmu beradu, dimakah kau berteduh?
Aku disini kasih, Surabaya tempatmu lari
Menolehlah jika kau ada di sudut persimpangan
Mungkin, aku disitu mencari dan mencari
Sisa-sisa cintamu jika itu memang terjatuh
Menadah air matamu, jika itu memang tercecer.
Temui aku, jika berkenan menjumpa nostalgia"
Kuhembuskan uap-uap tar yang menguning
Menerawang di bohlam remang-remang.
Ketika kabut itu pergi, begitu pula aku
Saat api ini padam, redup juga jiwaku
Pukul tiga aku beranjak,
Bayar dan pergi
Surat itu kutinggalkan di atas meja.
Apr 7, 2016
Apr 7, 2016 at 2:05 AM UTC
Dulu terlihat manis dan suci
Ucapan manja masih menghiasi
Setelah dini menghampiri
Betapa indah merasaakan cinta sejati
Awal penuh kebahagiaan
Hidung mancung dipadu tawa
Mata indah penuh cahaya
Kerlap-kerlip penuh cahaya
Saat pertama aku melihatnya
Ku jatuh hati padanya
Ingin ku bahagia bersamanya
Selalu indah selamanya
Tapi, dia telah bahagia
Bahkan tak tau aku di sini
Menunggu datangnya cinta
Walau hanya sebercak tinta
Biar tersimpan dalam hati
Hingga kita bertemu nanti
Biar ku rangkai dulu jadi lirik
Oh Tuhan,,, aku punya Cinta Dalam Hati
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:57 AM UTC
Awal malam lewat sarapan
Lewat pagi mengawal diri
Kata bujang tiada harapan
Namun cinta cuma mencuri
Kayak ikan, sambal ditumis
Tebang kaktus tetap berduri
Sakit hati, pria berkumis
Minah KL mana peduli
Feb 2, 2023
Feb 2, 2023 at 5:19 PM UTC
Pertengahan tahun aku kenal dia
Tepat saat kenaikan kelas 9
Ku berteman dengan nya
Hingga kami menjadi sahabat
Ku beri dia segalanya
Termasuk contekan
Saat ada masalah sama guru
Aku membelanya
Hingga awal bulan tahun kedua
Kami terus bersama
Seiring waktu berjalan
Ku masih baik dengannya
Ku selalu menjaga perasaannya
Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua
Aku konflik dengannya
Ternyata sahabatku selama ini
Seorang munafik yang berkata lebay
Ku sedih, ku kecewa, ku marah!
Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi
SELAMANYA
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:10 AM UTC
Jakarta, Selasa 8 April 2008
Kerlip indah di malam
Awal hidup bahagia
Melukiskan kata cinta
Indah cinta tercipta
Bagai bintang di surga
Cinta ku indah di atas
Bintang yang bercahaya terang
Membawa kasih cinta
Menebarkan padanya
Cinta ku suci padanya
Surga-Mu indah penuh bintang
Membawa kasih cinta
Tuk sampaikan padanya
Bercahayalah tenang
Hingga akhir jiwa ku
Hingga hati kan terluka
Indah cinta terlukiskan
Bagai bintang di surga
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:02 AM UTC
Matahari mungkin bosan
Bintang mungkin terlalu ramai
Bulan mungkin kurang hingar-bingar
Aku mungkin tidak tahu
Mereka bukan Tuhan, dan aku
Adalah hantu dalam tanah;
Tak tahu apa-apa akan yang lampau
Dan yang akan datang kemudian
Seandainya lebih dahulu aku memahami
Kalau kita saling mencintai senja,
Alangkah baiknya bila di awal
Kita mengurungkan niat suci yang menggelora
Untuk dapat menjadi bulan
(Yang ternyata terus mengejar dalam senyap,
Namun,
Tak sekalipun dapat ia gapai kasih dari petang.)
Alangkah baiknya bila dahulu
Kita terbenam bersama-sama
Dalam genangan nila dan lembayung
Itu jauh lebih indah.
(Terbenam, bukan gugur.)
Tapi, sudahlah,
Matahari mungkin bosan
Bintang mungkin terlalu ramai
Bulan mungkin berserah pada gemerlap
Dan aku tak tahu apapun
Tentang kuasa Tuhan.
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 10:15 AM UTC
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009
Tahun baru t'lah berlalu
Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku
Terasa sedih awal kehancuran
Yang kan menimpa awal hidupku
Bulan pertama t'lah berlalu
Terlihat kesibukan dalam hidupku
Hingga ku lupakan kewajibanku
Amarah pun datang dari Ibu
Ku merasa bersalah..
Tapi... Tak terasa ada salah
Bulan ini penuh derita
Februari sumber derita
Ku harap di esok kelak
Ku bisa terlepas dari derita
Ku tak ingin menderita
Ku rela awal ini saja menderita
Created by. AP
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Aku ingat awalnya
Mimpi itu aku simpan
Mimpi itu aku timbun
Aku tidak berasumsi
Aku tidak berekspektasi
Tapi kau datang
Di malam yang tidak kusangka
Mencari celah untuk masuk
Mencari cara untuk dekat
Ya, kamu waktu itu
Saat awal mula tahun ini
Secepat angin ku ada di pelukmu
Ku terbaring di kasur
Ku merasa hangatmu
Ku ada di sisimu
Ku memilikimu
Mungkin memang benar,
kata Kafka waktu itu
"He who seeks does not find, but he who does not seek will be found."
Memang mungkin,
tak perlu susah payah
tak perlu menunggu
apalagi mencari
Karena bila takdir
Ia akan datang sendiri
Sep 24, 2016
Sep 24, 2016 at 8:16 AM UTC
Dia ingin bermain kata-kata ternyata.
Sampah!
Mari kita permainkan dia bersama kata-kata! Akankah takut siapa yang tahu jika tidak pernah kita coba!
Kita perlu membencinya!
Membenci kebohongan busuk akal manusia.
Mari kita bermain kata-kata!
Siapa yang takut jika ia sering di cerca oleh pertanyaan mengapa!
Baiklah, bunyinya seperti ini.
Kau busuk akal rupa juga canda tawa tidak pernah ada artinya.
Kalimat yang kau lontarkan tidak pernah bermakna lantas apa arti jika harus hidup tak bisa bebas dan merdeka!
Bebas dan merdeka hanya kata-kata, tindakan ada setelahnya, apa yang kau perbuat setelah bermain lantas kau bereskan semua permainan yang ada!
Kau dalang permainan yang sejak awal kau ingin menang di dalamnya!
Masih ingin bermain?
Masih ingin bermain atau kau tak punya lawan main?
Seperti apa kata-kata kita cipta seperti apa kau punya wewenang kuasa!
Lupa cara, buta aturan semua kau yang pegang!
Itu ujaran kebencian katanya!
Feb 11, 2021
Feb 11, 2021 at 4:33 AM UTC
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir.
- terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega.
- ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa.
- setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain.
- selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu.
prdks.
Sep 25, 2017
Sep 25, 2017 at 8:52 AM UTC
Halo Tuan,
Masih ingatkah waktu kita tersesat?
Dilabirin Waktu bersama
Kau seolah paham dengan alurnya
Menuntunku
Aku tersenyum dari belakang
Mengikuti tapak kakimu
Ditengah jalan, kau berhenti
“Aku sadar” katamu.
Mari kita berpisah
Dan jika memang benar alurnya,
Kita akan bertemu di ujung labirin ini
Aku berhenti dan menabrak punggungmu
“Mengapa?”
“Apa?”
Aku masih tidak bisa berpikir jernih
Hanya kalimat tanya yang ku pikirkan
Kau tau aku tak paham dengan labirin ini kan?
Dan kau suruh aku berjalan sendirian,
Dengan hadiah “jika benar kita akan bertemu di ujung labirin”
Tidak
Tuan, lebih baik kita tak bersama dari awal
Akan sangat mudah bagiku untuk memahami alur ini jika aku sendiri saja
Terimakasih untuk setengah perjalanan ini
Dan untuk ujung labirin,
Ku harap aku menemukan ujung labirin lain,
Dan kau pasti tau alasannya.
Feb 14, 2019
Feb 14, 2019 at 10:53 AM UTC
Coooool
Waters on a Hot Day
Each Moment True
Raw Life... Tearing Flesh
Soothing Wisdom
How Beautiful!!
Each moment
AWal Flower
Of Presence
Imprint
Veil of
Lifes Grace
May 13, 2016
May 13, 2016 at 10:47 AM UTC
saya mati dibuat matanya
dari awal jumpa pertama,
mata itu beda tatapnya
mata itu punya bisa ya, tuan?
buat jiwa mati rasa sedemikian rupanya.
mata itu buat rasa selalu berdalih,
sekalipun hamba tahu tatap bukan penuh maksud
tapi rasa terus berdalih,
semakin berdalih semakin tumbuh rasanya
imajinasi semakin keras kepala,
rasa makin liar
boleh mata buat hamba seorang tuan?
boleh, kah?
karna raga dimakan waktu,
tapi rasa tak habis-habis
saya lelah karna tatap itu,
saya mati.
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 6:27 AM UTC
You love yourself most and
you think your faith is complete.
Do you know? you are being
cheated and you are the cheat.
Don't you know that Allah and
his Apostle should be dearest
Then only you will have the
delight of faith sweetest.
Nov 26, 2014
Nov 26, 2014 at 11:00 AM UTC
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam.
- yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam.
- perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu.
- mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan.
- dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara.
- menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya.
- sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir.
- bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari.
prdks.
Apr 2, 2018
Apr 2, 2018 at 9:10 PM UTC
Selalu sulit
Mencoba warna baru yang belum pernah kau pakai
Tapi tentu saja
Tak lebih sulit
dari membuat warna-warna darahmu
Menjadi sebuah kata awal
Aug 1, 2016
Aug 1, 2016 at 8:27 AM UTC
Dari 1000 langkah bersama,
Ku tau artinya
Kita bukan selangkah
Tapi setujuan
Kau ingin melalui B dengan tujuan C
Aku ingin melalui A dengan tujuan C
Aku baik baik saja
Aku percaya, berbeda bukan berarti salah
Kau selalu membenarkan argumen
Mengagungkan apa yang kau yakini
Mengucilkan yang berbeda denganmu
Tidak bisakah kau akui saja?
Aku benar dengan pandanganku
Dan kau juga benar dengan pandanganmu
Tidak bisakah kita redam ego
Dan melangkah sejajar?
Bukankah tujuan kita di awal seperti itu?
Aug 21, 2019
Aug 21, 2019 at 12:00 PM UTC
waktu adalah yang paling jahat, dia akan tetap berjalan;
tanpa peduli siapa yang meronta inginkan ia pincangkan jarumnya, atau siapa yang inginkan matahari terbit datang lebih awal.
tetapi waktu pula yang paling dermawan, berikan penawar ke setiap luka yang tak bisa disembuhkan tangan.
Oct 7, 2016
Oct 7, 2016 at 8:30 AM UTC
Terang bulan,
padahal ini tertulis di pukul enam yang masih berembun setelah fajar
Ntah bagaimana yang muncul adalah terang bulan.
Bukan mengenai kisah anak-anak yang dipaksa meminta-minta, menjual kerupuk tiga ribuan.
Hari ini terang bulan muncul lebih awal, dua belas jam lebih awal.
Siapa yang tau isi kepala yang ditutupi rambut hitam orang-orang?
Seperti apa terang bulan yang ada di dalam pikirannya?
Terang bulan diisi dengan ketakutan-ketakutan bertambahnya angka pada umur.
Merasa ada yang salah dengan putaran waktu,
Ia belum siap ternyata.
Sementara hari tidak menunggu apapun, bahkan detiknya.
Terang bulan tidak benar-benar ada, ia hanya muncul saat orang-orang sedang bahagia yang serupa.
Selebihnya adalah sabit di ujung bulan yang kadang muncul sekadarnya.
B_A
11 Maret 2020
Mar 10, 2020
Mar 10, 2020 at 8:11 PM UTC
Tepat di hari kedua sebelum akhir Agustus, entah repetisi yang keberapa kali--aku bertanya pada aku.
Sedang aku meninggalkan apa yang aku tunggu, sebagian lain dari aku membiarkan apa yang datang menuju.
Tepat di peralihan pagi dan khotbah Jumat, ia datang lagi.
Yang harusnya kubiarkan pergi sendiri dengan maunya
Ntah akan kusambut kembali atau nanti menjadi babak tercanggung.
Ntah, kali ini jawaban entah telah ditolak sepersekian lebih awal sebelum ditanyakan.
Aku menolak mengikhlaskan apa yang aku sendiri tidak tau apa inginnya.
Melalui percakapan rutin beberapa kali sehari, seminggu dan sudah masuk separuh tahun.
Tepat menuju penghujung hari, aku membiasakan apapun ia boleh lakukan. Aku biarkan semaunya menghirup-hirup apa yang sudah dilewati.
Agar jika pada bagian akhir yang awal nanti ia tak salah langkah, kembali kesini atau mengantar kabar lain yang lebih ia senangi.
30 Agustus 2019
B_A
Aug 30, 2019
Aug 30, 2019 at 1:17 AM UTC
Allow me to sift awal
And pick up tiguriwin
To give you atig
Your beauty is an irwan
From the great mother, Aphrodite.
You are tisit
That reflects the face agrram.
Your eyes are islmammayn.
Your hair is izenzaren.
Of the sun tamqrant.
Your lips are the leaves of flilo
Your teeth are taqqayin.
Your tongue iHuch
On behalf of your ul.
Your voice is tamawayt.
Your neck is turtit.
Full of tamemt.
Your chest is abrid
that leads to aghbalu
Where I would like uddum.
Jan 25, 2018
Jan 25, 2018 at 6:24 AM UTC