Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
lillium Apr 2019
ibu
istirahatlah untuk sejenak
pendar hangatmu masih istimewa
“selamat malam” mu masih ku simpan untuk malam malam yang tidak bisa ku jinak-kan
jangan khawatir ibu
istirahatlah untuk sejenak
temui aku saat kau muda kembali
dan kerut senyum mu pudar abadi
untuk mbah ti, yang paling spesial dari semua purnama yang pernah ku temui terimakasih telah merawat ayah mbah, aku berharap bisa menemuimu nanti
Merinda Jan 2019
Seberkas cahaya di bawah lambaian sinar mentari
Bermodal keberanian menembus sunyi
Redupmu sungguh berarti
Tergores pada catatan takdir yg terpatri
Engkau lilin kecil sang penerang hati
NURUL AMALIA Aug 2017
Lihat..
Kamu hanya berdiri seorang sendiri
Tak takut dan tetap berani
Bahkan api merah itupun melelehkanmu
Angin menyentuhmu dengan lembut
Tapi itu akan membunuhmu
Namun kau masih bahagia
Kau menerimanya dengan senang hati
memutuskan dengan percaya dirimu
Memberikan cahaya di tempat yang gelap dan dingin
Kamu rela dibakar habis
Meskipun kamu sudah tahu bahwa kamu ..
Tidak akan mendapatkan apapun, mungkin hanya sakit yang kau dapat
Bahkan kamu tau akan dilupakan dan lenyap
Tapi ini adalah pilihanmu
Ingin tetap diam atau bertindak
Memberikan cahaya ajaib pada kegelapan ..
Kilatan cahaya di pupilmu
Membiaskan triliun makna
Yang tertunda dalam klandestin malam
Namun kabut di antara asap metropoitan

Rangkaian mana yang harus kukonversi?
Di antara jutaan spektrum tentang harapan
Dan ribuan gelombang elektromagnetk yang fana
Akan segala mimpi yang menetes, menyublim hilang ditelan lara

Kau lihatkah kilatan cahaya di pupilmu
Di sela-sela kinerja korteks mengasosiasikan kisah kita?
Bangkitkan segala asa
Yang terkubur dalam dinginnya angin malam
Dan tenggelamdalam segelas kopi hitam
Terpendar dalam lampu jalanan, di antara asap metropolitan
Surabaya, 15 November 2014
Kepada Pemuja Semantik
Yang Takut Pada Biasnya Definisi
Termasuk
Rindu

— The End —