Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
zzpoetry
zzpoetry
22/F/Jakarta, Indonesia
diamlah kali ini. kau tak perlu menjaga lisanmu agar tak melukaiku kau tak perlu susah payah menahan isi kepalamu agar tidak bocor atau berusaha berpikir, karena aku tau itu bukan hal yang kau lakukan. diam saja, itu saja karena malam ini aku tak akan mencacimu. aku hanya akan duduk. memandangimu membakar semua kecemasanmu diam saja, pejamkan mata. karena malam ini kau cuma butuh rasa yang kubutuhkan juga rasa saat jemari-Nya membelai kepalamu dan mengelus tengkukmu lebih dari rasa hangat. rasa dekat, dan rasa hadir rasa yang membuatmu tak ingin lagi mengangkat kepala.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:54 AM UTC
Dekat
everything to make it right undoubtedly I will take. but for you everything I do is always a mistake
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:53 AM UTC
Mistake
penuh sesak dan sakit, yang kini kucoba hadapi ternyata bukan sekedar itu. bukan sekedar melepaskan diri dari cinta duniawi, tapi perihal sebuah kerelaaan. perihal menciptakan ruang kosong penuh kepasrahan dalam hati. yang memang, tak akan ada yang mengerti kecuali Dia, Ilahi Rabbi bukan pula sekedar siksa rindu yang kurasakan sekarang tapi untuk bisa berjumpa, dan bersama di waktu mendatang karena visioner bukan hanya mampu menyusun apa yang ada didepan tapi dimulai dari bisa membedakan, mana yang sementara mana yang dibawa ke bilik kuburan dan karena kaya bukan hanya perihal harta tapi seluas apa hati kita bisa ikhlas hingga lapang dan pasrah bukan cuma perihal kata tapi seberapa ingat kita berserah tiap kali cobaan datang.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:52 AM UTC
Jauh
"Tapi apa yang lebih kuat dari kekuatan doa? Apa yang lebih hangat dari dekapan doa?” tegur malaikat ketika kubilang ingin menguatkanmu dan mendekapmu.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:50 AM UTC
Doa
Kau dan dirinya pasti melihatku menangis malam itu dan mungkin dibalik punggungku, Kau dan dia bertanya-tanya, sambil menangis juga “kenapa?” karena dibawah peluhnya, matanya membuatku teringat dirinya melambai dan memanggil “sayang” kekasihnya “kenapa?” karena tak banyak waktu yang bisa kusewa dan ku tau, setelah waktu bayaran itu, dia akan kembali mengasingkanku “kenapa?” Kau tau yang paling mendera? karena malam itu, Kau menjawab doa-doaku tapi saat itu juga, aku kembali mengkhianatiMu.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:48 AM UTC
Tangis
lagi, ingin ku menyalahkan takdir yang menyeretku kaki demi kaki saat kusadari, kaulah hening yang tercipta di setiap kata sunyi. ku harap kau yang ada di sini, jiwa dari tempat yang tiap hari kita datangi. kali ini hanya ada suara jangkrik yang kegirangan karena aku mulai terhanyut sepi. kucoba abaikan tapi ada kosong yang selalu mengajakku kembali “sini menangis lagi, aku tau kau tak sekuat ini” tak apa, malam nanti kita akan bersua dalam malam yang enggan berdusta kuharap aku sedang mati, tapi hanya terdengar ejekan raungan knalpot mobil yang tak peduli. -“Aquarium kaca”, 17 April 2017
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:45 AM UTC
Kaki Demi Kaki
kakiku gemetar di seberang sini di bibir jurang yang menghisap memori tiap kali kugumamkan padamu apa yang kau pikirkan? bayang samar langkahmu menjauh dengan bunga di sebrang sana enggan menungguku menerka apa yang kau rasakan? kuharap sisa waktumu masih ada karena masih ada jurang diantara kita yang memohon tuk direnungkan apa yang telah kita lakukan satu sama lain? apa yang akan kita lakukan?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:40 AM UTC
JURANG
Terlalu banyak yang ingin tumpah kucoba baris tapi tetap saja membuncah berusaha aku memendam tapi ada legam yang tak mau redam entah wujudnya apa tak ada sengaja kuminta adanya kuingin dingin tapi yang kubuat malah api tetiba lupa pada semua hangat jemari sampai angin malam menumpuk rindumu lagi dan mendera napasku lagi pantaslah kau marah, mungkin saatnya ini aku bebenah mencari maaf sebelum senja memerah
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:36 AM UTC
Marah
hap! hampir saja aku jatuh… sulit, ini sulit aku tau aku tak boleh ceroboh sekali tergelincir bisa-bisa belikatku patah hap! hampir saja…. kenapa disana hangat sekali? rasanya aku tak ingin kemana-mana saking hangatnya bisa-bisa aku menelur disana hap! aku ingin dikurung saja… aku rindu wangi teritorimu walau aku tau diluar ada bintang bulan dan manisan bintang, bulan, manisan… Tuhan! hap! aku takut pada mata… tapi aku suka lembah, kadang mau terbang kadang mau berenang kadang aku lupa aku ini apa… bisa jadi… suatu masa aku ditangkap HAP!
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:34 AM UTC
HAP
Dari mana kau tahu mawar itu merah Dan melati itu putih? Dari mana kau tahu ruby itu merah Dan kapur itu putih? Dari mana kau tahu api itu merah Dan awan itu putih? Dari mana kau tahu berani itu merah Dan suci itu putih? Darimana kau tahu darah itu merah Dan tulang itu putih? Dari mana aku tahu hatimu merah Jika tiada hitam diatas putih?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:30 AM UTC
DARI MANA MERAH